NovelToon NovelToon
Larasati & Pak Bupati

Larasati & Pak Bupati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:18.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mak Nyak

Ayu Larasati, seorang dokter spesialis kejiwaan yang lebih senang tidur di rumah sakit daripada harus pulang ke rumahnya. Ada sebab nya dia jarang pulang ke rumah. Apalagi jika bukan drama ibunya yang menginginkannya menikah dan segera memberikannya cucu.
Ibunya memaksa ingin menjodohkan dirinya dengan seorang laki-laki.
Duta Wicaksana, seorang bupati yang amat disegani di kota Magelang. Dia amat pintar mengelola kota nya sehingga kota nya bisa menjadi kota maju. Tapi sayangnya belum memiliki pendamping. Dirinya pasrah ketika akan dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang perempuan.
Mereka dipertemukan dalam ta'aruf. Mungkinkah cinta mereka akan bersemi?
Atau mungkinkah bunga cinta itu akan layu sebelum waktunya?
Mari kita simak perjalanan kisah cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Nyak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ta'aruf

"Assalamualaikum" ucap Duta dan mamah Aini.

"Waalaikum salam" umi dan abi menjawab salam mereka.

Umi berdiri di depan pintu ditemani abi. Seluruh tubuhnya bergetar. Umi dan abi menangis melihat Duta. Duta dan mamah Aini bingung dengan apa yang terjadi.

"Bi, Pak bupati kita bi, Bi, Haris bi, hiks huhuhu" Umi menyebut nama adik Laras.

Abi mengerti maksud umi. Abi menengangkan umi.

"Boleh umi peluk sebentar?" pinta umi kepada Duta. Duta hanya mengangguk dan umi segera memeluk Duta.

Bu Aini bingung dengan yang terjadi. Umi melepas pelukannya dan mengusap air mata nya. Abi mempersilahkan tamu nya masuk.

"Mari silahkan masuk"

Mereka sudah masuk dan dipersilahkan duduk lesehan.

"Maaf tidak ada sofa, memang abi lebih suka lesehan nak bupati"

"Tidak apa-apa pak. Kami juga seneng kok lesehan seperti ini" jawab mamah Aini.

"Maaf ya jeng tadi main peluk pak bupati. Mata dia mengingatkan saya kembali ke almarhum anak lelaki saya"

Duta seakan tersentak. "Ibu, apakah nama anak ibu Haris Gunawan?"

Umi mengangguk, pun dengan Abi. Mamah Aini sekarang paham mengapa umi menangis. Pendonor mata untuk Duta adalah adik dari Laras.

"Maaf kan kami baru bisa bertemu kalian. Kami mencari ke alamat yang lama katanya sudah pindah. Terima kasih atas mata yang diberikan untuk saya. Mungkin saya akan buta selamanya jika tidak mendapatkan bantuan dari bapak dan ibu"

"Tidak apa nak bupati, itu adalah pesan almarhum sebelum meninggal. Salah satu anggota tubuhnya ingin di donorkan. Panggilnya abi saja. Ini istri saya, umi Saodah. Teman mamah kamu di kajian"

"Iya pak, eh, bi. Kalau begitu manggil saya juga jangan pak bupati dong. Manggilnya Duta saja. Biar lebih akrab"

"Jeng, kok ndak bilang kalau pak Bupati, eh maksudnya Duta ini anaknya jeng. Tahu gitu dari dulu kita besanan" umi Saodah blak-blakan kepada mamah Aini.

"Saya juga baru ngeh, kalau jeng umi nya pendonor mata buat Duta. Kami nyari kesana kemari jeng"

"Ya mungkin sudah takdirnya dipertemukan dengan cara menjadi besan" jawab Abi membuat yang ada disana tertawa.

Ais mengintip dari celah pintu seperti apa calonnya Laras. Tapi tidak kelihatan. Laras masih mondar mandir karena gugup.

"Laras tenang dong! Kakak lagi nyari tahu nih"

"Ih kakak. Bantuin Laras ngilangin gugup ini dong"

Ais menoleh ke Laras dan tersenyum. "Sepertinya kakak tahu siapa calon imam kamu"

Laras berhenti bergerak dan menahan nafasnya. Ais tersenyum senang melihat nya.

"Kak, kasih tahu dong siapa calonnya?"

"Ah, biar jadi kejutan aja deh buat kamu" Ais merahasiakan siapa yang datang dan akan di ta'arufkan dengan Laras.

"Ish, kakak main rahasia-rahasiaan. Cepetan kasih tahu!"

"Sstt, diem Ras. Tuh suara pintu kamar mu diketuk"

Tok tok tok. Ceklek.

Umi membuka pintu kamar Laras. Membuat degup jantung Laras semakin kencang tak beraturan. Nafasnya seperti tercekal di tenggorokan. Sesak ia rasakan di dada nya.

"Ras, ayo keluar. Dia udah datang. Ais bawa adiknya keluar" Umi meninggalkan kamar Laras dan kembali berkumpul bersama mereka.

"Ayo Ras, umi udah nyuruh keluar tuh!" Ais senyum sendiri melihat Laras yang semakin gugup.

"Kakaaakk, malah senyam senyum sih. Aku beneran gugup iniiiii" Laras mulai kesal dengan Ais.

"Ehem, coba tarik nafas dulu deh, yang dalam nariknyaaaa. Hembuskan. Baca bismillah, semoga dilancarkan dan selamat berjuang sistaaa" ucap Ais sambil menahan tawa.

Laras mengikuti instruksi yang diberikan oleh Ais. Dia menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan. Sekali lagi dia ulangi metode itu. Nafasnya sudah mulai teratur. Degup jantung nya sudah mulai ke ritme yang normal. Dia melihat penampilannya di cermin.

"Bismillahirrahmanirrahim. Tolong lancarkan ucapan hamba saat ditanya keluarga mereka ya Allah"

"Aamiin. Udah ayo buruan!" Ais menarik tangan Laras membuat Laras mengaduh kesakitan.

"Aduh kakaaaakk, sakiiittt" Laras menekuk muka nya cemberut karena perlakuan Ais.

Ais tersenyum dan menyenggol tangan Laras untuk diam. Laras menoleh ternyata dirinya sudah berada di ruang tamu. Semua orang memandang pada nya. Ais yang sudah duduk menarik gamis Laras mengisyaratkan untuk segera ikut duduk.

Duta yang berada tepat di depan Laras melihat penampilan Laras. Dia melihat sampai tak berkedip. Make up yang dipakai Laras sangatlah natural. Ais hanya menambahkan blush on dan mengganti lipstik yang biasa digunakan oleh Laras dengan warna peach. Membuatnya semakin terlihat segar.

Sungguh anggun, cantik, senyumnya manis. Astaghfirullah. Jaga mata kamu Dutaaaa. 2 Kali kamu terpesona oleh penampilannya. gumam Duta dalam hati. Duta menundukkan kepalanya tak berani menatap Laras.

Abi yang melihat hal itu tersenyum. Memang tak salah aku menyetujui proses ta'aruf ini. Dia sangat menjaga pandangannya. Gumam Abi dalam hati.

Laras duduk tepat di depan Duta. Laras menyalami orang tua Duta. Dirinya terkejut saat yang disalaminya adalah bu Aini. Pasiennya sendiri.

"Ibu Aini??" tanya Laras sambil tersenyum.

"Assalamualaikum dokter Laras cantiiikkk, ketemu lagi ya" balas mamah Aini dengan senyum gembira.

"Waalaikum salam, bu" Laras melirik ke sebelah mamah Aini.

Ini kan ayah nya Kinan? Jadi aku mau dita'arufkan dengannya? Sebentar! Berarti aku dijadikan madunya gitu?? Laras hanyut dalam gumaman dalam hatinya, dia tersadar saat Ais menyenggol lengannya.

"Jaga pandangan kamu Ras!" ucap Ais lirih ditelinga Laras.

"Jadi bu Aini dan nak Duta, ini anak kami satu-satunya. Ayu Larasati, usianya 28 tahun, dia seorang dokter spesialis kejiwaan" Abi memperkenalkan Laras kepada mamah Aini dan Duta.

"Saya sudah kenal pak, ini dokter langganan saya. Karena saya sempat mengalami depresi saat kehilangan suami saya. Sudah hampir satu tahunan ini saya sering ketemu dokter Laras. Betul begitu kan dokter?" jawab mamah Aini.

Laras hanya mengangguk.

"Dan ini Ais, teman anak kami, seorang dokter bedah umum juga. Sudah kami anggap anak sendiri. Jika ibu masih punya stok anak, boleh lah diperkenalkan dengan anak kami ini. Hahahaha" Abi pun memperkenalkan Ais.

"Lhoh, mbak ini kan yang tadi ketemu di toko kue kan?" tanya mamah Aini kepada Ais.

"Iya tante, benar. Kita ketemu lagi pak Bupati"

Duta melihat dan tersenyum. Laras yang mendengar itu adalah pak Bupati menautkan alisnya. Dia berbisik kepada Ais.

"Ini pak bupati kita?"

"Iya, dia calon imam kamu"

Percakapan mereka terhenti. Terdengar adzan berkumandang. Semua menikmati adzan tersebut. Diam dalam keheningan. Duta masih saja tak berani mengangkat wajahnya.

"Ayo sholat berjamaah dulu" umi mengajak semuanya untuk sholat berjamaah.

"Nak Duta, mau pakai sarung Abi?" umi menawarkan Duta untuk memakai sarung Abi.

"Boleh mi, sekalian baju nya kalau ada. Soalnya Duta pakai kaos. Hehehe"

"Ada, Ras. Siapkan pakaian untuk nak Duta ya" umi memberi perintah ke Laras dijawab oleh anggukan.

Laras segera menuju kamar umi nya untuk mengambilkan sarung dan baju. Dia hendak memberikannya ke umi, tapi umi sudah terlanjur wudhu. Tinggal Duta yang masih menunggu baju ganti nya.

"Emm, pak, ini sarung dan bajunya. Kamar mandinya ada di sebelah sana" Laras menunjuk arah kamar mandi yang ada di samping dapur.

Duta menahan tawa saat Laras memanggilnya pak. "Iya terima kasih" Duta menerima baju dan sarung itu dan segera berganti.

Laras segera mengambil wudhu dan bersiap untuk sholat. Semua sudah siap pada posisi masing-masing. Kecuali Duta yang baru selesai berwudhu.

"Nak Duta jadi imam ya" ucap Abi meminta Duta menjadi imam. Duta dengan siap mengangguk dan mengambil shaf paling depan.

Abi tersenyum. Memang sudah benar-benar siap memimpin rumah tangga.

Duta mulai membaca niat dan memulai sholat. Semua hening dalam kekhusyukan. Lantunan ayat-ayat al-quran yang keluar dari mulut Duta sungguh merdu.

Sholat telah usai. Semua masih larut dalam dzikir dan do'a. Seperti biasa, Duta bermurotal. Dan Sekali lagi, Laras terhanyut dalam suara merdunya.

.

.

.

1
Sri Puji Astuti Astuti
aku udah baca novel ini 3 kali thour GK pernah bosen critanya bagus
Idar Idar
malu adek bang
Idar Idar
bagus cerita nya
Erna M Jen
suka ceritanya
Erna M Jen
semoga jodoh dokter laras sama pak bupati
Erna M Jen
mampir juga
juwita
mampir
budak jambi
enak y ngomong nybrama tu.coba dia yg di posisi mm aini apa rela jg dia kl duta yg meninhgal .dasr dak punya otak rama...coba dia alami kecelakaan dan yg meninggal ank ny gama apa bisa shila terima itu kecelakaan
budak jambi
otak dak di pakai kyk gitu la si arjun egois
Len's Sky
seruu..
Acha Askhatalah
Kecewa
Acha Askhatalah
Lumayan
Gina Savitri
Ngakak sih pas adegan ini 😂😂😂
Gina Savitri
Rena malu klo diledek laras punya hubungan sama mantan musuh
😂😂😂
Gina Savitri
Klo di jawa yg keluar terakhir sulung ya, jadi yg cowok sulung..
Gina Savitri
Sulungnya cewek malah cowok bontot
Gina Savitri
Emang kadang orang tua jadi penghancur rumah tangga anak sendiri gara2 omongan 🙄
Gina Savitri
Mau nyogok cuma 30rb 😂😂😂 buat makan 1 keluarga sehari aja kagak cukup apalagi buat beli suara selama 5tahun..wkwkwk
Gina Savitri
cie..cie..mas ari jodohnya dateng sendiri ke rumahnya tanpa harus di cari 😁
Gina Savitri
Mana ada sibuk sampai lupa sama acara 4 bulanan 🙃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!