NovelToon NovelToon
Bunda Untuk Daddy (Tamat)

Bunda Untuk Daddy (Tamat)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:18.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: saskavirby

pengalaman pahit serta terburuk nya saat orang yang dicintai pergi untuk selama-lamanya bahkan membawa beserta buah hati mereka.

kecelakaan yang menimpa keluarganya menyebabkan seorang Stella menjadi janda muda yang cantik yang di incar banyak pria.

kehidupan nya berubah ketika tak sengaja bertemu dengan Aiden, pria kecil yang mengingatkan dirinya dengan mendiang putranya.

siapa sangka Aiden adalah anak dari seorang miliarder ternama bernama Sandyaga Van Houten. seorang duda yang memiliki wajah bak dewa yunani, digandrungi banyak wanita.


>>ini karya pertama ku, ada juga di wattpad dengan akun yang sama "saskavirby"

Selamat membaca, jangan lupa vote and coment ✌️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saskavirby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 8. Menyiapkan makanan untuk Aiden

Stella terlelap di sisi Aiden dengan memeluk tubuh kecil pria itu dengan sebelah tangannya. Tiba-tiba Stella merasakan gerakan dari sampingnya, ia membuka mata. "Aiden, kenapa bangun, sayang?" tanyanya menatap Aiden yang sudah bangun entah sejak kapan.

Aiden tersenyum lebar menatap Stella. "Aiden lapar, Bunda," cicitnya.

Stella bangun dari tidurnya dan turun dari bed pasien, ia mencari-cari makanan yang bisa dimakan oleh Aiden, dan ia hanya menemukan beberapa roti. "Aiden mau makan roti?" tanyanya mengangkat bungkus roti yang masih utuh.

Aiden menggeleng dengan menutup mulutnya. "Enggak mau, Bunda," tolaknya.

Sandy terbangun dari tidurnya mendengar suara di sekitarnya, ia beranjak menghampiri Aiden yang terbangun. "Ada apa?" tanyanya pada Stella.

"Ini, Aiden lapar. Tapi nggak mau makan roti, sedangkan di sini cuma ada roti," Stella mengangkat bungkusan roti di tangannya.

Sandy menghampiri Aiden, dan mengambil duduk di atas bed pasien. "Aiden mau makan apa?" tanyanya mengelus kepala Aiden.

"Aiden mau makan masakan Bunda," jawab Aiden dengan mata berkaca-kaca.

Stella mendekat, dan ikut duduk di atas bed pasien di sisi yang bersebrangan dengan Sandy. Tangannya terulur mengelus kepala Aiden. "Besok Bunda buatin kue buat Aiden, sekarang Aiden makan roti ini dulu, oke?" bujuknya.

"Bunda janji?" Aiden menatap penuh harap pada Stella.

Stella mengangguk dan tersenyum. "Iya, Bunda janji."

Aiden melingkarkan tangan mungilnya ke perut Stella. "Terimakasih, Bunda."

*

"Bunda, Aiden pengen pipis."

Lagi, Aiden terbangun dari tidurnya dan mengguncang lengan Stella yang tertidur di sampingnya dengan pelan. Sebelumnya, ia pada akhirnya setuju untuk memakan roti meskipun hanya sedikit, dan kembali terlelap.

Stella membuka matanya yang baru saja terlelap. "Ayo, Bunda gendong."

Stella sedikit kesusahan menggendong Aiden dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lainnya memegang infus.

Tiba-tiba infus di tangannya direbut seseorang dari belakangnya.

"Eh?"

"Biar saya yang bawa," ucap Sandy meraih kantong infus.

Stella masuk ke toilet dengan Aiden, sedangkan Sandy menunggu di luar. Ia terdiam memperhatikan Fara yang terlelap di atas ranjang tidur, wanita itu sama sekali tidak terganggu dengan keadaan sekitarnya.

Sandy mendadak ragu, apakah Fara benar-benar bisa menjadi ibu yang baik untuk Aiden? Melihat Stella yang bukan siapa-siapa, namun sangat peduli dengan anaknya yang baru dikenalnya beberapa minggu. Sedangkan Fara yang sudah lama dekat dengan Aiden sama sekali tidak mempunyai kepedulian seperti Stella.

Sandy menghembuskan nafas panjang.

...***...

Sekitar pukul setengah lima pagi, Stella bangun dari tidurnya hendak ke Mushola guna menunaikan kewajiban. Belum sempat membuka pintu, suara Sandy menghentikan langkahnya.

"Mau kemana, Ste?"

Stella berbalik. "Aku mau ke Mushola dulu, sebentar," jawabnya.

Sandy mengangguk mengiyakan.

*

"Daddy, Bunda dimana?" tanya Aiden yang terbangun dan tidak menemukan Stella di dalam ruangan.

"Bunda keluar sebentar, nanti ke sini lagi," jawab Sandy menghampiri Aiden. "Aiden butuh sesuatu?" sambungnya.

Aiden menggeleng. "No, Dad."

"Enngggg, hoahmmmm."

Terdengar suara erangan, membuat Aiden serta Sandy menoleh ke asal suara.

"Eh, sudah pagi, ya? Selamat pagi, Honey. Selamat pagi, Aiden sayang," Fara beranjak menghampiri Sandy hendak memberikan kecupan, namun Sandy segera menjauh, membuat Fara mendengus kesal.

"Gimana, sayang? Sudah lebih baik?" Fara mendekat dan menyentuh dahi Aiden dengan telapak tangannya.

"Iya, Aunty," jawab Aiden tersenyum.

"Eh, dimana Stella?" tanya Fara menatap sekeliling.

"Assalamualaikum.."

Suara pintu terbuka mengalihkan tatapan ketiganya.

"Wa'alaikumsalam," jawab ketiganya, namun Fara menjawab sedikit asal dan judes.

"Bunda darimana?" tanya Aiden.

"Bunda dari bawah, sayang."

Stella memberikan cup berisi kopi kepada Sandy dan Fara.

"Sorry, gue nggak biasa minum kopi seperti ini," tolak Fara ketus.

Stella kembali menarik tangannya. "Maaf, aku tidak tahu."

"Biar saya yang minum," Sandy meraih cup kopi dari tangan Stella.

Fara langsung menempel pada Sandy. "Honey, jangan terlalu banyak minum kopi, tidak baik untuk kesehatan," tangannya terulur untuk mengambil cup dari tangan Sandy.

Sandy menjauhkan tangannya. "Tidak apa-apa, aku akan meminumnya nanti."

Fara mencibir, ia mengikuti Sandy yang sudah duduk di sofa, jangan lupakan tangannya yang terus bergelayut bak koala pada Sandy. Sengaja itu, ia ingin pamer pada Stella.

Stella hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Fara, ia tahu Fara sengaja pamer kemesraan di depannya. Entah apa maksudnya.

Tapi seharusnya Fara tahu, bahwa Stella tidak tertarik pada Sandy, khususnya sekarang. Tidak tahu kalau beberapa hari ke depan. Hihihi.

*

"Bunda, Aiden lapar," Aiden merengek menatap Stella.

"Oh, iya, Bunda 'kan janji mau masakin buat Aiden, ya? Kalau begitu Bunda pulang dulu, ya?"

"San, sebaiknya kamu ajak Stella ke penthouse, jarak dari rumah sakit tidak terlalu jauh, 'kan?" usul Laras yang beberapa menit sudah berada di rumah sakit.

Fara melotot mendengar ucapan calon mertuanya. "Aku ikut pulang juga sama Sandy," ucapnya kemudian.

Laras menghela nafas. "Baiklah, biar Mama yang jaga Aiden di sini," putusnya final.

"Bunda pulang dulu ya, sayang. Nanti Bunda bawakan kue buat Aiden," ucap Stella mengusap kepala Aiden dan mencium keningnya.

"Iya, Bunda."

"I love you, Bunda," bisik Aiden dengan gerakan bibirnya.

"I love you too, ganteng," balas Stella dengan gerakan bibir. Kemudian keduanya tersenyum.

Sandy memperhatikan hal itu, ia mengerti apa yang diucapkan Stella dan Aiden tanpa bersuara. Ujung bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman tipis.

Tidak ingin melewatkan kesempatan, Fara menghampiri Aiden yang berbaring di bed pasien, menggeser paksa tubuh Stella agar menyingkir. "Mommy pulang, ya? Nanti Mommy ke sini lagi," ucapnya mencium kening Aiden. Ia kesal karena Stella terus saja menyebut Bunda saat berbicara dengan Aiden, iapun akhirnya menyebut Mommy untuk dirinya sendiri.

Aiden hanya diam tidak merespon, jujur Aiden tidak suka dengan Fara, dia jahat.

Sesampainya di penthouse.

Stella berjalan memasuki dapur, dapurnya tidak kalah besar dengan dapur di kediaman Van Houten. Dirasa bahan-bahan sudah siap, Stella memulai memasak dibantu pelayan.

"Bi, tolong kupas wortelnya, ya? Aku mau buatin Aiden kue," pinta Stella mengaduk adonan di mangkok besar.

"Iya, Nona."

"Bi, tolong aduk ini, ya? Biar aku siapkan bahan untuk puding," ujar Stella pada pelayan satunya lagi, menyerahkan mangkok besar yang sebelumnya dipegang.

Selain makanan untuk sarapan Aiden, Stella juga membuatkan bolu dan puding, karena Aiden yang malam-malam sering terbangun dan lapar, ia berencana membuatkan cemilan.

Sandy menuruni tangga, berbelok ke dapur guna melihat Stella yang berkutat membuatkan makanan untuk anaknya yang sedang berbaring di rumah sakit.

Terlihat Stella yang begitu lincah berjalan dari satu sisi ke sisi lain. Mengoreksi rasa, mengulen adonan, melihat kerja pelayan lain, juga sesekali tertawa bersama pelayan.

Sandy tersenyum melihatnya, Stella benar-benar terniat untuk membuatkan apa yang diminta anaknya, padahal wanita itu bukan siapa-siapanya.

Sandy berharap Fara bisa seperti Stella, atau mungkin, sesungguhnya ia berharap Stella benar-benar menjadi ibu sambung untuk Aiden? Entahlah.

Jika kalian bertanya kemana Fara? Ia tidak jadi ikut ke penthouse, mendadak ibunya menelepon, menyuruhnya segera pulang.

Alhasil, karena rumah Fara yang tidak searah dengan penthouse, Sandy meminta Alvin mengantarkan Fara.

Dengan berat hati, Fara meninggalkan dua orang, —Sandy dan Stella, berduaan. Padahal, masih ada beberapa pelayan di dalam penthouse tersebut. Overprotektif bukan sih?

"Bi, tolong nanti kalau bolu dan pudingnya sudah jadi, antar ke rumah sakit, ya? Aku akan ke rumah sakit terlebih dahulu, kasihan Aiden menunggu, dia pasti sudah lapar sekarang," ujar Stella pada salah satu pelayan, dengan tangannya yang sibuk menata makanan dalam kotak bekal.

"Baik, Nona."

Sandy menghampiri. "Apa masih lama selesainya?" tanyanya.

Stella mendongak sekilas. "Iya, sekitar setengah jam lagi," jawabnya kembali fokus menghias makanannya. "Selesai," gumamnya puas melihat hasil karyanya.

~•

•~

1
PNC
katanya Sandy CEO
kok milih perempuan kasar bgt nganggep cocok to dia

aneh sich

tp bnyak kok orang yg ga paham dng pilihannya
PNC
wong sugih tapi kok
Ervina T
Luar biasa
Nuriati Mulian Ani26
semoga ..rumahnya dibeli sandi
Nuriati Mulian Ani26
wanita hebat dan mandiri..stela
Nuriati Mulian Ani26
keren ceritanya ringan .aku suka alurnya
Kasih Bonda
semangat
iis sahidah
Luar biasa/Good//Good//Good//Good//Good/
iis sahidah
rega laki2 banget
iis sahidah
bunda Stella keren
Tea and Cookies
Luar biasa
Dewa Dewi
😂😂😂😂😂
Dewa Dewi
😂😂😂😂😂😂😂😂
Modish Line
♥️♥️♥️♥️♥️
Modish Line
😂😂😂😂😂😂
Modish Line
bodoh banget
Modish Line
good job Rega👍👍👍👍👏👏👏👏
Modish Line
blm jadi mamanya Aiden udh kaya ema tiri gini kelakuannya ....kalo jadi nikah bakalan abis nih Aiden disiksa sama si Fara gila
Al.Ro
Luar biasa
Ida Haedar
"ini sederhana sesuai porsi ku.. " (sandy) shommboong!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!