Follow ig 👉 @sifa.syafii
Fb 👉 Sifa Syafii
Arka adalah seorang laki - laki anak semata wayang dari pasangan pak Hendro dan bu Widya. Dia tidak pernah jatuh cinta sebelumnya, hingga akhirnya cintanya berlabuh pada seorang gadis yatim piatu bernama Tia. Perjalanan cinta mereka tidak mudah tentunya lantaran kedua orang tua Arka menentang hubungan mereka.
Bagaimana akhir dari kisah cinta Arka? Dengan siapakah dia akan menikah? Yuk langsung saja simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Malam hari, sebelum tidur Arka menyalakan laptop untuk mencari apartemen secara online. Ia ingin membeli apartemen supaya bisa bebas berpacaran dengan Tia tanpa sepengetahuan mamanya. Makan bersama di luar terlalu beresiko ketahuan banyak orang. Setelah menemukan aparteman dan lokasi yang cocok, Arka pun menyimpan kontak marketing apartemen tersebut. Setelah itu ia bersiap-siap untuk tidur supaya besok tidak bangun kesiangan.
Keesokan paginya, saat sarapan pagi bersama, Arka mengutarakan keinginannya pada papanya untuk membeli apartemen.
“Untuk apa Arka?” tanya Pak Hendro di sela makannya.
“Arka ingin mandiri Pa, bukankah Papa ingin Arka kuliah di Amerika?” jawab Arka beralasan.
“Ah iya, kamu benar juga. Baiklah pilih saja kamu mau beli apartemen di mana, nanti biar papa yang urus,” balas Pak Hendro menyetujui permintaan Arka.
“Tidak. Mama tidak setuju,” ujar Bu Widya menyela.
“Kenapa Ma?” tanya Arka heran.
“Kalau kamu tinggal di apartemen, rumah ini nanti jadi sepi Arka. Apa kamu bisa tinggal sendirian dan mengurus diri sendiri?” balas Bu Widya khawatir.
“Ma … Arka sudah besar. Ini juga untuk latihan kalau Arka kuliah di Amerika nanti kan?” kata Pak Hendro. Arka mengacungkan jempolnya pada papanya tanda setuju.
“Ya sudah, terserah kalian,” balas Bu Widya pasrah.
Setelah sarapan bersama, Arka berangkat ke sekolah menggunakan motor kesayangannya. Hari ini ia sangat bersemangat sekali karena akan bertemu Tia di sekolah. Setelah pulang sekolah ia akan mengajak Tia untuk melihat apartemen yang akan ia beli.
Sesampainya di sekolah, Arka berjalan dari area parkir ke kelas sambil bersiul-siul. Ketika masuk ke dalam kelas, seperti biasa Arka menghampiri bangku Tia. Di sana Tia sedang bergurau dengan Salsa sahabatnya.
“Sayang … “ sapa Arka. Tia pun menoleh ke arah sumber suara yang ia kenal, siapa lagi kalau bukan Arka.
“Arka? Kamu sudah sembuh?” Tia terkejut saat melihat Arka sudah masuk sekolah.
“Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja,” balas Arka sambil tersenyum.
Tia merasa senang saat melihat Arka sudah masuk sekolah dan baik-baik saja. Reflek, ia pun memeluk Arka.
“Hei … ini masih di kelas, banyak yang lihat,” ucap Arka pada Tia. Tia mendongak melihat wajah Arka yang lebih tinggi dari tubuhnya dan tersenyum.
“Aku terlalu senang Arka … “ balas Tia.
Semua teman-temannya bersorak saat melihat Arka dan Tia berpelukan. Tidak jauh dari tempat mereka berpelukan, ada seorang murid mengambil gambar mereka melalui kamera ponselnya lalu tersenyum misterius.
“Jangan senang dulu, hubungan kalian tidak akan bertahan lama,” gumam murid itu dengan senyum misteriusnya.
Tidak lama kemudian bel tanda masuk pun berbunyi. Semua murid duduk di bangkunya masing-masing.
***
Pulang sekolah Arka mengajak Tia untuk melihat apartemen yang sudah ia lihat di internet. Arka menggandeng tangan Tia berjalan ke area parkir sekolah. Sesampainya di area parkir, Arka memasang helm di kepala Tia.
“Terima kasih … “ ucap Tia sambil tersenyum pada Arka.
Setelah Arka memakai helm dan menyalakan motornya, ia melajukan motornya ke apartemen yang akan ia beli. Tia berada di boncengan Arka sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Arka.
Sesampainya di apartemen itu, Arka dan Tia segera masuk ke kantor pemasaran untuk mengetahui spesifikasi bangunannya. Setelah mengetahui semuanya, Arka dan Tia diajak untuk melihat bangunan bagian dalamnya.
Apartemen itu menyediakan berbagai macam type. Ada yang memiliki satu kamar tidur, dapur, ruang tamu, dan kamar mandi. Ada pula yang lumayan besar dengan ruang tamu, dapur, dua kamar tidur dengan kamar mandi dalam juga. Arka pun memilih yang memiliki dua kamar tidur.
Setelah itu, Arka menghubungi papanya supaya menyelesaikan transaksinya dan Arka sudah bisa menempati apartemen itu tiga hari kemudian.
“Kenapa kamu tiba-tiba membeli apartemen Arka?” tanya Tia tidak mengerti maksud Arka yang tiba-tiba membeli apartemen saat mereka sudah keluar dari apartemen itu.
“Aku ingin mandiri, dan supaya kita bisa bersama tanpa ketahuan orang lagi,” jawab Arka sambil tersenyum. Tia pun membalas senyum Arka.
***
Tiga hari kemudian
Pulang sekolah, Arka mengemasi sebagian barang-baranganya untuk ia pindahkan ke apartemen. Mulai sekarang, ia akan tinggal di sana. Lagipula apartemen itu jaraknya sangat dekat dengan sekolahnya.
“Arka, apa kamu yakin mau tinggal di sana sendirian?” tanya Bu widya tidak tega membiarkan Arka tinggal sendirian.
“Iya ma. Arka akan sering-sering pulang, tenang saja,” jawab Arka sambil tersenyum.
“Ya sudah. Jangan lupa sering-sering telepon mama ya … “ ucap Bu Widya pasrah lalu mengecup kening Arka.
Sore hari, Arka pindahan dibantu papa, mama, dan seorang supir yang biasanya mengantar Bu Widya ke mana mana. Arka berangkat menaiki motornya, sedangkan Bu Widya dan Pak Hendro naik mobil bersama dengan barang-barang Arka yang tidak terlalu banyak.
Sesampainya di apartemen barunya, Arka segera membereskan semua barang-barangnya. Sedangkan Bu Widya memasak untuk makan malam mereka.
Karena ini termasuk apartemen mewah, semua barang seperti tempat tidur, almari, televisi, meja makan, sofa, dan peralatan dapur sudah siap. Sambil menunggu arka beres- beres dan Bu Widya memasak, Pak Hendro menonton televisi.
Tidak lama kemudian makanan pun sudah siap. Bu Widya memanggil Arka yang tengah membereskan barang barangnya di dalam kamar.
“Arka, ayo kita makan dulu,” ajak Bu Widya di ambang pintu kamar Arka yang tengah terbuka.
“Iya Ma, sebentar lagi Arka ke sana,” jawab Arka masih fokus mengemasi barang-barangnya.
“Jangan lama-lama ya, nanti makanannya dingin,” ucap Bu Widya sebelum meninggalkan kamar Arka. Arka mengancungkan jempolnya.
Setelah membereskan barang-barangnya, Arka keluar dari dalam kamarnya dan duduk di meja bersama kedua orang tuanya untuk makan malam bersama.
“Malam ini kamu pulang apa tinggal di sini?” tanya Pak Hendro pada Arka.
“Tidur di sini saja Pa, lagipula semua barang-barang yang Arka perlukan untuk sekolah sudah Arka bawa ke sini semua,” jawab Arka di sela makannya.
“Ya sudah kalau begitu. Ini sudah malam, mama sama papa akan pulang setelah ini. Jangan tidur malam-malam, jaga kesehatanmu,” ucap Pak Hendro menasehati Arka.
“Iya Pa … “ balas Arka sambil tersenyum.
Setelah makan malam, Pak Hendro dan Bu Widya kembali pulang. Arka merasa senang akhirnya bebas tanpa pantauan dari orang tuanya. Sambil rebahan, Arka melakukan panggilan video dengan Tia.
“Hallo sayang … “ sapa Arka.
“Kamu sudah pindah?” tanya Tia sambil mengernyitkan dahinya.
“Iya. Besok kamu bisa main ke sini,” balas Arka sambil tersenyum.
“Baiklah. Ini sudah malam Arka, ayo kita tidur,” ucap Tia karena sudah merasa mengantuk.
“Okey. Selamat malam dan selamat tidur. Semoga mimpi indah,” balas Arka dengan tersenyum hangat.
mending buka hati dan belajar mencintai Jasmin
padahal penasaran gimana respon ibu Widya melihat Tia, yg lebih dulu jadi menantu pak Adam dan Bu Tari.
untung Ibu Tari tak seangkuh ibu Widya, walau awalnya sama tapi akhirnya ia direstui juga
yah Tia kok jadi perempuan juga terima-terima saja, mau dinikahi ia, dicumbui sama pacar LDR juga ia. antara Cinta dan Nyaman yah Tia🤭
lucu aja Thor, penasaran dengan respon Arka🤔