Alessandra, umur 20 tahun masih virgin. Baru lulus kuliah dengan status Cum Laude. Dia terpaksa pulang ke Bali karena Covid-19 yang memporak porandakan bisnis di Bali.
Tiba di Bali ayah angkatnya meninggal dan menyisakan selembar surat wasiat yang berisi pembagian warisan.
50% adalah milik Alessandra, 25% diwariskan kepada istri tercintanya, siapakah 25% lagi?
Tidak ada yang tahu atau mengenal nama yang tertera di surat wasiat itu. Reyshaka Mahotra!!.
Siapakah dia??
****
Hallo readers...aq datang lagi dengan cerita yang lebih menggoda. Ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KETIKA MATA MULAI MENILAI
Sudah menjadi kebiasaan rutin semenjak tinggal di Bali. Bangun pagi, melakukan aktifitas yang dia sudah atur sendiri. Rencananya pagi ini dia mau melakukan yoga bersama mamanya, sayang sekali mamanya belum bangun.
Alessandra menuju tempat nge gym untuk melakukan yoga dan sedikit latihan fisik. Badannya terasa sakit kalau tidak olah tubuh seminggu. Dia tidak menyadari sepasang mata mengikuti kemana dia pergi.
Reyshaka yang tumben bangun pagi tiba-tiba dikejutkan oleh klebatan orang yang yang buru-buru pergi ketempat nge gym. Ternyata musuh yang lewat. Pucuk dicinta ulam tiba.
Dia ikut ke tempat nge gym dan pura-pura tidak melihat Alessandra. Dengan gaya bugar dan berotot menonjol dia melepaskan kaos oblongnya. Terlihat dadanya yang bidang.
Alessandra yang berada di belakangnya tidak jauh dari tempat Reyshaka berdiri, merasa heran dengan tingkah lelaki itu. Belum pernah dia melihat lelaki itu nge gym atau olah tubuh, tapi kenapa tiba-tiba dia memamerkan ototnya di depannya. Apa dia berpikir Alessandra tergiur atau paling sedikit mengagumi otot tubuhnya.
Maaf saja tubuh telanjang banyak berjejer di pantai Kuta atau Sanur, jadi sudah basi. Sedikitpun dia tidak tergiur, apalagi belum mandi.
Tidak ada komentar dari Alessandra membuat Reyshaka merubah posisi. Kini dia menghadap ke Alessandra. Dadanya berdesir ketika melihat Alessandra melakukan gerakan yoga. Wanita itu memakai pakaian khusus nge gym yang ketat sehingga lekuk tubuhnya terlihat sexy. Rupanya wanita itu tubuhnya bertambah berisi.
Kurang asem...kalau dilihat salah, tidak dilihat mata terus tertuju kepada boneka hidup itu. bathin Reyshaka menelan salivanya.
"Kenapa kamu memandangku dasar mesum." ketus suara Alessandra membuat Reyshaka tersadar.
"Siapa yang memandangmu, soq kepedean. Tubuh seperti triplek dibanggakan."
"Daripada kamu tubuh seperti kingkong dan otak sensor."
"Kamu malu mengakui bahwa kamu sebenarnya tertarik kepada tubuhku...."
"Ueeks...muntah permanen aku...." pekik Alessandra meradang. Dia merasa terganggu dengan keberadaan lelaki itu disini. Perselisihan kecil itu terpaksa berhenti karena ponsel Reyshaka berdering nyaring..
"Hallo...."
"Kamu dimana pagi-pagi sudah ngelayap." suara cempreng mamanya terdengar menusuk genderang telinganya.
"Hahaha...pasti nenek sihir yang menelpon maklumlah jongosnya hilang." ejek Alessandra. Tiba-tiba saja Reyshaka punya ide.
"Engkau laksana hujan yang turun dan reda dengan sangat tidak beraturan. Sementara aku sendiri adalah tanaman yang senantiasa dalam kesetiaan menunggu engkau turun. Oh sayangku...permata hatiku." kata Reyshaka seolah dengan kekasihnya.
"Rey...kamu sudah gilaaa...pulang!!" teriak mamanya mematikan ponselnya.
"Dasar cewek manja pagi-pagi sudah menelpon." kata Reyshaka memakai kaosnya dan ngeloyor pergi.
"Ternyata dia punya pacar." guman Alessandra melanjutkan yoganya.
Reyshaka berlari kecil menuju dapur, dia tahu mamanya pasti berada di dapur. Hidupnya seakan berwarna setelah dia diakui sebagai anak Tuan Gustaf yang kaya raya. Dari kecil dia mengharap pengakuan publik tentang keberadaannya di dunia ini.
Hanya satu penyesalannya kenapa disaat papanya telah meninggal dia baru diakui? dimana keadilan dari Tuan Gustaf yang selalu menjaga prestise.
Beda dengan anak pungut itu, yang tidak ada hubungan darah tapi dilimpahi banyak harta. Sudah jelas dia seorang wanita, perlakuan papanya sangat berbeda.
"Mamaaa..kenapa nelpon marah-marah aku lagi nge gym. Tidak baik pagi-pagi marah nanti rejeki seret."
"Mama khawatir kamu celaka, atau kena Covid-19."
"Mama terlalu banyak nonton TV dan bergosip. Sekali-kali olah raga maa.. supaya badannya kencang, tidak seperti galon."
"Mama sudah tua, sudah tidak laku. Papa juga sudah meninggal siapa yang dilihati."
"Maa..kapan mama kenal Tuan Gustaf." tanya Reyshaka ingin tahu kisah cinta orang tuanya.
"Ngapain mengingat masa lalu. Papamu tidak pernah mencintai mama, hubungan itu cuma kekeliruan. Dia sangat mencintai istrinya, tidak ada wanita lain dihatinya."
"Tapi kenapa dia membiayai seluruh hidup mama dan menyayangiku."
"Itu bentuk tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah dari anaknya. Tentu dia sangat menyayangimu karena dia tidak mempunyai putra. Cuma dia lebih menyayangi istrinya yang mandul itu."
"Mama seakan cemburu kepada nyonya Lisa, aku melihatnya."
"Rasa jealous itu selalu akan ada sepanjang orangnya masih berada di depan kita. Seandainya Vaksinnya sudah ada, mama minta dibuatkan rumah sebesar ini, kita bisa pindah dari sini."
"Untuk membuat rumah semewah ini terus terang aku tidak mampu, kecuali kita menjual saham yang 25% itu."
"Kalau begitu kita tukar rumah ini dengan sebidang tanah yang dulu dibelikan oleh papamu."
"Maa..jangan keras-keras nanti di dengar oleh mereka, bisa-bisa tanahnya diambil."
"Itu sudah menjadi milikmu tidak bisa mereka ambil."
"Walaupun begitu kita tidak perlu membuat masalah baru. Aku ingin Covid-19 cepat usai, supaya aku bisa bekerja di kantor."
"Kalau kamu kembali bekerja, anak pungut itu akan menjadi atasanmu, apa kamu rela dijajah olehnya. Saran mama supaya kamu tenang, mama juga tenang, lebih baik kamu usir perempuan itu dengan cara halus atau dengan cara kasar sekalipun."
"Jangan aneh-aneh mama, aku tidak peduli dia menjadi atasanku."
"Tidak boleh Rey, dia anak pungut di keluarga ini. Tidak sepantasnya dia lebih berkuasa darimu. kamu adalah Putra Tuan Gustaf yang kaya raya."
"Terserah mamalah, aku mau membuat nasi goreng." kata Reyshaka menutup pembicaraan. Terbayang lekuk tubuh Alessandra yang sedang yoga. Reyshaka menggoyangkan kepalanya berusaha mengusir pikiran kotornya.
Dia kemudian mulai menyiapkan bshan untuk membuat nadi goreng. Reyshaka sudah biasa di dapur dari kecil membantu mamanya. Hampir semua masakan nusantara dia bisa mengolahnya.
Keringat membasahi sekujur tubuh sexy Alessandra, hari ini dia merasa puas bisa olah tubuh dengan santai. Mamanya datang menghampirinya.
"Alee.. maaf mama kesiangan bangun. Gimana kalau sekarang kamu memetik mangga, mama rasanya ngidam mangga."
"Tapi aku tidak berani memanjat mama, aku takut jatuh."
"Mama yang pegang jangan takut.." bujuk nyonya Lisa.
Alessandra terpaksa ke taman belakang, mengikuti mamanya. Tidak ada pohon mangga yang pendek, semua tinggi-tinggi. Buahnya memang lebat dan banyak juga yang jatuh di makan kelelawar.
"Semua tinggi mama aku takut naik." kata Alessandra mencari pohon mangga yang paling pendek.
"Cobalah Alee, masa kamu kalah dengan pecundang itu. Mama pingin juga memakan mangga sendiri."
Atas paksaan nyonya Lisa, Alessandra terpaksa naik tangga untuk mencapai dahan terendah. Tentu saja dia tidak bisa bergerak setelah berada di atas. Apalagi dia memandang ke bawah. Alessandra mulai ketakutan.
"Mama aku takuttt...aku mau jatuh." kata Alessandra berteriak kencang.
"Sabar . sabar..injak kakimu ditangga, jangan pohon mangga kamu peluk." kata nyonya Lisa ikut panik.
"Aku tidak berani bergerak mama..." kata Alessandra merasa nervous, dia terus berteriak apalagi ada semut rangrang menggigit tangannya.
Mendengar teriakan Alessandra, Reyshaka cepat lari ketempat suara. Dia kaget melihat Alessandra memeluk pohon mangga.
"Alee...sabar aku akan menolongmu." kata Reyshaka menuju tangga.
"Rey..kamu gila menolong musuh biarin dia nungsep, turun kamu!!" teriak nyonya Mauren marah. Dia tidak rela Alessandra di selamatkan.
Reyshaka tetap naik tanpa memperdulikan kemarahan mamanya. Yang menjadi persoalan adalah tangga. Nyonya Mauren menarik tangganya supaya Alessandra tidak bisa turun. Nyonya Lisa mempertahankan tangganya. Mereka saling tarik menarik tangga dibawah.
*****
ya Allah nggak sanggup
aku lelahhhh