NovelToon NovelToon
Dicintai Seorang Gangster

Dicintai Seorang Gangster

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:417.5k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

"Bantu aku, maka aku akan mengingat kebaikan mu ini!" Ujar seorang pria yang menodongkan sebuah senjata ke perut Laela.

Mata Laela tentu saja membelalak lebar.
"Ba... baik!" jawab Laela gugup.

Apa jadinya jika perjalanan liburan sekolah Laela malah membuatnya bertemu dengan seorang bos mafia yang baru saja terluka dan melarikan diri dari para pembunuh bayaran yang mengincar nyawanya?

Setelah menolong pria itu, bagaimanakah cara pria itu membalas kebaikan yang ia janjikan pada Laela?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Sementara itu di rumah Zubaidah, Arman dan Saman masih menunggu di meja makan. Mereka di undang oleh Zubaidah untuk makan bersama. Tapi sudah saatnya makan malam, Laela tak kunjung keluar dari kamarnya.

Dari pelayan yang di perintahkan oleh Zubaidah untuk memanggil Laela, mereka baru tahu kalau ternyata Laela masih tertidur.

Zubaidah pun langsung menuju ke kamar Laela karena tak enak juga membiarkan Saman dan Arman menunggu.

"Gadis itu, dia pasti kelelahan. Jika kamu sudah lapar makan saja duluan Arman!" seru Saman santai.

Arman segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Tidak paman, aku akan menunggu Laela" jawab Arman.

Saman hanya tersenyum mendengar jawaban Arman. Menurut Saman sebagai paman Laela , memang tidak ada pria lain sebaik Arman yang pantas melindungi dan mendampingi Laela.

Di kamar Laela, gadis itu masih memeluk guling nya. Tidur Laela memang tidak ada anggunnya sama sekali. Tangan dimana, kaki dimana. Itu sudah biasa baginya, hingga Zubaidah hanya menggelengkan kepalanya.

Zubaidah duduk di sisi ranjang dan mengelus kepala Laela perlahan.

"Laela, bangunlah. Waktunya makan malam. Arman dan paman Saman mu sudah menunggu di meja makan!" ucap Zubaidah perlahan.

Merasa terganggu, Laela hanya menggeliat sedikit. Lalu kembali tidur. Zubaidah pun menghela nafasnya, dan langsung berkata dengan nada yang sedikit meninggi.

"Hoh, Kodir kau sudah datang!"

Dengan gelagapan Laela langsung bangun, dengan mata yang masih terpejam sebelah Laela langsung mengusap wajahnya dan menata rambutnya yang berantakan.

"Ayah...!"

Ucap Laela membuat Zubaidah terkekeh. Saat mata Laela terbuka semuanya dia lalu melihat ke sekitar mencari keberadaan sosok ayahnya. Tapi setelah menyusuri seluruh ruangan dia tidak melihat Abdul Kodir disana. Dan melihat neneknya tertawa, Laela tahu kalau neneknya mengerjainya.

"Bangun juga kamu, kalau sudah aku sebut nama ayahmu!" seru Zubaidah.

Laela hanya menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal dan menunjukkan nyengir kudanya pada sang nenek.

"Maaf nenek, aku lelah sekali. Aku berlari menyusuri hutan, tapi itu benar-benar pengalaman ku yang menyenangkan. Aku bahkan menceburkan diri ke sungai saat ada serigala...!"

"Serigala?" tanya Zubaidah dengan mata melotot.

Laela mengangguk.

"Iya nek, juga ada buaya. Itu seru sekali...!"

Tuing

Sebuah toyoran mendarat di dahi Laela. Ujung jari-jari tangan kanan neneknya mendarat mulus di kening Laela.

"Di kejar serigala dan buaya kok masih bilang itu seru. Laela lain kali jangan seperti itu ya, jangan juga pergi sendirian. Pokoknya selama kamu di sini, kalau mau kemana-mana Arman akan menemanimu. Nenek tidak mau ambil resiko apapun. Mengerti!" tegas Zubaidah dengan wajah yang serius.

Wajah serius Zubaidah itu membuat Laela sadar kalau sang nenek benar-benar sangat serius. Tapi Laela juga mengerti kalau neneknya melakukan itu untuk keselamatan nya.

Laela menunduk dan berkata.

"Iya nek!"

"Bagus, sekarang mandi. Tapi jangan lama-lama. Paman mu dan Arman sudah lama menunggu mu di meja makan, nanti makanannya dingin!" seru Zubaidah lagi.

"Baik nek!" jawab Laela patuh.

Laela pun segera bergegas mandi, ganti baju dan menyisir rambutnya dengan gerakan kilat.

Setelah itu dia menuju meja makan. Mereka pun makan malam bersama. Di rumah nenek Zubaidah ada peraturan, kalau saat makan tidak boleh ada yang bicara.

Setelah makan malam, Saman pulang. Arman juga akan pamit pulang tapi Laela menghampiri Arman.

"Bang Arman!" Seru Laela.

Arman yang sudah ada di ambang pintu, berbalik dan berhenti menunggu Laela yang sedang berjalan menghampiri nya.

"Bang Arman libur ya? tidak bertugas?" tanya Laela.

Arman pun mengangguk.

"Iya, selama kamu di sini aku libur!" jawab Arman terus terang.

Laela sedikit terkejut, dia bahkan sudah menekuk alisnya heran.

"Kok gitu?" tanya Laela.

"Iya, karena selama kamu di sini aku akan menemanimu kemanapun kamu pergi!" ucap Arman memberikan kode kode kecil pada Laela.

Laela tersenyum lebar.

"Asik, bang Arman baik banget sih. Kalau begitu besok kita jalan-jalan yuk. Aku lihat berita televisi tadi, ada bazar dan pertunjukan musik kan di lapangan kota. Kita besok ke sana ya?" tanya Laela antusias pada Arman.

Arman pun langsung mengangguk.

"Baiklah, jam sembilan besok pagi aku jemput kamu ya?" tanya Arman.

Laela langsung mengangguk dengan cepat. Dia sangat senang. Arman pun pulang ke rumahnya dan Laela kembali ke kamarnya untuk beristirahat.

Keesokan harinya...

Di kediaman Adnan, pagi-pagi sekali Zahra sudah berada di dapur. Dia menyiapkan makanan untuk sarapan Kabir. Kebetulan Zulaikha dan Rosemary juga masuk ke dapur.

"Wah, lihat Rose. Wanita yang hanya tahu makan dan tidur saja begitu putranya datang langsung menjadi wanita yang super sibuk cari perhatian. Cari muka!" seru Zulaikha.

Para asisten rumah tangga dan juru masak langsung saling melirik. Mereka tahu kalau sebenarnya kedua istri tuannya itu sangat tidak suka pada Zahra. Apalagi pada Anneke istri yang paling muda. Zulaikha dan Rosemary tak segan berbuat kasar secara fisik pada Anneke.

Zahra hanya diam dan melanjutkan apa yang dia kerjakan. Tapi karena kesal tak di tanggapi Zulaikha mengambil tempat garam dan menumpahkan semua garam yang ada di wadah itu ke dalam sup yang sedang di siapkan Zahra untuk Kabir.

Mata Zahra melebar, melihat hasil kerja kerasnya selama setengah jam di dapur jadi sia-sia. Zahra pun melihat Zulaikha dengan kesal.

Tapi Zulaikha malah memelototkan matanya lebih lebar dari Zahra.

"Apa!!" pekiknya dengan nada tinggi.

"Tidak usah cari muka. Kamu dan anakmu itu sama saja. Selalu cari muka di depan Mas Maaz!" kesal Zulaikha.

Tak mau membuat keributan dan ambil pusing pada sikap kasar dan menyebalkan Zulaikha. Zahra memilih keluar dari dapur. Toh masakannya untuk Kabir juga tidak akan bisa dia sajikan untuk putranya itu.

Namun saat Zahra berjalan menuju ke arah luar dapur. Rosemary sengaja menjagalnya dengan kakinya. Zahra nyaris saja terjatuh kalau asisten rumah tangga yang berdiri disana tidak menahannya.

"Nyonya Zahra, anda baik-baik saja?" tanya asisten rumah tangga itu.

Zahra mengangguk. Dan mengucapkan terimakasih dengan bahasa isyarat tangannya.

Rosemary sangat tidak senang, dia mendekati asisten rumah tangga yang menolong Zahra lalu menamparnya.

"Rasakan itu, dasar para penjil4t!" serunya lalu keluar dari dapur.

Tak lama Zulaikha juga mengikuti Rosemary keluar. Zahra merasa sangat tidak enak pada asisten rumah tangga nya itu.

*Lain kali jangan bantu aku. Nanti kamu bisa celaka.

Zahra mengatakan hal itu dengan bahasa isyarat pada asisten rumah tangga nya. Tapi sang asisten rumah tangga malah tersenyum.

"Tuan Kabir yang meminta saya menjaga anda nyonya! Anda tenang saja, tuan Kabir tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada saya dan juga anda, nyonya!" bisik asisten rumah tangga itu pada Zahra.

Zahra pun tersenyum. Dia merasa sangat tenang. Karena sang putra benar-benar bisa di andalkan.

***

Bersambung...

1
syh 03
seru ih..berasa ntn film si cowok naik ke balkon demi nemuin cewenya 😊
syh 03
cinta segi tiga ini mah 😆
syh 03
aga laen emang laela ini..kita mah trauma klo ketemu hewan buas dia mah bahagia 😅
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
syh 03
bnyk bgt istrinyaa ampun dahhh 😒
mei
ceritanya seru tp sayang endingnya kurang memuaskan, ortu laela diboyong ke LN..lalu kabar ibunya kabir sendiri??

thanks ya atas karyanya
+52
plok2nya ga ada 😗😗😗
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Duh kenapa Laela ninggalin bukti,Kenapa buang semua sampah2 itu terlebih dahulu sebelum pergi...
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo mau kabur ya kabur aja sendiri,Ngapain ngajak Laela..
Noer Row_ling: ho'oh ya kan 🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Lagi tegang-tegangnya aku baca malah langsung ngakak,Kenapa harus jepit bulu ketiak? bukan bulu hidung?? 🤣🤣🤣😜😜
Noer Row_ling: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Umur 19 tahun baru lulus SMA?? ku anggap Laela masuk sekolahnya lambat, Seharusnya 19 tahun itu udah kuliah, seumuran anak gadis ku..
Mampir Thor 🙋
Noer Row_ling: ho'oh telat dia masuk SD nya 🤭
total 1 replies
Ran Aulia
ceritanya bagus, seru, tegang, komedi, romantis juga terharu 😍😍😍😍😍
terimakasih author

👍👍👍👍👍👍
Ran Aulia
👍👍👍
Ran Aulia
😂😂😂😂😂 refleks bacanya berirama
Sandisalbiah
sangat memuaskan
Sandisalbiah
happy ending.. tp gak puas krn pengenya lihat Laela hidup bahagia dgn Kabir sampe punya beby gitu.. makasih thor.. karyamu luar biasa...
Sandisalbiah
sumpah.. part ini terlalu banyak bawang 😰😰.. tengah malam awak nagis diem² ..hahh. thor.. tega bannget... sport jantung awa di buat..
Sandisalbiah
ternyata Arman sangat egois.. dia tau dan peka akan oerubahan Laela tp dia mengabaikanya... benarkah yg dirasakanya terhadap Laela itu cibta atau hannya sekedar obsesi dan ambisi utk memiliki Laela.. krn cinta sejati akan mengiklaskan yg tercinta utk bahagia walau bukan dgnnya.. seperti cinta Kabir kpd Laela kan?
Sandisalbiah
kanapa harus mementingkan nama baik Abdul kodir.. kamu seorang ayah, tdkah hatimu tersentuh melihat penderitaan putrimu... dia yg lebih mudah tp bersikap dewasa demi kalian para orang tua dgn mengesampingkan ego dan mengorbankan rasa cintanya... tp kau.. ayahnya terlalu mementingkan ego dan nama baik... dasar konyol.. semoga kau tak menyesal saat hal buruk benar² terjadi pd Laela..
Sandisalbiah
alibi Kabir sangat bagus sehingga dpt mematahkan kecurigaan Maaz adnan.. dan Zulaika.. semoga ada yg bisa membungkam mulut sampahnya..
Sandisalbiah
wow.. jgn bilang Kabir menikahi Kaira saat dia gak sadar..? gak sah dong kan gak ada walinya... krn bukan ayah Kaira yg menikahkan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!