Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.
Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jejak Lama Yang Membawa Ke Tempat Baru
Bab 22
Hari hari berlalu menjadi minggu dan minggu berubah menjadi bulan. Perlahan lahan keadaan keluarga kami mulai membaik meskipun tidak secepat yang kami harapkan. Berkat bantuan pengacara yang jujur dan dapat dipercaya yang direkomendasikan oleh kenalan Alena kami berhasil membatalkan sebagian besar perjanjian yang dibuat secara tidak sah oleh Vanessa atas nama Ayah. Beberapa orang yang terlibat dalam kelompok penjahat itu berhasil ditangkap oleh pihak berwenang berkat bukti bukti yang kami serahkan namun sebagian besar lainnya termasuk orang orang yang memimpin kelompok itu masih buron dan menghilang tanpa jejak. Vanessa sendiri tidak pernah ditemukan di mana pun seolah olah ia benar benar menghilang dari muka bumi ini tanpa meninggalkan satu jejak pun yang bisa diikuti oleh siapa pun.
Setiap hari saat berjalan di dalam rumah atau bepergian ke luar rumah aku sering merasakan seolah olah ada pasangan mata yang mengawasiku dari kejauhan dari balik jendela gedung dari balik kerumunan orang atau dari dalam mobil yang melintas perlahan di sepanjang jalan yang kutempuh. Kadang kadang ada surat yang datang tanpa nama pengirim berisi kalimat kalimat yang mengancam agar kami berhenti menyelidiki hal ini dan tidak ikut campur urusan orang lain. Kadang kadang ada telepon yang berbunyi namun saat diangkat tidak ada suara yang terdengar di ujung telepon seberang hanya keheningan yang panjang dan dingin yang membuat bulu kuduk berdiri karena merasakan niat jahat yang tersembunyi di balik keheningan itu. Namun kami tidak pernah membiarkan hal hal seperti itu membuat kami takut atau mundur selangkah pun. Setiap kali ada ancaman yang datang kami segera mencatatnya melaporkannya kepada pihak berwenang dan memperketat pengawasan di sekeliling rumah dan di sekeliling setiap anggota keluarga.
Suatu hari saat aku sedang berjalan pulang dari pertemuan singkat dengan Alena di sebuah tempat yang cukup ramai aku melihat sekilas sesosok bayangan yang sangat kukenal berdiri di balik pilar besar di seberang jalan. Wajah itu pucat dan mata itu tajam penuh kebencian yang tidak pernah berubah sedikit pun meskipun waktu terus berlalu. Itu adalah Vanessa. Ia mengenakan pakaian yang berbeda dan rambutnya yang dulu panjang kini dipotong pendek dan berwarna lain namun wajah dan tatapan matanya tidak bisa berubah. Saat ia menyadari bahwa aku melihatnya ia segera berbalik dan menghilang di balik kerumunan orang dengan cepat seolah olah ia tidak pernah ada di sana. Aku berlari menyeberangi jalan untuk mengejarnya namun yang kutemukan hanyalah keramaian orang yang terus berjalan berkelanjutan tanpa ada yang tahu ke mana arah perginya gadis yang baru saja berdiri di sana.
Aku segera menceritakan hal itu kepada keluarga saat aku pulang ke rumah. Mendengar hal itu wajah mereka semua berubah menjadi serius dan tegang. Kakak Arka segera memperketat pengawasan di sekeliling rumah dan menambah jumlah orang yang menjaga setiap pintu masuk dan keluar. Ayah berkata dengan suara yang tegas namun tetap tenang jika ia benar benar masih ada di sini dan berani muncul kembali berarti rencana mereka belum berakhir dan mereka sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar dan lebih berbahaya dari sebelumnya. Kita harus bersiap untuk segala kemungkinan dan tidak boleh lengah sedikit pun. Kehadirannya kembali adalah tanda bahwa mereka belum menyerah dan mereka masih menginginkan sesuatu yang belum mereka dapatkan dari keluarga ini.
Sejak hari itu kewaspadaan kami meningkat menjadi dua kali lipat. Tidak ada yang bepergian sendirian tidak ada yang membuka pintu untuk orang yang tidak dikenal dan tidak ada yang menerima benda apa pun dari orang asing tanpa memeriksanya dengan teliti terlebih dahulu. Setiap orang yang bekerja di dalam rumah juga diberi tahu tentang bahaya yang mengancam agar mereka juga ikut waspada dan segera melaporkan hal hal yang mencurigakan kepada kami. Kami tahu bahwa semakin dekat mereka menuju tujuan yang belum tercapai semakin berani dan semakin nekat langkah langkah yang akan mereka ambil.
Sementara itu kami terus berusaha memulihkan nama baik dan harta keluarga kami dengan sabar dan tekun. Setiap hari ada hal hal baru yang harus dihadapi ada hal hal yang menyenangkan dan ada hal hal yang menyedihkan. Namun kami menghadapi semuanya bersama sama dengan kepala tegak dan hati yang terbuka. Tidak ada lagi yang saling menyalahkan tidak ada lagi yang saling menyembunyikan kebenaran dan tidak ada lagi yang merasa kesepian di tengah tengah keramaian. Kami belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta benda yang dimiliki melainkan pada kasih sayang dan kepercayaan yang terjalin kuat di antara anggota keluarga satu sama lain. Bahkan jika seluruh harta kami diambil kembali oleh orang lain selama kami tetap berdiri bersama kami tidak akan pernah miskin karena kami memiliki kekayaan yang tidak bisa diambil oleh siapa pun yaitu kasih sayang yang tulus dan persatuan yang kokoh.
Suatu sore Alena datang membawa berkas berkas tua yang baru saja ia temukan di tempat penyimpanan dokumen lama yang terletak jauh di pusat kota. Berkas berkas itu ternyata berisi catatan sejarah tentang pendirian kelompok penjahat itu puluhan tahun yang lalu. Ternyata pendiri kelompok itu adalah seorang kerabat jauh dari kakek kami yang dulu juga orang kaya yang jatuh miskin karena kesalahan yang dilakukan oleh orang yang tidak jujur. Namun alih alih mencari keadilan dengan cara yang benar ia justru memilih jalan yang salah yaitu merampas kembali apa yang dianggapnya miliknya dengan cara apa pun tanpa mempedulikan siapa yang terluka di sepanjang jalan. Ia mengumpulkan orang orang yang juga merasa dirugikan oleh dunia dan membentuk kelompok itu dengan janji akan mengambil kembali segala sesuatu yang pernah diambil dari mereka. Dari generasi ke generasi kelompok itu terus tumbuh dan berkembang namun niat awal yang dulu sempat terasa sedikit masuk akal perlahan hilang digantikan oleh keserakahan dan kekejaman yang tidak ada batasnya.
Di dalam berkas berkas itu juga tertulis nama nama orang yang memegang kendali penuh atas segala sesuatu yang dilakukan oleh kelompok itu. Nama yang tertera di sana membuat Ayah tertegun dalam diam yang panjang. Pemimpin tertinggi kelompok itu yang selama ini bersembunyi di balik bayang bayang dan nama nama palsu ternyata adalah orang yang pernah dikenal oleh kakek kami dengan nama yang berbeda. Orang itu adalah kerabat yang dulu sering datang ke rumah kami saat Ayah masih kecil dan sering memberikan hadiah kepada kami semua dengan senyum yang tampak ramah dan tulus. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa di balik senyum itu tersembunyi hati yang penuh dengan kebencian dan rencana balas dendam yang disusun selama puluhan tahun.
Ayah menceritakan kepada kami bahwa kakek kami dulu pernah menolong orang itu saat ia jatuh miskin dan memberinya tempat tinggal serta modal untuk memulai usaha yang baru. Namun orang itu justru merasa bahwa apa yang diberikan kepadanya hanyalah sebagian kecil dari apa yang sebenarnya menjadi haknya dan yang telah dirampas oleh kakek kami di masa lalu yang jauh sebelum Ayah lahir. Kakek kami tidak pernah mengetahui perasaan itu dan terus memperlakukannya dengan baik hingga suatu hari orang itu pergi secara tiba tiba tanpa pamit dan sejak saat itu tidak pernah ada yang mendengar kabar darinya lagi hingga kini. Semua yang terjadi pada keluarga kami bukanlah kebetulan semata melainkan buah dari benih kebencian yang ditanam puluhan tahun yang lalu dan kini tumbuh menjadi pohon yang penuh dengan racun yang siap merobohkan apa pun yang berdiri di dekatnya.
Mendengar hal itu kami semua terdiam menyadari betapa besarnya masalah yang sebenarnya sedang kami hadapi. Ini bukan sekadar pertarungan antara satu keluarga dan sekelompok penjahat. Ini adalah pertarungan antara dua jalan yang berbeda yang telah berjalan berdampingan selama puluhan tahun. Satu jalan berjalan di atas kebaikan dan kejujuran meskipun perlahan dan kadang terjatuh. Jalan yang lain berjalan di atas kebohongan dan kekerasan sehingga terlihat cepat dan kuat namun sebenarnya rapuh dan penuh dengan bahaya di setiap langkahnya. Sekarang kedua jalan itu bertemu kembali di satu titik dan pertarungan terakhir tidak bisa lagi dihindari oleh salah satu pihak.
Aku membuka peta kota yang tergantung di dinding ruang kerja Ayah dan menandai gedung tua yang berdiri sendirian di pinggiran kota yang menjadi pusat dari semua titik yang kami temukan. Ternyata gedung tua itu dulunya adalah milik ayah dari orang yang kini menjadi pemimpin kelompok itu dan gedung itu pernah diwariskan kepadanya sebelum jatuh ke tangan orang lain karena hutang yang belum dibayar puluhan tahun yang lalu. Ia kembali ke tempat yang paling dikenalnya dan tempat yang paling diingat olehnya sebagai tempat terakhir yang dimilikinya sebelum semuanya hilang. Di sanalah ia bersembunyi di tempat yang penuh dengan kenangan masa lalu yang penuh kepahitan dan kebencian.
Semakin banyak hal yang kami ketahui semakin jelas terlihat bahwa kami tidak sedang menghadapi sekumpulan penjahat biasa yang hanya menginginkan uang. Kami sedang menghadapi seseorang yang membiarkan kebencian memakan hatinya selama puluhan tahun dan yang menghabiskan seluruh hidupnya hanya untuk satu tujuan yaitu menghancurkan apa pun yang berhubungan dengan keluarga kami. Uang harta benda dan kekuasaan hanyalah alat baginya untuk mencapai satu tujuan utama yaitu membalas dendam kepada keluarga kami yang dianggapnya sebagai sumber dari segala penderitaannya. Semakin lama ia menunggu semakin dalam rasa benci itu tertanam dan semakin kejam cara yang dipilihnya untuk melampiaskannya.
Malam itu aku menuliskan segala hal yang baru saja kami ketahui di dalam buku catatanku. Aku menuliskan bahwa jejak yang kami ikuti ternyata membawa kami kembali ke masa lalu yang lama terlupakan dan ke tempat yang sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari sejarah keluarga kami. Aku menuliskan bahwa pertarungan yang kami hadapi hari ini bukanlah pertarungan yang baru saja dimulai melainkan pertarungan yang lama tertunda yang akhirnya harus diselesaikan di zaman kami. Namun aku juga menuliskan bahwa hal ini tidak membuat kami takut justru sebaliknya semakin banyak yang kami ketahui semakin kuatlah tekad kami. Kami tahu dari mana mereka berasal dan kami tahu apa yang mereka inginkan. Dan yang paling penting kami tahu bahwa jalan yang kami tempuh adalah jalan yang benar dan tidak ada jalan yang benar yang akan kalah pada akhirnya tidak peduli seberapa lama waktu yang dibutuhkan dan seberapa besar rintangan yang menghadang di depannya.
Aku menutup buku catatanku dan menatap ke arah peta kota yang tergantung di dinding ruang kerja Ayah dengan tanda lingkaran kecil di tempat gedung tua yang berdiri sendirian di pinggiran kota itu. Di sanalah kemungkinan besar pertarungan besar akan terjadi. Di tempat yang penuh dengan kenangan masa lalu dan rahasia yang lama tersembunyi. Namun kami tidak akan pergi ke sana dengan rasa benci dan dendam seperti yang mereka lakukan. Kami akan pergi ke sana membawa kebenaran keadilan dan keinginan untuk mengakhiri segala penderitaan ini sekali untuk selamanya. Langkah selanjutnya akan menjadi langkah yang paling berani dan paling berbahaya namun kami semua sudah siap melangkah bersama sama tidak ada yang tertinggal di belakang.
Keesokan harinya kami berkumpul kembali di ruang kerja Ayah untuk menyusun rencana yang lebih rinci. Kakak Arka berpendapat bahwa kita harus mengawasi gedung tua itu terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum mengambil langkah apa pun agar kita mengetahui berapa banyak orang yang menjaganya jam berapa pergantian penjaga terjadi dan dari mana saja orang orang yang datang ke sana berasal. Pendapat itu disetujui oleh semua orang karena tidak ada yang ingin terburu buru masuk ke dalam perangkap yang sudah disiapkan dengan sangat hati hati selama bertahun tahun.
Selama beberapa hari berikutnya orang orang yang dipercaya oleh Kakak Arka mengawasi gedung tua itu dari jarak yang aman dan tidak terlihat. Mereka melaporkan bahwa setiap hari ada beberapa mobil yang datang dan pergi pada waktu yang hampir sama setiap harinya. Tidak ada yang tinggal lama di sana dan setiap orang yang masuk selalu diperiksa dengan teliti sebelum diizinkan masuk. Pintu gerbang utama selalu dijaga oleh dua orang yang tampak waspada dan siap siaga setiap saat. Tidak ada jendela yang terbuka dan tidak ada suara yang terdengar keluar dari dalam gedung seolah olah seluruh bangunan itu menahan napas agar tidak ada yang mengetahui rahasia apa yang tersembunyi di balik dinding tembok yang tebal dan gelap itu.
Namun ada satu hal yang menarik perhatian pengawas kami. Setiap malam pada waktu yang hampir sama sebuah mobil tua yang berwarna gelap selalu datang ke pintu belakang gedung yang tersembunyi di balik semak semak yang lebat. Mobil itu tidak berhenti lama hanya beberapa menit saja lalu segera pergi dengan cepat. Tidak ada yang tahu siapa yang datang atau apa yang dibawa masuk ke dalam gedung pada waktu yang sunyi itu. Hal ini membuat kami semakin yakin bahwa ada sesuatu yang sangat penting atau sesuatu yang sangat rahasia yang sedang dilakukan di bagian belakang gedung itu di tempat yang paling tersembunyi dari pandangan siapa pun.
Aku membayangkan Vanessa mungkin berada di sana di tempat yang paling tersembunyi itu. Aku membayangkan wajahnya yang penuh kebencian dan matanya yang selalu mencari cara untuk menyakiti orang lain. Namun aku tidak lagi merasa takut seperti dulu. Rasa takut itu telah berubah menjadi tekad yang kuat untuk mengakhiri penderitaan banyak orang. Aku tahu bahwa di balik wajah yang tampak kuat dan kejam itu tersembunyi hati yang lemah dan penuh ketakutan karena orang yang benar benar kuat tidak perlu menyakiti orang lain untuk merasa kuat. Orang yang benar benar kuat adalah orang yang mampu melindungi orang lain dan mampu memaafkan orang yang menyakitinya.
Malam itu sebelum tidur aku berdiri di depan jendela kamarku yang kini kembali luas dan terang menatap ke arah langit malam yang bersih dan penuh bintang. Di kejauhan di arah pinggiran kota yang gelap gedung tua itu berdiri sendirian menunggu hari pertemuannya dengan kami. Aku berjanji di dalam hatiku bahwa pertemuan itu akan menjadi pertemuan terakhir dari masa lalu yang penuh kesedihan dan kesakitan. Setelah itu akan lahir masa depan yang baru yang bebas dari bayang bayang kebencian dan dendam yang diturunkan dari generasi ke generasi. Aku berjanji akan memutus rantai kejahatan itu di tanganku sendiri agar tidak jatuh ke atas pundak orang orang yang belum lahir di masa depan.
Bersambung...