NovelToon NovelToon
Melarikan Diri Dari Raja

Melarikan Diri Dari Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Time Travel
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saasaa

Esmera, gadis yatim piatu yang dibesarkan oleh pelayan istana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah Raja Edris Ruan memilihnya.

Mereka menikah, namun pernikahan itu serasa neraka bagi Esmera. Dan puncaknya, muncul seorang gadis bernama Lyra Arabella, dia mengaku sebagai adik kandung Esmera. Dan akan menggantikan posisi kakaknya sebagai Ratu.

Saat itulah Esmera mengetahui kebenaran yang mengerikan. Pernikahannya dengan Edris bukan sekadar kisah cinta. Dia telah dipersiapkan sejak bayi untuk menjadi pengantin keturunan raja pengkhianat, demi mematahkan kutukan keluarga Raja Edris.

Esmera dibunuh oleh Lyra, adiknya sendiri. Karena Lyra berpikir, jika kakaknya masih hidup, dia akan selalu menjadi yang kedua.

Namun keajaiban itu datang. Esme kembali ke masa lalu, disaat dia belum menjadi Ratu.

Kali ini Esmera tahu apa yang akan terjadi.

Sebelum Raja Edris menemukannya, Esmera akan melarikan diri dan mengubah takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keanehan Sang Raja

"Turunkan aku!" teriak Esmera dengan suara tertahan karena posisinya yang tidak nyaman."Aku bisa berjalan sendiri! Tolong turunkan aku!"

Esmera terus berteriak, dia menendang, bahkan berusaha memukul punggung pria yang kini memanggul tubuhnya. Namun semua perlawanan itu seolah tidak berarti apa-apa bagi Edris Ruan. Tubuh Esmera yang seringan bulu harus berhadapan dengan tubuh besar Edris Ruan, sungguh sangat tidak seimbang. Namun Esmera terlihat gigih.

Edris sama sekali tidak menjawab.

Pria itu justru terus melangkah meninggalkan kamar penginapan kumuh tersebut. Langkahnya tenang dan panjang, seolah tidak sedang memanggul seorang gadis yang sejak tadi meronta-ronta di pundaknya.

Begitu keluar dari kamar, beberapa prajurit yang sudah menunggu di depan langsung menoleh. Tatapan mereka berpindah dari Edris kepada Esmera yang berada di pundaknya. Bagi mereka, yang sudah sangat mengenal seorang Edris Ruan, itu adalah pemandangan yang cukup aneh.

Tidak ada satu pun yang berani bersuara, tetapi ekspresi wajah mereka jelas menunjukkan keheranan.

Raja mereka memanggul seorang gadis? Edris Ruan adalah pria yang tidak bisa disentuh, dia seperti api, jika berani menyentuh sembarangan, maka akan tamat. Bahkan keluarga inti saja sangat berhati-hati padanya. Jadi wajar jika mereka heran melihat pemandangan itu.

Bahkan gadis itu masih mengenakan pakaian pria yang lusuh, dengan wajah sedikit kotor oleh arang dan rambut panjang yang disembunyikan di balik topi.

Esmera semakin malu ketika menyadari banyak pasang mata yang memperhatikannya."Turunkan aku sekarang juga!" desisnya, kali ini lebih pelan, tetapi penuh tekanan.

Edris tetap tidak bergeming.

Namun, di balik wajah tanpa ekspresi itu, sebenarnya Edris sendiri sedang diliputi kebingungan.

Ada terlalu banyak hal yang terasa aneh, dimulai sejak dia mendengar kabar tentang hilangnya pengantin yang telah dipersiapkan untuknya.

Esmera.

Nama itu seharusnya tidak berarti apa-apa baginya. Mereka bahkan belum pernah bertemu sebelumnya. Setidaknya, itulah yang seharusnya terjadi.

Namun ketika kabar tentang pelarian gadis itu sampai ke telinganya, sesuatu yang sulit dijelaskan langsung muncul dalam dirinya.

Amarah.

Bukan sekedar kesal karena seorang calon pengantin melarikan diri dari kerajaan. Perasaan itu jauh lebih kuat dan jauh lebih pribadi.

Padahal selama ini Edris dikenal sebagai pria yang tenang. Dia jarang menunjukkan emosi berlebihan, bahkan dalam menghadapi masalah besar sekalipun.

Tetapi begitu mendengar bahwa Esmera menghilang, hatinya terasa tidak nyaman. Dia ingin segera menemukannya.

Dan ketika akhirnya mengetahui bahwa gadis itu mungkin berada di sebuah penginapan kumuh, Edris bahkan tidak memerintahkan orang lain untuk pergi.

Dia datang sendiri.

Semakin dipikirkan, semakin aneh semuanya.

Keanehan kedua adalah ketika dia melihat wajah Esmera. Begitu mata mereka bertemu, ada sesuatu yang terasa familiar.

Wajah itu sangat tidak asing.

Edris sendiri tidak mengerti dari mana perasaan tersebut berasal. Dia yakin belum pernah bertemu gadis itu sebelumnya, tetapi hatinya seolah mengatakan hal yang berbeda.

Bahkan kalimat yang baru saja keluar dari mulutnya ketika berhadapan dengan Esmera juga terasa seperti bukan sesuatu yang dia pikirkan lebih dulu.

Kata-kata itu terlontar begitu saja. Seolah ada bagian dari dirinya yang sudah mengetahui gadis itu.

Dan sekarang muncul keanehan yang ketiga.

Dia membawa gadis itu sendiri.

Seorang raja seharusnya tidak perlu turun tangan hanya untuk mencari seorang pengantin yang melarikan diri. Dia memiliki prajurit, pengawal, bahkan seluruh kerajaan berada di bawah perintahnya.

Tetapi entah kenapa, Edris tidak bisa hanya menunggu. Dia mencari sendiri. Dari satu tempat ke tempat lain. Dengan perasaan gelisah yang semakin lama semakin sulit dikendalikan. Bahkan ketika menghadapi perang besar pun dia tidak merasakan rasa takut yang seperti itu.

Rasa tidak sabar bercampur dengan ketakutan.

Sungguh tidak masuk akal.

Edris melirik sedikit ke arah Esmera yang masih sibuk meronta di pundaknya. Anehnya, kegelisahan yang sejak tadi memenuhi dadanya perlahan menghilang.

Begitu dia berhasil menemukan gadis itu, hatinya langsung terasa jauh lebih ringan. Rasa lega yang begitu besar memenuhi dadanya ketika akhirnya Esmera berada dalam jangkauannya.

Dan sekarang, ketika gadis itu berada di pundaknya, Edris justru merasa tenang.

Sangat tenang.

Seolah sesuatu yang sejak tadi hilang akhirnya kembali ke tempatnya. Edris mengernyitkan kening. Apa sebenarnya yang terjadi padanya? Dia bahkan tidak mengenal gadis ini.

Setidaknya, secara logika, mereka belum pernah bertemu. Namun perasaan di dalam dirinya justru mengatakan sebaliknya.

Sementara itu, Esmera masih belum menyerah."Raja macam apa yang menculik seorang gadis? Tidakkah Anda merasa malu?" gerutunya kesal sambil mencoba kembali turun dari pundaknya.

"Kau calon pengantinku yang tiba-tiba saja melarikan diri, jadi seharusnya rasa malu itu untukmu," jawab Edris, dingin.

Kedua mata Esmera membulat."Aku tidak mau! Aku tidak mau menjadi pengantinmu! Aku tidak mau!"

Edris menghentikan langkahnya sesaat.

Beberapa prajurit ikut berhenti.

Pria itu menoleh sedikit, cukup untuk melihat wajah Esmera dari sudut matanya. Untuk beberapa detik, tatapannya menjadi dalam."Berhenti bergerak," ucapnya datar.

"Aku tidak mau!"

"Kalau kau terus bergerak, kau akan jatuh."

"Aku lebih baik jatuh daripada terus dipanggul seperti karung!"

Salah satu sudut bibir Edris nyaris terangkat mendengar jawaban itu, tetapi dia segera menahannya.

Aneh.

Sangat aneh.

Bahkan sekarang pun dia tidak merasa marah mendengar gadis itu membantahnya. Sebaliknya, ada perasaan hangat yang tidak seharusnya muncul.

Edris kembali menatap lurus ke depan. Melanjutkan langkahnya menuju kereta kuda yang sudah dipersiapkan.

1
Wulan
cerita nya seru 😆😆 aku menanti kan pov Edris di kehidupan yang dulu kenapa dia dingin pada esmera tapi mengorbankan nyawa nya untuk esmera juga😌😌
Saasaa: Terimakasih sudah baca ya😍
total 1 replies
Wulan
jujur cerita nya seru sekali 😆😆

di tunggu up nya thor😌😌 semangat up nya 😆😆
Saasaa: sudah di up ya, selamat baca
total 1 replies
Moreno
Jadi makin seru!
Saasaa: terimakasih sudah baca ya😍
total 1 replies
Komariyah Hendriyati
tip bgt sih 💪
Saasaa: terimakasih 😍
total 1 replies
Ririn Nuriyanti
esmera nya lemah bgt
Komariyah Hendriyati
sangat bgussssssss cerita nya
Saasaa: terimakasih sudah baca😍
total 1 replies
Moreno
penasaran lanjutannyaaa 🩵
Saasaa: sudah di update ya terimakasih sudah baca..
total 1 replies
Yuliana Hakim
jangan lama2 up'nya thor..
Saasaa: siap, aku usahain ya...
total 1 replies
Natasya
👌
cleona
lanjut
cleona
lanjut please..
Saasaa: Sudah di up ya, makasih udah baca
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!