Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.
"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.
Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 07. Keluhan Rina
''Turun kan nada suara kamu itu karena nanti malah bisa didengar oleh Rania.'' Ilham terlihat marah kepada sang istri.
''Aku memang sudah tidak sanggup lagi untuk meneruskan ini semua!'' Rina berkata dengan air mata berderai.
''Lalu kamu mau bagaimana sekarang? sementara kamu saja juga menikmati seluruh harta yang sudah kita dapat!'' bentak Ilham dengan emosi tinggi.
''Yang tersiksa saat memelihara dia itu hanya aku saja, sementara kamu bersenang-senang dengan uang yang begitu banyak bersama dengan para wanita di luar sana.'' Rina berteriak dan membanting piring.
Praaaaang.
''Rina cukup ya!'' Ilham dengan cepat menghindar karena tadi dia Hampir terkena pecahan piring tersebut.
''Tidak pernah kamu pikirkan aku yang terus tersiksa karena setiap malam bersama dengan dia, setelah mendapatkan uang itu lalu kamu pergi lalu menghamburkan dengan para wanita di luar sana.'' Rina berkata dengan sangat hancur.
''Aku terpaksa melampiaskan kepada mereka, sebab kondisi kamu saja seperti ini.'' ujar Ilham tanpa perasaan kepada sang istri.
Rina yang Mendengar hal itu tentu saja hati dia semakin sedih karena merasa sangat tidak dihargai oleh sang suami, sementara dia seperti ini tentu saja Ilham sangat mengetahui sehingga Tidak sepantasnya bila Ilham berkata demikian di hadapan Rina saat ini, karena itu hanya akan membuat hati Rina semakin hancur saja.
Tubuh kurus kering dan terlihat begitu layu sekali sehingga terkadang membuat Ilham sama sekali tidak tertarik untuk mendekati sang istri, bahkan mau sebagus apapun baju yang Rina pakai maka itu tidak akan mengubah keadaan tubuh wanita tersebut, saja terlihat tidak menawan karena terlalu kurus seperti ini.
Harta yang dia dapat sebanyak itu ternyata tidak mampu membuat Rina menjadi terlihat semok atau bahkan menggoda di mata para pria, mungkin bila masih langsing saja masih mending sehingga masih banyak pria yang merasa kagum atau bahkan tergoda melihat tubuh Rina, ini jangankan pria yang ada di luar sana akan tergoda.
Bahkan Ilham saja sudah tidak tertarik sama sekali untuk menuntaskan hasrat bersama dengan sang istri, Oleh sebab itu terkadang Rina protes dan marah-marah kepada Ilham karena sebenarnya dia juga tidak rela bila sang suami melampiaskan hasrat bersama dengan wanita yang Ilham sewa di luar sana agar nafsu pria itu bisa terpenuhi.
Tapi Ilham sama sekali tidak peduli dengan hal itu dan malah mengatakan bahwa Rina sama sekali tidak sadar diri dengan keadaan dia sekarang, sehingga terkadang Rina berkata kepada Ilham Untuk menghentikan ini semua karena dia sudah tidak sanggup untuk menyusui para tuyul yang telah di pelihara oleh sang suami.
''Atau kamu menikah lagi dan suruh saja istri muda kamu itu mengurus para tuyul ini.'' Rina memang sudah merasa tidak sanggup.
''Ya mana bisa begitu karena mereka tahunya kamu adalah ibu mereka.'' bantah Ilham.
''Lah kamu saja seperti ini dan tidak pernah paham aku setelah menyusui para tuyul itu aku sangat menderita, dengan enteng kamu mengatakan tidak bernafsu lagi kepadaku karena aku yang kurus kering.'' teriak Rina.
''Rin, aku ini pria normal sehingga tidak mungkin selera kalau melihat kamu seperti ini.'' Ilham malah semakin memperjelas ucapan itu.
''Aku seperti ini karena tuyul itu terus menyusu kepadaku setiap malam, aku juga menderita!'' pekik Rina.
Ilham segera meninggalkan kawasan dapur karena dia tidak mau berdebat semakin panjang karena nanti justru akan didengar oleh orang lain percakapan tersebut, justru nanti yang ada rahasia mereka akan terbongkar dan sudah tidak akan ada orang yang mau percaya lagi bahwa dia mendapatkan harta itu setelah bekerja keras.
Rina hanya bisa menangis dengan perasaan hancur karena sebenarnya dia sudah merasa tidak sanggup, bukan hanya merasa ngeri Tapi saat ini payudara dia selalu saja berdenyut sakit setiap hari dan malam, tuyul itu begitu brutal ketika sedang menyusu sehingga wajar saja bila Rina merasa sangat kesakitan di kedua payudara dia saat ini.
''Hiks.'' Rina menangis tertahan dan mengusap air mata yang meluncur di wajah.
''Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit ini.'' keluh Rina sambil memegang erat kedua payudara tersebut.
Cleteeek.
Dengan tangan kurus kering sama sekali tidak ada daging itu dia menghidupkan kompor untuk membuat air hangat, hanya itu cara yang dapat dia lakukan untuk mengurangi sedikit rasa nyeri yang ada pada kedua payudara, Sebab Dia sudah berobat ke dokter dan dokter mengatakan dirinya sama sekali tidak memiliki penyakit.
''Kak.'' Rania muncul dengan perasaan bimbang karena sejak tadi malam dia terus mendengar Rina yang menangis.
''Hem?'' Rina menoleh dan dengan cepat mengusap air mata itu.
''Kenapa Kakak menangis terus sejak tadi malam?'' Rania bertanya dengan hati-hati.
Bingung, Rina tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan sang adik karena dia belum mengarang jawaban yang tepat. mau bagaimana juga dia menutupi tangis yang ada di mata maka itu tidak akan pernah bisa membohongi Rania, sebab Tadi malam dia juga mendengar suara tangisan tersebut.
''Kakak sedang ribut sama Mas Ilham kah?'' Rania justru menebak ke arah sana.
Karena Rania sendiri yang memberikan jawaban itu, maka Rina segera mengangguk karena menurut dia itu adalah jawaban yang paling aman dan tentu saja Rani yang akan paham bahwa setiap rumah tangga pasti akan terjadi pertengkaran di dalamnya.
''Aku tadi malam sempat bertanya sama Mas Ilham tapi dia jawab kalau Kak Rina kepentok meja.'' Rania memperhatikan wajah sang kakak yang terlihat begitu tua sekali.
''Iya.'' Rina mengangguk dan sambil berusaha tersenyum.
''Emmm... Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan saja supaya bisa menghibur sedikit perasaan kakak?'' Rania berusaha memberikan hiburan.
''Kamu Apa tidak pergi sekolah hari ini? pasti mau bolos kan.'' Rina sudah bisa menebak dan dia segera mematikan kompor.
''Ya mau bagaimana Karena aku bangun saja kesiangan seperti ini.'' Rania tersenyum malu.
''Boleh deh nanti, biar pikiran bisa fresh.'' Rina akhirnya memilih untuk setuju.
''Mau buat apa air panas, Kak?'' Rania duduk di meja makan sambil mengambil apel merah.
''Kompres.'' jawab Rina singkat saja dan masuk dalam kamar mandi.
''Apa yang mau di kompres dia sih? kan bisa di sini saja sambil ngobrol.'' ujar Rania sendirian.
Tapi mana mungkin Rina mau melakukan itu di depan Rania, sebab dia sudah tidak mau kalau harus menjawab berbagai macam pertanyaan yang akan keluar dari mulut nya Rania, jadi lebih aman kalau masuk dalam. kamar mandi ini dan semua akan tetap aman terjaga.
Selamat malam, jangan lupa like dan komentar nya ya buat cerita Novita jungkook ini cinta.