NovelToon NovelToon
Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Fantasi / Harem
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan mahasiswa elite jurusan bisnis, hukum dan manajemen tanpa sadar memasuki dunia novel kultivasi yang baru saja dibacanya, bukan sebagai mc, bukan juga villain, tapi menjadi karakter pendukung yang akan mati pada arc awal. Dengan bantuan sistem, Wu Xuan berusaha mengubah cerita.

Ia masuk ke tubuh patriark tua, namun karena sistem membantunya menerobos, tubuh tuanya berubah menjadi muda dan tampan.

Dia melamar wanita (Villain) yang harusnya menjadi menantunya, karena pembatalan pertunangan sepihak yang dilakukan oleh anaknya.

Demi menghindari masalah di masa depan, ini adalah jalan yang harus di ambil oleh Wu Xuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah Beast Suci

Berita dari tindakan pembersihan wilayah yang dilakukan oleh Sang Archduke mulai merambat hingga masuk ke jantung pusat kekaisaran.

Hanya dalam hitungan hari, angin rumor yang membawa bau anyir darah dari Wilayah Selatan telah menyapu bersih ketenangan Ibukota Kekaisaran Great Yan. Laporan tentang para penguasa wilayah dan mata-mata kekaisaran yang dipenggal dalam satu jam, serta kemunculan armada sepuluh kapal tempur tingkat Kuno akhir, menghantam meja para menteri bagaikan meteor yang jatuh dari langit.

Jalur politik Wilayah Kekaisaran Great Yan mendadak terbelah menjadi dua poros absolut. Di satu sisi adalah faksi Kekaisaran Great Yan yang masih memegang legitimasi sejarah garis keturunan murni, dan di sisi lain, berdirilah poros baru Wilayah Selatan di bawah panji Archduke Xuan—sebuah faksi yang tiba-tiba bangkit menjadi entitas raksasa dengan kekuatan militer yang terbilang kuat dan ditambah dua Primordial Suci sebagai pilar kekuatan.

Di dalam Ruang Rahasia Kekaisaran yang dilapisi emas dan kayu cendana berusia ribuan tahun, Kaisar Yan Tian berdiri menatap peta proyeksi astral kerajaannya. Wajah penguasa Ranah Kuno tahap akhir itu diselimuti bayangan keletihan yang sangat berat.

Di atas sebuah sofa panjang beralaskan kulit naga lautan kuno, duduklah Ibu Suri Yan Mei. Wanita itu memutar tasbih giok di tangannya dengan tenang. Meskipun usianya tak lagi muda, kultivasi Ranah Kuno tahap awalnya menjaga kecantikan wanita itu agar tetap terlihat matang, dewasa, anggun, dan mempesona, memancarkan aura seorang ratu yang telah selamat dari puluhan perang suksesi berdarah.

"Tiga puluh tujuh mata-mata dan informan rahasia tingkat tinggi kita di Selatan dilenyapkan tanpa sempat mengirimkan satu pun sinyal bahaya," gumam Kaisar Yan Tian, memijat pangkal hidungnya. "Dan dari laporan jaringan telepati, eksekutornya adalah Assassin tingkat Primordial Suci yang dibawah Wu Xuan sebelumnya..."

"... dia tidak hanya membersihkan rumahnya, tapi mengisolasi total wilayah selatan."

Ibu Suri Yan Mei berhenti memutar tasbihnya. Suaranya mengalun tenang, seolah ia sedang mendiskusikan menu makan malam. "Itu adalah pesan, Tian'er. Pesan bahwa bayangan kita tidak lagi berguna di tanahnya."

"Beberapa jenderal dari faksi Timur menuntut agar kita mengirimkan armada penakluk, menuduhnya melakukan makar dan pembangkangan secara terbuka," ucap sang Kaisar, rahangnya mengeras. "Jika kita diam saja, faksi-faksi dari sekte independen akan mengira Kekaisaran ini sudah kehilangan taringnya."

"Dan jika kau mengirimkan pasukan, kau hanya akan mengantarkan leher prajuritmu ke perut singa raksasanya," potong Yan Mei dengan tatapan tajam yang menembus ego putranya. "Dengarkan ibumu, Tian'er. Diplomasi terbuka adalah satu-satunya jalan rasional saat ini."

Kaisar Yan Tian menghela napas panjang. Sejujurnya, ia pun tidak berniat mengobarkan perang. Ada satu beban psikologis yang sangat berat di pundaknya—sebuah hutang yang tak ternilai harganya.

Pil Penyembuhan Tingkat Primordial yang diberikan oleh Wu Xuan tempo hari bukanlah omong kosong. Hanya dalam waktu dua malam setelah menelan pil tersebut, racun dingin yang menggerogoti organ dalam Permaisuri Great Yan selama bertahun-tahun langsung menguap. Meridian sang Permaisuri direkonstruksi, memulihkan kesehatannya sepenuhnya, bahkan membuat wajahnya kembali merona seperti umur 30an.

Sebagai pria yang sangat mencintai istrinya, Yan Tian memiliki hutang nyawa yang sangat besar pada Wu Xuan. Apalagi, kesembuhan Permaisuri membawa kemungkinan baru akan lahirnya pewaris takhta laki-laki yang sah, sesuatu yang membuat selir-selir lain dan anak-anak mereka (termasuk Pangeran Mahkota Yan Shen) kini hidup dalam khawatir. Secara tidak langsung, Wu Xuan telah menstabilkan kehidupan pribadi sang Kaisar sekaligus mengacaukan jalur internal istana hanya dengan sebutir pil.

"Wu Xuan itu... sungguh monster yang menakutkan," desah Kaisar Yan Tian. "Dia memberikan obat untuk menyembuhkan istriku, mengunci rasa terima kasihku, lalu pulang dan membantai semua orang-orang l yang kukirim. Dia tahu persis aku tidak akan berani memeranginya."

"Itu adalah langkah seorang ahli strategi," Ibu Suri Yan Mei tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyiratkan kekaguman tersembunyi. "Jika kita memulai perang terbuka dengan Keluarga Wu, kedua kekuatan akan saling menghancurkan, Saat fondasi kekaisaran retak, kau pikir kekaisaran tetangga di seberang akan diam saja? Mereka akan masuk, melahap perbatasan selatan, dan Great Yan akan kehilangan lebih banyak wilayah. Untuk saat ini kita biarkan Archduke berkuasa secara otonom di wilayah selatan. Kirimkan utusan resmi sebagai duta besar kekaisaran, dan tunjukkan wajah bersahabat kita."

Kaisar Yan Tian menundukkan kepalanya, menyadari bahwa ibunya benar. Menelan ego adalah harga yang harus dibayar untuk mempertahankan segalanya.

Apa gunanya jika mereka membunuh seluruh keluarga Wu? Saat seluruh keluarga Wu lenyap, wilayah selatan juga akan dicaplok oleh Kekaisaran tetangga dan itu adalah hal yang lebih buruk.

Sementara pusat kekaisaran menelan ludah kepahitan dan bersiap mengirimkan senyuman diplomatik, badai kepanikan yang berbeda sedang melanda Wilayah Duke Utara.

Di dalam Istana Bei Han, udara terasa jauh lebih membekukan dari biasanya. Xu Mei, wanita cantik dengan aura pesona dewasa yang merupakan Nyonya Utama Wilayah Utara, memecahkan sebuah meja kristal es dengan satu hantaman tangannya. Aura Ranah Kuno tahap awalnya meledak, membuat para pelayan dan komandan pasukannya berlutut gemetar di lantai.

"Bagaimana mungkin seorang Duke bisa menghilang tanpa jejak?!" teriak Xu Mei, dadanya naik turun karena amarah dan kecemasan yang mendidih. "Ini sudah lima hari! Suamiku pergi ke ibukota pusat, dan sekarang tidak ada satu pun giok transmisi yang bisa menyambung padanya!"

"A-Ampun, Nyonya!" seorang komandan intelijen berpakaian serba putih bersujud. "Kami telah mengirimkan puluhan Anjing Pelacak Bayangan ke ibukota. Jejak aura Yang Mulia Duke Bei Han... terputus sepenuhnya di sekitar area Distrik Bayangan Tua. Area itu dipenuhi oleh formasi pengasingan bawah tanah para kultivator pasar gelap, membuat pelacakan energi menjadi mustahil."

Wajah Xu Mei memucat di balik riasan tebalnya. Suaminya adalah seorang penguasa di Ranah Kuno tahap akhir. Siapa yang bisa menculik atau membunuhnya tanpa memicu ledakan pertempuran yang menghancurkan satu distrik ibukota?! Dan jika ada hanya 4 Penjaga agung (Great Guardian) dan Wu Xuan.

"Terus cari!" desis Xu Mei, matanya merah menyala. "Gali seluruh distrik kumuh itu jika perlu! Temukan suamiku, atau kalian semua akan menjadi makanan beruang iblis salju!"

Apa yang Xu Mei tidak ketahui adalah, suaminya tidak lagi berada di ibukota. Dan jika ia melihat kondisi suaminya saat ini, ia mungkin akan berharap pria itu benar-benar menghilang selamanya.

Jauh di bawah tanah Istana Wu Agung di Wilayah Selatan, terdapat sebuah fasilitas rahasia yang bahkan tidak diketahui oleh siapapun kecuali Wu Xuan.

Ini adalah Ruang Kesunyian Abadi. Sebuah sel tahanan berbentuk kubus yang seluruh permukaannya terbuat dari batu giok putih tanpa celah, tanpa sumber cahaya, tanpa ventilasi suara. Di tempat ini, hukum tentang ruang dan waktu sengaja didistorsi untuk menciptakan ruang pengasingan.

Di tengah lantai giok putih yang dingin itu, tergeletak gumpalan daging berwujud humanoid yang terlentang.

Itu adalah Duke Bei Han. Atau setidaknya, apa yang tersisa darinya.

Tubuh raksasa penguasa Wilayah Utara itu telah menyusut. Dantiannya yang hancur oleh racun Domain Hantu tingkat Primordial membuat kultivasinya anjlok ke Ranah Jiwa tingkat awal, membuatnya kehilangan kemampuan regenerasi sel tingkat tinggi. Kulitnya mengelupas, otot-ototnya membusuk membentuk gumpalan daging berlendir yang mengeluarkan bau tak sedap.

Namun, ia tidak mati.

Wu Xuan telah meracik dosis racun itu dengan presisi matematis. Racun itu merusak sistem saraf motorik dan pita suaranya, membiarkannya lumpuh total dan bisu, tetapi menyisakan aliran Qi tipis yang mengunci jiwanya di dalam gumpalan daging busuk tersebut, mencegahnya dari kematian alamiah, seperti perpindahan jiwa dan penghancuran jiwa.

Beberapa hari yang lalu, siluet bayangan bawahan Song Ginzhou telah menembus distrik bawah tanah ibukota, membungkus gumpalan daging hidup ini, dan membawanya melalui lorong dimensi langsung ke Wilayah Selatan, lalu membuangnya ke dalam ruangan ini layaknya membuang kantong sampah.

Di dalam ruangan yang gelap gulita itu, Duke Bei Han tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, tidak bisa berbicara, dan tidak bisa menggerakkan satu pun jari tangannya. Ia hanya bisa merasakan rasa sakit dari kulitnya yang terus-menerus membusuk dan tumbuh kembali akibat siklus Qi yang dipaksakan.

Tidak ada interogasi. Tidak ada eksekusi. Wu Xuan hanya mengurungnya di sana.

Siksaan terberat bagi jiwa manusia bukanlah rasa sakit fisik, melainkan ketiadaan rangsangan (sensory deprivation). Dalam kesunyian tanpa ujung ini, kewarasan Duke Bei Han perlahan-lahan runtuh. Ia terjebak dalam rasa sakit abadi, kesepian yang mencekik dada, dan kebosanan kosmik yang akan membuatnya terus berdoa dan memohon kepada para dewa kematian untuk mencabut nyawanya. Namun, harapannya adalah ruang hampa. Di sini, ia akan membusuk hingga ribuan tahun ke depan.

Ini adalah harga absolut bagi seekor anjing yang berani menyentuh apa yang bukan miliknya.

Di saat gumpalan daging Bei Han meratap dalam diam di bawah tanah, di atas menara tertinggi istana, sang Archduke sedang berdiri menatap bulan merah yang menggantung di langit Wilayah Selatan.

Wu Xuan memegang sebuah tabung kristal kecil di tangannya. Tabung itu berisi cairan berwarna putih keemasan yang berpendar hangat. Cairan itu sangat kental, berputar lambat melawan gravitasi di dalam tabung kristal, memancarkan esensi Yang murni yang luar biasa kuat.

Di belakangnya, Mandou—sang singa bersayap griffin berkepala tiga—berbaring di lantai batu. Ketiga kepalanya tertunduk sedikit lesu. Salah satu kaki depannya memiliki sayatan kecil yang baru saja sembuh.

Wu Xuan menoleh ke arah peliharaannya. Senyum tipis yang geli muncul di wajahnya yang tampan.

"Kucing yang baik." Ucap Wu Xuan sambil mengusap satu kepala Mandou.

‘Jangan merajuk, Kucing Besar. Aku hanya mengambil satu liter darahmu. Kau punya jutaan liter darah di tubuh raksasamu itu,’ monolog jiwa pemuda Bumi di dalam tubuh Wu Xuan, menahan tawa melihat dewa binatang tingkat Kuno akhir itu bersikap layaknya kucing yang baru saja dipaksa ke dokter hewan. ‘Di duniaku dulu, menyuntik lengan sendiri saja butuh keberanian. Siapa sangka di dunia kultivasi, mengambil darah berarti aku harus memadatkan tekanan air dari Akar Spiritual Samudra Terdalam menjadi jarum suntik setajam berlian hanya untuk menembus kulit badakmu itu.’

Wu Xuan kembali memfokuskan pandangannya pada tabung kristal berisi darah Mandou tersebut.

Sebagai beast suci surgawi tingkat Kuno akhir dengan garis keturunan purba, satu tetes darah Mandou mengandung esensi evolusi yang memabukkan bagi monster-monster tingkat rendah. Bagi binatang buas liar, aroma darah ini adalah panggilan naluriah yang tidak bisa ditolak, sebuah dorongan genetik yang akan membuat mereka menjadi gila dan bersedia meluluhlantakkan segalanya hanya untuk menjilat satu tetesnya.

Tiran yang rasional tidak pernah mengotori tangannya sendiri jika ada alat yang bisa bekerja secara gratis.

"Masuk," perintah Wu Xuan dengan suara rendah.

Dari balik bayangan pilar-pilar menara, lima puluh orang prajurit muda dari militer Keluarga Wu muncul dan langsung berlutut dengan satu kaki, mereka mengenakan armor hitam. Mereka semua berada di Ranah Roh tahap awal. Kultivasi ini bukanlah yang terkuat di Wilayah Selatan, namun cukup cepat untuk melakukan misi rahasia, dan cukup rendah agar aura mereka tidak memicu alarm pertahanan para ahli Ranah Kuno di wilayah lain.

Wu Xuan tidak membalikkan badannya. Ia menggunakan Akar Spiritual Samudra Terdalam miliknya. Tabung kristal di tangannya terbuka. Cairan darah perak keemasan itu melayang ke udara, lalu terpecah menjadi lima puluh tetesan yang sangat presisi.

Masing-masing tetesan darah surgawi itu langsung dibungkus oleh bola air bertekanan tinggi yang sangat dingin, membekukannya menjadi mutiara-mutiara es kecil, mengunci seluruh aroma dan auranya di dalam.

Dengan satu jentikan jari, kelima puluh mutiara es itu melayang dan mendarat dengan aman ke dalam telapak tangan kelima puluh prajurit yang berlutut tersebut.

"Dengarkan perintahku baik-baik," gema suara Wu Xuan berubah menjadi diktator absolut, menekan jiwa kelima puluh prajurit itu hingga mereka menahan napas. "Gunakan altar teleportasi kuno ke perbatasan barat, lalu melesatlah secara manual menembus zona tribulasi pemisah wilayah menuju perbatasan Wilayah Utara."

Para prajurit menundukkan kepala mereka semakin dalam, mencengkeram mutiara es itu seolah memegang granat aktif.

"Menyusuplah ke dalam Hutan Glasial di utara, tempat ribuan suku beast tingkat rendah dan menengah bersarang," lanjut Wu Xuan, bibirnya melengkung membentuk senyuman iblis yang mematikan. "Sebarkan mutiara es itu dengan jarak seratus mil satu sama lain di sepanjang benteng perbatasan wilayah utara, lalu pecahkan es pelindungnya. Pastikan angin malam meniup aromanya mengarah langsung ke sarang para beast yang bersembunyi."

Mata kelima puluh prajurit itu membelalak, menyadari skala kengerian dari strategi sang Archduke.

"Begitu es itu pecah, darah itu akan bereaksi. Para beast di seluruh daratan es utara akan kehilangan akal sehat mereka," Wu Xuan menjelaskan dengan nada pelan namun bergema. "Mereka akan menerjang secara brutal, menuju tembok pertahanan Duke Bei Han, membentuk sebuah Gelombang Binatang Buas (Beast Tide) dengan skala yang belum pernah tercatat dalam sejarah utara."

Batin Wu Xuan menyeringai buas. 'Di Bumi, aku hanya bisa melakukan ini di game komputer bergenre Tower Defense. Mengumpulkan kawanan zombie lalu mengarahkannya ke base musuh. Tapi di sini? Oh, ini sangat nyata. Tanpa suaminya yang menghilang, Xu Mei akan kebingungan menghadapi jutaan monster liar yang tiba-tiba mengamuk. Dia harus memohon bantuan dari berbagai Wilayah.'

"Laksanakan perintah ini tanpa meninggalkan jejak. Jika kalian tertangkap..... kalian mengerti apa yang harus kalian lakukan bukan?," ancam Wu Xuan, menanamkan motivasi mutlak pada pion-pionnya.

"Kami mengerti dan kami bersumpah darah untuk Archduke! Perintah akan terlaksana malam ini juga!" kelima puluh prajurit itu berteriak tertahan, lalu seketika melesat pergi layaknya kawanan kelelawar malam, menghilang ke dalam kegelapan untuk menyalakan api kehancuran di wilayah seberang.

Wu Xuan tetap berdiri di balkon menara, menyisir rambut putih keemasannya ke belakang dengan jari-jarinya. Matanya menatap tajam ke arah langit utara yang damai.

Dalam beberapa hari ke depan, kedamaian di daratan utara akan digantikan oleh raungan jutaan monster, sungai darah, dan keputusasaan dari berbagai faksi wilayah utara.

"Tidurlah yang nyenyak malam ini, Xu Mei," bisik Wu Xuan, senyum mematikannya tersapu oleh angin malam yang dingin.

Bersambung...

1
Fajar Fathur rizky
thor gambar yan meli mana thor
EGGY ARIYA WINANDA: Nanti kalau wu xuan udah pulang ke selatan dinasti.
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 46
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 45 thor
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan licik orang yang mau meracuni klanya bikin bantai bikin orang yang mau meruntuhkan tambang spritual juga di bantal semua sampai tak tersisa bikin faksi ibu kota ketakutan bikin wuxuan meracuni semua anggota Kekaisaran great yan termasuk kedua leluhur itu bikin ranah kultivasi mereka turun sampai ranah primordial suci tahap awal bikin mereka menua
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan bikin pil racun yang menurunkan ranah kultivasi kedua leluhur itu sampai ranah primordial suci tahap awal thor bikin wuxuan licik
Fajar Fathur rizky
bikin semua orang yang di suruh itu mati oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
yan maier yang ada elu yg bakal di taklukkan oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
bikin Kekaisaran great yan bangkrut thor
Fajar Fathur rizky
bikin nanti bantai leluhur itu dan kaisar Kekaisaran great yan dengan cara paling kejam thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin wuxuan bantai para pembunuh itu dengan cara paling kejam thor bikin tubuh mereka jadi makanan hewan kontraknya
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor bab 44 thor
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 43 thor
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi wuxuan sampai ranah tinggi thor pengen liat dia bantai kaisar Kekaisaran great yan termasuk dua leluhur itu dan taklukin ibu suri itu thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin ranah kultivasi yan dobu dan yan chaoran turun sampai ranah primordial suci tahap awal
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 43 thor
Fajar Fathur rizky
nanti jika wuxuan jika sudah berada di ranah tribulasi dunia tahap puncak bantai kedua leluhur Kekaisaran great yan itu dengan cara paling kejam Dan keji thor
Fajar Fathur rizky
chapter 42 bikin wuxuan kejam kepada musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yantian dengan cara paling kejam mati di tangan rakyatnya sendiri
Fajar Fathur rizky
cepat bikin wuxuan bantai kaisar dan kedua leluhur Kekaisaran great yan dengan cara licik memberikan racun yang membuat ranah kultivasi kedua leluhur Kekaisaran great yan turun begitu juga ranah kultivasi kaisar yan turun
Fajar Fathur rizky
bikin nanti dinasty menjadi dinasty wu bukan yan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!