NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Toko Bunga

Waktu berjalan begitu cepat. Tanpa terasa, satu minggu sudah berlalu sejak Cecilia memutuskan untuk kabur dari sangkar emas dan memutus total seluruh akses komunikasi dengan sang mantan sugar daddy.

​Namun, di dalam sebuah ruang kerja mewah berukuran raksasa di pusat kota, suasana justru terasa seperti neraka jahanam. Douglas Michael Essen mondar-mandir dengan wajah menghitam dan aura membunuh yang menguar pekat ke seluruh ruangan.

​Sudah tujuh hari penuh berlalu, dan bayangan batang hidung Cecilia sama sekali tidak kelihatan. Wanita itu tidak juga menghubunginya, tidak datang merangkak, dan tidak memohon ampun seperti prediksi awalnya.

​Kemarahan Douglas kini telah mencapai puncaknya, berubah menjadi amukan topan yang siap melibas siapapun di dekatnya. Sejak pagi tadi, apa pun yang dilakukan oleh para bawahannya selalu tampak salah di mata sang CEO arogan itu. Hanya dalam rentang waktu dari pagi hingga menjelang siang hari ini saja, sudah tercatat ada enam orang karyawan yang dipecat secara tidak hormat hanya karena hal-hal sepele.

​Logan, sang asisten pribadi yang terkenal kaku dan dingin, kini tampak berdiri kebingungan sambil menyeka keringat dingin di pelipisnya. Selama bertahun-tahun bekerja dengan Douglas, baru kali ini ia melihat tuannya mengamuk separah ini tanpa alasan profesional yang jelas.

​"Tuan Essen... berkas laporan keuangan kuartal ini sudah saya revisi sesuai instruksi Anda. Apakah ada bagian yang masih perlu diperbaiki?" tanya Logan hati-hati dengan suara datar yang sedikit bergetar.

​Douglas melirik tajam ke arah Logan, matanya berkilat penuh amarah. "Semuanya sampah! Kerjamu lambat!" maki Douglas dingin, sebelum tangannya menyapu meja kerja dan membanting sebuah tablet mahal milik Logan hingga berkeping-keping di lantai.

​Logan hanya bisa menelan ludah kasar. Itu adalah ponsel dan tablet ketiga miliknya yang dihancurkan oleh Douglas sepanjang minggu ini akibat tidak adanya kabar dari Cecilia.

​Di dalam hatinya, Douglas merasa harga dirinya diinjak-injak. Nampaknya, wanita murahan itu sengaja ingin bermain-main kucing-kucingan dengannya. Douglas sangat membenci kondisi di mana situasi tidak berada di bawah kendalinya. Ia ingin Cecilia kembali bertekuk lutut memohon ampun padanya, meminta belas kasihan, dan yang paling jujur ia rindukan, ia merindukan bagaimana tubuh mungil Cecilia bergerak liar dan indah di atas ranjang dalam pelukannya.

​"Berani sekali wanita jalang itu mengabaikanku hingga berhari-hari?!" geram Douglas penuh frustrasi, mencengkeram tepi meja kerjanya hingga buku-buku jarinya memutih.

"Hanya aku yang pantas memperlakukan dia sesukaku, bukan sebaliknya! Akan kupermalukan dia begitu aku menemukannya!"

...***...

​Jauh dari kemarahan mengerikan sang CEO di pusat kota, suasana yang sangat kontras justru tengah dirasakan oleh Cecilia.

​Di dalam sebuah toko bunga bernuansa estetis yang dipenuhi aroma harum dedaunan segar dan kelopak mawar, Cecilia tampak serius namun bersemangat. Ia sedang berdiri di balik meja kayu, tekun mendengarkan instruksi sambil belajar merangkai bunga dari rekan-rekan kerjanya.

​Sudah dua hari ini Cecilia resmi bekerja di toko bunga milik seorang wanita paruh baya yang baik hati. Meskipun nominal gajinya tidak seberapa jika dibandingkan dengan uang bulanan pemberian Douglas dulu, namun setelah dihitung-hitung secara cermat, uang itu sudah lebih dari cukup untuk bertahan hidup selama sebulan ke depan jika ia hidup berhemat. Ini adalah langkah awal yang sempurna sebelum ia benar-benar mendapatkan pekerjaan tetap yang lebih mapan.

​Omong-omong soal awal mula ia diterima bekerja di tempat ini, ada cerita lucu yang sempat membuat Cecilia cemas. Saat pertama kali datang melamar dengan mengenakan sisa pakaian bermerek miliknya yang meskipun tampak sederhana namun tetap memancarkan kesan mewah, sang pemilik toko sempat menolaknya mentah-mentah.

​“Nona, toko saya ini toko bunga kecil, gajinya pas-pasan. Kalau melihat wajah cantik dan baju bermerek yang kamu pakai, saya takut kamu nanti minta bayaran mahal yang tidak sanggup toko saya bayar,” ucap pemilik toko saat itu.

​Namun, begitu Cecilia dengan tulus menjelaskan bahwa ia tidak muluk-muluk dan hanya meminta standar gaji UMR saja demi bisa menyambung hidup, sang pemilik toko langsung terkejut dan seketika menyetujuinya. Bahkan, sang pemilik toko sempat terkekeh geli dan berkata bahwa dengan paras rupawan Cecilia, gadis itu bisa dijadikan sebagai wajah model toko mereka dan akan dibayar sedikit lebih tinggi. Cecilia tentu saja tidak menolak rezeki nomplok itu karena ia memang sedang sangat membutuhkan pemasukan.

​Pemilik toko yang bernama Margaret, serta dua orang karyawan senior lainnya yang bernama Emily dan Victor, menyambut Cecilia dengan sangat sabar. Mereka mengajarinya cara memotong tangkai bunga dengan sudut yang benar, cara menyusun warna, hingga cara membungkus buket dengan pita cantik agar tidak mudah berantakan.

​Meskipun pada percobaan pertama hasil rangkaian Cecilia tampak sedikit berantakan dan tidak sesempurna buatan seniornya, Margaret dan yang lainnya tetap memberikan pujian hangat.

​"Wah, untuk ukuran seorang pemula yang baru belajar dua hari, hasil rangkaianmu ini sudah sangat bagus dan rapi lho, Cecilia!" puji Emily, si florist utama, sambil tersenyum ramah.

​"Betul tuh! Kalau terus dilatih, dijamin buket buatanmu bakal laris manis diserbu pembeli," timpal Victor, sang pemuda pengantar barang sambil tertawa renyah.

​Toko bunga milik Margaret ini sebenarnya tidak terlalu besar ukurannya, namun mereka memiliki basis pelanggan setia yang luar biasa loyal dari kalangan atas kota ini, sehingga standar keindahan rangkaian bunga harus selalu dijaga sebaik mungkin.

​Dengan kehadiran Cecilia di toko ini, Margaret menyadari satu hal, daya tarik visual Cecilia sangat menjual. Banyak pelanggan pria yang datang memesan bunga mendadak salah tingkah atau betah berlama-lama di toko hanya karena terpesona melihat kecantikan alami Cecilia yang ramah dan cerewet melayani pembeli.

​Margaret bahkan sempat menduga-duga di belakang layar. Sambil merapikan vas bunga, wanita paruh baya itu berbisik kepada Emily,

"Hei, apa jangan-jangan Cecilia itu sebenarnya anak orang kaya raya yang sedang menyamar jadi rakyat jelata buat cari pengalaman hidup? Wajah dan pembawaannya itu lho, mahal banget."

​Mendengar bisikan itu, Cecilia yang sedang menyapu serpihan daun di dekat mereka langsung terkekeh geli dan mendengus pelan.

​"Aduh, Nyonya Margaret! Mana ada anak orang kaya yang melarat sampai harus kos di kamar sempit dan dompetnya pas-pasan begitu?" bantah Cecilia dengan nada riang dan cerewet khasnya.

"Asal Nyonya tahu saja, aku ini anak biasa banget. Bahkan, jangankan harta warisan, sanak saudara atau keluarga saja aku tidak punya sama sekali di dunia ini!"

​Margaret dan Emily tertawa mendengar jawaban jujur nan santai dari Cecilia, merasa semakin sayang dengan kepribadian gadis itu yang ceria dan mudah membaur.

​"Cecilia, tolong antarkan buket mawar putih ini ke meja kasir depan ya. Ada pelanggan baru yang datang tuh!" seru Victor dari arah pintu sambil membawa keranjang berisi bunga segar yang baru datang dari kebun.

​"Siap, Bos pengantar!" balas Cecilia dengan senyuman lebar penuh semangat.

​Ia meletakkan gunting batangnya, merapikan apron kain yang melilit di tubuh rampingnya, lalu berjalan ringan ke bagian depan toko.

​Begitu sampai di depan meja kasir, seorang wanita paruh baya berpenampilan elegan dengan tas tangan mewah bermerek sedang melihat-lihat deretan bunga anggrek yang dipajang.

​"Selamat siang, Bu! Ada yang bisa saya bantu untuk mempercantik harinya?" sapa Cecilia dengan ramah, memamerkan senyuman manis terbaiknya yang selalu berhasil mencairkan suasana.

​Pelanggan wanita itu menoleh, menatap wajah Cecilia dengan mata berbinar kagum.

"Wah, pelayan di sini cantik-cantik sekali ya. Bunganya jadi terlihat semakin indah karena kamu yang menyambutnya, Nak."

​"Ah, Ibu bisa saja! Bisa berdusta demi membuat hari saya berbunga-bunga nih," canda Cecilia ringan, tertawa kecil yang langsung disambut oleh tawa renyah sang pelanggan.

​Selama beberapa menit berikutnya, Cecilia melayani pelanggan tersebut dengan sangat telaten, menjelaskan jenis-jenis bunga, cara merawatnya agar tidak cepat layu, hingga membantu membungkusnya dengan pita satin berwarna merah muda yang manis.

​Di balik meja kerjanya, Margaret mengamati interaksi itu sambil tersenyum puas. Kehadiran Cecilia benar-benar membawa angin segar bagi toko kecil mereka. Suasana toko menjadi lebih hidup, ceria, dan penuh energi positif.

​Bagi Cecilia sendiri, kehidupan barunya saat ini jauh, jauh, jauh lebih baik daripada harus terkurung dalam kemewahan semu di apartemen Douglas sebagai seorang wanita simpanan. Bekerja dengan hasil keringat sendiri, lelah secara fisik namun batinnya tenang, memberikan kepuasan tersendiri yang tidak bisa dibeli dengan uang haram sugar daddy.

​Di sela-sela kesibukannya merapikan sisa-sisa tangkai bunga mawar, Cecilia melirik sekilas ke arah langit sore yang mulai jingga di luar jendela kaca toko. Hatinya merasa damai. Ia berharap kedamaian ini akan terus bertahan selamanya, jauh dari jangkauan pria arogan bermata biru dan segala drama kehidupan yang nyaris menghancurkan kewarasannya.

Bersambung...

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
Dewi Anggraeni
lanjut
Dewi Anggraeni
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!