Sebuah peristiwa yang membuat aku harus terikat pernikahan kontrak dengan seorang CEO yang kaya raya, dingin dan kejam.
Zahra terpaksa menikah dengan Zein, karena dia tidak mampu membayar ganti rugi setelah tidak sengaja menabrak mobil Zen.
Zein memaksa Zahra menikah dengannya karena dia harus menikah dalam waktu 1 bulan, jika tidak seluruh kekayaan dan perusahaan ayahnya akan diwariskan pada sepupunya.
Selama menikah dengan Zein, Zahra sangat menderita bukan saja Zein yang memperlakukannya kurang baik, tetapi ibu mertuanya juga sangat tidak menyukai nya. Dan berusaha memisahkan Zein dengan Zahra.
Ibu mertuanya ingin menikahkan Zein dengan Bella sapira seorang model terkenal. Hanya ayah mertuanya yang baik padanya.
Akankah Zahra memenangkan hati Zein??
Dan dapat mempertahankan rumah tangganya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pernikahan
tibalah hari pernikahan Zein dan Zahra.
dirumah Zahra persiapan sudah dilakukan sejak dua hari yang lalu. pesta akan diadakan 3 hari 3 malam. semua antusias menyambut pesta tersebut.
Zahra berdiam diri di kamarnya.
" besok aku akan menikah dan akan meninggalkan rumah ini, sedih x rasanya. entah seperti apa pernikahan ku nanti. apa yang akan aku jalani ini, mampukah aku menghadapi dia yang selalu bertindak sesuka hati,, *batin Zahra.
tiba tiba ibu masuk dan melihat Zahra sedang melamun*.
"kok belum tidur nak. apa yang kau pikirkan sampai ibu masuk, kau tidak tau", ucap ibu
"eh.. ibu"... ucap Zahra kaget
besok hari bahagia buatmu nak, mulai besok kau bukan seorang gadis lagi, statusmu telah berubah. pesan ibu cuma satu nak, jaga nama baik dan kehormatan suamimu dan keluarga kita dimana pun kau berada. dan dalam kondisi apapun kau harus patuh dan hormat pada suamimu." pesan ibu.
" ya Bu" ucap Zahra
airmata nya sudah mengalir deras, dia memeluk ibunya.
"nggak terasa ya, rasanya baru kemarin kau ibu antar masuk sekolah dasar, sekarang kau akan jadi istri orang, ingat selalu pesan ibu ya nak." tambah ibu
Zahra hanya mengangguk dan terus menangis dalam pelukan ibunya.
pagi menjelang....
Tim perias sudah datang sejak jam 5 dan mulai merias Zahra sejak habis subuh tadi. Zahra terlihat cantik, dengan kebaya dan hijab yang senada. tak lupa bunga melati menambah kecantikan nya.
dia duduk ditemani Tia, sahabatnya.
sebentar lagi akad nikah akan dimulai.
keluarga mempelai pria juga sudah datang. Zein sangat tampan dengan balutan kemeja putih dan jas berwarna senada. dia kelihatan gugup.
Rey disebelahnya memanggil nya,
"Zein, wajah mu pucat sekali, kau harus tenang!" ucap Reyhan
"aku gugup sekali Rey, entahlah kenapa aku jadi grogi gini." uca Zein.
"bisa kita mulai " tanya pak penghulu.
"saudara sultah Iskandar Zein, saya nikahkan dan saya kawinkan anak perempuan saya Reva azzahra dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 100 gram," pak Ahmad
" saya terima nikah dan kawinnya Reva azzahra binti Ahmad dengan mas kawin tersebut, tunai." seru Zein lantang...
"bagaimana saksi, sah???" tanya pak penghulu
sah....
sah....
sah....
terdengar para hadirin yang hadir mengucapkan kata sah.
Zahra didalam kamar mendengar suara tersebut. ya Allah, mulai saat ini dia adalah suamiku. bathin Zahra
Zahra keluar bersama dengan Tia...
semua mata melihat kepadanya, dia sangat cantik, semua memuji kecantikan Zahra
hanya mama nya Zein yang terlihat sinis.
Zahra pun mencium tangan suaminya, dan sebaliknya Zein mencium kening Zahra. kemudian mereka menandatangani surat surat pernikahan.
setelah itu saling memohon restu pada kedua orangtua.
ibu Zein tidak mau disalam oleh Zahra, dia menarik tangannya yang akan disalam Zahra.
pesta pernikahan berlangsung sangat meriah, semua menikmati pesta, kecuali Zahra. dia merasa sangat sedih. suaminya Arrogan ditambah mertua yang tidak suka padanya, lengkap sudah.
keesokan harinya Zein dan keluarga besar nya membawa Zahra untuk tinggal dirumah mereka.
Zahra masuk ke kamar Zein. dia bingung mau meletakkan pakaian nya dimana. dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, kemudian sholat Zuhur. Zein masuk kedalam kamar, dan melihat Zahra sedang sholat.
setelah Zahra selesai sholat Zein memanggilnya.
"Zahra", panggil Zein.
"ya " jawab Zein.
"ada yang ingin aku bicarakan, tapi tidak disini, bersiap lah, kita bicara diluar. aku tunggu dibawah" ucap Zein.
dia berjalan meninggalkan Zahra turun kebawah....
apa yang ingin dia bicarakan, kenapa juga tidak disini saja bicaranya! bathin Zahra.
"ayo" ucap Zahra
langsung masuk kedalam mobil, karena Zein telah lebih dulu menunggunya di dalam mobil.
Zein melajukan mobilnya dan membawa Zahra ke danau yang tidak begitu jauh dari rumahnya. tempatnya sunyi dan nyaman.
"pemandangannya indah sekali", ucap zahra
mereka turun dan Zahra berlari menuju tepian danau.
"Zahra aku ingin membuat perjanjian padamu, aku ingin kita bercerai dalam waktu dua bulan," ucap zein
"bercerai, apa maksudmu Zein?" ucap Zahra kaget.
kau tau aku menikah denganmu secara terpaksa??? ucap Zein
"terpaksa kau bilang, kau yang memaksa aku menikah dengan mu??? sekarang kau bilang terpaksa!!! " ucap Zahra penuh emosi..
"aku terpaksa karena papa yang memaksa aku menikah denganmu. kalau saja kau tidak datang kekantor ku waktu itu dan bertemu dengan papa, dia takkan memaksa aku menikah denganmu. "
"kau pikir aku mau menikah dengan orang yang tidak aku kenal",
pasti kau yang menghasut papa agar mau menikahkan mu padaku"!ucap Zein masih dengan emosi meluap luap.
"kenapa tidak kau tolak saja", ucap Zahra
"tidak bisa, kalau aku menolak, perusahaan papa, akan dia berikan kepada sepupu aku, Henry. dan aku tidak mau itu," ucap Zein
"lalu kenapa kau menyalahkan aku,"
"papa melihatmu keluar dari kantor sambil menangis dan papa menyalahkan aku, ini semua salahmu ....
Kalau kau tidak menabrak mobil ku, kita tidak akan bertemu dan aku pasti sudah menikah dengan kekasihku, " tambah zein
"kau terpaksa menikah itu salahku!
kau menabrak aku itu juga salahku!
lalu kenapa kau mengirim pesan seperti itu pada orangtuaku! Zahra tak kalah emosi...
"y semua salahmu, bertemu dengan mu adalah kesialan buatku." ucap Zein
"katakan berapa uang yang kau minta, aku akan membayarnya?? ucap Zein
Zahra semakin sedih mendengar ucapan Zein.
"kau tak bisa membeli diriku, berapapun uang yang kau punya. Harga diriku sangat mahal!!' Zahra penuh emosi memaki Zein.
airmata nya sudah tak terbendung lagi, dia menangis...
hatinya sakit mendengar semuanya....
"katakan berapapun, aku pasti akan memberikan nya",
"bukankah kau mau menikah denganku karena uang."ucap Zein datar
"kau bisa bicara seperti itu karena kau orang kaya dan banyak uang, kau anggap uang bisa menyelesaikan segalanya dan ya aku orang miskin, tapi aku punya harga diri. aku mau menikah denganmu bukan karena uangmu, aku tidak butuh uangmu. aku menikah denganmu karena kau memaksaku dan aku pikir kau tulus dan menginginkan pernikahan ini. " ucapnya dan berlalu pergi
Zahra berlari sejauh yang dia bisa, hingga ia merasa lelah dan berhenti di taman, dia terduduk lemas, dadanya sesak, dia terus saja menangis hingga dia merasa puas....
takdir apa ini ya Allah, baru kemarin aku menikah dan suamiku sudah meminta cerai dari ku....
Dia duduk di taman, lama dia duduk disana hingga hampir malam, dia baru beranjak pulang.
Zein tidak mencarinya,
Untungnya kedua orangtua Zein sedang keluar jadi mereka tidak mengetahui apa yang tengah terjadi.
Zein menunggu nya didalam kamar.
Zahra masuk ke dalam kamar,
"dari mana saja kau??" tanya Zein
Zahra tidak menjawab Zein, dia masuk kekamar mandi, setelah itu dia sholat dan merebahkan dirinya di sofa. dia tidur sofa dan Zein tidur di tempat tidur.
Pernikahan yang dia jalani seperti neraka, jangan berharap ada malam pertama, bahkan suaminya meminta cerai satu hari setelah mereka menikah, sungguh sangat menyakitkan buatnya..
Dalam hati Zein sedikit merasa bersalah, apa aku keterlaluan pikirnya. tapi aku memang tidak mencintai nya. buat apa merasa bersalah dan kenapa juga aku peduli, bathin Zein.
lupa ya klo dia baiknya baru 2 hari