NovelToon NovelToon
Pertemuan

Pertemuan

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Petualangan / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:115.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nur Azizah

Edward yang dikenal sebagai playboy, dan selalu mempermainkan wanita dalam hidup nya mengatakan bahwa cinta nya telah mati saat orang yang mengkhianati nya telah tiada. Miranda yang selalu memperhatikan Edward dalam diam dan mencintai nya sejak dulu terus berusaha membuka hati Edward dan mendapatkan cinta setia dari si playboy itu, Apakah Mira bisa mendapatkan hati dan cinta dari Edward? Apa kah cinta Miranda bisa menumbuhkan hati Edward yang telah mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 08 - TAK MAMPU

Edward mengunjungi wanita ini bahkan tubuh sexy milik wanita ini Edward akui akan hal itu namun dirinya sama sekali tak merasakan hal apapun. Dirinya bahkan tidak mendapatkan gairah apapun dari wanita itu.

Brukkkkk.....Edward menghempas wanita itu dan segera berpakaian.

"Edward?" Tanya janda itu.

"Maaf mungkin lain kali, aku sudah tidak mood" Ujar Edward. Edward lalu pergi keluar rumah itu. Tanpa ia sadari bahwa kedatangan Edward telah terlihat oleh masyarakat sekitar.

Edward yang bingung pun memutuskan pergi ke bar dan menghabiskan malam nya di sana. Edward baru kali ini tidak bisa bereaksi di hadapan wanita. Meski ia tidak menyukai wanita itu namun setidaknya jika dihadapkan dalam hal itu Tubuh Edward otomatis akan menerima namun jangankan menerima Edward tak mampu merasakan apapun.

"Oh Edward! Apa istrimu tahu kau disini? Ada apa ini? Apa malam ini kau menjadi lajang lagi?" Teman - teman Edward telah berkumpul bahkan mereka selalu menghabiskan waktu di bar hingga pagi.

"Bawakan aku yang biasa" Ucap Edward.

"Hei, kau sudah menikah, lebih perbaiki lagi sifatmu" Ucap Yohan sahabat Edward.

"Ini dia, janda yang biasa kau temui" Ucap Daniel sambil menyerahkan janda itu kepada Edward. Daniel adalah pemilik Bar tersebut dan dia selalu memberikan apapun keinginan Edward termasuk janda itu.

Edward menatap janda tersebut. Tubuh sexy dan montok nya bahkan tak mampu membuat Edward bereaksi. Dada besar dan pantat yang bulat itu tak mampu mengangkat gairah Edward.

Ada apa dengan ku?!!

"Aku minta yang baru deh, yang bungkusan" Ucap Edward.

"Apa?! Tumben?" Tanya Daniel.

"Edward! Kau sekarang beristri kenapa kau begini?!!" Yohan berusaha mencegah Edward.

"Yohan berisik, pokoknya bawakan saja"

"Baiklah, tapi jangan lupa pakai pengaman" Ucap Daniel.

"Ada apa dengan mu? Kau tidak pernah meniduri perawan!!" Yohan terlihat kesal.

"Ada apa dengan mu?!! Kenapa kau semarah ini?!" Teriak Edward kesal.

"Kenapa istri sebaik nya harus punya suami brengsek seperti mu, seharusnya.....cih" Yohan langsung pergi meninggalkan Edward.

Daniel pun datang sambil membawa wanita pesanan Edward. Wanita itu sangat polos bahkan Edward dapat melihat dari tatapan nya. Wanita polos yang belum pernah berpengalaman. Namun saat Edward menyentuh pipi wanita itu dan menatap wajahnya benak nya langsung memikirkan Mira. Tatapan Mira yang marah kepadanya.

"Sialan! Siapa namamu?!!" Bentak Edward kepada wanita itu.

"Nama saya Rona, tuan..." Jawab nya takut - takut.

Edward lalu mengambil uang dalam dompet nya dan memberikan kepada wanita itu.

"Tuan, tapi kita belum melakukan nya dan ini terlalu banyak"

"Ambil saja, aku tidak mood dan juga Keluar lah dari pekerjaan ini, kau tidak cocok!" Edward pun pergi meninggalkan wanita itu.

Sepanjang perjalanan pulang Edward terus memikirkan kemana Mira pergi. Edward berfikir bahwa Mira akan pulang ke rumah. Mungkin Mira hanya marah sesaat saja.

Edward pun sampai di rumah dan mencari Mira, namun Mira tak ada di manapun. Edward meraih handphone nya dan mencoba menghubungi Mira. Lalu Edward teringat sesuatu.

"Sial! Aku tidak punya nomor nya!!!"

Edward memanggil semua pelayan nya dan menanyakan nomor Mira namun tak ada satupun pelayan yang tahu nomor Mira.

"Kalian ku gaji untuk mengurus istriku namun kalian bahkan tidak mengenal istriku dan kebiasaan istriku!!" Teriak Edward kesal.

"Maaf tuan tapi anda memangnya tidak tahu nomor nyonya?" Tanya pelayan.

Edward terdiam membatu. Bahkan dirinya sama seperti pelayan yang tidak tahu nomor Mira. Lalu tak lama kemudian Pelayan membawa sebuah Handphone ke arah Edward.

"Ini handphone nyonya tuan dan ini dompet nya"

"Sial! Kemana dia tanpa dompet dan handphone nya?!!!"

Edward semakin bingung. Mira serius dengan perkataan nya, Edward tak menyangka bahwa Mira akan seserius itu. Mira benar - benar pergi dan saat ini Edward tak tahu Di mana keberadaan Mira.

********

Pagi nya......

Edward menyambut pagi dengan rasa kantuk. Semalaman wajah Mira terbayang di benak nya dan air mata Mira mengusik tidur nya. Semalaman Mira tidak pulang ke rumah. Lalu dari luar terdengar keributan dan suara pergerakan barang. Edward pun keluar dan melihat kamar tamu yang dikosongkan oleh para pelayan.

"Kenapa kamar ini dikosongkan?" Tanya Edward.

"Itu....Nyonya mengetakan nya sebelum dia pergi bahwa ruangan ini akan nyonya pakai sebagai kamar tidur nya dan sebentar lagi barang nyonya dari kediaman lama akan di pindahkan kemari" Jelas pelayan tersebut.

Edward baru sadar bahwa Mira sangat gila. Mira serius dengan kata - kata yang telah diucapkan nya. Lalu kemanakah Mira Edward juga sangat ingin tahu itu.

Rumah Violet.......

"Pagi Mira"

"Pagi juga Vi"

Violet dapat merasakan perasaan Mira. Hatinya yang bimbang dan gundah, semalaman Violet bisa mendengar suara langkah kaki dari kamar Mira, Belum lagi kerabat mereka yang mengirim pesan tadi malam. Bahwa mereka melihat Edward masuk ke rumah janda, pergi ke Bar dan meminta wanita yang masih dibungkus untuk ia gunakan.

Violet berusaha menenangkan Mira namun Mira hanya menatap nya dengan pasrah dan berkata "Aku tidak heran akan hal ini Vi"

Rasanya hati Violet terasa nyeri mendengar hal itu. Violet tahu bahwa Mira pasti merasakan sakit akan hal itu. Namun Mira tak bisa berbuat apapun dan ia melarang Violet untuk bertindak.

"Kau akan pulang sekarang?" Tanya Violet.

"Ya, aku harus menata rumah, dan mengurus beberapa hal"

"Mira, padahal kau bisa lebih lama lagi disini"

"Sudahlah" jawab Mira. Violet bisa merasakan bahwa hati Mira terluka dari mata nya. Karena mereka telah berteman sejak lama violet selalu tahu gelagat Mira.

Setelah membujuk Violet, Mira pun berhasil untuk pulang ke rumah. Violet masuk ke rumah nya lebih tepatnya rumah Edward yang ia tinggali.

"Dari mana saja kau?! Sampai tidak membawa handphone dan Dompet?!" Edward sudah menunggu Mira di depan pintu.

Kau boleh berkeliaran semalaman sedangkan aku tidak boleh?

"Aku lelah, kita bicarakan hal ini nanti" Mira melewati Edward lalu mengambil Handphone dan Dompet nya yang tergeletak di meja.

"Aku belum selesai bicara, dan juga apa yang kau lakukan sampai kau lelah hah?!!" Bentak Edward.

"Apapun itu bukan urusan mu!" Jawab Mira kesal.

"Apapun perbuatan mu itu pasti berdampak padaku! Sekarang katakan kemana saja kau tadi malam?!!!"

Perbuatan mu semalam juga berdampak padaku! Janda itu bahkan dengan sombong nya menampakkan wajah nya di depan ku bahkan para wanita mu memandang rendah ku selama perjalanan ku kemari.

"Berisik! Kau menyebalkan! Biarkan aku sendiri! Aku muak sekali melihat mu!!" Mira langsung membanting pintu kamar nya yang telah disiapkan khusus untuknya. Penuh dengan barang miliknya dari kediaman lama nya. Mira merasa nyaman akan hal itu, Mira terus memeluk dirinya dengan selimut milik nya. Barang miliknya yang tak akan bisa Edward ganggu.

Di ruang depan Edward tertegun, Edward tak mengerti hati nya. Melihat wanita itu marah tubuh Edward bereaksi hebat, mengapa dengan wanita lain yang telanjang di hadapannya ia tidak bereaksi namun hanya dengan melihat wajah Mira tubuhnya langsung bereaksi hebat?

-bersambung-

1
Nurul Mulyati
seru bngt baca nya
Scarlet
Tamat sudah
Scarlet
Suka cewk kyk emily
Deva Rara
tamat sudah ,,

di tunggu season selanjutnya ya thor
Tina Anton
Sayang thor ceritanya tamat.. Pdhl aku suka kebucinannya edward
Anonim
lama" darting thor...berantem mulu kerjaanya..
Tina Anton
Hahahaha emily tuh.. Ngomongnya tanpa tendeng aling2.. Langsung gaspoolll... Yuhuu gmn tuh bang patrick...
Ana Yulia
semangat thor 💪 lanjut terus 💪❤️ salam dari Khanza & Gracio
🤩😘wiexelsvan😘🤩
mampir ikutan absen dlu ach thorrr 😍😍😍 dengan jejak tertinggal 👍👍👍pastinya
Scarlet
Lanjut thor gemes liat edward dn patrick
Deva Rara
patrick itu pacar nya emily toh ,,

kirain spongebob 😂
Tina Anton
Lanjut thor.. Seru komunikasi edward n petrick.
Tina Anton
Lanjut thor.. Aku suka sm pembahasan... Cara komunikasi patrick memang keren.. Wajar jika patrick susah buat jatuh cinta.. Krn wawasan berfikirnya pun keren... Bs dilihat dr cara dia mematahkan kalimat2 edward..
re
Next
Who is My name?
Edward cemburu nya lucu
Tina Anton
Lanjut thor
Nalu
Edward bisa cemburu ya
Deva Rara
masih aja jaim dia 😂😂😂
Tina Anton
Lanjut thor
Tina Anton
Tau.. tau the end ah... Nunggu tiap up nya sll lama... Ngeselin.. Pdhl ceritanya bagus..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!