"Aku tidak peduli! Apakah salah jika aku menyukaimu?" tegas Edrick dengan tatapan yang begitu lekat.
"Edrick, aku telah bersuami. Kau jangan berpikir gila!"
"Yah, aku memang sudah gila. Aku gila dengan perasaanku yang sudah jatuh cinta padamu, sejak saat kau marah padaku."
Ead baru saja mengertahui, wanita yang ia kagumi sejak pandangan pertama telah memiliki suami. Sungguh hal yang tidak mungkin bagi Eadrick , untuk dapat memiliki wanita tersebut.
Mungkinkah,perasaan itu hanyalah sebatas rasa kagum sesaat, ataukah benar-benar cinta sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natalie Ernison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuatku menggila
“Ketika BERONDONG Jatuh Cinta 2”
Author by Natalie Ernison
Qiana melihat semua yang Edrick lakukan pada Mrs. Daisy. Bagaimana gilanya Edrick pada pesona Mrs. Daisy. Namun, Qiana masih saja berharap adanya titik terang akan kisah cinta bertepuk sebelah tangannya.
~ ~ ~
Ead kini mulai bekerja di sebuah perusahaan swasta, dan tidak lagi bekerja sebagai guru les private. Dari hasil kerja kerasnya, Ead dapat menghidupi dirinya bersama sang nenek.
”Kediaman Eadrick Zearch family”
”Nenek, akhir pekan aku ingin mengajak nenek untuk pergi berbelanja.” Ucap Ead sembari mendekap neneknya, yang sedang mengolah adonan makanan.
”Anak baik. Simpanlah uangmu untuk tabungan masa depanmu kelak. Dengan adanya kau, nenek sudah cukup bahagia.” Tukas nenek Ze, mengusap wajah Ead.
”Tapi nek, aku ingin mengajak nenek berbelanja baju-baju baru. Kumohon nek!” Pinta Ead dengan wajah memelas.
”Edrick, cucu nenek. Kau selalu membuat nenek bangga dengan semua prestasi juga kerja kerasmu. Nenek harap, kau mendapatkan wanita yang baik.”
Ead tertegun, saat sang nenek mengatakan hal itu padanya. Andai saja nenek Ze tahu, bagaimana kisah cinta Ead yang begitu unik itu.
”Nek, malam ini aku akan menginap bersama Raven. Nenek tidak perlu menungguku.”
”Baiklah, salam untuk Raven.”
Ead bergegas pergi menuju tempat pekerjaan barunya. Ead terlihat begitu rapi dan wangi. Setiap pergi bekerja, Ead selalu memperhatikan penampilannya. Hal itu membuat para pegawainya seakan hanyut dalam pesona Ead.
Tak sedikit pegawai-pegawai wanita yang tertarik dengan pesona Ead. Namun, Ead tetap saja tidak menyukai wanita lain, selain Mrs. Daisy.
***
”Perusahaan X”
Ead bekerja di perusahaan industri minyak. Ia menjadi seorang admin juga IT di perusahaan tersebut.
Belum lama bekerja, Ead telah berhasil merebut hati sang direktur. Direktur tempat Ead bekerja pun sangat mempercayai Ead dalam berbagai hal.
Karena, pada dasarnya Ead adalah pria yang sangat sopan dan baik. Walaupun, dibalik itu semua, Ead suka mengejar wanita yang usianya hampir sepuluh tahun lebih tua dari dirinya. Cinta tak ada yang dapat menghindarinya.
Duduk dan fokus dengan pekerjaannya.
Drrrtt... Satu pesan masuk bel dibaca.
Ead meraih ponsel miliknya, dan melihat isi pesan di layar ponselnya.
”Ead, malam ini tepat pukul. 20.00 temui aku di cafe solariaz!” Raven Raw.
”Baiklah sahabatku, sepertinya ada hal penting.” Gumam Ead, lalu segera menyelesaikan pekerjaannya.
”Permisi Eadrick, ini untuk pelepas dahaga!” Ucap seorang wanita muda, seksi sembari menyodorkan sebuah gelas kopi pada Ead.
Ead tersenyum lalu menerima segelas kopi panas pemberian rekan kerjanya. ”Ini dapat menghilangkan rasa kantukku. Terima kasih Nona Caren.” Ucap Ead, lalu menyeruput kopi miliknya.
”Semangat bekerja, Edrick.” Ucap si wanita, lalu kembali bekerja.
Ead hanya bersikap biasa, tanpa menghiraukan niat lain si wanita. Karena bagi Ead, semua itu adalah hal biasa di dunia pekerjaan.
Loby Utama Perusahaan.
Ead berdiri di depan pintu loby, dan berniat memberhentikan sebuah taksi.
”Edrick, ingin pergi bersama!” Tawar seorang wanita yang siang ini memberikan Ead segelas kopi.
”Apakah tidak merepotkan, Nona Caren?”
Caren tersenyum, sembari menyibak rambut panjang terurainya. ”Tentu saja tidak, Edrick.”
”Baiklah Nona Caren, terima kasih atas tumpangan Nona.”
Keduanya pun bergegas pergi.
Dalam perjalanan menuju cafe tempat pertemuan Ead bersama Raven. Nona Caren terlihat sedikit salah tingkah saat bersama Ead.
”Kau tinggal sendiri, Ead?”
”Tidak Nona. Aku bersama nenekku, dan kami berdua.”
”Oh, luar biasa Ead. Kau pria yang sangat berbakti, bukan!”
Ead tersenyum tipis. ”Karena, hanya neneklah yang kumiliki.” Jawab Ead sendu.
”Pria ini sangat luar biasa, semakin membuatku tertarik padanya.” Nona Caren tersenyum.
Keduanya pun tiba di depan sebuah cafe yang cukup mewah, untuk kalangan bawah seperti Ead.
***
”Cafe XX”
”Edrick!” Seru Raven sembari melambaikan tangannya pada Ead.
Ead pun melangkah menuju meja tempat Raven sedang duduk menantinya sedari tadi.
”Kau membawa beberapa pakaian?”
”Yah, tentu saja. Bukankah, kau mengajakku untuk menginap?”
”Benar sekali Ead. Tapi, pakaianku lun sudah cukup banyak, dan bisa kau gunakan, bukan!” Kekeh Raven sembari menyantap makanannya.
Begitu hangatnya persahabatan mereka, sehingga untuk memulai makan saja, Raven harus menunggi Ead tiba.
”Kau habiskan makan malammu Raven. Ini sudah saatnya makan malam, bahkan hampir lewat.”
”Aku menunggumu Ead, sehingga kita makan bersama.”
Keduanya mulai bergurau, dan berbagi kisah di masa-masa bekerja.
”Ead, bisakah kau membantuku?”
”Apa yang dapat kulakukan, tentu saja akan kulakukan.”
Raven meneguk segelas air mineral, sebelum memilih untuk mengatakan apa yang ada didalam pikirannya.
”Aku menyukai Qiana.” Ucap Raven lalu terdiam, menanti jawaban terbaik dari Ead.
”Lalu, apa yang bisa kulakukan?” balas Ead dengan terkekeh.
”Tolong bantu aku untuk mengatakan yang sebenarnya, pada Qiana.” Pinta Raven.
”Kau pria sejati, siapa wanita yany tidak tahu dirimu. Come on Raven, you can do it!” Ucap Ead memberi semangat.
”Tapi, aku membutuhkan kau untuk mengatakan pada Qiana.”
”Kau yang menjalin hubungan bersama Qiana. Mengapa harus aku Rav!” Tukas Ead.
”Aku tidak memiliki nyali untuk mengatakannya, Ead. Itulah aku membutuhkanmu untuk membantuku mengatakannya.”
”Ya yah baiklah!”
Keduanya saling tertawa, dan bercanda gurau. Sungguh hubungan persahabatan yang sangat hangat. Walaupun, Raven tidak pernah mengetahui, apa yang terjadi antara Ead dengan ibu sambungnya.
Keduanya pun pergi menuju kediaman Raven. Ead sungguh tidak sabar untuk menanti pertemuannya dengan Mrs. Daisy.
***
”Kediaman Rawley family”
”Ead kau ingin tidur di kamar yang sama?”
”Terserah padamu, Rav.”
Beberapa saat kemudian...
Ead duduk di ruangan terbuka, tepatnya di area depan kamar pribadi Raven.
Ead masih fokus dengan layar laptopnya, sedangkan Raven lagi-lagi pergi untuk membeli makanan.
Hhmm hmmm... 🎶🎵🎶🎶🎶
Suara senandung seorang wanita, terdengar begitu merdu.
Hanya dengan mendengar senandung seorang wanita, Ead mulai kehilangan fokus. Ia tahu, bahwa suara itu ialah suara wanita yang selalu ia rindukan.
Ead tersenyum mendengar suara senandung Mrs. Daisy
”Raven, tolong ambilkan ponsel mommy, sayang!” Seru Mrs. Daisy.
”Oh, sudah Rav. Tidak perlu!” Serunya lagi.
Ead semakin tersenyum mendengar suara indah wanitanya. ”Suaramu selalu membuatku merindu.” Ucap Ead, membuat Mrs. Daisy begitu terkejut.
”Edrick, kemana Raven?” Tukas Mrs. Daisy dengan ekspresi gugup. Ia tahu, bagaimana perilaku Ead saat berdua dengannya.
”Raven sedang pergi. Mengapa, kau terlihat gugup seperti itu!” Ucap Ead lagi.
Lagi-lagi, Ead membuat Mrs. Daisy bersikap waspada. Tatapan maupun senyuman Ead yang penuh arti, semakin membuat Mrs. Daisy tetap berjaga-jaga.
”Daisy! Jika kau terus bersikap seperti ini, aku pun tidak akan segan-segan lagi denganmu!” Peringat Ead dan terus melangkah menuju arah Mrs. Daisy.
”Daisy! Kau selalu membuatku menggila!” Ead meraih kedua tangan Mrs. Daisy.
Bugh
Mrs. Daisy menendang area benda pusaka milik Ead, dan tendangan itupun tepat disana.
”Edrick! Kau masih terjaga!” Seru Raven yang baru saja tiba. Sementara itu, Ead menahan rasa nyilu dibagian milik pusakannya.
Mrs. Daisy menahan senyuman gelinya. ”Itulah akibatnya, jika seorang anak kecil berani mengusik ibu-ibu!” Ejek Mrs. Daisy lalu bergegas pergi.
”Daisy, tunggu saja...”
Ahkk...
Pekik Ead, menahan rasa nyilunya.
****
otor.. love love...to u... 😥😥😭😭😭😭
sakit tau.. knp harus secepat ini, aku kira di taman kediaman Qiana akan ada anak" kecil lucu buah cinta Ead dan Qiaa..
aaahhh perih mata aku sist.
tanggungjawab 😭😭