NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Yang Terluka

Istri Pengganti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Dua jam sebelum akad, Devon tiba-tiba dijebak masuk penjara. Demi harga diri keluarga, Liam terpaksa turun tangan menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Mira Hazelya.

​Namun, malam pertama yang seharusnya indah justru berubah menjadi neraka. Liam murka saat mendapati fakta bahwa istri barunya ternyata sudah tidak lagi perawan!

​"Kau memanfaatkanku?! Kau menjebakku untuk menjadi penanggung jawab dosa orang lain?!" bentak Liam penuh amarah, siap melayangkan talak.

​Tepat sebelum Liam melangkah pergi, sebuah rahasia besar terbongkar. Noda di tubuh Mira bukan karena ia wanita murahan, melainkan bukti pengorbanan berdarah demi menyelamatkan keluarga Liam dari kehancuran.

​Saat rasa benci dalam semalam berubah menjadi rasa bersalah yang mencekik dada, sanggupkah Liam menyembuhkan luka di hati Mira? Sementara di kampus, mereka harus bersandiwara seolah tidak saling kenal!

Kita Simak Yuk Kisah Selanjutnya Di Novel => Istri Pengganti Yang Terluka.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Cahaya lampu neon di dalam area toilet wanita Lantai 2 Gedung Utama Fakultas Ekonomi memantulkan kilau yang dingin di atas marmer putih yang resik.

Keheningan di area tersebut hanya diisi oleh gemericik air dari kran yang belum tertutup sempurna dan deru rendah pendingin udara. Jam dinding menunjukkan pukul empat sore, waktu ketika sebagian besar kelas telah usai dan koridor kampus mulai melanggar sunyi.

Hilmira Hazelya berdiri di depan wastafel besar berkaca lebar.

Pagi ini ia mengenakan gamis berwarna sage green lembut dipadu dengan khimar hitam panjang. Cadar sifon hitamnya masih melekat pas di wajah, menyisakan sepasang mata bulatnya yang memancarkan sisa-sisa kelelahan emosional dari pertengkaran malam lalu dengan Arkan.

Hilmira mengulurkan kedua tangannya di bawah pancuran air wastafel. Jemari mungilnya yang halus membasuhi kulit yang dingin, mencoba membasuh bekas lelah yang menggelayut di tubuhnya.

Namun, rasa canggung yang mendalam akibat peristiwa di kamar pengantin semalam, saat Arkan berlutut dan mengakui rasa cemburunya secara jujur, masih membuat fokus jiwanya tidak sepenuhnya menyatu.

Sesuai dengan kesepakatan awal dan pesan Papa Bramantyo, Hilmira memang tidak pernah melingkarkan cincin pernikahan bersepuh platina itu di jarinya selama berada di kampus. Cincin dengan grafir halus di bagian dalamnya itu selalu ia simpan rapi di dalam sebuah kantung beludru hitam kecil, yang ia simpan di dalam kompartemen tersembunyi tas ranselnya.

Namun, ketika Hilmira merogoh tasnya untuk mengambil saputangan, kantung beludru yang risletingnya belum tertutup sempurna itu mendadak tersenggol.

KLING!

Sebuah bunyi denting halus bercampur dentang porselen yang tajam bergema di area toilet.

Sebuah cincin pernikahan berlian berdesain eksklusif, sangat simpel namun memancarkan kemewahan yang tak terbantahkan, terjatuh dari dalam tasnya. Cincin itu memantul sekali di atas porselen wastafel sebelum akhirnya menggelinding cepat dan masuk ke dalam celah sempit di bawah rak sabun estetik dekat sudut dinding.

"Ah..."

Hilmira tersentak panik. Sepasang matanya membelalak kecil dari balik cadar. Ia refleks berlutut di atas lantai marmer, mencoba menggapai celah sempit tersebut dengan jari jemarinya. Namun, posisi celah yang terlalu dalam dan sudutnya yang terhalang pipa air membuat jemarinya tak sanggup menjangkau benda berharga tersebut.

Drap, drap, drap.

Suara derap langkah sepatu hak tinggi yang tajam mendadak terdengar dari arah pintu masuk toilet.

Panik bahwa keberadaannya dalam posisi ganjil di lantai akan memicu kecurigaan, Hilmira buru-buru berdiri. Ia berusaha menenangkan detak jantungnya yang berpacu liar.

Dengan sisa-sisa ketenangan yang ia miliki, Hilmira memutuskan untuk mengambil alat pengait kecil di ruang perlengkapan di luar toilet terlebih dahulu. Ia menyambar tasnya dan melangkah keluar dari area toilet dengan tergesa-gesa, menundukkan kepala saat melewati sosok mahasiswi yang baru saja masuk.

Mahasiswi yang baru saja masuk itu adalah Felicia.

Ia adalah mahasiswi semester lima jurusan Manajemen Bisnis, salah satu influencer kampus paling populer sekaligus ketua pengagum berat Arkan Oliver. Felicia mengenakan blazer merah muda tanpa lengan dan rok lipit yang modis, dengan riasan wajah yang selalu tampak sempurna.

Felicia melangkah mendekati wastafel untuk membetulkan tatanan rambutnya di depan kaca besar. Namun, saat ia memutar kran air, pantulan kilau tajam di bawah rak sabun dekat sudut dinding mendadak menarik perhatian matanya.

"Eh? Apaan tuh?" murni karena rasa penasaran, Felicia berjongkok. Menggunakan kuku nail-art nya yang panjang, ia mengorek celah sempit tersebut hingga akhirnya berhasil mengeluarkan benda yang memantulkan cahaya itu.

Sebuah cincin pernikahan.

Felicia berdiri, mengamati lingkar perak mengkilap di atas telapak tangannya. Cincin itu dihiasi sebutir berlian solitaire berpotongan emerald-cut yang sangat jernih dan berkelas, tipe berlian mahal buatan desainer ternama yang harganya mustahil sanggup dibeli oleh mahasiswa biasa.

"Ini... cincin asli?" gumam Felicia, terperangah oleh bobot dan kejernihan berlian tersebut.

Rasa penasarannya kian memuncak. Felicia memutar lingkar dalam cincin itu di bawah pendar lampu neon untuk memeriksa apakah ada tanda pembuatnya. Dan detik berikutnya, mata Felicia membelalak sempurna. Pupil matanya melebar dalam hembusan napas yang tertahan.

Di dinding dalam lingkar platina yang mulus itu, terukir grafir huruf latin yang sangat halus namun jelas dibaca.

Arkan O. & Hilmira H. - 14.10

DEG.

Dada Felicia bergetar hebat. Rasanya seperti dihantam gelombang kejutan yang meruntuhkan kesadarannya.

"Arkan... Oliver?" bisik Felicia dengan suara yang gemetar lantaran terkejut dan tidak percaya. "Cincin... pernikahan? Arkan sudah menikah?!"

Pikiran Felicia berputar liar bagai badai. Nama "Arkan O." jelas merujuk pada sang pangeran tunggal Oliver Group, pria idaman seluruh mahasiswi di kampus ini yang selalu bersikap dingin, tidak tersentuh, dan dikabarkan tidak pernah dekat dengan wanita mana pun. Dan nama di sampingnya... "Hilmira H."

"Hilmira? Gadis bercadar misterius anak baru itu?!" Felicia mencengkeram cincin itu erat-erat di dalam genggamannya, dadanya naik turun oleh kemarahan dan kecemburuan yang membakar hebat.

Kembali teringat olehnya bagaimana beberapa hari lalu Arkan menatap mahasiswi bercadar itu di koridor, bagaimana Arkan membela gadis itu di perpustakaan, dan bagaimana berita berembus bahwa Arkan menerobos hujan deras demi membawa gadis itu di bawah payung hitamnya.

Segalanya mendadak menjadi sangat masuk akal bagi Felicia.

"Jadi... kalian berdua menyembunyikan pernikahan ini?" seringai tipis yang penuh kedengkian perlahan terukir di bibir merah Felicia. "Pria paling berkuasa dan paling sempurna di kampus ini... ternyata sudah punya istri rahasia? Dan istrinya adalah gadis udik bercadar yang tidak jelas asal-usulnya itu?"

Felicia merogoh ponsel pintarnya dari dalam tas mewah. Dengan jemari yang gemetar oleh gejolak emosi, ia mengambil beberapa foto berresolusi tinggi yang menampilkan detail cincin tersebut, lengkap dengan ukiran nama "Arkan O. & Hilmira H." dari berbagai sudut.

Tepat pada saat itu, pintu toilet kembali terbuka.

Hilmira melangkah masuk kembali dengan napas yang sedikit tersengal, membawa sebuah kawat pengait kecil di tangannya. Begitu matanya menangkap sosok Felicia yang berdiri di dekat wastafel sambil menggenggam cincin pernikahannya, tubuh Hilmira seketika membeku di tempat.

Wajah di balik cadar hitamnya mendadak pucat pasi.

"Mencari ini, Hilmira Hazelya?" suara Felicia terdengar sangat dingin, manis yang beracun, saat ia mengangkat cincin pernikahan berukir nama Oliver itu di udara, tepat di antara mereka berdua di bawah pendar lampu toilet yang membeku.

Ketakutan terbesar dalam sandiwara satu semester mereka akhirnya menemukan celah pertamanya untuk meledak.

...----------------...

To Be Continue ....

1
mama
suka sm karakter ny arkan kak,sat set gk pke lama
Eva Karmita
jangan takut ya Mira...ada babang Arkan selalu di sampingmu 🔥💪🥰
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Estu Suet
mantap thor
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
cemburu tanda cinta ...❤️
marah tandanya sayang 🤗
Arkan kamu sudah lupa dengan perjanjian itu 🤸🏼‍♀️😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
makanya jangan so nolak kamu Arkan jadi pusing sendiri kan 😤🤣🤣🤣
Eva Karmita
seriyus mau nanya apa nama pu nya di ganti ...??
padahal bagus Liam
Eva Karmita
kenapa namanya di ganti otor yg tadinya Liam kenapa berubah jadi Arkana. 🤔🤔🤔
Riana Utami
puasssss
makanya jangan sok berkuasa 🫤🫤
Lovita BM
kq jd Arkan Oliver namanya, bukanya Liam Oliver ????
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Lovita BM
luar biasa
Lovita BM
👍👍👍👍👍💪
Eva Karmita
kita lihat apakah liam mampu merebut hati Mira
Eva Karmita
ya Allah kasihan Mira jadi korban penculikan dan pemerkosaan 🥺
Eva Karmita
percuma menjelaskan Mira lebih baik kamu diam ... biarkan waktu yang berbicara
Eva Karmita
Liam edan main talak" aja ...awas aja nanti kamu menyesal 🥺
Dibalik Senja
Lebih baik diem mira biarkan liam dngn asumsinya krn wlupun kau membela diri dia tdk akan percaya ...talak sdh diucapkan dan mira pasti akan pergi liam tnpa dimintapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!