NovelToon NovelToon
Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:9.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noor Hidayati

Zia Nafiza Faraz Shaikh gadis cantik bak Barbie dengan perawakan tinggi langsing berkulit putih mulus tanpa cacat cela yang kini berusia 17th dan tengah duduk di bangku kelas 2 SMA sangat tergila-gila dengan DUDA yang usianya 21th lebih tua darinya.
Zia tidak segan-segan untuk menunjukan rasa cintanya hingga mengungkapkan perasaannya pada Om Bryan yang tak lain adalah Teman Papanya sendiri.

Akankah Om Duda membalas cinta gadis kecil sepertinya?
Lalu bagaimana dengan Papa Faraz? Akankah Ia menyetujui hubungan putrinya dan Temannya sendiri?

Novel ini adalah sekuel dari novel romantis "Perjalanan Cinta Sang Duda" yang akan berkisah tentang kehidupan Zia MENGEJAR DUDA TEMAN PAPA.

follow FB Author @i'tsmenoor
Instagran / Tiktok @_itsmenoor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin Patah Hati

Zia yang masih belum bisa menerima keputusan Om Bryan keesokan harinya kembali pergi ke kantor Om Bryan untuk mencoba usaha terakhirnya.

Dengan menggunakan dress kemben pendek sebatas lutut dan di padukan dengan blazer putih lengan panjang, Zia melangkah anggun memasuki kantor Om Bryan.

Tidak seperti biasanya yang hanya mengenakan seragam sekolah, atau pakaian seadanya, Kini Zia berpenampilan layaknya wanita dewasa hingga menarik perhatian semua mata yang memandangnya.

Ayunan Kaki indahnya serta ketukan sepatu yang menghitung setiap langkah kakinya, Zia sampai di depan pintu ruangan Om Bryan.

Ia mencoba membuka pintu yang sedikit terbuka itu. Namun seketika langkahnya terhenti saat melihat Om Bryan tengah berdiri berhadapan dengan seorang wanita dewasa.

Zia memperhatikan wanita itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Meskipun Zia hanya bisa melihat wanita itu dari samping, Tapi Zia bisa melihat bentuk dada yang cukup besar perut rata serta bo'kong yang sintal dengan bentuk sempurna. Jauh dari dirinya yang memang masih dalam masa pertumbuhan.

Hatinya semakin terasa nyeri saat Zia melihat wanita itu mencium pipi kanan dan kiri Om Bryan yang terlihat diam saja saat wanita itu mendaratkan bibirnya.

Zia bergegas menjauh dari pintu saat wanita itu memutar tubuh dan melangkahkan kaki ke arah pintu.

Zia bersembunyi di balik dinding ketika wanita itu mulai mendekati pintu keluar. Dengan di antar Om Bryan, Wanita itu meninggalkan ruangannya.

Om Bryan mengantar Wanita itu sampai di lobby, Setelah wanita itu pergi Om Bryan kembali dan begitu terkejut melihat Zia yang sudah berdiri di depan ruangannya.

"Zia, Sejak kapan Kamu di sini?"

Zia hanya diam menahan kesedihannya.

Om Bryan yang melihat kesedihan di wajahnya mengajak Zia masuk ke ruangannya.

"Masuklah." titah Bryan dengan lembut.

Zia yang sudah tidak tahan lagi dengan perasaannya langsung menangis dan menumpahkan kegundahan hatinya.

"Kurangnya Zia apa sih Om, Apa Zia kurang cantik, Kurang mont'ok, Payu'dara Zia kurang besar atau bo'kong Zia yang tidak seindah bo'kong wanita itu?" tanya Zia dengan tangis emosionalnya.

"Apa yang Zia katakan, Dalam hubungan pria dan wanita dewasa apa lagi untuk pernikahan, Kesempurnaan fisik bukanlah hal yang utama, Banyak hal yang harus di pertimbangkan Zia, Apa lagi Om punya anak remaja, Yang pastinya segala sesuatunya Om harus meminta persetujuan dan pendapatnya, Om tidak bisa lagi asal memilih wanita yang Om cinta dan mengabaikan pendapatnya."

"Jadi keputusan Om mau menikahi wanita itu sudah bulat?" tangis Zia.

"Zia please jangan menangis, Zia masih sangat muda dan Papa Faraz adalah sahabat Om, Banyak sekali perbedaan di antara Kita, Akan sulit jika Kita menjalin hubungan."

Dengan berderai air mata Zia berlari meninggalkan ruangan.

"Zia... Dengerin Om." pekik Bryan yang terus berlari menuju lift mengikuti Zia.

Melihat lift yang tidak juga terbuka dan melihat Om Bryan semakin dekat, Zia berlari ke tangga darurat.

"Zia Sayang, Jangan seperti ini, Kamu bisa celaka." bujuk Bryan yang ikut menuruni tangga darurat. Namun Zia tidak peduli dan terus berlari menuruni tangga dari satu lantai ke lantai lainnya.

Setelah menuruni tangga beberapa lantai akhirnya Zia sampai di lantai dasar. Zia segera berlari meninggalkan kantor Om Bryan.

Dengan di iringi rintik hujan yang mulai turun, Zia berlari menyusuri pekatnya malam.

Zia terus berlari tanpa tujuan sampai Ia berhenti saat melihat David menghentikan mobil di depannya.

David langsung turun dari mobilnya dan membujuk Zia masuk ke mobilnya.

Zia yang kini hatinya sedang sangat hancur, Hanya menuruti ajakan David.

"Zia... Zia..." pekik Bryan yang baru sampai lokasi di mana Ia hanya bisa melihat Zia di titah masuk ke mobil dan berlalu dengan mobil mewah berwarna merah.

Bryan yang tidak bisa lagi menahan perasaannya dan merasa cemburu melihat Zia kembali di bawa Pria lain, Menghentikan taksi untuk membuntutinya.

Bersambung....

1
aurel chantika
lanjut mak
Nuryati Yati
papa Bryan ngapain tlpn segala kurang kerjaan aja
Nuryati Yati
wah kakek Rehan menang banyak dpt sudar baby 😁
Nuryati Yati
pantes Belvana ngebet banget
Nuryati Yati
/Facepalm//Facepalm/
Nuryati Yati
kok Belva gk tau kalo punya kembaran
Nuryati Yati
itu yg di lihat Rehan Belva bukn Belvana
Nuryati Yati
cerita Bryan dan Zia terulang lagi ke Belvana
aurel chantika
salah paham lagi
aurel chantika
astaga ne anak.
aurel chantika
pikiranmu jahat sekali belvana,kamu tidak tau mama zia udah hampir gila mikirin kamu.& kamu malah sama laki-laki yg GK kamu kenal.
aurel chantika
semoga ketemu
aurel chantika
wah Roy teman papanya belvana rupanya
aurel chantika
belvana emang ya minta dicubit ini
aurel chantika
aku lanjut baca ne
Itsmenoor (Author Gragas): Wah terimakasih kak Aurel Cantika, gimana kabarnya, kok baru lanjut baca? 😅
total 1 replies
Mulyanah Fira
Luar biasa
Yuliana Purnomo
thanks Thor 🥰,, happy ending 👍
Itsmenoor (Author Gragas): Wahhh dah tamat aja 😅
total 1 replies
Yuliana Purnomo
haaah Briyan sekarang merasakan di posisi opa Faras kn
Yuliana Purnomo
penasaran kakek Rehan unboxing siang bolong kh??
Yuliana Purnomo
coba jambang nya Ama kumisnya di pangkas justru akan keliatan muda,, kakek Rehan😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!