WARNING DILARANG BOOM LIKE
SPAM PROMO SILAKAN
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN IG OTHOR_SII_TOMBOI
Apa jadinya seorang casanova berstatus duda itu terjerat cinta pada seorang gadis bar-bar dengan potongan rambut ala mullet.
Pertemuannya itu terjadi saat ia sedang melakukan suatu hal di ruangan kerja kantor miliknya. Namun, sialnya kepergok oleh seseorang yang bekerja di kantornya.
Bahkan gadis tersebut mampu membuat putranya yang berhati dingin bisa tertawa lepas. Setelah tujuh tahun ia mengabaikannya.
Yang mana ia di hadapan kenyataan bahwa gadis yang bekerja di kantornya itu tak mudah ditaklukkan. Mengingat ia sendiri yang mendapat julukan duda casanova.
Bisakah ia mendapatkan hati dari gadis bar-bar yang telah berhasil membuat putranya tersenyum kembali.
Kisah perjalanan mereka di warnai dengan tingkah laku dari gadis bar-bar yang melekat di dalam dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon othor_si_tomboi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rewindra Yang Tak Pernah Puas
Bunyi ponsel Rewindra bergetar yang membuatnya menatap heran ke arah layar di mana ia menempatkan sebuah kamera pengintai di ruangan miliknya.
Mengapa dia bisa masuk ke dalam ruangan milikku, dan juga … Arghh si'alan kenapa aku bisa lupa dan bahkan membuangnya sembarangan. Pantas saja gadis itu mengomel, apalagi wajahnya begitu terlihat ….
Terlalu memikirkannya sampai-sampai Rewindra tak menyadari bahwa ia telah mengagumi gadis bar-bar itu secara diam-diam, membayangkan wajah dari gadis itu tanpa sadar sesuatu yang sesak berdiri menantang langit, dan sialnya yang sedang berdiri di bagian bawah perutnya meminta untuk lampiaskan.
Untuk menyembunyikan dari Louser. Rewindra terpaksa membohongi asisten pribadinya yang akan meminta semua data mengenai karyawan kantornya, dan juga ia menyuruh asisten mencari seseorang yang bisa dilampiaskan hasratnya yang mencapai ubun-ubun.
“Ser!” panggil Rewindra pada Louser, sambil tangannya bergerak memasukkan ponsel ke dalam saku jas yang di pakai itu.
“Ya, Tuan,” sahut Louser yang matanya tetap fokus ke arah jalanan.
“Emailkan semua data karyawan kantor, Ser!” titahnya sambil memegang kepala karena sedang merasakan berdenyut-denyut karena dia terus meronta-ronta untuk minta dilampiaskan.
“Baik apa ada lagi, Tuan?” tanya Louser.
“Sebelum sampai ke mansion bisakah kau mencarikanku seorang wanita, Ser?” jawab Rewindra dengan bertanya balik.
Tak menjawab pertanyaan dari Rewindra. Louser mencemaskan Rolando. Sebagai seorang asisten ia sendiri dapat menebak bahwa anak majikannya itu benar-benar merindukan seorang kasih sayang dari ayah. “Apa, Tuan Muda kecil nanti tak mencari keberadaan Anda, Tuan?”
“Kau jangan bawel, Ser!” protes Rewindra dengan bibir mencebik. “Apa mau ku kirim ke luar negeri?”
Mendengar ancaman dari Rewindra. Mau tak mau Louser melajukan mobil yang di kendarai olehnya ke tempat biasa Tuannya memesan seorang wanita.
Membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit kemudian. Mobil tersebut tiba di tempat seperti biasa. Tak lupa Louser terus mengekori Rewindra yang sedang berjalan memasuki tempat tersebut.
“Pesankan aku seperti biasa, Ser!” titahnya sambil tak lupa memberi Louser peringatan. “Ingat jangan wanita yang sama.”
Sementara ia sendiri berjalan ke arah kamar yang telah dipesan sambil menunggu kedatangan seorang wanita untuk dilampiaskan olehnya yang sedari tadi meronta-ronta.
Kau itu kenapa nakal sekali sudah siang merasakan kenikmatan surga dunia. Sekarang aku harus menidurimu kembali. Menyusahkan!
Memarahinya yang telah membuat ia berd3nyut-d3nyut karena s3njat4nya begitu hebat bisa berdiri tegak.
Sekitar lima belas menit menunggu, Louser pun mengetuk pintu kamar yang dipesan dengan membawa seorang w4nita *3**1 untuk memu4skan napsunya yang telah diubun-ubun.
“Tuan ….”
“Apa kau sudah mengatakan peraturan itu padanya, Ser?” Rewindra enggan menjawab panggilan Louser. Namun, ia memberinya pertanyaan.
“Sudah, Tuan.” Louser menjawabnya sambil berpamitan pada Tuannya. “Kalau sudah tak ada lagi yang dibutuhkan. Saya menunggu Anda di mobil.”
Rewindra menyuruh wanita itu untuk menuntaskan ha.srat napsunya tanpa berlama-lama. Ia terlebih dahulu memulai permainan tersebut dengan menge'cup ke seluruh bagian semua sampai meninggalkan sebuah tanda keunguan.
Sambil tak lupa tangannya bergerak melepaskan benda bulat yang sama kembarnya, melemparkan dengan asal yang mana membuatnya begitu ra.kus menye.sapnya tanpa ampun.
Rewindra begitu menggila wajah dari seorang gadis yang tak sengaja bertabrakan dengannya. Tanpa sadar membuatnya terus membayangkan bisa bercinta dengan gadis tersebut.
Setelah membuat wanita itu tak berdaya, tiba-lah giliran ia benar-benar ingin dilampiaskan. Matanya terpejam saat tengah menikmati permainan yang dilakukan oleh wanita tersebut.
Tak ingin berlama-lama Rewindra membalik keadaan kembali. Saat ini ia sedang memasukkan senjata miliknya dengan atasnya telah dipasangi oleh sesuatu.
Setelah terbenam seluruh ia pun mulai melakukan permainan dengan suara ribut-ribut dari keduanya yang begitu sangat menggelora.
Membutuhkan waktu sekitar dua jam kemudian Rewindra telah selesai melampiaskan ha.srat napsu yang saat ini ia sendiri sedang berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri setelah pergulatan panas tersebut.
kenapa papa nya mengeluh anak nya tdk ikut mencari cucu nya. sedangkan dia tdk kasih kabar ke anak nya kalau cucu nya hilang