Lika liku percintaan anak SMA bernama Amara Anindita sepeninggal tunangannya dalam menjalankan tugasnya didaerahrawan konflik,dia dihadapkan pada 2 cinta yang rumit.
Cinta seorang Kapten Mahesa Anggara ataukah cinta seorang Adhikara Arjuna,yang
merupakan kakak angkat yang mencintai nya sedari kecil.
Ia terpaksa menikah dengan salah seorang dari mereka ,karena suatu kesalahan .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yha-nie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*Episode 7
Rahma ,,,,ya nama seorang perempuan yang mengisi hati dan harinya selama ini ,namun waktu lama tak bisa menjamin hubungan itu langgeng dan akhirnya ,perpisahan itu dipilih oleh mereka,Rahma mengembalikan cincin pertunangan mereka,ia memilih berpisah dan memilih seseorang satu perusahaan dengannya,karena dirasa selalu bersama tidak seperti dirinya ,yang tentunya tugas negara lebih penting untuknya terlebih dalam kondisi apapun .
Suster datang untuk mengganti cairan infus yg telah habis,dan hendak memberikan obat yg harus diminum segera.
"harus diminum segera obatnya ya,,,Pak!"
sahut suster itu
"usahakan segera setelah diminum ,setelah istrinya bangun ya !"pinta suster itu sambil memandang wajah Amara ,istri,,,kapten Angga hanya mengangguk pelan ,ia tak ingin berkepanjangan,biarlah ia menurut anggapan suster didepannya .
"istri bapak sangat cantik,,," pujinya lagi,
ia hanya tersenyum ,dan mengangguk,
tak lama perawat itu pergi ,setelah pamit
tak lama mata terpejam itu terbuka,
"lho kok sudah kemari ,kan Abang masih dinas ? tanya Amara,ia beringsut menyandarkan punggungnya dipinggir tumpukan bantal yang sengaja disusun Angga,
wajah tampan nan sipit khas Chinese itu tersenyum
"tadi aku mendapat kabar dari Raffa katanya ia ada rapat dadakan dan harus meninggalkanmu sendiri,jadi aku langsung kemari " jawabnya lembut
Amara yang masih diam ,ia terpesona kenapa senyuman itu begitu mirip dengan Andhika,
"hei ,,,,kenapa? " tanyanya yang membuat Amara gelagapan,ia buru buru menggeleng
" minum obat ini dulu ya,,,!"pintanya sambil menyodorkan obat bersama sebotol air mineral .
Amara mengagguk ,kemudian mengambil obat beserta air minum yang disodorkan ,kemudian segera meminumnya .
" kau ingin apa,,,,aku membawa makanan tadi dari mini market ,apa kau mau ? " tawarnya ,"atau kau pingin yang lain ? " lanjutnya
Amara hanya menggeleng," tidak ,,,,terima kasih " jawabnya.
Perlahan ia menggeser tubuhnya ,ia menjulurkan kakinya hendak turun ,buru buru Angga meraih tangan Amara ,
"mau kemana ,,? " tanyanya
Amara hanya tersenyum malu,ia malu untuk mengatakannya,padahal ia ingin buang air kecil ,baru kali ini ia ingin ke kamar mandi ,
" mau ke kamar mandi ,,,biar ku papah ! " tawarnya lagi,
"tolong panggil suster aja ,,,bang " jawab Amara ,
ah siall udah tak sanggup lagi ia menahannya ,.
ia segera bangkit hendak turun ,belum juga Angga melangkah .
"ahh ,,,,,,," teriak Amara ,brukk "tubuh Amara terjatuh ia menjerit kesakitan yang sontak membuat Angga kaget,kemudian ia segera meraup tubuh Amara ,dikembalikan keatas tempat tidur,ia kaget bercampur cemas
" ahh lututku,,,,!" pekik Amara ,Angga cepat berlari menuju ruangan dokter,dan tak lama ia kembali datang bersama seorang dokter dan seorang perawat tadi,kemudian ia segera memeriksa ,
" mungkin benturan kemarin ,menyebabkan lutut Amara retak ,harus di X Ray dulu ,supaya kita tahu hasilnya" jelas dokter ,
Angga semakin miris dan semakin merasa bersalah terhadap gadis itu, setelah ditindak lanjut ,kini Amara berbaring lagi di tempat tidur,
"masih sakit ,,,? " tanyanya sambil mengusap lutut Amara,
Amara menggeleng ," agak berkurang,,,," jawabnya mungkin tadi karena di beri obat pereda nyeri,
"lain kali jika ingin ke kamar mandi atau kemanapun kamu bilang ya ,jangan sungkan kan ada Aku ,"
sahut Angga.
Amara hanya mengangguk.
Angga meraih jemari Amara " maaf,,,,maafkan aku ! "
lirihnya ,"kenapa tidak kau biarkan aku saja waktu itu,aku tak sanggup melihat orang lain menderita karena aku Ra " lanjutnya ,terlihat sedih sorot mata itu,Amara menghela nafas ,
"jangan seperti itu,ini hanya retak sedikit ,cuma butuh waktu,nanti juga sembuh dengan obat dan menjalani terapi bukan ?" ujar Amara menenangkan ,
"tapi itu memakan waktu Ra,apa kau rela harus duduk di kursi roda ,kamu masih muda bagaimana dengan cita 2 mu? " tukas Angga.
Amara menutup bibir Angga dengan jarinya,
"ini hanya sementara,semoga aku bisa melewati nya ,kita akan berusaha ," jawab Amara lembut,
"yang aku takutkan mungkin aku akan menjadi beban untuk orang lain " lanjut Amara.
Angga memegang jari Amara semakin erat,
"tidak ,,,,aku akan berada disampingmu,aku akan bertanggung jawab padamu ! " sahut Angga membelai pucuk rambut Amara,ia memantapkan hati ketika kakak Amara pulang ia akan berbicara dengan Arjuna .
"jangan,,,aku tak ingin membelenggu dirimu dengan sebuah kata balas Budi,maaf aku tak ingin kau tersiksa karena aku,,! " geleng Amara seraya melepaskan tautan jarinya.
"Ra ,,,,memang benar itu karena aku bukan izinkan aku melaksanakan tanggung jawab ku "tegas Angga,
" kita tunggu Abangmu pulang ,,,kita tunggu apa keputusan dan pendapatnya " lanjutnya.
Amara terdiam ," kenapa jadi begini ? " lirihnya .
,
gimana nih thor...
Kasih banyak KK 🙏