NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Pesta musim semi masih berlangsung meriah ketika Aruna akhirnya berhasil menyelinap keluar dari kerumunan penari. Ia segera berjalan menuju meja hidangan dan menghela napas lega begitu duduk di sudut ruangan yang lebih sepi.

"Akhirnya bisa bernapas lega," gumamnya pelan sembari mengambil sepotong kue manis. "Aku benar-benar tak paham kenapa semua orang begitu suka berdansa. Kaki jadi pegal, wajah kaku terus tersenyum, belum lagi harus menjaga sikap agar tak salah etika sedikit pun."

Baru saja ia hendak menggigit kuenya, seseorang tiba-tiba duduk di kursi sebelahnya. Aruna menoleh dan mendapati Cedric sedang menatapnya tenang.

"Kenapa kau justru duduk di sini?" tanyanya heran.

Cedric menuangkan segelas anggur pelan-pelan. "Karena aku ingin."

"Sungguh tingkah yang aneh," gumam Aruna kembali memusatkan perhatian pada kuenya.

Tak jauh dari sana, Putra Mahkota Adrian Valerian berdiri bersama Isabelle. Sesekali ia ikut berbicara dan tersenyum, namun pandangannya tak henti-henti melayang ke arah Aruna.

Pria itu sendiri pun bingung dengan perasaannya. Seharusnya malam ini menjadi awal kedekatannya dengan Isabelle, segala sesuatunya berjalan sesuai rencana. Namun setiap kali matanya menyapu ruangan, sosok Evelyne lah yang selalu menarik perhatiannya.

Yang lebih aneh lagi, suara-suara yang seakan berasal dari pikiran gadis itu terus terdengar jelas di telinganya. [Semoga Putra Mahkota itu tak menghampiriku ke sini.]

Adrian hampir saja tersenyum. Keinginan agar ia menjauh justru membuatnya semakin penasaran dan ingin mendekat.

Ia pun berpamitan pada Isabelle lalu berjalan tegak menuju meja tempat Aruna duduk. Cedric segera berdiri memberi hormat begitu melihat kedatangannya.

"Yang Mulia."

Adrian mengangguk pelan. "Tenang saja. Aku hanya ingin berbicara sejenak dengan Lady Evelyne."

Aruna menelan kue yang baru saja masuk ke mulutnya dengan susah payah hingga nyaris tersedak. "Berbicara... denganku?"

"Benar," jawab Adrian tenang sembari duduk di hadapannya. "Aku ingin menanyakan sesuatu yang sejak lama membuatku bingung."

"Silakan, Yang Mulia."

"Beberapa hari yang lalu, kau pernah berkata bahwa kau tahu siapa yang kelak akan menjadi pendamping hidupku."

Darah Aruna seketika membeku. Cedric menatapnya lekat, ia pun masih ingat betul ucapan itu. Aruna tersenyum canggung hingga keringat dingin mulai menetes pelan di pelipisnya.

"Itu... aku hanya sekadar bercanda waktu itu."

Adrian menatapnya tajam seakan mampu menembus pikirannya. "Kau tidak sedang bercanda."

Aruna terdiam seribu bahasa. Untuk pertama kalinya ia menyadari kemungkinan yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar ketahuan berbicara sendiri.

Jangan-jangan... pria di hadapannya ini pun bisa mendengar isi kepalanya?

Adrian tak menjawab pertanyaan itu secara langsung, namun tatapan dan ekspresinya sudah menjadi jawaban yang cukup jelas. Wajah Aruna seketika berubah pucat pasi.

[Astaga. Kenapa justru dia pun bisa mendengar pikiranku?!]

Cedric ikut terdiam mematung. Ternyata bukan hanya dirinya dan keluarga Ashcroft yang mengalami hal itu. Kini bahkan Putra Mahkota pun mulai mengetahui rahasia besar Evelyne.

Adrian menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dengan tenang. "Jadi semua yang kau katakan memang benar adanya."

Aruna menatapnya dengan mata membelalak penuh kekhawatiran. "Yang Mulia..."

"Tenanglah," nada suaranya tiba-tiba terdengar jauh lebih lembut dan menenangkan. "Aku tak akan menyakiti hatimu sedikit pun."

Aruna justru merasa semakin gelisah mendengarnya. [Kalau begitu kenapa rasanya kalimat itu justru terdengar seperti ancaman halus?]

Adrian hampir saja tertawa melihat ekspresi takut yang tak sengaja terlukis di wajah cantik itu. Kedinginan yang biasanya menyelimuti wajahnya perlahan mencair, digantikan senyum tipis yang jarang sekali dilihat orang lain.

"Kalau begitu, mari kita buat sebuah kesepakatan," ucapnya pelan namun tegas.

"Kesepakatan apa?"

"Rahasia besarmu akan tetap terjaga dan tak akan kusampaikan kepada siapa pun." Adrian menatapnya lekat seakan ingin memastikan setiap kata yang terucap. "Sebagai gantinya, aku memintamu menjawab satu pertanyaan saja."

"Apa pertanyaan itu?"

Adrian mencondongkan tubuh sedikit ke depan. "Apakah masa depan kerajaan ini kelak akan berubah?"

Aruna terdiam tertegun. Pertanyaan itu ternyata jauh lebih serius dan berat daripada yang ia bayangkan.

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!