"jangan pergi.. kamu adalah wanitaku , istri ku dan juga ibu dari anakku, pernikahan kita resmi bukan simpananku walau kamu istri ke dua ku tapi pernikahan kita sah di mata hukum dan agama, Elan adalah anak kita dan dia pewarisku " Ucap Riko dengan air mata menetes tiada henti, dengan memeluk Aqila. Istri keduanya karena pernikahan atas dasar pemaksaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ELKARINE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pamit
Aqila ,ibu dan Rendra hanya menyimak perdebatan mereka, sejujurnya ibu Reina bersyukur Reina mau menikah tapi ternyata hubungan dengan Prisca tidak bisa di pisahkan. Ingin segera ibu Raharjo bisa mengatakan sejujurnya tentang Reina kepada pak Raharjo tetapi terapi untuk bicara dan segala macam tidak mampu menyembuhkan penyakit shocknya ketika ibu Raharjo mengetahui kelakuan Reina yang menyimpang. Saat ini ibu Raharjo benar-benar tidak tega melihat menantunya yang memilih untuk pergi. Mungkin menghindar adalah jalan terbaik. Selesai makan Ibu di bawa Aqila berjemur dan Aqila berpamitan untuk berangkat sekolah.
------
di tengah jalan Riko bertemu dengan Aqila yang sedang berjalan menunggu bis.
" itu bukan kah Aqila , " guman Riko.
" Aqila,, " teriak Riko memanggil.
" Eh mas Riko, koq lewat sini ? "
" iya habis ketemu teman, kamu mau pulanh aku antar yuk aku juga mau packing besuk harus ke Kalimantan "
" aku hubungi mas Rendra dulu ya mas ,, takut nya dia sudah perjalanan ke sini "
" oke "
Setelah menelepon Rendra, Aqila menghampiri mas Riko,
" sudah mas aku telp mas Rendra, katany juga belum berjalan kesini, jadi kita bisa pulang bareng "
" ya sudah ayok, apa kamu sudah makan siang Qila " tanya Riko basa - basi.
" sudah mas "
" oh aku belum temani makan sebentar ya habis itu kita pulang "
" baik mas "
Sesampainya di restourant Riko memesan makanan yang di sukai .
" apa kamu hanya melihat mas makan Qila, pesanlah makananmu, kamu harus gemuk , kamu terlalu kurus lo "
" gak mas, aku pesen minum saja "
" ok "
Makan siang yang hanya diam. Sesekali Riko melirik Aqila terbesit rasa kasihan di hatinya di usia muda dia harus menjadi anak yatim piatu, walau keluarga Pak Raharjo memperlakukan Aqila dengan baik, entah kenapa dia ingin merengkuh tubuh Kecil Aqila , dan memberi kekuatan kepadanya, karena Riko tahu yang menyebabkan kecelakaan ke dua orang tua Aqila tidak lain adalah istrinya, ya hanya status istrinya.
Dia juga binggung terus di desak keluarganya untuk segera menikah dan harus menikah i Reina. Tanpa kedua orang tua Riko tahu bahwa Reina menyimpang. Andai ibu Raharjo bisa berbicara dan berjalan mungkin saat ini Riko tidak akan menjadi kambing korban dengan pernikahan nya bersama Reina.
Selain membahagiakan keluarganya, dan membantu mempererat tali silahturahmi ayahnya dan pak Raharjo membuat dia enggan untuk menolak. Tapi ketika keingginan hasratnya tidak bisa di penuhi oleh Reina, membuat dia frustasi dan ingin segera pergi meninggalkan kota itu.
Riko memang sudah berada pada lingkaran setan, yaitu antara Reina dan Prisca yang membuat pernikahan ini hanya untuk menutupi aib Reina. keputusan untuk pergi dari kota itu dan meninggalkan tanggung jawab pernikahannya adalah hal yang menurutnya di haruskan karena memang tidak ada cinta dalam pernikahan sedangan dia pria normal yang cukup kaya mapan dan cakep tentunya. membuat dia merasa rendah diri dan jijik karena harus menikahi wanita yang tidak mau di sentuhnya membuat Riko ingin mencari pelampiasan di tempat lain.
---
Selesai makan di restaurant Riko mengajak Aqila pulang. di dalam mobil dia berkata pada Aqila akan pulang ke sini setelah 3 tahun di sana.
" Qila , mas akan pergi 3 tahun di Kalimantan, mas titip mba Reina ya "
" iya mas, "
" karena 2 bulan lagi mas Rendra juga akan pergi ke Australia untuk melanjutkan studynya. Jadi hanya kamu yang bisa mas titipin mba Reina. Jadilah pintar kamu akan tumbuh menjadi gadis yang manis " ucap Rico besungguh-sungguh.
" pasti mas "
Sesampainya di rumah Rico menata pakaiannya, dan Aqila menjaga ibu Raharjo menyuapinya dan juga menulis catatan sekolahnya sambil mencatat pesanan jualannya di buku untuk di belikannya. Ya usaha kecil Aqila membuat dia tidak bergantung dengan uang saku yang diberikan Pak Raharjo. Dia selalu menyimpan uang sakunya dan menjadi putaran uang itu.
ud kapok
ga cek dl critanya gmn
buang aja ke laut
😡🤪