NovelToon NovelToon
My Cold Boss

My Cold Boss

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:155.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ita Yulfiana

Dua kali merasakan patah hati yang teramat mendalam membuat Aresh menjadi sosok laki-laki yang berhati dingin yang terkesan sombong, angkuh, dan tidak berperasaan pada lawan jenis. Dia membenci semua wanita kecuali mommy dan adik perempuannya.

"Semua perempuan sama saja, aku tidak akan membiarkan makhluk pengkhianat itu kembali masuk ke dalam kehidupanku."

Ruby Zivanna Larasati, gadis manis itu malah terjebak menjadi sekretaris Aresh, bos yang angkuh dan suka memperlakukannya dengan semena-mena.

Bagaimana kisah antara Aresh dan Ruby? Akankah Ruby mampu mengubah pandangan Aresh terhadap wanita, khususnya pada dirinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

...Note : Novel ini sedang dalam proses revisi atas saran dari editor, silahkan teman-teman mundur 1 bab ke belakang terlebih dahulu sebelum lanjut membaca bab ini. Mohon maaf atas ketidak nyamanannya🙏🏼 ...

...* ...

...*...

Di hari pertama ini mereka mendapatkan sambutan baik dari para karyawan, bahkan mereka sampai menyiapkan kue tart untuk menyambut kedatangan pimpinan baru mereka. Dalam hal ini Aresh mengambil kesempatan untuk memperkenalkan Ruby sebagai sekretarisnya. Setelah itu, semuanya pun kembali ke meja masing-masing untuk bekerja.

"Ini mejamu," Bagas menunjukkan meja kerja Ruby yang berada tepat di depan ruangan Aresh, "dan ini ruangan Pak Aresh."

Ruby tersenyum, tanpa Bagas jelaskan pun dia sudah tahu kalau ruangan itu adalah ruangan bos mereka karena sudah tertera dengan jelas di depan pintu.

"Oh iya, mejaku ada di sana," Bagas menunjuk meja yang berada tidak jauh dari meja Ruby, "kalau kamu butuh bantuan, kamu bisa datang menemuiku."

Ruby tersenyum sembari mengangguk mengerti. "Baik, Pak Bagas, terima kasih banyak."

"Sama-sama," balas Bagas kemudian melenggang menuju meja kerjanya sendiri.

Baru saja Ruby duduk di kursinya, telepon di meja kerjanya tiba-tiba berdering. Seketika Ruby teringat, apa yang harus dia lakukan sebelum menjawab telepon, dan apa nanti yang harus dia katakan saat menjawab telepon tersebut.

"Oke, Ruby, jangan gugup, jangan panik. Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum mengangkat telepon pertamamu adalah menyiapkan kertas dan pulpen. Ya, kertas dan pulpen," Ruby berbicara sendiri sembari menyiapkan alat-alat yang dia butuhkan, yang sekiranya dia gunakan untuk mencatat hal-hal penting nantinya, "setelah itu tarik napas dalam-dalam kemudian angkat teleponnya."

Ruby menempelkan gagang telepon tersebut di telinganya sembari mengucapkan kalimat sapaan yang sudah dia pelajari dan hafal semalam. Tadi pagi saat gadis itu tengah bersiap-siap, dia juga sudah melakukan banyak latihan.

"Kantor Bapak Aresh di sini, dengan saya Sekretaris Ruby, ada yang bisa say-" Belum selesai Ruby mengucapkan kalimat sapaan pertamanya, tapi penelepon diseberang sana sudah memotong ucapannya duluan.

"Masuk ke ruanganku sekarang!"

Kalimat perintah yang bernada ketus itu hanya bisa membuat Ruby terperangah. "Astaga, kenapa dia kasar sekali? Tidak bisakah dia bicara baik-baik? Aku merasa tidak percaya kalau dia adalah anaknya tante Naura. Ketus, pemarah, dasar bos galak."

"Kamu bilang apa barusan? Hah?" Kemunculan Aresh yang tiba-tiba di balik pintu ruangannya membuat Ruby sontak terperanjat kaget.

'Astaga. Kenapa dia tiba-tiba muncul sih? Kan jadi ketahuan kalau aku mengatainya diam-diam.'

"Ti-tidak, Pak, saya tidak bilang apa-apa kok, Bapak mungkin salah dengar," sangkal Ruby, padahal jelas-jelas dia sudah tertangkap basah mengatai atasannya itu. "Mm, ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Ruby kemudian mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

Aresh tidak langsung menjawab, pemuda itu menatap Ruby dengan wajah dinginnya, kesal juga ketika dia mengetahui bahwa ternyata gadis itu diam-diam mengatai dirinya di belakang.

"Buatkan aku kopi," jawab Aresh kemudian menutup kembali pintu ruangannya dengan agak kasar sehingga membuat gadis itu memegangi dadanya karena terkejut.

"Astaga. Dia itu kenapa sih? Suka sekali marah-marah?" gumam Ruby. Karena tadi Bagas sudah menunjukkan dimana letak ruang pantry-nya, gadis itu pun segera bergegas ke sana untuk membuatkan kopi untuk sang bos. Ini adalah tugas pertamanya setelah menjabat sebagai sekretaris pimpinan perusahaan Adiyaksa Holdings.

"Sekretaris Ruby, kamu mau apa?" tanya Bagas yang tiba-tiba muncul di belakang Ruby.

"Eh, Pak Bagas. Pak Aresh menyuruh saya membuatkan kopi, Pak," jawab Ruby. "Siapa tahu Pak Bagas juga mau, biar sekalian saya buatkan?" tawar Ruby kemudian kepada lelaki itu.

Bagas tersenyum. "Boleh. Kebetulan, aku masuk ke sini karena ingin membuat kopi juga. Oh iya, kopi untuk bos gulanya setengah saja ya, dia tidak suka kopi yang manis."

Ruby mengangguk mengerti. "Kalau Pak Bagas?"

"Sedikit lebih manis dari itu," jawabnya sambil tersenyum menatap gadis itu.

Usai membuat kopi instan untuk kedua lelaki itu, Ruby lantas mengantar kopi yang sudah dia buat ke ruangan Aresh. Dan ternyata setelah gadis itu masuk ke dalam ruangan atasannya, di sana sudah ada sesosok pria setengah baya dan seorang wanita muda cantik yang tengah berbincang dengan Aresh.

1
Rizky Anindiya
hahaha..akibat Ruby sering kena marah .sekali aresh tersenyum jadi keliatan aneh dan menyeram kan ,😂
Nadin
awal yg di mulai dengan kebencian..dan akan bucin di kemudian hari🤣
Nadin
aq mampir thor...setelah baca cerita si keran air🤭
_Ran'er
👍👍👍
Nury
ruby cengo😂😂😂😂
Nury
mf thor ku langsung loncat ke chaptr ini ga sabar eh ternyata ceritaxa bikin haru😭sekaligus romantis mereka nikah🤗bagus ceritaxa deh
Nury: aamiin mkasih thor doaxa pengennya punya hp baru hihihi......aku yakin doaxa akan dikabulin semoga deh ah dasar aku pokoxa mksih pisan doaxa sikaka othorxa jg makin sukses💪👌
total 3 replies
jinnie
ceritanya bagus, tp knp yg like cuma sedikit ya ?
Adelia Rahma
wow baru di oart ini aja udah penasaran kenapa papa sama Mama gio berpisah
Iin Nurchayati
🤣🤣🤣🤣 lucu🤭🤭 sepertinya akash kerja sama mamanya utk manas2in aresh
Sundari Sekariputi
bgs thor ceritanya 👍👍👍
Nora♡~
haa..dah habissss... semangatt... dan teruslah berkarya...lanjuutt.m
Isna mansur
aku suka ceritanya Thor. ..😘😘😘
Tutut Kembar
loh mn MP thor
Rahmi Miraie
happy wedding aresh dan ruby
lah kok udah tamat aja thor
bonchap dong 😊
Rahmi Miraie
hadiah yg tak akan pernah terlupakan bagi aresh
💗 ChaNaZi💗
Walaah... langsung dinikahin😁👍 mantap
Rahmi Miraie
apa kamu akan masih galau dan marah resh ketika ruby ada dihadapan kamu dgn mengucapkan selamat ulang tahun buat kamu?
💗 ChaNaZi💗
Sabar Resh....ntar lagi Ruby nongol kok, Ruby sedang dikemas didalam box besar sebagai hadiah ulang tahun mu😂😂😂👍
Albert & Leona Simanjuntak
Thor jgn d gantung dong 🤣🤣🤣🤣🤣
Dian Rahmawati
Ruby sbgi hadiah ultah Aresh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!