# Proses revisi tanda baca dan lainnya, dimulai dari bab paling belakang #
Ini tentang gadis bernama Ava Angelina Putri, gadis keras kepala, naif, dan suka mecampuri urusan orang lain yang sedang mencoba menjelajahi dunia SMA yang selalu dia ingin dan banggakan.
Tidak hanya sendiri, Ava juga ditemani oleh dua sahabat seperjuangannya yaitu, Agnes Tri Sukmawati dan Isyana Aziva Delina yang juga ingin tahu bagaimana rasanya.
Proses pendewasaan diri pasti akan selalu ada yang namanya pencarian jati diri, tantangan, cinta monyet, ambisius, kehilangan arah, keingintahuan yang tinggi, proses penyelesaian masalah, mencari tujuan hidup, cita-cita, visi, misi, dan segala hal yang berhubungan dengan usia pertumbuhan.
Akankah Ava beserta para sahabatnya menemukan apa yang mereka cari?
Atau justru dihadang jalan buntu sehingga menyimpulkan kalau masa SMA tidak seistimewa itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaniaPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 06 ~ Malam Yang Menyenangkan (A)
...
...
18:15
Semua siswa saat ini ada di lapangan belakang sekolah yang sudah di bersihkan. Duduk lesehan dengan kerpet khas untuk acara hajatan, berkumpul di area tenda kelompok masing-masing, tentunya mereka sudah mandi.
Menghias lapangannya sudah selesai sejak empat jam yang lalu, makan malam nasi kotaknya juga sudah selesai sejak lima belas menit yang lalu. Dengan pencahayaan yang sedang dengan beberapa lampu yang mengelilingi lapangan.
Ava mengambil logistik yang ia bawa di uks, mencoba mencari cari tulisan dengan nama kelompoknya.
"Hah! ini dia." ucapnya setelah menemukan apa yang ia cari.
Sekembalinya Ava dari uks. Ava melihat ada cowo yang belum Ava kenal tapi pernah ia lihat duduk di samping Ana sambil berbincang bincang. Mungkin dia?
Yaa, memang kemarin malam Ana sempat bercerita bahwa empat hari terakhir ia agak sedikit dekat dengan cowo bernama Justin Vederano anak kelas X Ips 3, lebih tepatnya teman sekelas Agnes. Dan, bodohnya lagi teman-temannya yang ada di kelas X Ips 3 sudah tahu dan selalu lupa untuk menceritakannya. Kudetnya gue?
...
...
...(Justin Vederano)...
"Wah, ini nih yang katanya anak paling holkay?" celetuk Resya, cewe famous dari kelas bahasa.
"Iya, dikira dia yang paling holkay apa?" sambung Risma yang juga anak famous dari kelas X Ipa 4.
Jangan tanya kenapa selalu tertera penjelasan tentang anak famous, karena memang semua anak famous kelas X dari Ipa sampai Bahasa terkumpul di kelompok sembilan.
Ava meletakkan tiga plastik tadi di tengah tengah, lalu kembali duduk di samping Safira dan juga di samping Alan.
"Terkadang sombong itu perlu, supaya nggak gampang di remehin dan di sombongin."
Semua terkekeh pelan mendengar jawaban Ava yang kelewat percaya diri. Bercanda ria bersama sama, menikmati malam yang bertabur bintang, di temani dengan berbagai macam camilan dan minuman.
Ava menyenggol siku Alan. "Eeh Lan, jangan lupa, ya, nanti hadiahnya lo kasih,"
Alan menoleh sambil tersenyum. "Sip deh, udah gue siapin tuh,"
"Lan, hp lo udah lo bungkus?"
"Udah nih." jawab Alan memperlihatkan hp nya yang sudah di bungkus kertas dan di namai.
Karena mulai setelah magrib hp para peserta yang ikut berkemah akan di kumpulkan, dan baru di ambil setelah kemah selesai.
Kak Risa datang dengan membawa kardus. "Mana hp kalian? Udah pada di bungkus kertas sama udah di namain, 'kan?"
"Udah, Kak!" jawab anak buah Kak Risa serempak.
"Taruh di sini. Di susun rapi-rapi, yaa!"
Mereka semua meletakkan hp nya di dalam kardus.
Setelah selesai Kak Risa berdiri. "Kak, nanti yang abadiin semua momennya, siapa?" tanya Ava.
"Nanti, ada kak Ivan kelas XI Bahasa yang bertugas untuk itu."
Semua ber oh-ria mendengar jawaban kakak pembinanya itu. Kak Risa kembali ke habitatnya.
Habitat para kakak pembina.
***
19:35
Semua siswa kini tengah duduk lesehan di lapangan utama tanpa karpet dengan barisan tiga banjar kebelakang sesuai nomor urutan kelompok. Anak laki laki banyak yang membawa sarung dan menyelimuti tubuh mereka, juga sebagai selimut untuk mereka tidur nanti.
Lapangan nya sangat indah dengan hiasan lampu lampu berwarna gold dan bendera warna-warni bergantung mengelilingi lapangan, ada tiga buah lampu besar berbentuk bundar layaknya di diskotik tergantung di tengah-tengah, tapi tetap yang paling indah adalah panggungnya.
...
...
"Ok. Selamat malam semuanya?" sapa seorang MC cewe yang di ketahui nama nya Kak Ciki anak kelas XI Ips 1.
"Malam!" jawab serempak seluruh siswa.
"Ok. Kayaknya semua siswa pada penasaran apa kejutan yang akan kita kasih? Tenang, kami para Kakak pembina nggak akan ingkar kok!"
"Atas partisipasinya kalian yang sudah datang malam hari ini tanpa ada yang absen, Kakak jamin kalian nggak bakalan kecewa,"
"Ada tiga kejutan yang akan kita kasih, tapi itu semua nanti setelah kalian semua mengirim perwakilan untuk maju kedepan dan menampilkan sesuatu,"
"Ok. Nggak perlu basa basi lagi, siapa yang teriakan kelompoknya paling meriah dan keras itu yang maju duluan, semakin cepat semakin baik,"
Satu persatu kelompok mulai mengeluarkan suaranya sekeras mungkin dengan aba-aba Kak Ciki sambil mengangkat kedua tangan ke atas.
Dan dengan keputusan para kakak pembina kelompok 9 lah yang maju duluan, karena paling meriah dan keras. Tentu saja.
"Ok. Silakan kelompok sembilan untuk maju ke depan!"
"Ayo, ayo jangan bikin Kakak malu, yaa! Jangan cuma modal tampang, harus punya keahlian juga." ucap Kak Risa, antara menghina dan menyemangati. Terkadang beda tipis sih?
Bagus dan Rio berdiri bersiap maju ke depan dengan tersenyum bangga. Semua anak kelompok sembilan sengaja mendorong dorong tubuh Rio dan Bagus.
Brukk.
"Bhahahahaha!" tawa seluruh peserta kemah. Kakak pembinanya juga ikut tertawa karena Bagus dan Rio terjatuh.
Bagus dan Rio bangkit lalu membersihkan baju nya. "Dasar lucknut kalian semua! Bukannya di semangatin kelompoknya mau di banggain malah di dorong-dorong?"
"Iya, nggak tahu terima kasih emang. Kurang ajar banget kalian!" Rio ikutan marah-marah.
"Ok. Kalau kalian menang kita semua kelompok sembilan yang anaknya holkay-holkay ini bakal ngasih kalian masing masing dua ratus ribu, setuju nggak semuanya?" ucap Ava menahan tawa sambil menawarkan sesuatu yang sangat menggiurkan.
"Setuju tuh!" jawab mereka semua.
"Yeee, lo kira kita kalah sama kalian gitu? Kita juga anak holkay kali, tapi lumayan juga kalau dapat enam juta enam ratus, yaudah mau deh." jawab Rio langsung mau tanpa pikir panjang.
"Ok. Janji, yaa, kalian awas kalau ingkar, liat aja kita bakal menang!" kata Bagus percaya diri, lalu berjalan maju kedepan dengan merangkul pundak Rio.
Mereka berdua duduk di atas kursi yang sudah di sediakan di atas panggung dengan nyaman. Rio memangku sebuah gitar sedangkan di depan bibir Bagus sudah berdiri sebuah Microfon.
Seluruh siswa dan kakak pembina di sana mulai diam dan sorot mata menuju ke arah dua orang cowo di atas panggung yang saat ini menjadi bintang utama.
Rio mulai memetik gitar sesuai dengan nada lagu. Sedangkan Bagus mengetuk ngetuk paha kanan dengan jarinya sembari menunggu Rio.
Bagus mulai bernyanyi, mengeluarkan suaranya yang merdu dipadukan dengan petikan gitar yang di mainkan Rio. Sungguh kolaborasi yang pas dan epic bukan?
...ENAU - Negara Lucu...
"Sudut pandang ku tentang mereka
Yang banyak tanya tanpa membaca
Katanya sekolah, tapi otaknya mana?
Tolong di rubah pola pikirnya,"
"Banyak gaya, kosong isinya
Sedikit gerak, banyak maunya
Bangun, usaha untuk orang rumah
Biar kompormu tetap menyala,"
"Yang susah, gayanya nomer satu
Sana-sini jadi benalu
Ini pandangan dari kacamataku
Tentang negara yang lucu,"
Bukankah isi dari lagu ini banyak di alami oleh orang-orang di Indonesia?
Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di dunia.
Benar, bukan?
Rio dan Bagus berhasil menyelesaikan lagunya dan di akhiri dengan bersama-sama membungkukkan badan, tersenyum senang serta melambailambaikan tangannya bak artis terkenal.
Semua siswa memberikan tepuk tangan yang meriah kepada kedua orang itu, tak lupa pula suit-suitan dan teriakan dari para penggemar mereka yang tercipta beberapa detik yang lalu. Setelah mereka berdua selesai menyanyikan lagu itu.
Mereka berdua turun dari panggung menyusul teman-temannya dengan bangga. Pasti saat ini teman-temannya tengah ternganga, kagum, dan bangga.
"Itu mah jelek, nggak ada bagus-bagusnya!"
"Dih! Li ngejek nama gue lo?"
"Dijamin kalah itu mah!"
"Lo, berdua mah gitu-gitu aja?"
"Eitts jangan sombong dulu siapa tau ada yang lebih bagus!"
"Iya, kalian mah nggak ada apa-apanya?"
Impian mereka berdua seketika sirna. Jangankan di puji, ini malah di ejek dan di hina.
Dasar kalian para Magadir!
"Eeh udah udah, kuping kalian kesumpel sarang tawon, yaa? Bagus banget loh tadi!" tanya Kak Risa sekaligus membela kedua cowo gila itu.
"Iya, bukannya di kasih pujian malah di ejek. Tadi liat nggak kita di sorakin seluruh siswa yang ada di sini?" protes Bagus mencebikan bibir, tidak terima semua teman-teman menghinanya.
Rio menepuk pundak Bagus dan merangkulnya. "Tenang, Gus tenang, mungkin itu adalah bentuk pujian mereka ke kita. Karena masing-masing orang berbeda dalam nunjukin perhatiannya, kalau orang lain itu memuji mereka malah ngehina, mungkin juga mereka nggak mau kita sombong setelahnya?" ucap Rio sok bijaksana dan sok paling teraniaya.
"Yee, sok lo batang linggis!" semua kelompok sembilan sontak mendorong-dorong, memukul dan menabok Bagus dan Rio. Detik berikutnya saling tertawa bersama-sama dalam kebahagiaan yang mereka ciptakan sendiri.
Setelah itu kelompok yang di pilih sesuai persyaratan tadi maju satu persatu mengirimkan perwakilannya dengan bakat yang berbeda-beda.
...***...
...Eiits tunggu dulu malam ini belum selesai, loh!...
...Note\= Magadir itu singkatan dari (Manusia Tidak Tahu Diri)...
...***...
...Ditulis tanggal 14 April 2020...
...Dipublish tanggal 15 Februari 2021...
...***...
...Jangan lupa tinggalkan jejak untuk menghargai karya Author, supaya Authornya juga senang dan semangat nulisnya. Nanti kalau kalian nemu ada yang copas cerita Aku atau apa tolong banget kasih tahu Aku, ya! Tapi ngasih tahunya jangan komen, langsung aja chat Aku. Thank you and happy reading....
karena Alan itu orangnya bikin aku greget terus(pengen aku tabok rasanya kepala Alan saat Alan mutusin Ava 😬😂)tapi meskipun begitu aku tetap mau kasih 💜💜💜 buat Babang Alan 😙😁🤭
Dan menurutku yang kurang disini tuh ada di epilognya, karena kayak ngegantung gitu loh. Tapi,nggak apa2 lah ya aku tetap suka sama endingnya.😁
So,aku berharap ada season 2 untuk novel ini Thor,karena aku susah move on untuk novel ini 😭
Tetap semangat ya Thor untuk membuat karya yang bagus2 dan seru pastinya ❤😁