NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:666
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

air mata bima

Bima berlari sekuat tenaga membelah kesunyian malam yang dingin. Langkah kakinya yang terlatih membawanya melesat cepat menyusuri jalanan kota, hingga akhirnya dia tiba di depan pagar besi menjulang tinggi milik kediaman utama Nyonya Besar. Tanpa membuang waktu sedikitpun pun, Bima langsung melangkah masuk menerobos penjagaan dan membuat para penjaga sedikit melongo namun karna mereka mengenali orang itu makanya mereka membiarkan saja.

bima pun mendatangi bangunan utama untuk menemui sang nenek.

Tentu saja, Nyonya Besar dibuat sedikit kaget dan terperanjat dari duduknya. Beliau sama sekali tidak menyangka bahwa tengah malam begini cucu menantunya akan datang berkunjung seorang diri dengan napas yang masih sedikit memburu dan tas ransel besar di pundaknya.

Namun, hal yang sama sekali tidak terduga langsung terjadi di hadapan wanita tua penguasa wilayah Utara tersebut. Tanpa sepatah kata pembuka, Bima langsung menjatuhkan kedua lututnya, berlutut dengan khidmat di atas lantai marmer tepat di hadapan Nyonya Besar.

Bima mendongak, menatap Nyonya Besar dengan pandangan mata yang sarat akan rasa hormat namun dipenuhi ketegasan yang mutlak. "Nenek... keluarga Nenek adalah keluarga yang sangat terhormat, berwibawa, dan mulia," buka Bima dengan suara baritonnya yang bergetar rendah. "Adalah satu keberuntungan dan kehormatan yang luar biasa besar bagi hidup saya yang hanya orang biasa ini bisa masuk ke dalam lingkaran keluarga kalian."

Bima menjeda kalimatnya sejenak, menghela napas panjang seolah sedang melepaskan beban berat yang selama empat bulan ini menghimpit pundaknya. "Namun, tubuh kecil dan tak berarti milik saya ini... rasanya sudah tidak mampu lagi menahan semua kemuliaan serta kemewahan yang kalian berikan selama ini."

Selesai mengucapkan kalimat tersebut, Bima dengan gerakan cepat membuka resleting tas ransel besarnya. Dari dalam sana, dia mengeluarkan semua barang berharga yang pernah diberikan kepadanya. Satu per satu, Bima meletakkan sertifikat kepemilikan villa tepi danau, kunci mobil sedan hitam mewah lengkap dengan seluruh dokumen surat-suratnya, serta sekeping kartu hitam (black card) tanpa batas limit ke atas meja di hadapan Nyonya Besar.

"Saya tidak pernah memakai uang di dalam kartu ini sepeser pun, silakan Nenek periksa sendiri nanti ke bank," lanjut Bima dengan nada yang sangat jujur.

Nyonya Besar terpaku di kursinya, mulutnya sedikit terbuka menatap tumpukan harta yang dikembalikan begitu saja oleh pemuda di depannya. Belum sempat sang nenek mengeluarkan sepatah kata pun untuk mencegah atau bertanya, Bima sudah lebih dulu bangkit berdiri dengan sigap. Dia memutar tubuhnya dan langsung secepatnya melangkah lebar berbalik arah menuju pintu keluar.

Tepat saat Bima membelakangi lampu ruang tamu, Nyonya Besar samar-samar melihat gerakan tangan Bima yang menyapu air matanya yang sempat menetes—sebuah air mata ketulusan seorang prajurit yang merasa gagal menepati janji komitmen, sekaligus rasa berat karena harus meninggalkan silsilah keluarga yang sebenarnya sangat menyayanginya.

Bima kembali berlari kencang keluar melewati pagar megah mansion tersebut, menghilang di balik kegelapan malam. Dan setelah berada jauh di luar kawasan elite itu, langkah kakinya perlahan melambat. Tanpa membawa harta, tanpa mobil, dan hanya bermodalkan pakaian yang melekat di tubuh dan 1 tas ransel besar, Bima memulai perjalanan panjangnya kembali pulang menuju desanya dengan berjalan kaki di bawah sunyinya langit malam.

Hm.... Gimana bro...???

Apa masih mau lanjut....???

Silahkan komen...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!