NovelToon NovelToon
Blood Reign: Queen Bangkit Dari Abu Orangtuanya

Blood Reign: Queen Bangkit Dari Abu Orangtuanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:534
Nilai: 5
Nama Author: Nina1708

Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta Elena

Happy Reading

❤❤❤❤❤❤❤

Elena gemetar. Make up nya luntur karena air mata. "Bukan... Bukan seperti itu, Queen! Dengarkan aku dulu!" kata Elena sambil menangis.

"Ricardo ancam aku! Dia bilang kalau aku tidak kasih info, dia akan bunuh ibu ku yang sakit! Ibu ku waktu itu dirawat di rumah sakit dan tuan Ricardo yang bayar semua biaya nya! Dia bilang, kalau aku tidak bantu, dia cabut biaya itu dan ibu ku mati!" Jelas Elena.

Queen terdiam. Tangannya yang memegang pistol mulai bergetar.

"Jadi kau jual keluarga ku demi keselamatan ibu mu?" kata Queen dengan suara dingin, tapi ada luka di dalam hati nya.

"Aku tidak tahu mereka akan membunuh! Aku kira tuan Ricardo cuma mau bicara, cuma mau negosiasi! Aku tidak tahu mereka akan membakar vila dan membunuh Paman Steven dan Bibi Amanda! Aku baru tahu setelah semua nya terjadi, dan aku menyesal! Aku menyesal setiap hari, Queen! Setiap malam aku mimpi vila itu terbakar!" teriak Elena sambil berlutut.

Queen menatap Elena. Wanita yang dulu berbagi rahasia, berbagi es krim, berbagi mimpi jadi desainer. Sekarang, di depan nya, berlutut dengan wajah penuh penyesalan.

"Kalau kau menyesal, kenapa kau tidak datang ke makam mereka? Kenapa kau malah jadi simpanan Ricardo dan pakai uang darah keluarga ku?" tanya Queen, suara nya makin dingin.

"Karena... Karena Ricardo tidak biarkan aku pergi! Dia pegang semua bukti transfer ke rumah sakit ibu ku! Kalau aku kabur, dia akan lapor polisi kalau aku terlibat pembunuhan! Aku terjebak, Queen!" jawab Elena.

Queen menghela napas panjang. Amarah nya sedikit mereda, tapi dendam nya belum hilang. Elena meraih tangan Queen.

"Queen, ku mohon. Bantu aku. Kita hancurkan Ricardo bersama. Aku tahu semua rahasia dia. Kode brankas nya, jadwal pertemuan nya, semua. Aku bisa jadi mata-mata untuk mu dari dalam," bisik Elena.

Queen menatap Elena lama. Otak nya berperang antara dendam dan logika. Dia butuh orang dalam. Dan Elena adalah orang dalam yang paling sempurna. Queen akhirnya menurunkan pistol nya.

"Oke," kata Queen dingin. "Aku kasih kau satu kesempatan. Bukan karena aku maafkan kau. Tapi karena aku butuh kau untuk menghancurkan Ricardo." jawab Queen "Kalau kau khianati aku sekali lagi, Elena... pistol ini tidak akan cuma mengarah ke perut mu. Tapi ke kepala ibu mu yang kau sayang itu juga." Lanjut nya. Elena menangis, tapi kali ini karena lega.

"Terima kasih, Queen. Terima kasih sudah kasih aku kesempatan," isak Elena.

Queen membalikkan badan, berjalan meninggalkan gang. Tapi sebelum keluar gang, Queen berhenti dan berkata tanpa menoleh.

"Elena... persahabatan kita mati malam itu di vila. Yang hidup sekarang cuma kerjasama. Jangan sampai aku menyesal sudah tidak menarik pelatuk ini malam ini." Ucap Queen.

Elena hanya bisa menatap punggung Queen yang menghilang, sambil memegang foto lama mereka yang jatuh dari saku Queen.

Di foto itu, dua anak kecil tersenyum bahagia. Foto yang sekarang tinggal kenangan.

******

Gereja tua Santa Maria, jam 12 malam. Lucas sudah menunggu di sana sesuai pesan anonim:

💌"Datang sendiri. Aku punya info soal kematian Tuan dan Nyonya Alessandro."

Dia pikir itu jebakan ayah nya. Tapi dia tetap datang. Karena firasat nya bilang, ini soal Queen.

Pintu gereja terbuka. Queen masuk dengan hoodie hitam, wajah nya setengah tertutup.

"Kau," Kata Luca terkejut. "Jadi benar kau masih hidup." Sambung Nya.

Queen tidak membuang waktu. Dia melempar sebuah flashdisk ke tangan Lucas.

"Isi flashdisk itu adalah bukti kalau tuan Ricardo menyembunyikan 50 juta euro dari hasil jualan senjata yang seharus nya di setor ke Dewan Mafia," kata Queen dingin.

Lucas menangkap flashdisk itu. Mata nya menyipit. "Kau mau aku kasih ini ke Dewan? Kau mau ayah ku hancur?" tanya Lucas.

"Aku mau kau pilih," jawab Queen. "Kau mau tetap jadi anak si Ricardo yang patuh, atau kau mau jadi Lucas yang dulu berjanji akan melindungi aku?" Ucap Queen memberi pilihan.

Lucas melangkah mendekat. Jarak mereka kini hanya 30 cm. "Queen, kau tidak tahu apa yang terjadi 5 tahun ini. Ayah ku berubah. Dia sekarang paranoid, kejam. Dia bahkan curiga sama aku. Kalau dia tahu aku bantu kau, dia akan bunuh aku," bisik Lucas.

"Kalau begitu jangan bantu aku," kata Queen sambil berbalik mau pergi. "Aku bisa hancurkan dia sendiri." Lanjut Queen.

Tapi Lucas langsung menarik pergelangan tangan Queen. "Tapi aku MAU bantu kau!" kata Lucas dengan suara penuh emosi. "Aku sudah muak jadi boneka ayah ku! Malam kebakaran itu, aku tidak tahu! Aku baru tahu 2 tahun kemudian dan aku muntah setiap ingat wajah mu waktu kecil!" lanjut Lucas.

Queen menoleh. Mata mereka bertemu. Mata Lucas merah, penuh penyesalan. "Aku masih ingat janji kita waktu kecil, Luca," kata Queen pelan. "Kita main di taman vila. Kau bilang, Queen, kalau aku jadi raja mafia, aku akan lindungi kau selama nya." Lanjut Queen.

"Aku tidak pernah lupa janji itu," kata Luca. "Justru karena itu aku tidak bisa biarkan kau mati. Dan aku tidak bisa biarkan ayah ku terus membunuh orang tak bersalah." Sambung Nya.

Queen melepaskan tangan nya dari genggaman Lucas. "Tapi kita di sisi berbeda, Luca. Kau Ricardo, aku Alessandro. Darah orang tua ku ada di tangan ayah mu." Ujar Queen.

"Dan darah itu juga akan jadi akhir ayah ku," kata Lucas tegas. "Aku akan kasih flashdisk ini ke Dewan besok. Biar Dewan yang hancurkan dia secara legal di dunia mafia. Bukan dengan perang berdarah." Kata nya lagi.

Queen terdiam. Ini rencana yang lebih pintar daripada serang frontal. "Tapi ada syarat nya," kata Lucas sambil menatap dalam mata Queen.

"Apa?" tanya Queen waspada.

"Setelah semua ini selesai. Setelah Ricardo jatuh. Kau dan aku... kita pergi jauh dari dunia mafia ini. Kita mulai hidup baru. Seperti janji kita waktu kecil," kata Lucas.

Jantung Queen berdegup kencang. Untuk pertama kali nya setelah 5 tahun, dia merasakan sesuatu selain dendam. Sesuatu yang hangat.

"Lucas, kau gila? Dunia mafia tidak akan pernah biarkan kita pergi begitu saja," kata Queen.

"Kalau begitu kita buat dunia itu biarkan kita pergi," jawab Luca sambil tersenyum. Senyum yang dulu selalu bikin Queen jatuh cinta waktu SMP.

Queen tidak menjawab. Dia hanya berbalik dan berjalan pergi, tapi sebelum keluar pintu gereja, dia berkata tanpa menoleh.

"Kerjakan tugas mu besok, Lucas. Soal janji itu... kita lihat nanti kalau kau masih hidup." Jawab Queen.

Lucas tersenyum lega. Dia tahu, Queen belum sepenuh nya membenci nya. Tapi di luar gereja, Marco sudah menunggu Queen di mobil.

"Nona, apa yang kalian bicarakan? Itu tuan muda Lucas Ricardo! Kau tidak boleh percaya dia!" kata Marco khawatir.

Queen masuk ke mobil dan menatap ke arah gereja yang kini kosong. "Marco, aku juga tidak boleh percaya dia. Tapi untuk pertama kali nya, aku punya harapan kalau dendam ini bisa berakhir tanpa aku harus kehilangan satu-satu nya orang yang pernah aku cintai," kata Queen pelan.Mobil itu melaju meninggalkan gereja.

Sementara di dalam Gereja, Lucas masih memegang flashdisk itu erat-erat, seperti memegang masa depan mereka berdua.

******

Happy Reading Guys. 🤗🥰

1
🙈
karyanya bagus banget 😍
🙈
semangat nulisnya kak, 🤭, yokk intip karyaku kak 🤭, like komen yukk🤭
🙈: aman kak, yok nilai punya ku bestie,😋
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!