NovelToon NovelToon
The End Of Revenge

The End Of Revenge

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / CEO / Penyesalan Suami / Romansa / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:251.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Gelsomino

Suara teriakan dari luar membangunkan seorang anak laki-laki yang saat itu sedang tidur pulas.

"Mama..." anak itu berlari menghampiri mayat ibunya. Darah berceceran di lantai.

"Mama.. jangan tinggalkan aku... Mama bangun.. jangan tinggalkan aku," ucap anak itu menangis memeluk tubuh ibunya yang penuh dengan goresan luka. Wanita yang sangat dicintainya. Sungguh, ia tidak ingin kehilangan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gelsomino, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Jealous

"Kamu makin cantik nak. Wajahmu semakin mirip dengan ibumu," kata Bibi An seketika membuat mood Zara berubah. Bibi An yang menyadari itu segera mengalihkan pembicaraan.

"Ah iya.. Apa kamu sudah makan? Ayo Bibi akan meminta koki untuk membuat makan untukmu," ajak Bibi An. Zara lalu mengangguk.

Zara sedang menikmati makanannya bersama Bibi An. Keduanya saling berbagi cerita. Zara terkejut saat melihat sosok pria yang dikenalnya, sangat dikenalnya masuk ke dalam Cafe. Tapi tunggu dulu, pria itu tidak sendiri. Dia datang bersama seorang wanita.

"Zara.. Ada apa?" tanya Bibi An mengikuti arah tatapan Zara.

"Um.. tidak ada Bibi," kata Zara memakai topi dan kacamata hitamnya.

"Kenapa memakainya kembali?" tanya Bibi An penasaran.

"Ah tidak apa-apa Bibi An," balas Zara menarik kedua sudut bibirnya. Menampilkan senyum terpaksa nya.

Sesekali Zara mencuri pandang ke meja nomor 10 yang posisinya tak jauh dari pintu masuk. Jika dilihat, Zara yakin mereka punya hubungan spesial. Terlihat bagaimana pria itu memperlakukannya.

"Sial... Jadi dia sudah punya kekasih. Menyebalkan," gumam Zara memotong steaknya dengan kuat.

"Apa kamu mengatakan sesuatu?" Bibi An menatap Zara.

"A..aku.. ah tidak Bibi An. Aku tidak mengatakan apapun," kata Zara tersenyum kikuk. Bibi An menatap makanan di piring Zara. Makanannya hampir saja habis, tapi Zara setengah saja belum habis.

"Astaga Zara.. makananku hampir habis dan piringmu itu masih penuh. Sebenarnya apa yang terjadi. Sejak tadi Bibi lihat perhatianmu ke meja no 10 itu," kata Bibi An.

"Apa kamu punya hubungan dengan pria tampan itu. Ngomong-omong dia pelangganku yang sering datang ke sini," kata Bibi An. "Dia juga sering memberikan tip pda pelayan," lanjutnya sontak membuat kedua mata Zara membulat.

"Aku tidak mengenalnya sama sekali. Hanya saja wajahnya mirip dengan seseorang yang menyebalkan," kata Zara berbohong. Pria itu jauh lebih tampan dibandingkan saat terakhir mereka bertemu.

"Apa dia selalu datang dengan wanita itu?" tanya Zara. Bibi An mengangguk. Oh sial, Zara yakin wanita itu kekasihnya.

"Lihatlah dia, selalu saja bersikap lembut pada wanita lain," cibir Zara.

"Zara, kamu bilang tidak punya hubungan dengan pria itu. Tapi kamu seperti mengenalnya. Wajahmu bahkan terlihat seperti wajah orang yang sedang cemburu," kekeh Bibi An.

"Bibi An, sudah kubilang aku hanya tidak suka melihat wajahnya saja. Dia mirip dengan seorang pria yang ku benci," kata Zara.

"Hati-hati Zara, benci dulu baru cinta," balas Bibi An tertawa.

"Teori darimana itu. Ah sudahlah, membahasnya hanya akan membuat selera makanku menurun," kata Zara menyantap kembali makanannya.

"Bibi tinggal sebentar, sebaiknya kamu habiskan makananmu itu Zara," kata Bibi An bangkit dari kursinya.

Tentu saja lain di mulut lain pula di hati. Zara tetaplah mengamati sepasang kekasih itu. Ia tidak terima pria itu bahagia. Enak saja dia, Zara tidak akan membiarkannya.

"Akhh... sebal... sebal..sebal..." pekik Zara saat melihat pria itu bertingkah romantis. Zara yang menyadari dirinya menjadi bahan perhatian pengunjung Cafe hanya tersenyum kikuk pada mereka.

"Sorry.." bisiknya.

"Oh tidak.. Apa dia melihatku," batinnya spontan memutar tubuhnya.

"Aish.. Kenapa aku jadi menghindar seperti ini," batin Zara. Zara kembali bersikap tenang seolah tidak terjadi apa-apa.

"Hanya duduk saja kenapa susah sekali Zara. Ayolah... Tidak perlu menoleh lagi," gumam Zara berbicara pada dirinya.

1
슈가
crish mati saja kau anjingg
슈가
Buruk
Bahari Sandra Puspita
keren banget ceritanya kak..
sempet ngira akan sad ending waktu Chris kena tembak dan gak ada semangat hidup lg..
apalagi pas lompat waktu dan ayahnya Chris bilang kalo kangen sama Chris yg udah lama pergi..
dan ternyata semua itu hanyalah "PRAAANK"..
Aah kakak mah menjungkirbalikkan hatiku..
untunglah Chris selamat dan hanya pergi untuk berobat dan pemulihan..
and then finally happy ending for everyone..
semua dendam dan kesalahpahaman sudah berkahir dg bersatunya Chris dan Eve..
congrats jg buat Zara yg akhirnya bisa ngeluluhin si Shane..

oke lanjut next novel..
semoga sehat terus ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
venny
🤍
Ran Aulia
Luar biasa
Cha Sumuk
msh blm ngena BC nya alurnya blm phm
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
si christ ganti profesi jd tukang teh celup
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
sayang sekali karakter zara caea berpakaian seperti itu
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
apa Christ anak kecil yg kehilangan mama nya itu?
Cha Sumuk: iya cerita tabu blm ada kejelasan
total 1 replies
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
masih menebak2 alur. nya
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
harusnya ada tanda jeda nya tor, spy readers ga bingung
Rhisma Mentari Pagi
ya Chris itulah penjahatnya
Rhisma Mentari Pagi
aku lebih suka Shane sama Eve,Chris celap selup sana sini
Rhisma Mentari Pagi
ini ceritanya gimanasih kok membingungkan 🤦🤦🤦
Lidia Makmur
bagus cerita... moga cerita selanjutnya untuk lily dan Arthur ya...
Dede Mila
baca
diwey
agak gimana ya, baguslah
Fifid Dwi Ariyani
trussabar
Fifid Dwi Ariyani
trusceria
Fifid Dwi Ariyani
trussabat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!