NovelToon NovelToon
Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta

Status: tamat
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mafia / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: bubu1234

yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(season 2) benci menjadi cinta (bab 1) sosok misterius?

Tahun-tahun berlalu, namun nama Marco tidak pernah benar-benar lenyap. Yuna tidak hanya menyimpan kenangannya di dalam hati — dia mewujudkan cinta dan warisannya menjadi sesuatu yang nyata, sesuatu yang bisa dirasakan oleh banyak orang.

Di atas sebidang tanah yang luas dan cerah, berdiri sebuah bangunan indah berwarna putih bersih dengan jendela-jendela besar yang selalu terbuka menyambut cahaya matahari. Di pintu masuknya tertulis dengan huruf-huruf emas yang elegan:

✨ YAYASAN MARCO

Tempat ini adalah rumah bagi anak-anak yang membutuhkan — mereka yang kehilangan keluarga, yang terluka oleh keadaan hidup, yang membutuhkan tempat untuk pulang, sama seperti Marco yang dulu kesepian dan terluka. Yuna membangunnya dengan seluruh hatinya, setiap sudutnya dirancang agar terasa hangat, aman, dan penuh kasih sayang — persis seperti apa yang Marco berikan padanya.

Hari ini adalah hari pembukaan resmi. Anak-anak berlari tertawa di halaman yang hijau. Bunga-bunga bermekaran di sekeliling bangunan. Yuna berdiri di depan kerumunan, mengenakan gaun sederhana berwarna krem, senyumnya lembut namun matanya memancarkan kekuatan yang tenang. Di dadanya, ia memakai lencana kecil berbentuk mawar putih — mawar kesayangan Marco.

"Teman-teman," suaranya terdengar jernih dan mantap, sampai ke setiap sudut halaman. "Tempat ini berdiri untuk mengenang seorang lelaki yang dulu hidup dalam kegelapan, namun hatinya selalu penuh cahaya. Dia mengajarkanku bahwa kebaikan jauh lebih kuat daripada kebencian. Bahwa mencintai adalah keberanian terbesar yang dimiliki seseorang. Semoga Yayasan Marco ini menjadi cahaya bagi siapa pun yang merasa sendirian. Karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang pantas hidup sendirian."

Tepuk tangan riuh menggema. Yona, Jisoo, ayahnya, dan semua orang yang hadir tersenyum bangga dan terharu. Anak-anak berlarian memeluk Yuna, memberinya karangan bunga buatan tangan mereka sendiri. Yuna menerima semuanya dengan mata berkaca-kaca, merasa seakan Marco ada di sana, berdiri di sampingnya, tersenyum bangga.

Namun di balik kebahagiaan itu... ada sepasang mata yang memperhatikan.

Jauh di seberang jalan, di balik bayangan pohon besar yang rindang, sosok itu berdiri diam. Dia mengenakan pakaian gelap yang menyatu dengan bayang-bayang. Wajahnya tertutup sebagian oleh topi, namun matanya yang tajam tak lepas dari Yuna dan bangunan indah itu.

Dia tidak tersenyum.

Dia tidak menepuk tangan.

Dia hanya menatap — tajam, diam, dan penuh perhitungan yang tak bisa dibaca siapa pun.

Saat Yuna tanpa sengaja menoleh ke arah jalan raya, seakan ada dorongan di hatinya untuk melihat ke sana. Dia menyipitkan mata, merasa ada sesuatu... atau seseorang di kejauhan itu. Namun saat dia melihat lebih jelas, sosok itu sudah menghilang. Hanya bayangan pohon yang bergerak ditiup angin sepoi-sepoi.

Yuna mengerutkan kening sejenak, lalu menggeleng pelan. Mungkin hanya perasaanku saja, pikirnya. Namun ada getaran halus di hatinya — perasaan bahwa perjalanan baru saja dimulai, dan kedamaian yang ia bangun mungkin belum benar-benar utuh.

Di sela-sela kegembiraan pembukaan itu, di sudut hatinya yang sunyi, Yuna berbisik pelan:

"Marco... semoga kau bangga. Tapi aku merasa... ada sesuatu yang akan datang. Entah apa itu... tapi aku siap menghadapinya. Karena kau selalu ada di hatiku."

Dan jauh di sana, di balik kabut tipis yang mulai turun, sosok misterius itu berdiri kembali di tempat yang lebih tersembunyi. Dia melihat ke arah papan nama emas yang berkilau di bawah sinar matahari sore — Yayasan Marco. Bibirnya tidak bergerak, tapi di matanya terbersih satu tekad yang tak terbaca:

Aku belum selesai.

BERSAMBUNG....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!