NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24: Dendam engsel pintu dan tagihan seratus tael

Suasana di dalam Apotek Ruozi Jaya Medika yang semula mencekam, mendadak berubah menjadi panggung komedi satir berkat bisikan maut Shen Ruozi. Long Tianxu, sang Dewa Perang yang ditakuti di seluruh penjuru kekaisaran, sempat melirik sedikit ke belakang lewat sudut matanya. Sudut bibirnya berkedut samar menahan diri antara ingin memijat pelipisnya yang mendadak pening atau mendengus geli melihat tingkah gadis modern ini.

"Seratus tael emas?" Perdana Menteri Li yang mendengar bisikan nyaring Ruozi langsung menudingkan jarinya dengan gemetar.

Wajahnya yang semula pucat pasi kini memerah padam akibat kombinasi antara rasa syok dan harga diri yang diinjak-injak. "Gadis gila! Kau pikir engsel pintumu itu terbuat dari tulang naga murni?!"

"Kurang lebih begitu, Pak Tua! Jati premium plus nilai sejarah!" sahut Ruozi tanpa dosa, masih setia menjadikan punggung tegap Tianxu sebagai tameng paling aman di dunia.

Long Tianxu kembali memfokuskan tatapan matanya kepada Perdana Menteri Li. Aura membunuh yang keluar dari tubuh sang Jenderal Besar mendadak berlipat ganda, membuat hawa dingin di lantai satu semakin menusuk tulang. Belasan pengawal Perdana Menteri Li yang baru saja merangkak bangun dari lantai langsung buru-buru memundurkan langkah, ketakutan setengah mati melihat sang Dewa Perang berdiri tegap tanpa cacat.

"Perdana Menteri Li," suara bariton Tianxu menggelegar rendah, memotong semua protes. "Kau datang ke rukoku tanpa izin, merusak properti milik sekutuku, dan mencoba membunuh orang di bawah perlindunganku. Apakah posisimu di istana sudah membuatmu merasa lebih tinggi dari hukum kekaisaran?"

Perdana Menteri Li meneguk ludah dengan susah payah. Matanya menatap tajam ke arah dada Tianxu, mencoba mencari tanda-tanda kelemahan atau sisa-sisa racun kronis yang seharusnya sedang menggerogoti tubuh pria itu. Namun nihil. Aliran tenaga dalam Tianxu justru terasa mengalir dengan sangat deras, bebas, dan jauh lebih kuat dari biasanya. Bagaimana mungkin?! Racun itu seharusnya tidak memiliki obat penawar! batin Li menjerit frustrasi.

Sadar bahwa situasi hari ini sama sekali tidak menguntungkan pihaknya, Perdana Menteri Li mengepalkan tangannya di balik jubah sutra ungunya yang kini tampak sedikit kusut. Ia mendengus kencang, mencoba menyelamatkan sisa-sisa harga dirinya yang sudah tercecer di lantai ruko.

"Long Tianxu... hari ini kau boleh menang. Tapi jangan kira urusan kita selesai sampai di sini!" ancam Perdana Menteri Li dengan gigi teretuk. Ia kemudian melirik Ruozi dengan tatapan penuh dendam. "Dan kau, Gadis Kecil... urusan kita belum selesai."

"Jangan lupa bayar engsel pintunya lewat kurir, Pak Tua! Kalau tidak, aku kirim tagihan bermeterai ke rumahmu!" balas Ruozi berteriak riang, sengaja memanaskan suasana.

"Mundur!" bentak Perdana Menteri Li kepada sisa-sisa pengawalnya.

Dengan langkah kaki yang dihentak-hentakkan menahan dongkol, rombongan menteri licik itu akhirnya mundur teratur dan keluar dari ruko dengan menyedihkan.

Begitu bayangan jubah ungu itu benar-benar menghilang dari jalanan depan, suasana ruko perlahan-lahan kembali normal. Empat pengawal elit berzirah hitam langsung menyarungkan pedang mereka, lalu berlutut serempak di hadapan Tianxu dan Ruozi.

"Hamba lalai melindungi tempat ini, Jenderal! Mohon hukuman!" ucap pemimpin pengawal dengan nada penuh penyesalan.

"Bangunlah. Ini bukan salah kalian. Tenaga dalam Li memang sudah mencapai ranah tingkat tinggi, bukan tandingan kalian," jawab Tianxu tenang, melambaikan tangan agar mereka kembali ke posisi berjaga.

Ruozi akhirnya keluar dari balik punggung Tianxu. Ia buru-buru berlari kecil ke arah pintu depan yang kini posisinya sudah miring mengenaskan. Sambil meraba kayu jati yang lecet, Ruozi mendesah dramatis. "Aduh... investasi hari ketigaku ternoda oleh kakek-kakek kosmetik ungu itu. Mas Jenderal, ini bagaimana pintunya? Masa apotek keren begini pintunya mangap?"

Tianxu membalikkan badannya, menatap Ruozi yang sedang cemberut. Tanpa sepatah kata pun, sang Jenderal merogoh sesuatu dari balik jubah hitamnya. Sebuah kantong kain yang cukup berat mendarat dengan bunyi klunting berat di atas meja konter herbal di dekat mereka.

Ruozi mengerjapkan mata. Dengan gerakan secepat kilat, ia menyambar kantong tersebut dan membukanya. Kilauan kuning berkilap langsung memanjakan matanya. Lima puluh tael emas.

"Ini untuk biaya perbaikan pintumu. Dan sisanya... anggap saja sebagai bonus awal," ucap Tianxu datar.

Mata Ruozi langsung berubah menjadi bentuk koin emas. Rasa kesalnya menguap dalam hitungan detik. "Wah, Mas Jenderal memang investor paling pengertian sedunia! Tapi tunggu, tadi aku mintanya seratus tael loh, kenapa cuma dikasih setengah?" tanyanya sambil menyipitkan mata, menguji tingkat kedermawanan sang pangeran es.

Tianxu tidak menjawab pertanyaan matre tersebut. Sebagai gantinya, ia menatap telapak tangannya sendiri yang perlahan-lahan mengeluarkan hawa hangat yang sangat murni. Tatapannya kemudian beralih, mengunci mata Ruozi dengan intensitas yang membuat jantung Ruozi mendadak lupa cara berdetak normal.

"Ramuan belerang dan pil aneh yang kau jejalkan ke mulutku tadi siang..." Tianxu menggantung kalimatnya, melangkah satu tapak lebih dekat hingga bayangan tubuh tingginya kembali mengurung Ruozi. "Itu tidak hanya menekan racun dingin di tubuhku."

"Eh? Terus?" Ruozi memundurkan kepalanya sedikit, mendadak gugup karena jarak mereka yang terlalu dekat.

"Ramuan itu menghancurkan sumbatan energi yang sudah mengendap selama lima tahun di meridian utamaku," bisik Tianxu dengan suara rendah yang bergetar penuh penekanan. "Efek ledakan belerangmu di lantai tiga tadi... entah bagaimana justru memicu sirkulasi darah dormanku untuk terbuka kembali secara total. Kekuatanku saat ini bahkan lebih tinggi daripada sebelum aku terkena racun."

Ruozi melongo. Otak modernnya langsung mencoba mencerna informasi medis kuno tersebut. Lah? Jadi eksperimen gagal yang bikin mukanya gosong tadi malah jadi terapi kejut listrik versi dunia kultivasi?!

"Jadi..." Ruozi menunjuk hidungnya sendiri dengan ragu. "Aku tidak sengaja membuatmu jadi lebih sakti?"

Tianxu mengangguk pelan. Sebuah senyuman tipis yang kali ini benar-benar tampak seperti senyuman tulus, bukan sekadar kedutan bibir terulas di wajah tampannya yang dingin. "Ya. Kau secara tidak sengaja telah mengembalikan kejayaan Dewa Perang Kekaisaran Long. Jadi, Shen Ruozi... katakan padaku, hadiah apa lagi yang kau inginkan selain emas-emas ini?"

1
Fwyz
hu'um thor
Fwyz
rouzi merebus obat herbal di hutan belantara dan di kemiskinan itu pake apa ya, lagipula kok bisa nemu botol banyak, emang botolny dari kayu kah?
heldahell: bikin botol dari kayu kak,zaman dlu kan belum ada botol ya😁
total 1 replies
Fwyz
keren bangett ceritanya bisa nambah wawasan dan berasa baca komik🤭luf yuu batt😍😍👍👍
Fwyz: iya thor ma sama
total 2 replies
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!