NovelToon NovelToon
Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Maya menikah dengan Ryan yang berasal dari desa. Setelah menikah mereka tinggal di rumah Maya yang di beli sebelum dia menikah.

Awalnya adik Ryan dan istrinya datang, mereka bilang hanya menumpang sebentar sampai mendapatkan kontrakan baru di Jakarta. Namun sudah sampai sebulan mereka menginap, bukannya pergi malah ibunya Ryan yang dari kampung datang dan ikut tinggal di rumahnya.

Mereka tidak mau bekerja, mereka justru menjadikan Maya sebagai pembantu.

Puncaknya, adik Ryan menampar Maya, sementara Ryan hanya diam saja tanpa membelanya. Saat itu Maya sadar, ia bukan lagi seorang istri di rumah tangganya sendiri.

Maya yang marah akhirnya memilih menjual rumah itu, dan menggugat cerai suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Malam ini terasa lebih panjang dari biasanya.

Mia tidak bisa tidur. Ia hanya berbaring memeluk Kayla, sementara pikirannya berputar tanpa henti. Setiap kali ia menutup matanya, yang muncul justru wajah Rian yang selalu membela adiknya, suara Lukman yang malas, dan tumpukan piring kotor yang seolah tidak pernah habis.

Di luar kamar, suara langkah kaki masih bolak-balik. Sekitar pukul dua dini hari, Janu masih menangis. Sonya terdengar berusaha menenangkan sang putra. Namun berbeda dengan Lukman yang justru kesal dengan tangisan anaknya.

“Elah, tidur dong. Aku capek.”

Mia membuka mata. Ia menatap langit-langit kamar yang gelap. Capek? Ia tertawa sinis dalam hati. Lukman yang sepanjang hari hanya tidur dan main HP bilang capek? Lalu bagaimana dengan dirinya yang dari pagi sampai malam berdiri di dapur, mengurus rumah, mengurus anak, dan sekarang juga harus menanggung urusan mereka?

Rian yang tidur di sisi lain ranjang menggeliat. Ia seperti ingin meraih Mia, tapi ragu. Akhirnya ia hanya berbisik pelan, “Tidur, Mia… besok aku akan bicara sama Lukman.”

Mia tidak menjawab. Ia hanya memeluk Kayla lebih erat. Seolah tidak mendengar ucapan suaminya. Rian sudah terlalu sering berkata seperti itu, tapi hasilnya sama saja.

*

*

Pagi harinya, kekesalan itu semakin menggunung.

Mia bangun lebih awal. Ia memasak bubur untuk Kayla, lalu menyiapkan sarapan sederhana untuk dirinya dan sang suami. Ketika ia membuka kulkas, lagi-lagi stok susu putrinya sudah berkurang lagi.

Ia sedang menata piring ketika Lukman keluar dari kamar dengan rambut acak-acakan, menguap lebar.

“Kak, ada sarapan?” tanyanya santai, seolah rumah ini memang restoran gratis.

Mia menatapnya datar. “Ada nasi dan telur. Silakan ambil sendiri.”

Lukman mengangguk, lalu duduk di meja makan tanpa mengucapkan rasa terima kasih sedikitpun. Ia makan dengan lahap. Sonya menyusul belakangan sambil menggendong putranya.

“Pagi, Kak Mia… maaf ya semalam Janu rewel. Pasti kakak terganggu” ucap Sonya sambil tersenyum manis seperti biasanya.

Mia hanya mengangguk singkat. Ia tidak punya tenaga untuk membalas senyuman itu.

Tak lama Rian datang, Mia segera menariknya menuju ke ruang makan.

“Kamu janji akan bicara sama adikmu,” katanya pelan tapi tegas. “Hari ini. Jangan ditunda lagi.”

Rian menoleh. Ia melihat tatapan istrinya yang sudah tidak lagi lembut. Ada kelelahan yang dalam di sana, ada juga peringatan. Ia mengangguk pelan, lalu berjalan kembali ke meja makan. Ia menarik kursi dan duduk di depan adiknya.

“Lukman,” katanya membuka suara. “Bagaimana, kamu sudah menemukan pekerjaan baru atau belum? Kebetulan di kantorku lagi butuh karyawan baru bagian office boy. Kalau mau, nanti aku bantu.”

Lukman berhenti mengunyah. Sendok di tangannya terhenti di udara. Ia mengangkat kepala, menatap kakaknya dengan tatapan tidak suka. Alisnya berkerut, rahangnya mengeras.

“Maksudmu apa?” tanyanya, suara sedikit meninggi. “Kamu berniat menghinaku?”

Ruang makan tiba-tiba sunyi. Sonya menatap suaminya khawatir, sementara Mia yang berdiri di ambang dapur hanya mengamati tanpa bicara. Kayla ikut berhenti bermain sendok, seolah merasakan ketegangan orang dewasa.

Lukman meletakkan sendoknya dengan keras. “Office boy? Serius? Aku disuruh jadi tukang sapu, tukang bersihkan toilet? Aku ini punya ijazah. Bukan orang yang pantas dikasih kerjaan seperti itu. Kamu menghinaku di depan istri aku sendiri.”

Rian menghela napas. Ia berusaha tetap tenang. “Bukan begitu. Aku tidak menghina. Apa salahnya dicoba untuk sementara waktu, sampai kamu menemukan pekerjaan yang lebih baik? Setidaknya kamu punya penghasilan. Tidak terus-terusan… bergantung.”

Ucapan Rian membuat Lukman semakin tersulut. Ia merasa harga dirinya diinjak. Selama ini ia sudah nyaman tinggal di rumah kakaknya, makan gratis, tidur gratis, tanpa harus memikirkan cicilan atau tagihan. Tawaran pekerjaan sebagai office boy terasa seperti tamparan bahwa kakaknya menganggapnya tidak mampu melakukan pekerjaan yang lebih baik.

“Tak…!”

Bunyi sendok yang dibanting ke piring menggema di seluruh ruang makan. Piring bergeser, sedikit nasi tumpah ke meja. Lukman berdiri tegak, wajahnya memerah.

“Sudah, Kak. Tidak usah pura-pura peduli. Kalau Kakak merasa terganggu, bilang saja. Tidak perlu kasih tawaran yang menyakitkan seperti itu.”

Ia tidak menunggu jawaban. Langsung berbalik dan berjalan cepat meninggalkan ruang makan, masuk ke kamar belakang, lalu membanting pintu hingga berbunyi keras.

Sonya terlonjak. Janu mulai merengek karena sudah lapar. Ia menatap Rian dengan mata memohon, lalu menunduk malu.

“Maaf, Kak…” bisiknya pelan. “Lukman memang sedang sensitif belakangan ini.”

Rian duduk kaku di kursinya. Ia menatap pintu kamar yang baru saja ditutup keras. Di kepalanya bercampur antara rasa bersalah dan rasa kesal. Ia hanya ingin membantu, tapi justru membuat adiknya tersinggung.

Mia masih berdiri di tempatnya. Ia tidak bilang apa-apa, tapi di dalam hati ada rasa lega yang aneh bercampur kecewa. Lega karena akhirnya Rian berbicara. Kecewa karena hasilnya seperti ini Lukman marah, suasana rumah semakin runyam, dan masalah belum selesai.

Ia mendekati Kayla, mengusap kepala putrinya yang mulai gelisah.“Sudah, sayang. Makan dulu,” katanya lembut, meski dadanya masih berdegup kencang.

Rian menoleh ke arah istrinya. “Aku sudah bicara, Mia…”

Mia menatapnya datar. “Iya. Kamu sudah bicara. Tapi dia pergi dengan membanting pintu. Lalu apa? Besok dia tetap makan di sini. Lusa tetap tidur di kamar anak kita. Dan kamu tetap yang bayar semuanya.”

Rian tidak menjawab. Ia hanya mengusap wajahnya lelah, lalu berdiri untuk mengambil jaket.

Di luar, mesin mobil sudah dinyalakan. Tapi di dalam rumah, ketegangan masih menggantung di udara.

Pintu kamar belakang tetap tertutup rapat. Dan di balik pintu itu, Lukman duduk di tepi ranjang dengan wajah terbakar amarah, merasa harga dirinya diinjak oleh tawaran yang menurutnya hina.

Mia memandang sekeliling ruang makan yang berantakan. Nasi tumpah, piring kotor, dan suasana yang semakin tidak nyaman.

Ia menghela napas panjang. Satu bulan lebih sudah berlalu. Dan alih-alih membaik, semuanya justru semakin rusak.

1
Ma Em
Bagus Mia kamu hrs berani dan tegas ambil keputusan jgn mau dijadikan pembantu di rumahmu sendiri , ada suami tdk pernah membela istrinya malah selalu berpihak pada keluarganya , daripada rumah tangga Mia selalu bertengkar dan tdk bahagia keputusan Mia sdh tepat untuk bercerai dgn Rian .
Agus Tina
Thor double up kalau bisa ya ...
Oma Gavin
jgn goyah jgn mundur jgn luluh sama rian bila perlu pakai pengacara yg baik biar proses cerai mu cepat dan tutup semua akses mediasi
Agus Tina
Bagus Mia
Anonim
rumah punya sendiri mobil punya sendiri orh tua juga punya…ngapain mia gpblok bget msih bertahan sm keluarga benalu suaminya…jd bosan baca ceritanya muter2 terus
Sasikarin Sasikarin
lanjuuuuuuuut
Putri Wulandari
lanjut thor udah dipukulin numpang tapu ga ada karmanya
Anita Rahayu
SI MIA BEGO KEBANGETAN UDAH TAU MASUK SARANG HARIMAU HABISLAH BODOH YG GK BERSUDAHAN 😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
THOR BUAT YG HAJAR MIA DI JEBLOSKAN PENJARA TANPA ADA NEGOSIASI BIAR IPAR DAN MANTAN MERTUA TAU ARTINYA K.A.R.M.A😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Susan Paulina
Lanjut Thor
Lee Mba Young
di pukul bisa buat laporan ke polisi itu.
Oma Gavin
laporkan polisi biar dipenjara orang ngga guna banget hidup cuma numpang napas aja
Lee Mba Young
mia lbih baik jng pulang apa lagi bawa anak nya, nnti pasti Ada pertengkaran kasian Kayla akn trauma.
Oma Gavin
sukurin kalian benalu parasit silahkan angkat kaki tanpa uang sepersen pun hbs ini mia gugat cerai jgn mau lagi hidup dgn suami ketoy plin plan ngga tegas
Agus Tina
Syukurin, nanti kalau Rian marah ajukan proses cerai saja langsung
Agus Tina
Jenf .. jeng .. jeng
Lee Mba Young
Surat Surat penting bawa rumah ortu, mending jng pulang lah. anakmu mental down nnti bisa bisa trauma. mending tinggal di rumah ortu mu lah.
Oma Gavin
sertifikat asli lebih baik disimpan di rumah ortu mu demi keamanan jgn sampai dibawa pulang lagi nanti di curi grandong
Agus Tina
Pergi saja, cerai ... ambil milikmu kembali ..
Lee Mba Young
Sdh tau laki nya bgitu knp balik lagi ke rumah, hrse lngsung beres beres ambil Surat penting, sertifikat trus pergi urus Surat cerai.
kl masih bertahan ya goblok saja jd wanita. dah di pukul juga kn, foto trus lapor kan polisi lo.
Oma Gavin
wes no comment sama goblok nya rian dan keluarga toxic sudah numpuk hidup malah menguasai masih mau dipertahankan rumah tangga seperti ini tu gitu saja sampai mati ngenes sendiri
Putri Wulandari: iya cepet* karma gitulo🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!