NovelToon NovelToon
Restu Yang Ditarik Kembali

Restu Yang Ditarik Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:49k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Sepuluh tahun membina rumah tangga, Adila mengira restu mertua adalah pelindung abadi bagi cintanya dan Revan. Namun, segalanya runtuh saat Meisya sahabat masa lalu Revan hadir membawa janin di rahimnya karena suaminya meninggal.

​Tiba-tiba, pengorbanan Adila sebagai istri sekaligus calon dokter yang mandiri justru menjadi senjata untuk memojokkannya. Karena dianggap mampu berdiri sendiri, Adila dipaksa mengalah. Revan mulai membagi perhatian, waktu, hingga nafkah bulanan demi menjaga Meisya yang dianggap lebih rapuh.

​Hati Adila hancur saat melihat Revan membelai perut wanita lain dengan kasih sayang yang seharusnya menjadi miliknya. Ketika restu itu ditarik kembali dan posisinya sebagai istri perlahan dijandakan di rumah sendiri, masihkah ada alasan bagi Adila untuk bertahan? Ataukah gelar dokter yang ia kejar akan menjadi jalan baginya untuk melangkah pergi dan meninggalkan pengkhianatan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restu Yang Ditarik Kembali

Adila mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Cengkeramannya pada kemudi begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Di kepalanya, rekaman Meisya yang tersenyum tipis di depan tangga semalam berputar layaknya kaset rusak. Senyum itu bukan senyum adik yang butuh perlindungan, melainkan senyum seorang pemburu yang melihat mangsanya mulai goyah.

​"Kamu salah pilih lawan, Meisya," gumam Adila pelan.

​Sesampainya di rumah sakit, Adila mencoba bersikap profesional. Namun, setiap kali ia melihat jas putih yang ia kenakan di cermin, ia teringat bagaimana Revan menggunakan profesinya sebagai senjata untuk memaksanya berempati pada Meisya. Baginya, itu adalah penghinaan tertinggi.

​Baru saja ia duduk di ruangannya, sebuah pesan masuk dari Revan.

​Revan: Di, bisakah kita bicara nanti malam tanpa emosi? Aku hanya ingin rumah kita tenang. Meisya tadi sampai tidak mau makan karena merasa bersalah. Tolong, jangan terlalu keras padanya.

​Adila hanya membaca pesan itu tanpa niat membalas. Ia justru membuka kembali aplikasi CCTV di ponselnya. Ia ingin melihat apa yang terjadi di rumah setelah ia pergi.

​Di layar ponsel, Adila melihat Meisya masih duduk di meja makan, namun tangisnya sudah reda. Revan tampak berdiri di sampingnya, mengusap bahu Meisya pelan sebuah gestur yang membuat rahang Adila mengeras.

​"Sudahlah, Mei. Kak Adila memang sedang stres karena pekerjaannya di rumah sakit. Makanlah sedikit, nanti kamu sakit," suara Revan terdengar sayup-sayup melalui mikrofon tersembunyi yang dipasang Adila.

​"Meisya cuma mau jadi adik yang baik, Kak Revan. Meisya nggak tahu kalau Kak Adila sebenci itu sama Meisya. Apa Meisya pergi saja ya dari sini?" jawab Meisya dengan suara yang dibuat serak.

​"Jangan. Kamu mau pergi ke mana? Di luar sana tidak aman untukmu. Biar aku yang bicara lagi dengan Adila nanti," tegas Revan.

​Adila tersenyum miring melihat adegan drama picisan itu. Ia kemudian menelepon seseorang.

​"Halo, Bik Ijah?"

​"Iya, Non Dokter?" suara Bik Ijah terdengar berbisik, sepertinya ia takut ketahuan Revan.

​"Bik, nanti siang, saya ingin Bibik membersihkan gudang di belakang. Dan satu lagi, pastikan Bibik membuang semua sisa makanan yang dimasak Meisya tadi pagi. Bilang saja itu instruksi saya karena saya tidak ingin ada makanan yang tidak higienis di meja makan saya."

​"Tapi... Tuan Revan tadi bilang..."

​"Bik," potong Adila dingin. "Siapa yang membayar gaji Bibik setiap bulan? Saya atau Tuan Revan?"

​Hening sejenak. "Baik, Non Dokter. Segera saya laksanakan."

​Siang harinya, bukannya fokus pada pasien, Adila justru melakukan manuver yang tak terduga. Ia tidak pergi ke rumah sakit pusat, melainkan mampir ke sebuah firma hukum milik rekannya, lalu berlanjut ke kantor Revan.

​Revan terkejut saat melihat istrinya tiba-tiba muncul di depan pintu ruangannya pukul satu siang. Masih dengan jas dokter, namun aura Adila jauh lebih mengancam daripada pagi tadi.

​"Adila? Ada apa? Tumben sekali kamu ke sini," Revan bangkit dari kursi kebesarannya, mencoba mencium kening Adila, namun Adila hanya menyodorkan sebuah map cokelat.

​"Apa ini?" tanya Revan bingung.

​"Diagnosis untuk suamiku yang sedang buta," jawab Adila tenang.

​Revan membuka map itu. Isinya bukan dokumen medis, melainkan rincian pengeluaran Meisya selama seminggu terakhir dari kartu kredit tambahan yang diberikan Revan, lengkap dengan bukti sewa apartemen mewah atas nama Meisya yang ternyata masih aktif.

​"Dia bilang padamu dia tidak punya tempat tinggal dan tidak punya uang, kan?" Adila melangkah mendekati meja Revan. "Apartemen itu masih atas namanya, Revan. Dia masih membayar sewanya. Dia tidak 'terusir', dia sedang 'bermain peran' di rumah kita."

​Revan terdiam, matanya menatap angka-angka di kertas itu dengan tidak percaya. "Mungkin... mungkin ini salah paham, Di. Meisya bilang..."

​"Berhenti membela dia, Revan! Sampai kapan kamu mau jadi pria bodoh yang disuapi kebohongan?" bentak Adila, suaranya memenuhi ruangan kantor. "Aku memasang CCTV bukan karena aku tidak percaya padamu, tapi karena aku tahu ada predator di rumah kita. Dan benar saja, semalam dia menunggu di bawah tangga, menunggumu keluar kamar saat kita sedang bertengkar!"

​Revan terduduk lemas di kursinya. "Dia... dia menunggu di bawah tangga?"

​"Lihat sendiri," Adila menyodorkan ponselnya, memutar rekaman semalam.

​Wajah Revan berubah pucat. Ia melihat Meisya berdiri dalam gelap, menatap ke arah kamar mereka dengan tatapan yang sangat jauh dari kata polos.

​"Sekarang, pilihannya ada di tanganmu," ujar Adila sambil merapikan jas putihnya. "Kamu yang menyuruhnya pergi dengan cara baik-baik hari ini, atau aku yang akan menyeretnya keluar dengan cara dokter menangani tumor ganas: dipotong paksa sampai ke akarnya."

​Adila berbalik tanpa menunggu jawaban. Ia sudah memberikan dosis obat yang cukup kuat untuk suaminya. Sekarang, ia tinggal menunggu apakah 'pasiennya' itu akan sembuh atau tetap memilih untuk sakit.

1
gaby
Tapi Tiara blm jatuh, dia lg enak2 dgn uang 5milyarnya. Gimana kabar Revan & padanya, apa mereka tau skandal yg dibuat anggota kluarga mereka?? Apa Tiara dah tau mamanya dah meninggal??
blcak areng: sabar kak semuanya ada alurnya yang udah aku tulis 🙏
total 1 replies
Suanti
suruh polisi ikut dampingin asisten nya bawa uang buat tiara papa aris hrs bikin jebakkan jg buat tiara yg penipu ulung pemerasan sekalian jeblos kan ke penjara 🤭
Komsindra
suka
gaby
Biar masuk penjara bareng2 dah. Tiara kena pasal UU ITE & Aris kena pasal Pornografi😄😄
gaby
Pintar Tiara, kalo kamu dihancurkan, jgn mau hancur sendiri. Abis ini tobatlah & minta maaf ke Adila, biar kutukanmu ga berlarut2.
gaby
Mudah2an smua tokoh Jahat dpt karma smua termasuk Tiara & Aris.
Ade Chubi
sadis banget ,real nya sih gak mungkin mayat di biarkan walopun keluarga nya tidak punya uang
ini tuh berlebihan
Tamirah
Memalukan begitu aset aset disita suami merengek berlutut pada sang istri untuk dimasukan ,gak ada guna penyesalan yang terlambat.
Tamirah
Keluar dari rumah itu tindakan yg tepat toh suami dan mertua sdh gak resfek padamu.pikirkan masa depan' mu, perkataan bibik dirumah mu itu benar masa depan mua akan bersinar.
Ade Chubi: kalo keluar dari rumah itu keenakan suami nya lah
mendingan tetap di rumah itu dan abaikan suami nya
total 1 replies
Tamirah
kok bisa anggaran belanja dikurangin demi teman masa kecil yg suaminya meninggal hamil lagi . Menolong ya Menolong tapi prioritas tetap istri sah.
Gak nyesel kalau nnt terbongkar bermain dibelakang istri lalu ditinggal,apalagi istri mu calon dokter.
Banyak lo diluar sana laki laki yg pingin punya istri Dokter.
Sartika tika
iya ya bnyk bnyk bngt kata didera duka dn kata daster....gk mngkn slh pencet kn ..
Lina Ariani
daster kata baru apa gi mn
Lee Mba Young
kasian siska dpt aris. playboy banget gk Ada Aura kelas atas nya.
Suanti
siska jgn mau sama aris segera batal kan jodoh nya klu jdi nikah sm aris. aris pasti tetap selingkuh sm tiara / pelakor 🤭🤣🤣🤣
YuWie
aneh revan kie..wis ditampar berkali2 dg kenyataan dan kata2 adila kok ya maßih ngopeni si mes2..
YuWie
masih mbok bela2 juga lho si mes2 ini Rev...
Kekayaan macam apa itu adila..kamarmu seluas rumah mewahmu dan revan..
YuWie
cleguk.. 10th blm cukup u adila membuka identitas dirinya re..kasihan kan dirimu 😁
YuWie
ujianeee..marake pecahhh ... kak thor dr obyg kah
YuWie
katanya jabatan tinggi..fokus aja lah sama pekerjaanmu Rev, sambil ngopeni benalumu
stela aza
aduh Thor tulisan nya tlng di teliti lagi sebelum di rilis ,,, kata daster ,, daster , daster apaan coba jadi g jelas ceritanya Thor tlng di perbaiki ,,, pembaca bingung memahami maknanya 🙏
blcak areng: maaf ya kak hp aku ngelag jadi keluar kata" yg tdk perlu,,, masih aku perbaiki
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!