NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Majikan

Terjebak Cinta Sang Majikan

Status: tamat
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pembantu / Enemy to Lovers / Kriminal dan Bidadari / Tamat
Popularitas:84.8k
Nilai: 5
Nama Author: penyuka ungu

Nur Ratih, gadis kampung yang nekat pergi ke ibukota demi melunasi hutang alm. Ayahnya agar ia tidak dijadikan istri kesekian oleh juragan di kampungnya. Melalui sebuah agen PRT, Ratih berhasil mendapat pekerjaan untuk menjadi pembantu di salah satu keluarga kaya disana.

Awal bekerja disana, Ratih merasa nyaman dengan lingkungan barunya, namun hal itu tidak berjalan lama. Kepulangan sang majikan muda dari perjalanan bisnisnya, membuat hari-hari Ratih terasa sesak. Dialah, Nathaniel Ryker, sang majikan yang terobsesi padanya sejak pertemuan pertama mereka.

Ratih merasa tidak kuat dalam melakukan pekerjaannya, sang majikan terus saja menganggu dirinya. Ia ingin pulang, namun kala teringat hutang-hutangnya ia merasa harus bertahan.

Bagaimanakah kehidupan Ratih di rumah itu? Apakah ia bisa menghentikan obsesi majikannya? Ataukah ia malah terjerumus di dalamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penyuka ungu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08. Tuan Menyebalkan

Kesibukan di paviliun sudah menjadi hal yang umum terjadi, apalagi saat para pelayan bersiap-siap untuk bekerja. Berbeda dengan orang-orang yang sudah siap dengan seragam masing-masing, Ratih masih sibuk menata ranjangnya. Ia baru bangun dan memang sengaja untuk bangun kesiangan.

Niat ingin mengundurkan diri malah membuatnya menerima hukuman selama sebulan. Menjalani hukuman pun sebenarnya tidak salah juga, karena memang ia pernah melanggar peraturan. Tapi kenapa harus bertugas di tempat si majikannya itu tinggal.

"Kenapa harus di lantai 3!" Ratih melempar selimut yang belum sempurna ia lipat.

"Ratih, apa yang kamu lakukan?" Tanya Sofia yang baru datang.

Ratih mengacak-acak rambutnya, "Sudahlah Sof, sepertinya selama sebulan ke depan akan menjadi hari-hari paling sial di dalam hidupku."

"Aku tidak mengerti."

"Semalam Nyonya Adhisti memberiku hukuman."

Sofia mendekat, "Bagaimana bisa? Apa karena menelfon ibumu malam-malam?"

Mulut Ratih sebenarnya sangat gemas untuk menceritakan semuanya kepada Sofia. Namun saat mengingat bagaimana wajah milik majikannya itu, nyalinya seketika menciut.

Ratih memalingkan wajahnya, "Sudahlah Sof, aku akan bersiap."

"Kamu butuh bantuanku? Aku akan membantumu menjelaskan semuanya kepada Nyonya Adhisti."

Apa yang perlu dijelaskan Sof? Apa perlu aku menjelaskan kepada Nyonya Adhisti bahwa aku diam-diam menemui majikanku sendiri? Mau ditaruh dimana harga diriku, batin Ratih.

"Terimakasih Sof, tapi kurasa tidak perlu, lebih baik fokus saja pada pekerjaanmu," ucap Ratih lalu keluar dari kamar, ia akan mandi sebentar.

Sofia menatap punggung gadis yang semakin mengecil itu dengan pertanyaan yang berkecamuk. Ia masih percaya bahwa Ratih sedang menyembunyikan sesuatu.

......................

Ratih menatap jam dinding yang menunjukkan pukul delapan pagi. Hari ini merupakan hari libur bagi pekerja kantoran tapi sayangnya bukan menjadi hari liburnya. Ia masih harus bekerja di akhir pekan seperti ini.

Sebenarnya setiap pelayan disini memiliki jatah libur tiga kali selama sebulan dan mereka dibebaskan ingin memilih libur pada tanggal berapa. Tapi karena Ratih harus menerima hukuman yang waktunya selama sebulan, jadi ia harus menunda liburannya sampai bulan depan.

Ratih membuka salah satu kamar kosong di lantai tiga, kemudian mulai membersihkannya. Sejak awal mulai bekerja, Ratih sudah merasa aneh saat melihat banyak kamar kosong di rumah ini. Ia berpikir untuk apa mempunyai banyak kamar sedangkan penghuninya hanya ada satu orang.

"Tunggu dulu," ucap Ratih lalu duduk di ranjang kamar itu, "Apa benar rumah ini hanya diisi satu orang? Lalu semalam? Apa Nyonya Adhisti tinggal di rumah ini? Kalau benar tinggal disini, berarti hari itu... Aishhh sial!"

Ratih mengingat kembali malam dimana pertama kalinya ia bertemu dengan majikannya. Malam yang telah mengubah hari-harinya di rumah ini.

"Sepertinya aku harus bertemu dengan si Tuan menyebalkan itu untuk membicarakan hal ini," ucap Ratih lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.

Si Tuan menyebalkan yang dimaksud Ratih pasti sedang berada di kamar atau ruang kerjanya. Tadi setelah sarapan, majikannya itu naik lagi ke lantai atas dan tidak terlihat turun kembali.

Ratih telah menyelesaikan pekerjaannya di dua kamar pertama. Kemudian ia membersihkan area depan kamar itu dan lanjut ke lorong yang menjadi penghubung tempat dimana majikannya itu berada.

Dan disini lah ia berada, diantara dua pintu yamg saling berhadapan. Seperti sebelum-sebelumnya, ia memilih untuk membersihkan ruang kerja milik majikannya. Tanpa mengetuk pintu, Ratih langsung memutar gagang pintu berwarna silver itu.

"Kau kehilangan jejak orang itu?!"

Baru membuka setengah pintu, ia sudah disambut dengan pertanyaan dengan nada penuh amarah. Dua orang pria yang berada di ruangan itu seketika menolah ke arah suara dimana pintu itu terbuka.

Ratih yang ditatap seperti itu langsung terdiam dan bingung untuk merespon apa. Walaupun ia tidak mengerti pembicaraan antara dua orang itu, namun Ratih merasa bahwa ruangan ini dipenuhi dengan aura gelap.

"Apa yang kau lakukan disini?!" Tanya Nathan dengan wajah serius.

"Maaf Tuan, saya hanya melaksanakan tugas," ucap Ratih sambil menunjukkan troli kebersihan yang ia bawa.

"Tuan, apa perlu saya mengusirnya?" Tawar Sam karena melihat Nathan yang kurang senang dengan kemunculan gadis itu.

"Pergi ke kamarku!"

"Ha?" Ratih menatap Nathan dengan bingung.

Sementara Sam, melihat Nathan dan Ratih secara bergantian. Ia merasa ada hubungan yang tidak biasa diantara dua manusia berbeda jenis kelamin itu.

"Pergilah ke kamarku," ucap Nathan lagi namun dengan nada yang lebih rendah. Kemudian ia duduk di kursi kerjanya.

Ratih yang merasa menjadi orang ketiga di antara dua orang itu, akhirnya memilih keluar dari ruang kerja Nathan. Ia pikir pasti Nathan mengusirnya agar ia tidak mengganggu pembicaraan mereka dan menyuruhnya untuk membersihkan kamarnya terlebih dahulu.

Pandangan Ratih berputar untuk melihat bagaimana kondisi kamar Nathan atau kamar yang sama yang ia kunjungi semalam. Ia sedang menerka-nerka, pekerjaan apa yang perlu ia lakukan terlebih dahulu. Akhirnya ia memilih pekerjaan yang paling berat yaitu membersihkan kamar mandi.

Sementara di ruangan lain..

Nathan meremas mouse komputer miliknya dengan pandangan tajam lurus ke layar. Ia sedang mengamati pergerakan seseorang dari kamera CCTV yang sudah dipasang para bawahannya.

"Bagaimana dia bisa lolos dari CCTV yang sudah kita pasang?"

Nathan melepaskan mouse komputer itu lalu menyenderkan punggungnya. Ia menatap Sam dengan tatapan yang tidak kalah tajam seperti saat menatap layar komputer tadi.

"Aku tidak pernah meragukan pekerjaanmu Sam, tapi kenapa kau sekarang mengecewakan ku."

Sam membuang nafasnya pelan, "Maaf Tuan, saya akan berusaha untuk menangkap orang itu."

Nathan melembutkan tatapannya, "Aku selalu mempercayaimu Sam, karena jika tanpa dirimu, bagaimana aku bisa hidup seperti sekarang ini."

Sam menggeleng, "Tidak Tuan, jangan berkata seperti itu, Tuan bisa hidup karena usaha Tuan sendiri, jadi untuk masalah ini saya akan menanganinya."

"Baiklah, kau boleh pergi."

"Saya akan segera melaporkan jika ada perkembangan baru," ucap Sam lalu keluar dari ruangan itu.

Sepeninggal Sam, Nathan memutar kursinya untuk menatap jendela besar yang ada disamping meja kerjanya. Ia berjanji akan segera menangkap orang itu. Alasannya hanya satu, ia tidak sabar untuk mencabik-cabik tubuh seseorang yang sudah lama ingin ia temui itu.

Dan di ruangan lainnya, Ratih sedang bersusah payah untuk menggosok lantai kamar mandi milik majikannya itu. Ia harus segera menyelesaikan tugasnya di kamar ini dan segera menemui Nathan untuk membahas perihal Nyonya Adhisti.

"Akhirnya selesai," ucap Ratih sambil mengamati kamar mandi yang sudah mengkilap itu.

Kemudian ia berjalan keluar, tapi karena tidak berhati-hati ia terpeleset dan hampir jatuh di lantai yang masih setengah basah itu. Ratih memejamkan matanya dan merasakan tubuhnya sedang melayang.

"Kau sepertinya begitu menikmati pelukanku."

Kelopak mata Ratih langsung terbuka saat mendengar suara bariton itu. Sekarang ia tahu alasan kenapa tubuhnya terasa melayang. Ternyata pelakunya adalah orang yang sama yang membuatnya dihukum selama satu bulan kedepan.

Ratih mendorong dada Nathan hingga rengkuhan pada pinggangnya terlepas. Terhitung sudah dua kali ini, tangan nakal itu menyentuh pinggangnya.

"Tidak berterimakasih?"

Ratih menyipitkan matanya, ia sedang mencari motif tersembunyi dari ekspresi pria didepannya ini.

"Aku tidak bermaksud apapun."

Lagi-lagi bisa membaca pikiran orang lain, batin Ratih.

"Aku ingin mengatakan sesuatu."

"Di kamar mandi?"

"Kau tidak mau?"

"Keluarlah."

Ratih mengikuti langkah Nathan yang sedang menuju sofa di depan ranjang tidurnya.

"Sekarang katakan," pungkas Nathan setelah ia berhasil duduk.

"Apa Nyonya Adhisti tinggal di rumah ini? Maksudku tinggal di istana utama."

Nathan menatap gadis yang tengah berdiri itu dengan bingung.

"Adhisti? Kenapa dengan Adhisti?"

"Sudah jawab saja pertanyaanku."

"Dia tidak tinggal disini."

"Tapi semalam aku bertemu dengannya di lantai bawah dan dia juga yang memberiku hukuman membersihkan lantai ini selama sebulan penuh."

"Ah, jadi Adhisti memberikan hukuman seperti itu, kerja bagus."

"Apa yang bagus?!" Ratih menatap Nathan dengan tidak terima.

"Semalam aku yang memintanya menemuiku untuk membahas sesuatu."

"Jadi dia tinggal disini?"

"Menurutmu?"

Ratih menghentakkan kakinya kesal, "Percuma saja bertanya padamu."

Daripada meladeni pria yang sedang bersandar di sofa itu, lebih baik ia melanjutkan pekerjaannya dan bisa segera pergi dari lantai neraka ini.

1
ayu cantik
suka
Lina Budiarti
kl si alena sm ank nya ratih d bkn berjodoh kyaknya seru thor🤭
Lina Budiarti
entah kudu komen gimana kalo dah ujung gini🥺..🙈
Lina Budiarti
mudah2n mualnya ratih bertanda ada nathan junior🤭gk sekedar mual liat darah uuuh ngarep bngt aku thor
Mariyam Iyam
lanjut
Lina Budiarti
ttp smngt menulis thor aku setia mnunggu kok 😘
Nia Vanilly
hood
Lina Budiarti
ujian mnjadikan cinta Nathan dan ratih jd semakin kuat😘
Martina Metu
lama dulu baru di update
Lina Budiarti
gk di lanjut lg kah thor .?
Martina Metu
kisahnya sangat menegangkan
Martina Metu
seminggu baru di up lagi
Lina Budiarti
aku setia menunggu thor...
Martina Metu
belum up
Lina Budiarti
lnjut thor...💪💪💪
Martina Metu
terimakasih thor telah up lagi lanjut ya thor, n jangan tamat dulu biarkan kisah Natan dan pacarnya berjalan
Lina Budiarti
baru kali ini baca novel tp hanyut kaya ikut ke dalam cerita dag dig dug 😌semangat up truss thor💪
Martina Metu
kalau yang ini ceritanya masih gantung tapi sudah tidak mau di up.... padahal hari hari kita buka
Martina Metu
thor sudah dua hari belum di up episodenya,apa sudah tamat cerita nya?
Martina Metu
Thor bpa belum di up episode selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!