NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 Nyala Api dari Ketinggian

Dari balik kaca tebal balkon lantai dua Fortress Mansion, Thomas menatap ke arah lereng bawah pegunungan. Meskipun jaraknya cukup jauh, bau asap dari mesin bus yang terbakar menyatu dengan angin malam, membawa aroma karet gosong dan amis darah.

Thomas mengepalkan jemarinya. Energi Kristal Tier 1 yang menyatu di dalam dadanya membuat penglihatannya di dalam gelap jauh lebih tajam daripada manusia biasa. Di bawah sana, situasi kelompok sekolah itu makin kritis.

"Takashi! Amunisi paku habis!" teriak Kohta Hirano histeris. Ia membuang pistol paku pneumatiknya yang telah kosong ke aspal dengan tangan gemetar.

"Mundur ke arah lereng! Jangan sampai terkepung!" balas Takashi Komuro. Suaranya serak, napasnya memburu berat. Wajah yang dulu membusung angkuh saat mengusir Thomas dari bus kini pucat pasi, dipenuhi peluh dan noda tanah.

Rei Miyamoto mencoba menusukkan tombak rakitannya ke dada seekor zombie yang mendekat, tetapi tangannya yang lemas karena kelaparan tidak memiliki cukup tenaga. Gagang kayu itu hanya menggores kulit sang mayat hidup sebelum Rei terdorong jatuh ke tanah.

"Rei!" Takashi melompat maju, memukul kepala zombie itu hingga roboh, lalu menarik tangan Rei dengan panik.

Sementara itu, Shido Koichi dan beberapa siswa penakut yang mengekor di belakangnya sudah berlari lebih dulu mendaki jalanan setapak pegunungan, meninggalkan anak-anak yang bertarung di belakang.

"Ikuti Pak Shido! Di atas sana ada jalan menuju pemukiman!" jerit seorang siswa.

Mereka tidak tahu bahwa jalan setapak yang mereka daki dengan panik itu adalah jalur pribadi yang mengarah lurus ke pintu gerbang utama Fortress Mansion milik Thomas.

Di dalam ruang kontrol, monitor mendeteksi pergerakan massa yang mendekati perimeter luar. Sistem pertahanan otomatis benteng langsung menyala secara mandiri. Lampu sorot berdaya tinggi (searchlight) di atas benteng berputar pelan, membelah kegelapan hutan dan menembakkan sinar putih benderang yang menyilaukan lurus ke arah rombongan Shido yang sedang berlari.

"A-apa itu?!" Shido menghentikan langkahnya mendadak, menutupi matanya yang kesakitan karena silau api lampu sorot.

Para siswa di belakangnya ikut berhenti. Di hadapan mereka, berdiri gerbang baja raksasa setinggi lima meter dengan kawat berduri dialiri listrik yang berkilat dingin. Di balik tembok beton tebal itu, berdiri sebuah bangunan megah bergaya bunker yang tampak kokoh tak tersentuh oleh kiamat.

"B-bunker? Ada benteng di tempat seperti ini?!" seru salah seorang siswa dengan mata berbinar penuh harapan palsu.

"Buka pintunya! Tolong kami! Kami siswa SMA Fujimi!" teriak Shido hysteris sembari menggedor-gedor pintu baja gerbang dengan tangannya. "Kami butuh makanan dan tempat berlindung! Buka!"

BZZZZT...

Suara speaker interkom di atas gerbang menyala, mengeluarkan suara dengung pendek sebelum sebuah suara berat dan dingin memotong histeria mereka.

"Satu langkah lagi mendekati sensor gerbang, sistem pertahanan otomatis akan melepaskan tembakan."

Shido membeku. Takashi, Saeko, Rei, Saya, dan Kohta yang baru saja tiba di area depan gerbang sambil memegangi senjata rapuh mereka ikut tertegun. Mereka mengenali suara itu seketika.

Itu adalah suara pria yang beberapa jam lalu mereka asingkan dan usir dari bus sekolah.

"K-kau?!" Takashi membelalakkan matanya, menatap ke arah kamera pengawas di atas gerbang dengan tatapan tidak percaya bercampur rasa terancam yang mendalam. "Pria dari koridor tadi... Kau tinggal di tempat ini?!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!