Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 - Satu langkah lebih dekat
Besok nya Clev berada di ruang kantor D&D Company disana sudah ada Mira dan Mario.
"laporan nya menunjukkan bahwa mesin itu akan di berangkat kan dari gudang mereka sore ini" jelas Mira sambil membacakan laporan nya di
Mario mengangguk
"benar menurut anggota Blackbird yang menyamar mereka akan membawa nya sore ini" tambah Mario lalu menatap ke Clev
Clev berpikir sejenak
"tujuan pengantaran nya pasti menuju markas mereka, ikuti mereka,dengan begitu kita juga bisa mengetahui markas mereka" jelas Clev kepada Mario
Lalu Mira menunjukkan laporan lain,
"besok Bruno akan berangkat ke Meksiko, kemungkinan bersama kedua pengawal nya" tambah Mira
"jadi mereka akan menjual permata hitam palsu tersebut ke pemerintah Meksiko.." ujar Mario tertawa kecil
Clev mengangguk
"saya penasaran dengan apa yang akan terjadi disana,ketika mereka tahu bahwa permata-permata hitam itu palsu" senyum Clev
Mira lalu bertanya
"jadi apa langkah kita selanjutnya?" tanya Mira sambil menatap Clev
Clev bersandar di kursi nya
"sudah jelas langkah selanjutnya adalah menemukan markas mereka dan menunggu reaksi Bruno di Meksiko" jelas Clev tenang
Mario mengangguk dan mencatat
"benar.. setidaknya kita akan merayakan kemenangan kecil kita terlebih dahulu" ujar Mario sambil tertawa.
Mira sendiri mengetuk layar tabletnya.
Setelah rapat selesai ,siang nya diruangan rapat lain di D&D Company Clev melakukan pertemuan bersama Mira,Rose,Helen dan Berry dengan beberapa investor untuk sebuah proyek besar di pembentukan sebuah resort di pantai utara
Ruang rapat utama dipenuhi suasana serius, sebuah layar besar menampilkan desain resort yang akan dibangun di kawasan pantai utara kota Drep.
Bangunan utama berdiri menghadap laut, dikelilingi beberapa vila, restoran, pusat hiburan, serta area taman yang luas.
Di sisi meja panjang, beberapa investor duduk memperhatikan presentasi yang diberikan oleh Berry.
"Seperti yang bisa dilihat, proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan hotel" jelas Berry sambil menunjuk layar.
"Resort ini akan menjadi kawasan wisata terpadu dengan hotel bintang lima, vila pribadi, restoran, pusat perbelanjaan kecil, dan fasilitas rekreasi" tambah Berry
Salah seorang investor mengangkat tangan.
"Berapa lama pembangunan diperkirakan selesai?" tanya investor tersebut.
Berry melihat dokumen di tangannya,
"Jika tidak ada kendala, sekitar dua puluh bulan"
Investor itu mengangguk.
"Dan berapa besar investasi yang dibutuhkan?" tanya nya lagi
Helen kemudian mengambil alih penjelasan.
"Estimasi awal berada di angka 480 miliar rupiah. Namun angka tersebut masih dapat berubah tergantung harga material dan kondisi pembangunan" jelas Helen.
Beberapa investor mulai berbisik satu sama lain, Clev yang sejak tadi duduk tenang akhirnya membuka suara.
"Saya tidak ingin proyek ini hanya menjadi tempat orang datang untuk menginap" jelas Clev,lalu semua orang diruangan itu langsung menatapnya.
Clev menunjuk gambar resort di layar
"Saya ingin kawasan ini menjadi salah satu ikon baru kota Drep" tambah Clev
Clev kemudian berdiri dan berjalan mendekati layar,
"Jika kita membangun resort biasa, kita hanya mendapatkan keuntungan dari kamar hotel" ujar nya, lalu Clev menunjuk area pantai,
"Tapi jika kita membangun sebuah kawasan wisata, maka sumber pendapatannya jauh lebih banyak" tegas Clev ,lalu Clev melanjutkan
"Hotel menghasilkan pendapatan dari penginapan,restoran dari makanan, Vila dari penyewaan jangka panjang, pusat hiburan dari pengunjung, bahkan kawasan komersial dapat memberikan pendapatan tambahan melalui sistem sewa" jelas Clev dengan detail.
Salah seorang investor terlihat tertarik.
"Jadi Anda ingin membuat sebuah ekosistem bisnis?" tanya salah seorang investor tersebut.
Clev mengangguk, Ruangan menjadi lebih tenang
"Saya tidak mengejar keuntungan dalam satu atau dua tahun pertama. Saya ingin membangun aset yang nilainya terus meningkat selama puluhan tahun" ujar Clev
Rosa kemudian membagikan beberapa dokumen kepada para investor,
"Ini adalah proyeksi pertumbuhan kawasan selama sepuluh tahun" jelas Rosa.
Para investor mulai membaca dokumen tersebut,sementara itu Clev kembali duduk.
Berry menatap Clev lalu tersenyum kecil
"Sepertinya Tuan Cleverley sudah memikirkan semuanya" berbicara pelan
Clev hanya mengangkat bahu
"Belum semuanya" jawab Clev dengan sikap santai nya
Mira menoleh ke Clev
"Masih ada yang belum dipikirkan?" tanya Mira,
Clev hanya tersenyum sambil menoleh ke Mira.
Beberapa investor kemudian mulai menyatakan ketertarikan mereka terhadap proyek tersebut, setelah hampir dua jam berdiskusi, pertemuan akhirnya selesai, satu per satu investor meninggalkan ruangan.
Rosa, Helen, Berry dan Mira masih berada di sana.
"Kalau proyek ini berhasil, D&D akan memiliki posisi yang jauh lebih kuat di sektor pariwisata" ujar Rosa.
Clev mengangguk
"Itulah tujuannya" senyum Clev.
Sementara itu, jauh di pelabuhan timur, sebuah truk besar keluar dari gudang Mafia Karibia.
Dua kendaraan mengikuti dari belakang, di salah satu kendaraan tersebut seorang anggota Blackbird menyamar sebagai supir mobil tersebut yang mengikuti truk di depan nya.
"Target sudah bergerak" suara Mario terdengar dari alat komunikasi Clev, yang membuat senyum muncul di bibir nya.