Aiu Himmler harus menanggung semua atas apa yang dia lakukan di masa lampau. Tak punya belas kasih dan sombong waktu duduk di bangku sekolah berimbas pada kehidupannya setelah dia mulai bekerja.
Dulu ada seorang murid laki laki pindahan dari korea, penampilannya bisa di bilang di bawah rata rata. Gemuk sipit dan semua yang berbau bau aneh melekat pada dirinya. Kang Joong Woo, dia laki laki yang tak pernah mengenal rasa benci kepada sesama, penuh dengan belas kasih dan kebaikan.
Namun semua itu berubah karena perlakuan Aiu terhadapnya.
Dia di buly habis habisan setelah berani menyatakan perasaannya kepada Aiu.
Di situlah Joong Woo yang selalu menebar senyum, seketika tak pernah terlihat sama sekali.
Beberapa tahun kemudian Aiu di pertemukan kembali dengan Joong Woo yang sudah berubah.
Tetapi Aiu di tuntut untuk merubah penampilannya di depan Joong Woo.
"Kau pasti akan menyesal ketika tahu siapa perempuan ini sebenarnya"
Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMaeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Joong Woo
Malam harinya Aiu berjalan menyusuri trotoar menuju ke sebuah minimarket yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
Ayu mendorong pintu kaca minimarket kemudian masuk ke dalam.
Dia berjalan melewati setiap lorong menuju ke satu lorong untuk mencari sesuatu.
Dan ketika dia melihat barang yang dicarinya dengan cepat Aiu mendekat untuk mengambil pembalut, namun tanpa sengaja dari arah lain seorang perempuan tiba-tiba muncul dan menabraknya.
B r u u g h!
Semua barang belanjaannya jatuh ke lantai.
"Maaf, maaf maaf saya tidak sengaja" ucap perempuan itu.
"Jalan pakai mata astaga!" gumam Aiu dengan jengkel.
Perempuan yang sibuk mengambil barang belanjaannya terlihat melirik ke arah Aiu. Namun tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah, dahinya berkerut kasar ketika melihat wajah Aiu seolah dia nampak tak asing dengan perempuan itu.
"Aiu?" ucap perempuan itu, dia kemudian beranjak berdiri.
Aiu yang sebelumnya telah mengambil pembalut, kemudian menoleh kembali ke arah perempuan yang memanggilnya.
Aiu terpaku dia tak menyangka akan bertemu dengan sahabatnya waktu dulu duduk di bangku SMP.
"Cindy?" ucap Aiu dia terkejut dan tak menyangka akan bertemu dengan sahabatnya.
Mereka berdua kemudian berjingkrak-jingkrak senang lalu berpelukan.
***
Di tepi jalan sembari memandang mobil yang berlalu lalang Aiu dan Cindy duduk di bangku yang sudah tersedia di depan minimarket.
Di meja terdapat 2 buah minuman kaleng bersoda menemani perbincangan hangat di antara mereka berdua.
"Kenapa ini sangat kebetulan sekali, aku bekerja di perusahaan grup JW yang ada di pusat sudah lebih dari 3 tahun. Ya, bisa dibilang aku senior di sana tetapi sekarang karena Nyonya Kang membuka anak perusahaan baru di sini jadi aku pindah tugaskan untuk membantu di perusahaannya yang baru. Jadi kau juga akan bekerja di perusahaan yang sama denganku?" Cindy meraih minumannya kemudian meneguknya perlahan.
"Hmmm... " Aiu menganggukkan kepalanya.
"Mak Lampir itu memintaku untuk membantu anaknya memimpin perusahaan yang baru ini."
"Mak lampir?? siapa?" keningnya berkerut kebingungan.
"Nyonya Kang!" sahut Aiu yang kemudian di sambut oleh tawa Cindy yang terbahak bahak.
Cindy berdehem menetralkan perasaan setelah Aiu menatapnya tajam.
"Dia meminta tolong kepadamu? atas dasar apa? bukankah akan lebih baik kalau kau meneruskan perusahaan Ayahmu?"
Aiu kemudian menceritakan semuanya apa yang terjadi dengan kehidupannya.
Setelah lulus SMP dulu Aiu dan Cindy harus berpisah karena Aiu harus sekolah di luar kota dan ini pertama kalinya setelah bertahun tahun mereka tak bertemu.
"Yang benar? aku tidak menyangka kalau Nyonya Kang akan berbuat sepicik itu. Tetapi setahuku selama 3 tahun aku bekerja di perusahaannya dia orang yang sangat baik. Dia selalu memperhatikan karyawannya bahkan dia tak segan-segan mengeluarkan dana untuk membantu karyawannya yang benar-benar membutuhkan dana."
"Bullshit itu hanya kedok. Mak Lampir itu memakai topeng, nyatanya apa! kau lihat sendiri kan apa yang dilakukan padaku? dan kau tahu siapa putra dari Nyonya Kang."
Cindy menggelengkan kepalanya.
"Joong Woo, Kang Joong Woo, kau pasti ingat dulu waktu kita duduk di bangku SMP ada murid pindahan dari Korea dan kau bilang namanya adalah Joong Woo."
Mulutnya menganga tak percaya.
"Yang gendut itu? serius kau?" ucap Cindy.
"Apa untungnya juga aku berbohong, kemarin waktu aku datang ke rumahnya saja aku melihat foto si gendut itu ada di sana" Aiu memutar matanya malas.
"Aku tidak tahu mengenai hal itu karena selama ini nyonya Kang tak pernah memperkenalkan putranya kepada para pegawai bahkan aku tidak pernah melihat dia datang ke perusahaan."
Memang benar apa yang dikatakan Cindy karena Joong Woo selalu menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan temannya.
Malam semakin larut dan perbincangan di antara mereka berdua semakin seru.
Karena Aiu merasa kesepian harus tinggal di rumah sendiri dia kemudian meminta Cindy untuk ikut tinggal bersamanya malam itu juga.
***
Cindy keluar dari kamar mandi dia terkejut ketika melihat Aiu mengenakan kacamata dengan rambut yang dikuncir menjadi 2 bagian di samping kanan dan kiri dengan sangat rapih.
"Astaga Aiu, kau serius dengan hal ini?" ucap Cindy sembari melangkah dan melepaskan handuk yang tertata rapi di atas kepalanya.
"Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya tadi malam?"
"Sebenarnya tanpa kau harus mengubah penampilanmu aku yakin kalau Joong Woo tak akan tahu kalau ini adalah kau karena wajahmu waktu SMP dan sekarang benar-benar sangat berubah."
"Berubah dari mananya?"
"Kita pisah setelah kelulusan SMP dan saat semalam kita bertemu lagi aku sebenarnya sempat ragu kalau itu kau, tapi setelah mendengar suaramu aku yakin kalau kau adalah Aiu. Aku percaya Joong Woo tak akan mengenalimu" Cindy telah selesai berganti baju dia sedang menyisir rambut dan mengenakan tas siap untuk berangkat bekerja.
"Terserah dia mau mengenaliku atau tidak yang terpenting karena Mak Lampir memintakuku harus merubah penampilan, mau tidak mau ya aku harus berubah seperti ini. Lagi pula kalau sampai Joong Woo mengenaliku itu akan lebih bahaya lagi karena yang ada dia pasti akan menyusahkanku seperti dulu" ucap Aiu.
Tak lama mereka pun berangkat bekerja bersama.
***
Gedung tinggi itu menjulang tinggi tepat di depan mata mereka.
Aiu dan Cindy telah sampai di depan halaman lobi beruntung jarak antara perusahaan dan tempat tinggalnya tak terlalu jauh mereka hanya perlu naik bis 1 kali maka mereka akan tiba di anak perusahaan grup JW.
Aiu menghela nafas panjang dia mempersiapkan diri sebelum bertemu dengan Joong Woo.
"Kau sudah siap?" ucap Cindy, Aiu pun menganggukkan kepalanya.
Peresmian pembukaan gedung itu sudah dilakukan 1 minggu yang lalu akan tetapi perusahaan resmi mulai beroperasi hari ini.
Semua pegawai berdiri dan berbaris rapi berhadap-hadapan untuk menyambut Joong Woo yang belum datang.
Aiu dan Cindy berdiri di tengah-tengah barisan. Ekspresi wajah Aiu terlihat sangat menjengkelkan bahkan dia seolah tak rela harus berdiri untuk menunggu kedatangan Joong Woo, akan tetapi ketika melihat para pegawai yang lain seakan mereka sangat bersemangat menunggu presdir barunya.
Aiu bahkan sempat mendengar perempuan yang berbisik-bisik di sampingnya.
"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan presdir kita, Astaga mimpi apa aku. Selama ini aku hanya melihatnya di majalah dan internet."
"Aku juga tidak menyangka kalau aku bisa diterima di perusahaan ini, masa bodoh dengan internet yang memberitakan kalau dia Gay, yang terpenting saat ini aku benar-benar senang akan menjadi salah satu pegawainya yang beruntung" sahut pegawai lainnya.
Aiu yang mendengar hanya tersenyum sinis.
"Mereka sepertinya sudah dibutakan dengan harta. Hanya karena Joong Woo kaya mereka terlalu mengagung-agungkan si gendut itu!" batin Aiu dalam hati.
Ketika sebuah mobil berwarna hitam pekat berhenti tepat di depan halaman pintu lobby semua mata langsung tertuju ke arahnya, sementara Aiu membuang pandangannya ke arah mobil itu dengan malas.
Seorang penjaga membuka pintu mobilnya mempersilakan seseorang di dalam sana untuk keluar.
Sepasang kaki indah yang dibalut dengan sepatu fantofel dan jas berwarna hitam itu terlihat keluar dari mobil.
Suasana langsung riuh para pegawai langsung berbisik-bisik tak sabar ingin segera Joong Woo keluar dari mobilnya.
Kening Aiu berkerut seharusnya kaki itu terlihat lebih besar seperti yang ada di bayangannya. Namun kenyataannya kaki itu justru terlihat langsing dan menjulang tinggi.
Tak lama Joong Woo keluar laki-laki itu terlihat sangat berkarismatik terlalu indah untuk dilewatkan, tubuhnya sangat proporsional bahkan bentuk jasnya mengikuti bentuk otot di lengannya.
Aiu dibuat menganga dengan penampilan laki-laki itu dia berpikir bahwa itu bukanlah Joong Woo.
"Dia... bukannya laki laki yang waktu itu?" gumamnya dalam hati, Aiu teringat pertemuan mereka di mana waktu itu Aiu di usir oleh petugas saat ingin menemui Nyonya Kang.
"Kenapa laki laki ini terlihat sangat indah" waktu seakan berhenti, Aiu terpaku terpana ketika melihat laki-laki itu melangkah maju dengan gayanya yang santai namun sangat elegan.
Pandangannya kini tertuju kepada laki-laki itu, ketika dia berjalan seakan dunia terpanah dengan dirinya rambutnya yang sengaja dibiarkan berantakan namun mampu membuat laki-laki itu terlihat sangat maskulin apalagi dua anting-anting yang menggantung di telinga membuatnya terlihat lebih terkesan nakal.
Sementara kancing kemejanya yang sengaja dilepas membuat laki-laki itu terlihat semakin panas.
Aiu dengan leluasa bisa melihat jakun lancip yang bergerak naik turun dan dada bagian atasnya yang terekspos begitu menggoda.
Joong Woo berjalan dengan santai melewati para pegawai satu persatu dia terlihat sangat dingin bahkan cuek namun hal itulah yang membuat para perempuan semakin tak kuat melihat ke arahnya.
Semua pegawai menundukkan kepala ketika Joong Woo berjalan tak ada yang berani menatapnya, hanya Aiu yang masih menatapnya lekat karena terpana dan itu menarik perhatian Joong Woo.
Dari kejauhan dia kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Aiu. Joong Woo berjalan melewatinya begitu saja diikuti oleh Min Joon dari arah belakang.
Cindy yang berdiri di disampingnya meraih kepala Aiu memaksa perempuan itu untuk menunduk.
Aiu yang masih belum sadar dari lamunannya pun hanya diam ketika Caindy memaksanya.
Setelah Joong Woo dan Min Joon pergi menuju lift semua para pegawai berhamburan akan tetapi mereka masih membicarakan ketampanan Joong Woo sambil berjalan menuju ke meja kerja masing masing.
Aiu dan Cindy masih berdiri di tempat semula, Aiu kemudian mengangkat kepalanya menatap Joong Woo dari arah belakang sebelum akhirnya laki-laki itu menghilang dibalik pintu lift.
"Astaga laki-laki itu sangat tampan, siapa dia?" ucap Cindy.
"Aku juga tidak tahu, mungkin dia salah satu pemilik saham di sini" Aiu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah luar.
"Kenapa semuanya pergi? sementara Joong Woo saja belum datang" ucap Aiu kebingungan.
Tak sengaja percakapan mereka didengar oleh seseorang yang sedang melintas.
"Kalian masih berdiri di sini karena menunggu kedatangan Presdir Joong Woo?" ucap perempuan itu karena dia masih melihat Aiu dan Cindy berdiri di depan pintu.
"Ya" ucap Aiu.
Semangat dan sehat sllu..
dia berkorban lagi untuk Joong woo
ayo Joong woo kejar Aiu ke jakarta...