NovelToon NovelToon
Istri Baru Tuan Arnold

Istri Baru Tuan Arnold

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: syehalea

follow ig author: @bungadaisy206
Ana tidak jelek. Dia adalah gadis yang sangat cantik. Tapi kenapa Ana tak kunjung menikah? Kata orang, Ana digantung waris oleh mantan pacarnya. Sebagai penangkal mitos itu, Ana harus rela dijodohkan dengan anak dari sahabat ayahnya. Ana yang tidak punya pilihan, dia pun menerima pernikahan itu. Pernikahan yang diatur oleh keluarganya dan keluarga calon suaminya.

Yuks ikuti kisah cinta dan kehidupan rumah tangga 2A (Ana dan Arnold) dalam novel Istri Baru Tuan Arnold karya Syehalea.
IG : @bungadaisy206

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syehalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Villa

Perjalanan yang cukup melelahkan. Ana merasakan pinggangnya sakit dan pinggulnya sedikit kebas, otot-otot tubuhnya kaku mati rasa. Matanya sedikit berair, rasa kantuk menderanya tidak tertahankan. Ana jarang berpergian jauh, tak heran jika ia lelah berkepanjangan.

Ana memiliki riwayat mabuk perjalanan yang sangat buruk. Itulah yang menyebabkannya mual dan muntah terus-menerus. Ia benar-benar gadis yang menyusahkan Arnold selama di pesawat.

Sesampainya di kota Surabaya, mereka berdua tidak mampir kemanapun. Selain hari sudah malam, keadaan Ana yang sangat lemah tidaklah memungkinkan. Arnold membawa Ana ke Villa Peony miliknya, Villa mewah berkonsep natural bergaya minimalis modern. Ada gerbang tinggi kokoh yang menjulang dengan deretan pepohonan hijau dan bunga Lily putih di baliknya.

Mobil Lamborghini Veneno berhenti tepat di depan villa. Villa itu dipenuhi kaca yang dirangka dengan kayu coklat tua. Ada sepasang suami-istri dan beberapa pelayan muda menyambut kedatangan mereka. Buk Ninik dan pak Leo adalah kepala pelayan di Villa Peony. Mereka berdua orang kepercayaannya keluarga Arnold.

Buk Ninik yang pendek dan gemuk begitu serasi dengan suaminya pak Leo yang kekar dan perkasa. Ada Mimi yang tinggi kurus dan Rita yang berbadan sintal, mereka berdua membantu pekerjaan buk Ninik. Selain mereka, ada pak Tono seorang tukang kebun dan pak Liam sebagai koki utama di villa Peony.

Arnold menggendong Ana, selangkah demi selangkah menapaki anak-anak tangga menuju kamar utama di lantai dua. Sesampainya di kamar, Arnold dengan segera membaringkan tubuh Ana di atas ranjang. Ana sangat lemah bahkan sudah tidak mampu untuk berbicara apalagi memberontak. Tulang-tulangnya seolah menjadi tulang lunak. Ia hanya pasrah dengan apapun yang dilakukan Arnold padanya.

Ana, pelipisnya berkeringat dengan bibir yang gemetaran. Tenggorokannya terasa kering, ia hanya mampu berbisik dengan susah payah.

"Aku haus," bisiknya dengan lirih.

Tergerak suara lemah di sampingnya, dengan cekatan Arnold memberikan segelas air yang ada di atas meja kecil. Ia membantu istrinya untuk minum. Ada rasa kasihan saat Arnold melihat istrinya dalam kondisi seperti itu. Ia dengan lembut merapikan rambut Ana yang berantakan, mengelus pucuk kepalanya dengan hati-hati.

"Tidurlah agar tubuhmu menjadi lebih baik." pinta Arnold dengan lembut.

Ana menurut, ia tidur dengan pasrah di dalam pelukan Arnold. Pipi mungilnya menempel diantara dada bidang suaminya itu. Ana sangat lelap terjatuh dalam dunia mimpi yang indah.

***

Pagi hari.

Ana membuka matanya perlahan. Merasakan kepalanya masih linglung dan pusing. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menelisik perasaannya, merasakan sesuatu yang panas, lembut, dengan suara detak jantung dan nafas yang teratur menyebar diantara kulit-kulitnya. Ana tercekat membuka matanya lebar-lebar. Pipinya merona bersemu merah pudar. Ia menyadari jika kepalanya menempel di atas dada bidang suaminya. Ana sangat malu dengan kondisi itu, dan lebih malu jika Arnold menyadarinya.

"Untunglah si duda mesum ini belum bangun," gumamnya ( sembari menepuk-nepuk kedua pipinya ).

"Siapa yang kamu panggil mesum?" tanya Arnold dengan suara serak khas orang bangun tidur.

"Ti-tidak ... tidak ada yang kupanggil mesum," Ana tergagap berusaha mengelabui suaminya. Ia tidak menyadari jika Arnold sudah bangun.

Arnold tersenyum, menarik pelan tubuh Ana masuk ke dalam pelukannya. Ia memeluk Ana dengan erat kemudian mengusap rambutnya.

"Selamat datang nyonya Arnold." bisik Arnold di telinga Ana, memberikan kecupan ringan di bibirnya.

Kali ini, Ana tidak menolak. Hanya diam dan tersipu malu sembari memukul pelan dada suaminya. Mendapati itu, Arnold pun menggodanya.

"Sayang, ayo kita mandi bersama! bukankah kamu ingin mandi bersamaku. Disini, kita bebas melakukan apapun," bisik Arnold dengan nakal.

"Nggak mau. Aku takut mandi bersamamu," jawab Ana menolak ajakan suaminya dengan nada manja.

"Takut apa? aku tidak menggigit," rayu Arnold bersemangat. Matanya liar melirik kerah baju Ana yang terbuka. Arnold terfokus, menyipitkan matanya seperti seorang pemburu yang mengincar mangsa. Seketika otaknya panas dan bagian bawahnya bergejolak dan meronta. Arnold pun berbicara tanpa malu.

"Ana, adikku bangun. Bisakah bantu aku menenangkannya?" suara Arnold samar dengan nafas yang memburu.

Ana menggeliatkan sedikit tubuhnya seperti sedang menggoda. Senyum tipis menghias bibirnya yang sedikit pucat. Jarinya menyentuh lembut bahu suaminya itu dengan menjamah nakal. Ana menatap redup mata jernih suaminya, kedua pipinya sudah merona kemerahan, dan Itu sangatlah menggoda Arnold.

"Aku akan segera membantu adik kecilmu, akan kubuat dia lebih patuh dan tenang." bisik Ana.

Arnold menyeringai puas, ia merasakan penghargaan yang luar biasa. Ternyata, usahanya pagi ini tidaklah sia-sia.

Arnold menarik tubuh Ana lebih dekat hingga menempel erat dengan tubuh kokohnya. Ia dengan semangat menurunkan wajahnya, tepat di kedua bukit yang sudah mengintip. Kancing-kancing baju itu telah terbuka, Arnold terus mendekatkan wajahnya, bibirnya sudah akan menempel. Tetapi semuanya gagal, saat jari telunjuk Ana tertancap diantara keningnya. Ana dengan sengaja menahan kepala Arnold dengan jari-jarinya. Arnold yang merasa tertahan repleks mendongak. Seketika wajahnya merah dengan rasa kesal yang memuncak. Bagaimana tidak, ia mendapati Ana tertawa puas menjadikannya sebagai bahan lelucon.

"Hahahaha, dasar otak mesum! kamu pikir aku bersedia, hah? tadi ... tadi itu aku hanya iseng menggodamu. Maaf tuan Arnold, kali ini anda tertipu," cibir Ana.

Ana tertawa terbahak mengerjai suaminya sendiri di pagi hari. Ia dengan santai beranjak bangun dari tempat tidur, meninggalkan Arnold menuju kamar mandi. Gelak tawa Ana memekik memenuhi seluruh ruangan.

Arnold terbengong. Wajahnya kaku dengan raut marah. Ia meremas bantal di depannya dan melemparkannya ke arah Ana.

Arnold beranjak bangun mengejar Ana. Dengan satu gerakan cepat menghadang pintu kamar mandi yang akan menutup. Arnold menahan pintu itu dengan tangannya. Menatap Ana dengan kesal.

"Hei, penipu! jangan kabur kamu! bertanggung jawablah menuntaskan pekerjaanmu ini," desak Arnold memberikan penekanan terhadap Ana.

"Aku tidak mau, memangnya apa salahku harus tanggung jawab padamu?" Ana menolak perintah suaminya.

"Salahmu itu hanya satu, Ana. Kamu dengan sengaja menggodaku hingga adikku terbangun," jawab Arnold ( sembari menunjuk bagian bawahnya yang sudah tegang ).

Arnold terus mendorong pintu itu, hingga sedikit lagi akan terbuka. Ana yang panik mencari cara untuk bisa menghindari suaminya. Karena terdesak dan pintu akan terbuka, Ana dengan gerakan cepat menggigit lengan Arnold.

"Aaauuww!" teriak Arnold.

"Ana, apa yang kamu lakukan?" bentak Arnold.

Ana yang melihat Arnold semakin marah, dengan segera menutup pintu kamar mandi dan menguncinya. Ana menghela nafas lega karena lolos dari terkaman suaminya.

Sedangkan Arnold di luar pintu menggedor-gedor dan berteriak memaki istri liarnya itu.

"Anaaaa ... buka pintunya! jangan macam-macam jika masih ingin hidup," Arnold mengancam.

"Ana, keluar kamu!" teriaknya lagi dengan terus-menerus ( sembari menggedor-gedor pintu ).

Ana tidak keluar untuk waktu yang lama, ia takut jika Arnold akan berbuat aneh-aneh padanya. Dan Arnold terus berjaga di depan pintu kamar mandi, tetap menunggu Ana sampai keluar.

"Sayang, keluarlah! aku tidak akan macam-macam. Aku janji padamu," rayu Arnold.

Akhirnya Ana keluar dengan wajah pura-pura sedih dan tertekan. Arnold yang melihat itu, jadi sangat tidak tega. Kemudian menyentuh lembut pipi Ana.

"Maaf, sayang." ucap Arnold dengan nada memohon.

Ana mengangguk dan tersenyum.

"Yes, berhasil." kata Ana dalam hatinya.

***

Hai readers kasih like, coment dan dukungannya ya.

biar Momy semangat up.

❤️❤️

1
Sandisalbiah
sebenarnya penasaran dgn kisah masalalu Ana...
Sandisalbiah
awal yg menarik.. 🤔🤔🤔
sita
berarti cerita ini udah g lanjut y Thor😁😁 aku lihat koment nya pada tahun 2021 semua.
sita: judul yg di fizzo apa Thor aku juga baca juga di sono?
total 2 replies
sita
pokok nya biarin tu si Erik .jangan sampai mau si Wina ke si Erik .
sita
aku lebih suka Wina sama Ronal ,karena Ronal lebih baik daripada erik.mantap Thor aku masih lanjut bacanya.
Purnawati zainir
jijik aku sudah diperlakukan tidak layak... cepat kali luluh nya... tak cocok ceritanya sama aku., by thor cabut duluan
Tasya
Sakit Jiwa ku rasa si Agus ni ya..ada Gila2 nya.. si Ana itu udh Istri Orang Dodol...
krisan
lanjut
sheka
yg di desek suruh jmput arnold..pas di jmput erik yg di sapa duluan ..alamt arnold mnyun
syehalea: terima kasih akak udah membaca sampai sini....🤗
total 1 replies
sheka
prtahankm ronald bu win
sheka
kode minta di antar k kmr mndi 😂😂
sheka
angry bird 😂😂
sheka
knp jdi ciut
sheka
💪💪
sheka
moga bianca cepet mnerima kedua ortunya
sheka
q mnangisi ronald 😭😭
sheka
keren mantap
sheka
win ingt ronald ya
sheka
agus gila ngaku nya sayang tp masih diem aja .. kasian abella nya
sheka
wina jgn sakiti ronald ..kmu tau kan rasa nya kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!