NovelToon NovelToon
5 Tahun Pasca-Cerai

5 Tahun Pasca-Cerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.

Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.

Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.

#anakrahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Jadilah Mama untuk Keanu

Saat waktu Subuh, Cynara terbiasa bangun dengan sendirinya. Meski tanpa ada yang membangunkan, ataupun alarm.

Cynara menatap langit-langit kamar yang asing. Kemudian ingatannya datang kembali.

Keanu sedang sakit. Alvin meneleponnya tengah malam. Ia datang ke sini.

Perlahan, kepala Cynara menoleh ke arah Keanu. Bocah itu masih tertidur pulas di sampingnya. Namun, ada sesuatu yang membuatnya tersenyum. Di sisi lainnya, Naren juga tidur sambil memeluk tangannya.

"Ealah Bocahnya Mama ... sejak kapan kamu masuk ke sini?"

Cynara menghela napas kecil. Dengan perlahan menarik tangannya dari pelukan Naren. Kemudian menyentuh kening Keanu.

"Tidak panas lagi. Alhamdulillah, demamnya sudah turun."

Wajah kecil yang semalam memerah kini terlihat jauh lebih tenang.

Cynara mengusap rambut Keanu. Kemudian ia beralih kepada Naren. Tangannya membelai rambut putranya.

“Terima kasih sudah menemani Mama ya Nak.” Ia mengecup kening Naren. “Mama salat Subuh dulu, ya?” bisiknya.

Refleks, tangan Naren yang semula memeluk lengannya terlepas. Namun, bocah itu sama sekali tidak terbangun. Ini sudah terbiasa semenjak Naren bayi.

Cynara tersenyum kembali mengusap rambut Naren sebelum bangkit.

Setelah memastikan kedua anak itu tertidur dengan pulas, Cynara ke kamar mandi untuk mengambil air wudu.

Beberapa menit kemudian, ia kembali dengan rambut yang sedikit basah di bagian depan. Barulah ia teringat sesuatu.

“Ya ampun…”

Cynara menatap pakaiannya. Ia tidak membawa mukena. Semalam ia berangkat terburu-buru karena khawatir dengan Keanu.

Ia bahkan tidak terpikir bahwa dirinya mungkin akan menginap sampai pagi.

Cynara keluar kamar. Namun, baru beberapa langkah, ia mendengar suara seseorang.

Pelan. Bergetar. Suara doa.

Cynara mengikuti suara itu hingga sampai di sebuah ruangan kecil yang tampaknya digunakan sebagai tempat salat.

Pintu tidak tertutup sepenuhnya. Dari celahnya, Cynara melihat Alvin sedang duduk setelah menunaikan salat.

Kepalanya tertunduk. Tangannya terangkat. Doanya terdengar lirih. Cynara tidak bermaksud mengganggu.

Namun, Alvin tiba-tiba menyadari keberadaannya. Ia menghentikan doanya. Pria itu menoleh.

Cynara langsung sedikit menundukkan kepala. “Maaf, Pak.”

Alvin bangkit.

“Saya juga mau numpang salat.”

Alvin hanya mengangguk kaku. “Mukena ada di lemari itu.” Tangannya menunjuk sebuah lemari kecil di sudut ruangan.

“Terima kasih.”

Alvin mengangguk sekali lagi. Kemudian segera meninggalkan ruangan.

Cynara mengambil mukena. Ia tidak menyadari bahwa dari balik pintu kamar yang sedikit terbuka, Alvin sempat memandang ke arahnya.

Bukan karena sengaja ingin mengintip. Melainkan karena ada sesuatu yang ia pikirkan sepanjang malam.

Cynara berdiri di atas sajadah dengan tenang dan khidmat. Tidak ada lagi perempuan yang dahulu ia lihat lima tahun lalu dengan wajah penuh kesedihan.

Alvin segera mengalihkan pandangan. Ia segera menutup pintu kamarnya. Setelah selesai salat, Cynara melipat mukena dengan rapi.

Ia berniat segera membawa Naren pulang, karena keadaan Keanu sudah membaik. Namun, ketika keluar dari ruangan salat tadi, ternyata Alvin sudah berdiri di ruang tengah.

Sepertinya, dia memang sedang menunggunya. “Cynara.”

Perempuan itu berhenti. “Ya?”

“Maaf.” Alvin menarik napas. “Sepertinya ada sesuatu yang harus kita bicarakan.”

Cynara sedikit mengernyit. “Sekarang?”

“Iya.” Alvin berjalan menuju ruang duduk. Langkahnya tidak secepat biasanya. Seolah ada sesuatu yang cukup berat di dalam pikirannya.

Cynara mengikutinya. Namun sebelum duduk, ia sempat melirik ke arah kamar Keanu.

Alvin memperhatikan gerakan itu. “Dia masih tidur.”

Cynara mengangguk. “Syukurlah.”

“Duduklah.”

Cynara akhirnya duduk di salah satu kursi yang tersedia.

Alvin mengambil tempat, tepat di hadapannya. Beberapa detik berlalu tanpa suara.

Kemudian Alvin memulai dengan wajah datar seperti biasa. “Sebenarnya, aku sudah tahu masa lalumu dengan Anugrah.”

Cynara tersentak dan langsung menatap Alvin. “Maksud Bapak—”

“Jangan panggil aku Pak.” Alvin memotong dengan tenang. “Ini bukan kantor.”

Cynara sedikit mengernyit, masih memperhatikan Alvin.

Pria itu menyandarkan tubuhnya. “Kamu boleh memanggilku seperti sebelumnya.”

Cynara mengangguk. “Baik lah, Mas Alvin…”

Alvin mengangguk. “Terima kasih kamu sudah sengaja hadir untuk Keanu.”

“Jangan sungkan, Mas. Aku yang harusnya berterima kasih padamu, dan ... Mbak Kania. Maaf, Mas ... Aku turun berduka cita atas kepergian Mama Keanu. Semoga almarhum husnul khotimah.”

Sejenak, Alvin membisu. Membuat perasaan Cynara sedikit merasa bersalah. "Maaf ... Aku tak bermaksud—"

"Jadi, kamu berbuat baik karena mengenang mendiang istriku?" tebak Alvin.

Cynara sedikit menundukkan kepala. Karena, memang sejak awal Cynara bersimpati pada Keanu karena Kania, mengenang kebaikannya.

“Maaf, aku ...”

"Sudah lah ... Aku mengerti. Sepertinya memang begitu lah Tuhan menakdirkan pertemuanmu dengannya," ucap Alvin, masih dengan datar.

Cynara membeku, menundukan kepala dan menggigit bibirnya.

“Aku sudah tahu kamu bercerai dengan siapa.” Kali ini, Alvin menatapnya dengan lurus. “Dan aku tahu bagaimana pernikahan itu berakhir.”

Cynara menggenggam kedua tangannya di atas pangkuan. Ia hanya menatap Alvin, merasa heran karena rahasianya sedang dicongkel oleh mitra bisnisnya.

“Anugrah.”

Cynara seketika menahan napas.

“Dia juga tidak tahu bahwa aku mengetahui semuanya,” lanjut Alvin.

“Termasuk fakta bahwa ketika masuk ke JM Corporation, dia mendaftarkan dirinya sebagai pria lajang.”

Cynara menatap Alvin dengan mata sedikit melebar. Jadi... Alvin benar-benar tahu semua?

“Kenapa bisa?”

“Karena aku ini CEO-nya.”

Jawaban itu membuat Cynara terdiam.

Alvin menghela napas. “Awalnya aku tidak berniat mencampuri kehidupan kalian.”

“Lalu kenapa sekarang?”

Alvin menatapnya. “Karena aku melihat sendiri bagaimana Anugrah bersikap kepadamu.”

Cynara tersenyum tipis. “Itu semua hanya masa lalu.”

“Aku tahu.”

“Dan saya sudah tak lagi memiliki urusan dengannya.”

“Aku juga tahu.” Alvin berhenti sejenak.

Kemudian suaranya melunak. “Tapi ada satu hal lagi yang ingin kusampaikan.”

Cynara mengangkat wajah. “Apa?”

Alvin menatap ke arah kamar Keanu. “Putraku sangat menyukaimu.”

Cynara mengangguk pelan.

“Bukan sekadar suka biasa.” Alvin kembali menatapnya. “Sejak bertemu denganmu, dia terus membicarakanmu. Dan malam ini, ketika ia sakit, satu-satunya orang yang dia cari hanyalah kamu.”

Cynara hanya menatap Alvin dalam diam.

“Cynara…”

“Ya?” Alvin menatap perempuan itu dalam-dalam. “Aku ingin meminta satu hal padamu.”

“Apa?” Cynara sedikit menelengkan kepala.

“Aku juga memiliki satu penawaran padamu.”

Cynara mengernyit. “Tawaran?”

“Jadi lah Mama untuk Keanu."

Cynara menghela napas. "Bukan kah, Keanu sudah memanggilku Mama?"

Alvin menatapnya tanpa mengalihkan pandangan. “Bukan itu maksudku. Seperti yang aku katakan tadi, aku memberikan penawaran padamu."

Cynara masih terlihat bingung ke mana arah pembicaraan Alvin.

"Kau ingin membalas Anugrah?”

Cynara kembali membeku.

“Jadilah Mama yang sebenarnya untuk Keanu. Dengan menikah denganku. Aku akan membantumu membalas rasa sakit hatimu pada adik iparku."

*bersambung*

1
Esther
jangan2 sudah jatuh cinta ya Cynara
MomyWa
jangan2 aku udah jatuh cinta kah? 😍
Safira Aurora
wah kerja sama antara adik, suami skaligus...
Safira Aurora
karena memang mau jebak kamu
arielskys
nggak tau aja anugrah 🤭
Safira Aurora
untung anugrah yg bego
arielskys
gemes sumpah
Aku Rajin Membaca
emang tujuan mereka untuk menjatuhkan kamu anugrah 🤪
MomyWa
harusnya skalian 100 prsen cynara. biar nyahok
Aku Rajin Membaca
kamu aj yg ga tau anugah, semuanya udah tau
arielskys
Karena memang sengaja
MomyWa
terbongkar dong
Aku Rajin Membaca
kalau baca malam aman kan?
MomyWa
kerja sama yg komplit
arielskys
masuk perangkap 🤭😄
Aku Rajin Membaca
senangnya rasa hatiku, kata cynara
Aidil Kenzie Zie
hajar mantanmu itu Cynara 🥰🥰🥰🥰
MomyWa
wkwkwkwk..kagok gak tu
Aidil Kenzie Zie
apa Alvin tau pertemuan Cynara dan Gadiza 🤔🤔
Sri Widiyarti
anugrah ck..ck...lanjut thor...🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!