📍Start: 30-08-2020
📍Finish: 10-01-2021
Kedatangan seorang siswi baru di SMA KEBANGSAAN menarik perhatian dan kegegeran hampir seluruh warga sekolah, karena bisa membuat dua musuh bebuyutan memperebutkannya. Angkasa dan Rahen, dua remaja nakal langganan BK yang berumusuhan hanya karena ingin dianggap jagoan dan menang sendiri.
"Apa yang mereka suka dari gue sih? Kalem enggak, murid pintar dan teladan juga enggak, aneh, sengklek kali ya otak mereka sampai suka orang kaya gue," ucap Naura.
Siapakah yang akan dipilihnya?
Simak kisah selengkapnya~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imell mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
SMA KEBANGSAAN pagi itu terlihat riuh, pasalnya ada seorang perempuan yang baru turun dari mobil Angkasa yang bermerek Mercedes-AMG GT itu.
"Eh, siapa tuh yang naik mobil bareng Angkasa?"
"Beruntung banget tuh orang, jadi iri Gue."
"Bisa aja ngambil hatinya cool badboy."
Kring Kring Kring...
Bunyi bel masuk menghentikan percakapan para murid yang kebetulan melihat Naura keluar dari mobil Angkasa.
"Nyesel Gue nebeng Lo, Sa!" ucap Naura seraya menendangi bebatuan.
"Gue balikin lagi ke rumah, Lo?!"
"Gakpapa, udah gak punya muka Gue digosipin kekgini."
"Gaya banget, Lo." ledek Angkasa.
"Fiuh serah Lo! Gue ngomong sama Lo tuh gakguna banget, Sa." ucap Naura seraya berlari menuju kelasnya.
**********
BRAK....
Sebuah gebrakan meja di kelas Xl IPA 3 mengagetkan seluruh penghuni yang akan istirahat, tak terkecuali sang pemilik meja Naura dan Oliv.
"Apaan sih? santai aja, gausah gebrak meja!" sergah Naura pada perempuan di depannya itu.
"CEWEK SIALAN LO. NGAPAIN DEKET-DEKET ANGKASA? LO GAK PANTES JADI PACARNYA, SADAR DIRI SIALAN!" jawab There dengan emosi
menggebu-nggebu.
"Siapa yang deketin Angkasa? Gue sama dia nggak deket juga!!" ucap Naura membela diri.
"NGGAK USAH BANYAK BACOT LO. SETIAP HARI KE KELASNYA ANGKASA, TADI BERANGKAT JUGA BARENG. APA MAKSUTNYA?!" pekik There mendorong bahu Naura kuat, namun yang didorong tak sampai terjatuh.
"Lo tanya sendiri sama Angkasa! Gue gak pernah mau juga berurusan sama dia!!!" tegas Naura seraya pergi meninggalkan kelasnya disusul ketiga temannya yang mengikutinya.
"Auh siall!" ringis Samudra saat lagi dan lagi terkena dampak emosi Naura. Bukan hanya sepatu, kini batu juga menghantam jidatnya.
"Apa Gue harus tersakiti, pas ketemu lo?!" protes Samudra mengusap jidatnya yang semakin memar karna terhantam benda keras berulangkali.
"Huh, salah sendiri, ngapain jalan di depan gue pas lagi emosi?!"
"Jalan umum woii!" balas Samudra seraya duduk di bangku lapangan bola diikuti Naura dan temannya.
"Umumnya, kalau tau orang emosi, Lo minggir dong njirr!" sergah Naura tak mau kalah.
"Udah Ra, minta maap aja! demen banget nyari masalah." sahut Oliv.
"Iya sorry." ucap Naura mengulurkan tangannya.
"Hmm." jawab Samudra menerima jabatan tangan itu. "Nomor hp?" tanyanya.
"Buat paan?" tanya Naura balik.
"Tanggung jawab, pala Gue Lo hantam mulukk!" ucap Samudra memberikan ponselnya.
"Iya cerewet." guman Naura seraya memasukkan nomornya ke kontak ponsel Samudra. "Tanggung jawabnya, apaan nih?"
"Nikahin aja, Sam!" sahut David.
"Gue goreng juga mulut Lo!" ucap Naura akan melayangkan sepatu, namun tangannya ditahan Samudra.
"Cukup Gue aja yang ditimpuk, yang laen gak usah." ujar Samudra. "Ntar lo ke alamat rumah Gue, beliin obat!" ucap Samudra beranjak pergi.
"Gue gatau rumah Lo."
"Ntar Gue WhatsApp." jawab Samudra melenggang pergi.
**********
Bel pulang sekolah sudah berbunyi 16 menit yang lalu, namun Naura tak kunjung bangkit dari duduknya membuat temannya penasaran.
"Kenapa sih, Ra?!" tanya Laila geram.
"Bingung nih, ke rumah Angsa apa Samurai." balas Naura seraya menidurkan kepalanya di meja.
"Ngawur aja panggilan Lo." sahut Difa.
"Samudra aja tadi jidatnya memar gegara Lo!" saran Laila.
"Nah, si Angsa gimana?"
"Udah, Lo manjat pager belakang! ntar Gue pesenin ojol buat nganter Lo." ide cemerlang setengah gila itu muncul dari Oliv.
"Yaelah, ribetnya jalan hidupku." ucap Naura seraya berlari meninggalkan kelas.
^
^
^
^21 menit kemudian di rumah Samudra^
"Nih, udah Gue beliin plester, perban, sama salep tinggal make!" ucap Naura seraya memberikan sekantong plastik dan duduk di ruang tamu.
"Ngapain perban segala? emang, Gue gagar otak!" protes Samudra yang sedang mengompres lukanya itu.
"Dah dibeliin protes mulukk. Eh betewe rumah Lo bagus, masa holkay (holang kaya) minta dibeliin obat sih?!" ucap Naura setelah melihat keseluruhan rumah itu.
"Ya gapapalah." jawab Samudra cengengesan.
"Siapa nih Bang?" tanya maminya.
"Naura, Adek kelas Mi." balas Samudra.
"Oh, Mami kira udah mau kenalin calon mantu aja, soalnya bentar lagi mau lulus SMA." ucap maminya yang membuat mata Naura terbelalak.
"Eh Naura sering-sering kesini deh, tante gaada temen cewek, di rumah ini."
"Ehm iya tan."
"Pacar baru kak?" tanya Ferry adiknya yang masih smp kelas tiga itu.
"Ngawur Lo!" balas Naura melemparinya bantal tanpa tau malu atau sungkan.
"Kegek epe epe, kegek eseh mele." ujar Ferry dengan bahasa entah apa.
"Betawi betawi, tapi nggak sampe gitu juga bahasanya." ucap Naura.
"Kumat lagi, anyan Lo?!" ledek Samudra seraya membuka kemasan plester.
"Enak banget Lo kalo ngomong, sambel ABC!" jawab Ferry lengsung melempar sepatu ke jidat kakaknya.
"Aduh gilakkk." ringis Samudra saat sepatu itu menambah rentetan memar di keningnya.
"SKAKMATT!" sahut Naura seraya tertawa.
"Nangis dulu lah kak! biar kaya bintang pelemnya tersakitiii di drama gituehh." ledek Ferry.
"Males, hidup Gue adem ayem kagak perlu nangis mewek segala!"
**********
Hari selasa berganti rabu, mentari kembali menyinari mahluk penghuni bumi. Bel masuk sudah berbunyi, namun dengan nekatnya Angkasa menghampiri kelas Naura.
"Ngapain kemaren? lupa ama kesepakatan." sindir Angkasa tanpa mengeluarkan ekspresi sedikitpun.
"Kondangan, ke nikahan mantan." jawab Naura santai.
"Eitss sadgirl Lo, Ra." sahut Ervan sambil mencomot kuaci.
"Gue tanya serius sat!" ucap Angkasa tanpa merubah ekspresinya yang tetap datar.
"Wihh, minta diseriusin nih." sahut Laila.
"Kemaren ada urusan, malemnya ada kosidahan." jawab Naura.
"Kosidahan? kayak emak-emak aja." sahut Ervan melempar kulit kuacinya ke Naura.
"Kerjain pr gue!" titah Angkasa tak terbantah.
"Ntar Gue ke rumah Lo." balas Naura malas.
"Ke kelas, sekarang." tegas Angkasa.
"Udah mau bel masuk woi, lagian males Gue ketemu mak lampu." jawab Naura malas.
"Mak lampir, Ra." sahut Difa.
"Siapa mak lampir?" tanya Rendy ke Difa.
"There lah. Kemaren gebrak meja, gigit kursi, makan kunci, mancing sepatu." jawab Laila.
"Itu ngelabrak orang, apa atraksi?" tanya Ervan.
"Sulapan." jawab Laila asal.
"Emang ngapain There ngelabrak Naura?" tanya Rendy lagi, berharap Difa menjawabnya.
"Ngedeketin Angkasa katanya." dan ya Difa menjawabnya.
"Makannya Gue males ada urusan sama Lo, Sa!" sahut Naura menajamkan alis dan matanya.
"Nyali Lo kemana?" ledek Angkasa seraya melempar pulpen ke alis Naura, untung gak kena mata.
"Anjirt, jangan ngeledek Lo!" balas Naura tak terima.
"Digertak There, ciut." cibir Angkasa.
"Diem deh angsa, Gue jahit juga mulut Lo." perkataan Naura langsung jadi sorotan.
"Angsa?" tanya Angkasa menyernyit.
"Cocok tuh jadi panggilan Lo!" jawaban Naura memancing emosi Angkasa, dirinya langsung mendekat. Namun karna Naura duduk di bangku paling belakang, membuat orang lain salah faham dikira ciuman.
"Astajim, mau ngapain?!" heboh Ervan.
"Liar banget otak Lo." balas Angkasa refleks menjauhkan tubuhnya dari Naura.
"Orang laen juga mikirnya mau ngapain gitu." sahut Oliv tersenyum gila.
"Ya Allah! untung, mata Gue belum ternistakan." jawab Rendy yang langsung diumpati Naura serta Angkasa.
"Angkasa, Rendy, Ervan masuk ke kelas kalian sekarang!" suruh seorang guru yang kini duduk di kursi guru kelas tersebut.
"Males." balas Angkasa lalu keluar kelas itu.
"Heh, mau bolos kalian?" tanya guru itu.
"Ibuk pinter deh!" balas Ervan lalu keluar kelas itu bersama dengan Rendy.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued~~
Jangan lupakan Like, Vote, and Coment.
💜💜💜💜💜💜💕💕💕💕💕
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
7in1
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
jangan lupa mampir ya di
"Morning Glory Family"
1000% bakalan ketagihan deh:v.
banyak pelajaran yang di ambil tentang hubungan kakak adek. cocok untuk haluan anak tunggal hehe