NovelToon NovelToon
DUA AYAH UNTUK JAMES

DUA AYAH UNTUK JAMES

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Janda
Popularitas:90.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Nurlaeli

Namanya Sinta Anjani, janda satu anak yang mempunyai ambisi untuk mencari suami dan ayah baru untuk anaknya, James. Kegagalan rumah tangga disebabkan oleh mantan suami yang dengan tega menyelingkuhi dirinya bahkan ketika janda itu dalam keadaan hamil. Tentu saja banyak rintangan dalam masa pencarian jodohnya, beberapa konflik keluarga bahkan sahabat baru dalam hidupnya menjadi kendala besar bagi janda itu. Akankah Sinta melabuhkan lagi cintanya? atau dia memutuskan untuk hidup tanpa ikatan pernikahan dan memilih menjadi seorang janda seumur hidup? entahlah kita ikuti saja takdir sang kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurlaeli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENIH-BENIH CINTA

"kamu tidak ingin pulang?" Bram memecah lamunan Sinta, janda itu menggeleng Bram menyerngit pasalnya bayi yang sedang Sinta pangku akan menggigil nanti jika masih berada diluar.

"Nanti anakmu sakit sekarang kita pulang akan aku antar," Bram menarik tangan Sinta untuk meninggalkan tempat yang sudah hampir tiga jam mereka singgahi.

Sinta duduk dengan tenang, jari lentiknya membenarkan topi James yang melorot, Bram mengemudikan mobil itu dengan sangat hati-hati takutnya ketika dia tidak melihat polisi tidur didepannya dia akan membangunkan James.

"Terimakasih untuk malam ini Bram," Sinta menatap kearah Bram yang tengah fokus menyetir, Laki-laki dewasa di sebelahnya itu benar-benar telah merebut tahta Kelvin dibenaknya sekarang Sinta lebih sering memikirkan Bram, dia seperti sudah lupa semua tentang masalalunya.

"Jika itu membuat kalian senang aku tidak keberatan harus mengantarmu pulang setiap malam," Sinta terkekeh mendengar ucapan Bram dia benar-benar tidak menyangka jika Bram yang terlihat acuh terhadap Natasya ternyata bisa bersikap konyol dihadapannya.

"Dan itu akan membuat James sakit jika kita terus makan diluar."

"kalau begitu aku yang akan datang ke tempatmu."

Sinta menepuk lengan Bram yang ditanggapi ringisan kecil, bibir Bram tampak sesekali tersenyum sedikit lagi dia mampu mengambil hati perempuan disebelahnya itu,

ketika dipersimpangan jalan arah rumahnya ingin sekali rasanya Bram membelokkan mobil itu kesana membawa Sinta dan juga James kerumahnya namun dia masih dalam tahap mengambil hati Sinta belum memilikinya, dia hanya perlu bersabar dan menunggu saat nanti tiba waktunya .

"Bagaimana dengan mobilmu?"

"Kelvin akan meminjamnya biar dia yang mengambilnya nanti."

"Dasar orang kaya!"

"Ah kamu tahu rupanya," Sinta membenahi letak gendongannya pada James sekitar lima meter lagi dia akan sampai, Bram merasa sedikit tidak rela namun malam ini sudah membuatnya senang makan malam bersama calon istri dan calon anak tirinya dalam batinnya seperti itu.

"Terimakasih sudah mengantar lalu besok aku berangkat ke-"

"Akan aku jemput," Sinta bahkan belum selesai berbicara laki-laki itu sudah menyerobot ucapannya, Sinta masih memposisikan James senyaman mungkin untuk dia gendong.

"Tunggu dulu."

Bram menghentikan tangan Sinta yang hendak membuka pintu mobil, sesaat setelah Sinta menoleh Bram mengecupkan bibirnya di kening janda muda itu, Bram keluar dari mobil untuk membukakan pintu Sinta. Dengan perasaan tak karuan Sinta turun dari mobil dan berjalan masuk apartemen tanpa mengucapkan sepatah katapun, Bram yang dengan gembira tidak mendapat tamparan di pipinya karena dengan lancang telah mencium kening janda muda itu tersenyum dan bersiul bahagia seperti ada kupu-kupu yang menari dalam perutnya dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan dikota Yogyakarta malam itu.

........

Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk Sinta meski dia sudah berusaha memejamkan matanya dia hanya bergerak dengan gelisah mengingat kejadian tiba-tiba didalam mobil tadi, Dewi yang juga tidur satu ranjang dengan Sinta merasa terganggu dia bangun dan meminta Sinta untuk segera tidur, Sinta mengucap maaf karena telah mengganggu waktu istirahat sang mama dia melangkahkan kakinya keluar kamar menghidupkan televisi diapartemen itu. Rasa kantuk sama sekali tidak menghampiri matanya malam ini, Sinta tidak tahu harus bersikap seperti apa kepada Bram ketika mereka bertemu besok, dia sangat malu.

Sementara ditempat lain kini Bram tengah berdiri dengan sahabat lamanya, Kelvin. Mereka menatap langit yang tak nampak bintang satupun disana hanya ada bulan yang menampakkan setengah dirinya, Bram tidak kaget dengan kehadiran Kelvin yang sudah didalam rumahnya ketika dia tiba dirumah, duda itu akan meminjam mobilnya untuk berjalan-jalan dengan Tiara, kekasihnya.

Tapi entah ada angin apa Kelvin mengajak Bram untuk berbicara penting dengannya, perasaan Bram tidak enak kali ini.

"Aku tidak menyangka sahabat karib ku dulu sangat dekat dengan mantan istriku."

Mata besar Bram membulat benar dugaannya Kelvin akan membahas tentang Sinta.

"Aku mengenalnya dari Natasya, dia adalah perancang kebaya Natasya saat kami bertunangan."

"Mengenal dan lalu begitu dekat dengannya?"

"Bukan urusanmu," Bram merasa terpojokkan sekarang.

"Oh ayolah bung aku bahkan sudah tahu semua tentang wanita itu kamu menyukainya kan, lalu bagaimana dengan Natasya?"

"kita sudah berakhir."

plok plok plok

Kelvin menepuk tangannya seolah apa yang dikatakan Bram sangat menakjubkan, dia menggelengkan kepalanya mendapati sahabat lamanya itu mengatakan kejujurannya.

"Ambil saja jika kamu mau dengan janda itu ha ha ha."

"Aku tidak meminta darimu lagipula kalian sudah berakhir."

Kelvin mengelus dagunya seraya mengangguk-anggukan kepala setelah itu dia menepuk pundak Bram.

"Aku serahkan tanggung jawab mereka kepadamu," setelahnya Kelvin melesat dari kediaman Bram sedangkan Bram sedari tadi tidak berekspresi, mantan suami Sinta sudah mengetahui semuanya dan ternyata itu tak jadi masalah bagi Kelvin, Bram merasa keputusannya sangat tepat dia ingin sekali segera meminang janda muda itu menerima semua kurang dan lebihnya.

 

----

ting tong

"Ia sebentar," Siti sedikit berlari membukakan pintu untuk tamu di pagi buta.

"Aku tidak masuk, bilang saja kepada Sinta aku menunggunya dimobil."

"Baik Mas Bram."

Siti menemui Sinta yang kebetulan sedang dandan, mendengar bahwa Bram telah menunggunya dimobil membuatnya gugup dia memperhatikan kembali tampilannya di kaca rias, tidak ada yang aneh dan semua baik-baik saja dia menghela nafas mencoba mengatur detak jantungnya, di ciumnya kening kecil sang putra lalu Sinta segera bergegas menuju ketempat Bram berada.

brak

Suara pintu mobil ditutup oleh Sinta, Bram sedari tadi memandang Sinta bahkan sejak dia terlihat diluar kaca mobil itu.

"Maaf menunggu lama."

"Hn tidak apa, kamu sudah sarapan?"

"Sudah, kamu sendiri?"

"Aku akan mampir ke kafe dekat butikmu nanti."

Sinta mengangguk, entah mengapa dia sekarang menjadi kikuk saat bersama Bram, berbeda sekali dengan laki-laki itu dia tampak tenang dengan pandangan didepannya dan sesekali menoleh kearah Sinta.

"Aku tidak bisa tidur tadi malam," Sinta berucap sembari dia tolehkan kepalanya keluar mobil, sedangkan Bram tampak menyembunyikan senyum kemenangan dibalik wajah datarnya laki-laki itu senang karena Sinta memikirkannya semalaman.

"Kalau kamu Bram?"

"Aku tidur seperti biasanya," Bram berbohong, dia sendiri bahkan tidak tidur barang semenit saja semalaman dia mengerjakan pekerjaannya yang ia tinggal kemarin siang karena membuntuti Sinta.

"Sudah sampai, ayo turun!" Sinta dan Bram berdiri didepan butik itu, Bram berlalu membawa dirinya untuk pergi sarapan sedangkan Sinta masuk kedalam butik dan mulai bekerja.

"Permisi?" di tolehkannya wajah mungil Sinta kearah pintu masuk, disana berdiri Kelvin dan juga selingkuhannya. Sinta berjalan dengan tenang menghampiri mereka berdua.

"Ada yang bisa saya bantu?" mencoba bersikap normal layaknya seperti kepada pelanggannya yang lain, meski tidak bisa dipungkiri rasa benci menyelimuti Sinta tatkala melihat wajah dua pasangan gila itu.

"Aku dan calon suamiku akan memesan satu pasang baju pengantin, kami akan segera menikah," Sinta tidak kaget sudah pasti keduanya akan segera menikah Kelvin sendiri yang memberitahunya.

"Silahkan berkeliling ada banyak gaun dan tuxedo yang mungkin cocok untuk kalian berdua, silahkan jika ingin melihat-lihat lebih dulu."

"Tidak perlu, aku mau gaun yang paling bagus disini diantara yang lainnya, kami berdua tidak punya banyak waktu untuk berkeliling," Kelvin sudah dulu keluar dari butik itu Tiara menaruh undangan pernikahan di meja Sinta, setelah itu dia berlalu pergi menyusul Kelvin.

Sedangkan diluar Bram yang baru selesai sarapan kaget melihat Kelvin ada diluar butik Sinta, disusul Tiara yang berjalan dengan centil disana.

"Pendekatanmu semakin gencar saja Bram."

Kelvin sedikit mengejek sedangkan Tiara seperti orang ling-lung tidak mengerti dengan maksut calon suaminya itu.

"Maksud kamu apa Sayang?" Tiara menyeletuk mengambil posisi ditengah-tengah kedua laki-laki itu.

"Dia sedang mendekati pemilik butik itu."

"Bukankah kamu sudah bertunangan dengan Natasya?"

"Mereka sudah mengakhirinya, ayo kita pergi dari sini Tiara!"

Bram tidak merasa kesal toh yang dikatakan Kelvin benar, dia masuk kedalam butik melihat wajah murung sang pujaan

di genggaman jari Sinta ada sebuah undangan, Bram merebutnya lalu membaca dibagian depan sampulnya.

"Kamu cemburu?"

"Heh yang benar saja."

"Tapi semua itu terlihat jelas di wajahmu."

"Sudah pernah ku katakan padamu Bram mereka semua hanyalah masalalu bagiku."

"Semoga saja yang terlihat dimatamu itu tidak benar, aku harus pulang sekarang Mama meminta aku untuk pulang kerumahnya," Bram membalikkan lagi badannya memberikan kunci mobil Sinta.

"Aku akan naik ojek."

"Hati-hati Bram!"

"Pasti cantik."

Setelah itu Sinta kembali berkutik dengan laptopnya menyingkirkan undangan pernikahan mantan suaminya itu kedalam tempat sampah, pemandangan yang sangat menganggu bagi Sinta.

***

kelima manusia dewasa itu kini tengah berkumpul disebuah ruang tamu, suasananya terasa mencekam. Mereka adalah Bram, Natasya, kedua orang tua Natasya dan juga mama Bram sepertinya kabar berakhirnya hubungan Bram dan Natasya sudah terdengar orang tua keduanya, Bram tampak begitu tenang berbeda dengan Natasya yang seperti tengah ketakutan.

"Coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kalian?"

"Tidak ada yang perlu dijelaskan."

"Bram!"

Ayah Natasya membuka percakapan yang ditimpali sekenanya oleh Bram, sang mama membentak putra besarnya itu untuk lebih sopan, Natasya hanya mampu melirik dari ekor matanya.

"Natasya coba kamu yang jelaskan!"

"Biar aku saja om."

Ayah Natasya tidak menanggapi namun itu tak membuat Bram untuk tidak melanjutkan perkataannya.

"Aku yang memutuskan hubungan ini karena aku sudah tidak mencintai Natasya lagi, dia tidak tahu apa-apa soal ini."

"Benar begitu Natasya?" sang ayah menanyakan kebenaran yang dikatakan oleh Bram.

"B-benar Ayah."

"Kami sebagai orang tua tidak bisa memutuskan, walau bagaimanapun kalian yang akan menjalankann. Dan kamu Bram alasan kamu itu sungguh tidak masuk akal, tapi sudahlah jika memang kalian sudah tidak bisa bersama mau bagaimana lagi?"

"Maafkan Putra saya Pak, Bu, Natasya karena Bram masih sangat labil, saya harap mereka bisa bersama kembali," ayah dan ibu Natasya hanya mengangguk sedangkan Bram mendelik kearah mamanya tidak setuju dengan ucapan terakhir yang diucapkan sang mama.

"Kalau begitu kami permisi dulu."

"Ah sekali lagi saya meminta maaf."

"Tidak apa anggap saja belum jodohnya," Natasya merasa tak sependapat dengan sang ayah padahal niatnya memberi tahu kabar putusnya hanya untuk mendapat bantuan dari kedua orang tuanya untuk mempersatukan lagi dirinya dengan Bram namun ternyata ayahnya itu malah menerima dengan lapang dada atas berakhirnya hubungan mereka.

Berbeda dengan Bram yang tampak kegirangan ternyata mantan calon mertuanya itu menyetujui pendapatnya, Bram yang hendak berpamitan pulang namun sang mama mencegahnya meminta Bram untuk menginap dirumah itu, Kedua orang tua Bram berpisah tetapi bukan dalam artian bercerai mereka berpisah tempat tinggal. Sang mama yang berada di Solo sedangkan papanya ada di Jogja juga namun Bram tidak bersama papanya tempat tinggal papa Bram berada di Gunung Kidul sedangkan Bram berada di Sleman, karena terlalu banyak rumah dan juga bisnis yang bertebaran dimana-mana membuat mereka harus hidup terpencar sementara kakak perempuan Bram sudah menikah dengan pria negri tetangga, Malaysia.

Natasya sendiri adalah gadis asli Solo dia berkuliah dan bekerja di Yogyakarta, meski Bram dan Natasya sama-sama berasal dari Solo tapi sepertinya mereka kini tidak jadi menjadi berjodoh, Bram lebih memilih wanita sunda yang manis itu.

"Baiklah hanya semalam saja Ma."

"Hei ada apa dengan dirimu nak biasanya kamu akan sangat betah berada disini?"

"Pekerjaanku banyak sekali Ma disana."

"Jangan bilang kamu putus dengan Natasya karena ada gadis lain itu juga yang membuatmu malas menginap disini 'kan Sayang?"

"bukan gadis ma, dia seorang perempuan yang cantik," Bram menjawab didalam hati jelas saja mamanya itu tak bisa mendengar.

"Menurut Mama?" Bram meledek mama parubayanya itu.

"Kalau iya Mama akan memukul kepalamu!"

"Lakukan saja jika Mama bisa," Bram berlari menaiki tangga menuju kamarnya, sang mama bersedekap dilantai bawah menatap putra bungsunya yang sudah tumbuh kelewat dewasa itu, dia menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya dengan Bram yang berani memutuskan pertunangan dengan sangat mudah membuatnya begitu malu atas kelakuan sang putra kepada mantan calon besannya.

----

tuuut tuuut

"Ada apa Bram?" suara halus didalam telfon membuat Bram tersipu Ini pertama kali dia merasa sangat jauh dengan Sinta.

"Aku merindukanmu."

"Kamu pasti sedang mengigau, maaf ya aku sedang sibuk."

"Benarkah apa kesibukan yang Ibu muda ini lakukan di malam-malam begini?"

"Aku sedang menyiapkan gaun pernikahan terbaik untuk sahabat lama mu itu."

"Masih di butik?"

"Menurutmu."

"Segeralah pulang dan temui James dia pasti sangat merindukanmu, lanjutkan saja besok!"

"Sebentar lagi selesai."

"Patuhi saja apa yang aku katakan Sinta jangan membuat dirimu susah sendiri!"

tutt

Sambungan telfon itu diputus sepihak oleh Sinta, Bram benar tidak habis pikir kenapa wanita itu dengan tega membiarkan james bersama pengasuhnya seharian penuh sedangkan dirinya sibuk menyiapkan keperluan pernikahan mantan suaminya, inikah balasan dari Sinta untuk Kelvin yang telah melukainya dulu, seandainya Bram berada di Jogja dia akan menyeret Sinta untuk segera pulang dan jika perlu dia tidak akan membiarkan wanita itu menerima pesanan dari Tiara, mungkin bagi Bram hasil dari Sinta bekerja dibutiknya sendiri itu tidak ada apa-apanya dengan penghasilan Bram. Namun bagi Sinta meskipun ada pelanggan yang kadang membuatnya jengkel masih ia layani dengan baik demi memuaskan keinginan orang lain. Butik itu adalah satu-satunya harapan Sinta, sekarang harapan Sinta mampu membesarkan James dengan tidak kekurangan. Melihat peluang Sinta yang berusaha mencari sosok ayah untuk James yang tidak mudah, membuatnya harus kembali menjadi wanita yang mandiri dan juga kuat.

1
Dhina ♑
Seorang ibu yang lucnut
Tidak punya harga diri rupanya
Dhina ♑
Harus lanjut
Lanjut lagi
Mau lanjut baca nih
Maaf tekat
Dhina ♑
maaf thor baru kembali, ini ceritanya lanjut ga? ayo share ke gc, tidak apa-aps
Sajiwo
Hallo teman-teman.
Lama ya, kita nggak berjumpa.wkwkwk
Btwe sekarang author sudah ada kerjaan lain. Alhamdulillah.
Aku datang membawa info tentang cuan. Hehe.
Apakah di sini ada yang mau menjajal platfrom lain? Kebetulan saya salah satu Editor Akuisisi di sana. Maaf sebelumnya, saya sengaja tulis ini di kolom komentar. Takutnya kalau lewat pengumuman menyinggung pemilik rumah. Buat kalian yang mau dapat fee hingga 400 dollar. Boleh whatsapp ke saya 081413030520.. untuk info lain saya jelaskan di wa ya teman-teman. Terima kasih.
Evi Sofia
kenapa belum up..
apa dibiarkan menggantung..
Sajiwo: 🙏🙏🙏🙏..
total 1 replies
Lala tsu
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
Sania Ahnaf
Lanjut thor jngan lama lama
*-*-Sincerely💕 of APRIL
lanjut
semangat terus jangan sampai DOWN
neng siska
lanjut
Sajiwo: siap kaka❤
total 1 replies
IrmaYanti
ksh kebahagiaan bt Sinta dong,.kasian masa menderita trs
Dilla Fadilla
thorr ...bikin sinta sukses n bahagia...
Evi Sofia
lanjut..penasaran..
Sajiwo: pantengin terus ya🤗❤
total 1 replies
Woro Sri
Klo ga lanjut kaya makan gda minum donk thor, tetap semangat lanjuuuuuuuuutttt
Sajiwo: terimakasih ya kak❤❤❤🙏🙏
total 1 replies
Dilla Fadilla
lanjutlh thorr...nanggung udah kesemsem ama jln ceritanya ...
Sajiwo: alhamdulillah🙏 terimakasih ya.❤❤❤💛💛
total 1 replies
*-*-Sincerely💕 of APRIL
semangat woke! Selesai sampai ni novel tamat.Memang kadang siders tu kagak peka.Mereka kadang tu sangat pelit bwat kasih komen pa lagi like padahal hal itu yang membuat authornya semangat update.

Contohnya dilapak aku banyak siders yang baca perhari tapi kamu lihatkan yang komen hanya itu2 saja, like cuma seberapa? Tapi itu tak apa? Yang penting Aku sudah memberikan yang terbaik untuk mereka kalau masalah like dan komen itu Bonus bwat aku yang penting mereka BACA.

Sebenarnya aku nulis ini desakkan dari temen2 sesama author padahal aku sibuk banget kerja.Ini aku juga nulis di sela-sela waktu santai kalau gak ada kerjaan.Makanya saat ada yang minta bwat crazy Up itu tidak mungkin terjadi...??!

Semangat jangan sampai menyerah begitu mudah 🤗🤗🤗
*-*-Sincerely💕 of APRIL: sama-sama 😁😁
total 2 replies
IrmaYanti
jgn putus asa STP karya ada yg suka ada yg gak yg penting niat kt menghibur dan memberi karya yg terbaik,...syukur2 respon pembaca sllu baik kan ga mudah bt nulis crt novel KY gini,..semangat terus lanjut kan syng klo cm smpe sini aja
Sajiwo: Terimakasih kak🙏🙏❤❤.. dan jangan lupa share ya
total 1 replies
Dilla Fadilla
kapan ...karma tiara ama kelvin thorrr...😡😡😡
Sajiwo: ditunggu ya🤗❤
total 1 replies
Julita Jokohael
natasya ikutan makan micin dr tiara.
Sajiwo
Jngan lupa share cerita ini ke teman-teman kalian ya🤗🤗🤗🙏🙏
Lala tsu
like parkir Thor.
main main ke karyaku ya mkasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!