Seorang perempuan bernama Olivia Al Farish, ia adalah seorang ibu dari putri bernama Yasmin Putri Permana.
Olive sudah berpisah dengan mantan suaminya, sejak delapan bulan yang lalu.
Banyak orang yang mempermasalahkan dengan status "Janda" memang apa yang salah dengan status seperti itu.
Tidak ada yang menginginkan rumah tangganya hancur, dan mendapatkan status seperti itu.
Olive atau pun orang lain tidak ada yang menginginkannya sekali pun.
Seberat dan sepahit apa pun, hidup ini harus terus berjalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitriRahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tergoda
Dirumah Olive.
Jam 19.00 WIB.
Yasmin dan Olive sudah sampai dirumah. Olive meninggalkan Yasmin yang sedang asyik nonton tv serial kartun.
"Yasmin sayang, mama mandi dulu. Pintu sudah mama kunci." Ucap Olive kepada putrinya yang sedang asyik nonton tv dan mulutnya penuh dengan kue.
Olive mandi dengan cepat karena sudah ada orang yang mengetuk pintu.
"Mama diluar ada papa." Panggil Yasmin yang sudah berdiri diluar pintu kamar mandi.
"Ada apa sayang?"
"Ada papa, ma. Ayo cepat buka pintu." Ajak Yasmin kepada Olive. Tangannya mengandeng tangan olive.
Cekrek___
"Haii sayang.. papa datang bawa chicken buat Yasmin." Memegang sebuah bungkusan ditangannya.
"Masuk papa .. ayo duduk disini. Aku lagi nonton itu." Yasmin menunjuk kearah tv.
Angga melihat kearah Olive. Matanya terus memandangi Olive.
Ada apa mas Angga menatap ku seperti itu, lagian kenapa juga Yasmin suruh masuk papanya. Kalau diliat orang bisa jadi masalah. Ya ampun aku belum pakai kerudung.
Batin Olive.
Olive langsung berlari kekamar memakai hijabnya dan baju dan celana panjang.
Didalam kamar Olive terus menggerutu.
Olive tidak mau tinggal diam saja.. ia segera menghubungi bude. Ia tidak mau orang salah paham. Makanya ia cepat-cepat menyuruh bude untuk datang.
Olive pun keluar dari kamar. Betapa terkejutnya Olive, ketika membuka pintu kamar. Dilihat mantan suaminya sedang berdiri didepan pintu.
"Ada apa mas, Yasmin mana." Olive sedikit agak cemas melihat Angga sedang berdiri.
"Ada sedang nonton tv. Aku mau bicara kepada mu." Langkah kakinya terus maju kerah Olive.
Olive yang menyadari itu segera menghindar, berjalan keruang tamu. "Mas kalau mau bicara diruang tamu saja." Ucap Olive, tapi Angga tidak mau dan berdiri terus mendekat kearah Olive.
"Mas, kamu mau apa. Cepat lepaskan aku. Aku ini bukanlah istri mu lagi."
"Kamu masih cantik sayang, wangi tubuh dan tubuh mu ya indah Olive sayang." Terus mendekat ketubuh Olive dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Yasmin tolong mama, Yasmin cepat sayang." Olive memanggil Yasmin tapi tdak didengar oleh Yasmin.
Yasmin sedang asyik memakai headset ditelingga ya dan tangannya memegang ponsel milik papanya.
Olive terus saja memberontak dan mulutnya berteriak. "Apa yang kamu lakukan mas, jangan macam-macam. Aku bisa teriak mas."
Olive terus memberontak tapi tetap saja kalah
dari Angga.
Olive mengeluarkan air matanya, ia sangat takut. Olive menendang Angga dengan sangat kencang hingga terjatuh. Ia langsung lari kedepan.
Bude mendengar suara tanggisan Olive. Langsung memanggil Olive. "Olive.. ini bude buka pintu. Cepat buka."
"Bude tolong.. " Jawab Olive. Tiba-tiba saja Olive terpeleset dan jatuh kepalanya terbentur meja dan tidak sadarkan diri...
Angga yang melihat itu panik dan segera melarikan diri lewat jendela belakang!
Yasmin yang melihat sudah sangat takut. Melihat mamanya tergeletak dilantai. "Mama..mama!" Panggil Yasmin dengan menangis!
Yasmin mendengar suara bude memanggil ia berdiri dan membuka pintu tapi tidak bisa. Matanya mencari keberadaan kunci tetapi tidak ketemu. "Bude... ga bisa kebuka. Kuncinya ga ada!" Ucap Yasmin sambil terus menangis. Hiks..hiks..
Yasmin mendekati mamanya yang mengeluarkan darah dari kepalanya.
Suasana rumah disebelahnya sepi karena sudah malam jarang ada orang lewat. Untung saja saat itu Adnan lewat. Bude memanggil Adnan.
"Adnan tunggu, tolong bude. Bukakan pintu rumah Olive. Yasmin didalam menangis memanggil mamanya."
Adnan turun dari motor, ia mendobrak pintu rumah Olive.
Gubrak....
Pintu terbuka, dilihatnya Yasmin menangis memeluk mamanya. sedangkan Olive tidak sadarkan diri. kepalanya mengeluarkan darah.
Bude masuk kedalam bersama Adnan. Tangannya langsung mengendong Yasmin. "Diam ya sayang, mama tidak apa-apa." Ucap bude berusaha menenangkan Yasmin.
"Mama ..mama, bude. hiks..hikks.. papa jahat."
Jawab Yasmin polos.
Bude menyuruh Adnan untuk mencari keberadaan Angga.
Adnan mencari disekeliling rumah Olive tapi yang dicari tidak ada. "Tidak ada siapa-siapa bude, tapi jendela dapur terbuka. Mungkin sudah pergi lewat belakang.
"Nak Adnan cepat tolong bawa Olive kerumah sakit. Bude nemenin Yasmin disini. Apa bisa?" Perintah bude dan Adnan pun mengerti.
"Bude tenang saja, saya akan bawa Olive kerumah sakit." Balas Adnan.
Adnan segera menghubungi temannya untuk membawa mobil.
Lima menit menunggu temannya. Akhirnya datang juga. Adnan mengendong tubuh Olive masuk kedalam mobil. Segera dilarikan kerumah sakit.
Dalam perjalanan teman Adnan yang bernama Billy bertanya. "Sepertinya aku kenal sama tuh cewek."
"Dia Olive, Bil. Dulu kan pernah aku kenalin waktu jaman masih kuliah." Jawab Adnan singkat.
"Oh pantes.."
Dirumah sakit.
Jam 20.00 WIB.
Mobil berhenti didepan rumah sakit. Adnan segera membawa Olive kedalam untuk mendapatkan perawatan.
Adan dan Billy menunggu diruang tunggu. Setengah jam lebih dokter akhirnya keluar dan menghampiri keduanya.
"Maaf anda siapanya pasien." Tanya dokter.
"Saya temannya dok, bagaimana keadaan Olive." Tanya Adnan mengenai keadaan Olive.
Dokter pun menjelaskan. "Begini mas, keadaan pasien sudah kita bisa atasi. Luka dikepala akibat benturan mendapat sepuluh jahitan karena lukanya sangat dalam. Pasien boleh dibawa pulang kalau sudah sadar. Saya berikan resep untuk diminum dan besok atau lusa pasien harus datang untuk kontrol luka di kepalanya. Silahkan mas selesaikan administrasinya. Kalau tidak ada yang ditanyakan saya permisi." Dokter pun meninggalkan Adnan.
"Terima kasih dok, atas bantuannya." Adnan merasa lega Olive sudah mendapatkan penanganan dari dokter.
"Bil, kamu tunggu sini. Aku mau menyelesaikan administrasi dulu."
Adnan meninggalkan Billy sendiri dan berjalan kebagian administrasi.
Dua puluh menit diruang administrasi. Adnan kembali menemui Billy. "Hai Bil, maaf menunggu lama. Bagaiman Olive?" Tanya Adnan.
"Belum tau, dari tadi gue diluar. Belum masuk lihat Olive." Balas Billy.
"Adnan, gue rokok dulu ya diluar."
Pergi keluar meninggalkan Adnan sendiri.
Adnan masuk keruang perawatan. Dilihatnya kepala Olive yang tidak memakai hijab. Ada perban dikepalanya.
Lelaki mana yang tidak tergoda melihat kecantikan kamu, Liv. Seandainya saja dulu kamu tidak dijodohkan dengan lelaki seperti Angga. Mungkin kita sudah bahagia.
Jujur Liv, aku masih menaruh perasaan sama kamu. Perasaan ku belum berubah sampai saat ini. Itu sebabnya sampai saat ini, aku belum menemukan pengganti mu."
Batin Adnan.
Olive tidak mendengar, karena masih pingsan. Adnan mengeluarkan isi hatinya yang terpendam selama ini. Ia merasa lega menceritakan semuanya walaupun Olive tidak sadarkan diri. Adnan berharap agar kedepannya Olive bisa bersamanya dan mau menjadi ayah sambung bagi Yasmin. Asalkan Olive mau menerimanya!
Cepat sembuh ya Liv, aku ingin membuat bahagia. Ucapnya pelan ditelinga Olive.
Dukung author terus ya. Biar tambah semangat.
Saran dan kritik juga, biar ada perbaikan lagi buat kedepannya. Terima kasih.
Salam hangat untuk kalian semua. Semoga suka dengan ceritanya.😘😘
harus nya itu olive yang di bela bukan nya Wina,
harus nunggu di suruh bapaknya baru berangkat,jd greget saya Thor 😂
heeeee warbinasahhhh bengalnya andah pak!!!!