NovelToon NovelToon
Dendam Cinta Sang Mantan

Dendam Cinta Sang Mantan

Status: tamat
Genre:Obsesi / Tamat
Popularitas:52.8k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Sakit hati terkadang membuat orang lupa. Hingga yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Adilkah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DCSM bab 8

Ku lirik jam yang tergantung didinding. Jam 15.20 menit. Sudah lebih dari jam ku bekerja. Ku hampiri mbak Buna selaku rekan ku di dapur bersih. Anggap saja sebagai pengalihan tanggung jawab untuk dapur depan kepadanya karena jam ku sudah selesai.

"Mbak, aku pulang duluan ya. Untuk bahan bumbu bumbuan sudah aku siapkan. Tanggal blender semuanya terus dimasak. Andai nanti ramai, minta tolong masukin saja ke chiller. Biar besok pagi ku kerjakan. Terus gula buat minuman juga barusan matang. Tinggal yang gula buat sirup ya mbak. Masih ada seperempat toples sih."

"Ok sip lah Ar, nanti ku terusin sisanya. Ku terusin dulu ini bikin kulit lumpia sama bahan isinya sekalian. Kulihat tadi tinggal 5 lembar aja kulitnya."

"Hehe, iya mbak. Tadi aku belum sempat bikin memang. Ya sudah, aku pamit duluan ya mbak."

"Ya." Ucapnya.

Setelah berpamitan dengan teman temanku di kawasan dapur. Ku langkahkan kaki melewati gang samping resto lewat belakang mushola menuju ke kantor hotel.

Di lobi luar nampak Mas Eksan sedang duduk bercengkrama dengan Mas Wawan. Entah apa yang mereka bicarakan nampak sangat serius.

"Mas." Panggil ku sambil terus melangkah mendekat.

"Eh sudah bebas tugas Ar?, em disini aja ya kita ngobrol nya. Tak apa kan?"

Aku mendudukkan diri disamping Mas Eksan. Menatap televisi yang menyalah di dinding. Mas Wawan beranjak pergi ketika kami hanya berdiam untuk sesaat.

"Ada apa sih, mas?" Helaan nafas ku dengar.

Mas Eksan menoleh kearahku dan mulai berbicara.

"Hubunganmu dengan Imam, gimana?"

"Baik mas, semua sama seperti semula. Ada apa sih?" Aku penasaran, pasti. Apalagi aku melihat kecanggungan dan getaran rasa gugup yang terlihat dari Mas Eksan.

"Andai, kamu tidak begitu mencintainya. Sebaiknya kamu melepaskan diri."

Kutatap Mas Eksan dengan tak percaya. Seolah apa yang ku dengar barusan bukan dirinya yang berucap. Selama ini, Mas Eksan dan Imam selalu bersama. Bahkan sebutan mereka adalah bapak dan anak. Tapi kenapa kalimat itu yang keluar dari bibir Mas Eksan. Atau aku disini yang tidak pantas untuknya?

"Maksudnya? ini gimana maksudnya Mas. Aku benar-benar tak mengerti arah kata kata Mas tadi."

Hufft.

"Apa yang kamu dengar itu benar, Ar. Aku menyuruhmu meninggalkannya."

"Apa alasannya Mas Eksan menyuruhku begitu?" Semua harus jelas bagitu. Tak mungkin Mas Eksan menyuruhku tanpa ada alasan dan aku harus tau itu.

"Aku terikat janji untuk tidak memberitahukan pada siapapun. Mungkin aku memang tak akan bisa menceritakan secara gamblang padamu. Kau dan dia sama-sama berarti buatku. Kau tau Ar, aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri. Aku tak ingin melihat hal buruk terjadi padamu suatu hari nanti. Tapi aku juga tak bisa mencegah apa yang akan terjadi karena cinta kamu terlihat besar padanya. Aku tak ada hak untuk memutuskan itu. Tapi aku minta kamu memikirkannya lagi."

Aku menghela nafas pelan. Kulihat Mas Wawan dan Hanto menatapku dari balik jendela dalam kantor. Posisiku dan Mas Eksan masih berada di lobi samping bagian luar kantor.

Dari tatapan mereka aku pun bisa merasakan ada hal yang mereka sembunyikan dariku. Tentang Imam.

"Aku akan pikirkan semuanya, Mas. Tapi sebelum aku mendapatkan jawaban dari rasa penasaran atau bukti yang membuat ku yakin. Aku belum bisa berjanji akan melakukannya."

Mas Eksan mengangguk. "Aku tau, kamu tak akan muda percaya dengan perkataan orang lain tanpa adanya bukti. Tapi seperti yang ku katakan, aku tak bisa membantumu dalam hal ini. Hanya sebatas ini kami mengingatkanmu. Aku berdiri diantara kalian berdua, susah untuk aku menentukan kemana arah lenganku menggenggam. Pulanglah!! ingat, pembicaraan ini jangan sampai keluar. Jika kamu menginginkan bukti."

Aku mengangguk, setelahnya berdiri dan pergi meninggalkan lobi dengan pikiran yang masih diliputi tanda tanya besar dibenakku. Aku hanya melempar senyum pada Mas Wawan dan Hanto. Aku juga sempat menolak tawaran mereka untuk mengantarkan ku pulang

1
gaby
Baru gabung karena baru ktemu. Ko Bab ini ga ada percakapannya?? Cm narasi doang isinya.
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
kalau hati kita sangat mencintai seseorang gak bakal sanggup kita berpisah darinya ar
⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈
semua karena cinta.🎶🎶.. semua karena cinta.. 🎶🎶 yang mampu membuatku dapat berdiri tegak walau melihatmu bejat🎶🎶🎶🎶
iis
sakit sudah pasti
iis
imam punya perasaan gak sih
iis
atau bagai mana inib
iis
apa imam selingkuh
iis
apa yang sebenarnya terjadi
iis
jadi punya ide buat menu hari ini 🤭🤭
iis
imam tidak mau kamu kepikiran dan khawatir
LeonyAndrea
Wehhh, mas Eksan maen ngekor aja makan bakso disitu 😁 Jangan-jangan, mas Eksan memang ngikutin mereka yaa😁
LeonyAndrea
Wehh, bisa-bisanya imam kau bersikap seolah kemaren tak terjadi apa-apa dengan kalian. Maen cium² pipi Ar sembarangan
LeonyAndrea
Mas Dian jadi keppo kan Ar. Apa sebenarnya hubungan kalian..Mungkin heran juga, kenapa sikap kamu seolah biasa saja waktu melihat imam dekat dengan anak magang itu.
iis
enak yah kerja nya klau begitu
iis
17 tahun bukan maen
iis
memiliki sakit di lepas sakit aku milih di lepas
iis
heeh banget
..
Yuk Njut
☠ᵏᵋᶜᶟ 🥚⃟♡ɪɪs▵꙰ᵃⁱˢ𝐘ᵃ🇭⃝⃟♡🍆
bagus 👍👍👍 keren
𝓙𝓮𝓷𝓪
Next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!