(RATE18+)
📢 UPDATE : SENIN/RABU/JUMAT/MINGGU
Saat dua orang mengalami trauma dan rasa sakit dengan status hubungan, Friend With Benefit adalah salah satu opsi berbahaya yang bisa diambil agar tak terlalu merasa sepi. Tapi bagaimana jadinya jika hubungan tersebut justru menjerumuskan mu kedalam lubang hubungan paling berbahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maraa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
first
Senyum Leon mengembang saat Eris naik keatas paha nya untuk mengambil gelas yang dia jauhkan.
Dengan segera, dia menyimpan gelas dibawah sofa. Lalu menahan Eris agar tetap di pangkuannya.
"Eh, em. Leon- gue, mau turun" Eris terlihat gugup, rona merah sudah terlihat walaupun dengan penerangan yang sedikit.
"Jangan gerak. " Leon memejamkan mata, menahan badan Eris agar tak memaksa turun, karna justru gerakan itu malah nambah membangunkan adik nya dibawah sana.
"Tapi, gue mau turun"
"Gue bilang jangan gerak"
Eris melihat mata Leon yang sudah seperti ingin menerkam nya.
"O-ok, gue diem"
Lagi, Leon mengecup bibir Eris yang membuatmya memejamkan mata, perlahan membalasnya dengan sedikit gigitan dibibir Leon. Mereka saling menautkan ciuman dengan lengan yang sudah Eris gantungkan di leher Leon.
Dengan sekali dorongan, Leon membuat Eris berada dibawah nya sekarang. Tanpa melepas ciumannya, Eris melihat mata Leon yang masih terpejam, tangan Leon mulai masuk kedalam dress yang Eris gunakan, membuat wanita itu terkesiap saat lengan dingin Leon menyentuh tubuhnya.
Eris membuka mata saat Leon menghentikan ciumannya, lalu beralih mencium leher Eris. Perlahan mengigit telinga nya lalu turun, bermain di ****** (p*ting) Eris yang sempurna terbuka.
"Yon"
"Hum? aku pelan ko gigit nya,hubby"
Bukan itu! Fikir Eris saat mendengar jawaban freak Leon yang masih bermain di dadanya.
Eris menjauhkan wajah Leon yang masih menuntut.
"*H*ubby, udah tegang ko malah dilepas ih"
Leon cemberut, sebal pada Eris yang memakai kembali bra yang sudah susah susah ia buka.
"Nih udah tegang kan,Darl. Aku main atas aja ko" Leon memasang wajah sebal lalu menarik tangan Eris menyentuh adik nya yang langsung Eris tepis.
Iya, gue tau udah tegang! Dari gue lo gendong juga kerasa adek lo. Batin Eris, tanpa menjawab. Eris beranjak lalu melihat kearah Leon yang memalingkan muka nya.
"Gue mau pulang"
"ko pulang? " Leon mendongak, menatap sebal Eris yang juga terlihat kesal.
"Gabawa baju"
"Pake baju gue aja. Tuh ambil di kamar - gantinya disini. "
Eris langsung pergi ke kamar Leon tanpa memperdulikan kalimat terakhir yang Leon ucapkan. Membuat laki laki itu tambah sebal.
Setelah masuk ke kamar, Eris mencari saklar lampu dan menghidupkannya lalu mengedarkan pandangan.
Ditengah ruangan, terlihat kasur king size dengan sprei putih. Lalu nakas kecil disamping nya, beralih pada tv besar dan lemari yang tak kalah besar, lalu kamar mandi diujung ruang kamarnya.
"Leon. Lo bisa pilihin ga? Gue gamau ngambil sendiri" Eris membalikkan badan, lalu sedikit mengeraskan suaranya. Memanggil Leon yang sedang minum langsung dibotol.
Eris sedikit kaget karna sepengetahuannya laki laki itu jarang minum, sekali pun minum tak pernah dari botol langsung.
"uhuk, uhk- kenapa?" Leon sedikit tersedak.
"Hm, itu. Pilihin baju yang mana"
Leon berdiri lalu mendekati Eris. Berjalan melewati nya dan memilih baju kaos paling kecil dilemari. Melemparkan nya pada Eris lalu menjatuhkan tubuhnya sendiri ke kasur king size nya.
"lo marah?"
"Hemm" Leon hanya menjawab singkat sambil memejamkan matanya.
"Yaudah" Eris memilih berbalik lalu langsung mandi dan berganti baju di kamar mandi.
Kenapa lagi sih? masaiya ga gue kasih gitu doang ngambek,*****. Dasar jantan. Eris bicara dengan diri nya sendiri karna tingkah aneh Leon.
Setelah membersihkan diri, Eris menatap pantulannya di cermin. Celana pendek yang tertutup dengan baju kebesaran milik Leon.
Eris keluar, mendapati Leon yang bagian bawahnya tertutup selimut sedangkan bagian atas polos tanpa mengenakan baju. Laki - laki itu terlihat sedang mengetikkan sesuatu di laptop nya, memakai kacamata yang baru pertama kali Eris lihat Leon menggunakannya.
Leon sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari layar, bahkan ketika wanita itu sudah ada di pinggir kasurnya. Eris berdehem membuat Leon mengangkat kepala lalu memperhatikan Eris yang tampak lucu menggunakan kaos kebesaran milik nya.
"udah mandi nya?" Leon menyimpan Laptop nya di nakas, lalu menurunkan kacamata yang membuatnya terlihat lebih tampan dan seksi.
"gue tidur dimana?" Eris mengedarkan pandangannya, tak ada sofa di kamar Leon, hanya ada karpet bulu di depan Tv.
"Disini" Leon menepuk kasur disebelahnya lalu mengambil ponsel, beranjak dari kasur dan menyalakan Tv.
"lo marah sama gue?" Eris mengekor karna perasaan tak enak nya apalagi Leon yang tiba - tiba berubah.
"masa cuma gitu doang lo ngambek sih?"
Leon tak juga menjawab. Hanya melirik lalu memainkan ponsel, membiarkan Tv yang menyala dan Eris yang terus berbicara.
"Yon" Eris menyentuh lengan Leon, membuat Leon berhenti memainkan ponsel lalu melihat sebal kearahnya.
"Gimana ga kesel, kebiasaan banget mancing tapi malah ngehindar pas gue udah naik"
Eris tersenyum, beralih kebelakang Leon lalu memeluknya.
"mau lanjut minum?" Eris memberi penawaran denga. sedikit malu, menenggelamkan wajahnya di lekukan leher Leon.
\*\*\*
Kedua insan itu terlihat sangat menikmati minumannya. Kamar Leon yang mereka rubah seperti klub- lampu yang temaram dan 2 botol vodka.
Eris menenggelamkan wajahnya, botol yang ia pegang tinggal setengahnya. Sedangkan Leon baru menghabiskan ¼ kurang dari botol yang dipegangnya.
"Leon, bukain. Susah banget sih ini kancing"
Eris mengibaskan lengannya sambil memegang kaos polos yang sebenarnya sama sekali tak ada kancing.
"mau gue bukain? " Fikiran usil Leon muncul sambil beralih duduk di sebelah Eris.
"Iya"
Senyumnya sontak makin lebar mendengar jawaban Eris. Ia beralih kedekat Eris. Baru saja ia menyentuh ujung baju Eris, wanita itu malah mendorongnya, melepas sendiri kaos yang dipakainya menyisakan bra hitam yang membalut bagian atas tubuh.
"Gerah banget si"
"Ris"
Eris melirik kearah Leon yang muka nya terlihat agak merah, membuat Eris tertawa lalu menangkup pipi Leon dan mendekatkan kearah wajahnya.
"mhh, hahaha. Aku gerah banget, AC kamu mati? "
Leon mengerjapkan mata, wangi menyengat alkohol tercium saat Eris bicara sangat dekat dengannya. Membuat adik Leon yang sudah bangun semakin tak sabar keluar dari sarangnya, apalagi dengan pakaian super seksi Eris saat ini.
"are you drunk**? Bentar ambil air putih dulu ya, gue gamau dibilang perkosa lo nanti"
Eris yang bersandar diujung ranjang menahan tangan Leon lalu menyipitkan mata nya.
"Leon"
Leon terdiam sebentar mendengar Eris yang memanggilnya dengan nada menggoda. Eris mengubah posisi duduk nya sedikit kedepan, membuat Leon semakin jelas melihat zona atas yang selalu Leon jadikan bantal ternyamannya untuk menempelkan kepala di belahan lembut milik wanitanya itu.
"Ris, jangan bikin gue naik lagi" Leon memejamkan mata sebentar. Lalu melihat kembali kearah Eris yang masih dengan pose beraninya menghadap Leon.
"Ok, lo yang goda gue duluan. "
Leon segera membuka baju nya lalu menuntun Eris segera naik kepangkuannya. Ia memejamkan mata saat Eris bergerak mencari posisi nyaman, membuat Leon mengumpat pelan sambil memejamkan matanya.
"shit! "
Leon membuka bra yang dipakai Eris. Menciumi leher jenjang wanita didepannya dengan bringas membuat Eris sedikit melenguh, menjauhkan wajahnya menangkup dagu Leon. Lalu menautkan bibir nya tanpa malu lagi pada Leon, mengalungkan tangannya. Sedangkan tangan Leon sudah beralih mengeskplore setiap inci tubuh Eris.
Leon tersenyum saat Eris kembali melenguh di tengah ciumannya, memejamkan mata, lalu membuka matanya menatap sayu pada Leon. Eris sempurna membuat Leon gila hanya dengan ciuman.
Leon membalas ciuman Eris sedikit lebih kasar lalu kembali turun ke lehernya, memberi beberapa kiss mark** tanpa melepaskan permainan tangannya.
"I want more,babe" Leon berbisik membuat Eris sedikit memejamkan mata lalu mengangguk.
"touch me however you want" Eris menahan suaranya saat Leon memberi beberapa kiss mark lagi, sedikit lebih turun dari leher.
o...o...o...
maksudnya udah tamat apa blom😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻
sumpah gereget tau,,,,
"HEY,,,,,,, LO LO LO NGGA TAU MASALAHNYA JADI NGGA USAH BANYAK B*COD,,,,, URUS AJAA HIDUP LO B*NGSRUD,,, "!!!
ini teh mereka saling suka apa gimana? pernah pacaran,,,?
sungguh membuatku bertanya sendiri,,,,, 🥴🥴
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih