NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga

Gulungan Dewa Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:23k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah tewas dalam invasi brutal yang meluluhlantakkan kotanya, Yang Zhen tiba-tiba terbangun kembali ke masa remaja saat ia masih menjadi murid akademi yang selalu dicap sebagai pecundang.

Namun, berbekal ingatan masa depan dan pusaka kuno Gulungan Dewa Naga yang memberinya kekuatan, ia kini bersumpah untuk memutarbalikkan takdir dan menginjak-injak siapa pun yang berani meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Sinar matahari pagi menembus celah jendela kamar Yang Zhen. Ia membuka matanya setelah bermeditasi sepanjang malam penuh.

"Udara di kota ini benar-benar terlalu kotor." keluh Yang Zhen sambil meregangkan otot-ototnya. "Menyerap Qi secara manual hanya membuang-buang waktuku saja."

Ia turun dari ranjang kayunya dan menatap pantulan dirinya di cermin usang. Tubuhnya memang terasa lebih bertenaga dari kemarin, tapi masih jauh dari kata ideal.

"Aku butuh Pil Pengumpul Qi tingkat tinggi secepatnya." batin Yang Zhen. "Hanya pil itu yang bisa mengimbangi kecepatan pemurnian Gulungan Dewa Naga."

Tanpa membuang waktu, Yang Zhen mencuci wajahnya dan segera pergi keluar rumah. Tujuannya hari ini sangat jelas, yaitu Asosiasi Alkemis Kota Awan Merah.

Asosiasi Alkemis adalah organisasi paling kaya dan berpengaruh di kota ini. Bahkan Keluarga Zhao pun harus bersikap sopan jika berhadapan dengan mereka.

Setelah berjalan kaki sekitar tiga puluh menit, Yang Zhen tiba di depan sebuah gedung megah. Gedung itu memiliki pilar-pilar batu marmer putih yang menjulang tinggi ke langit.

Aroma wangi dari berbagai macam herbal langka langsung tercium begitu ia memasuki pintu masuk utama. Lobi asosiasi itu sangat luas dan dipenuhi oleh banyak kultivator yang ingin membeli obat.

Yang Zhen berjalan santai melewati antrean panjang para pembeli. Matanya langsung tertuju pada sebuah papan kayu besar yang dipajang di tengah lobi.

Papan itu berisi sebuah tantangan terbuka dari Asosiasi Alkemis untuk para ahli. Siapa pun yang bisa menyempurnakan formula obat kuno di papan itu akan mendapat hadiah besar.

"Masih formula Pil Pembentuk Tulang tingkat tiga rupanya." gumam Yang Zhen sambil tersenyum tipis. "Pantas saja asosiasi ini tidak pernah berkembang pesat selama ratusan tahun."

Formula di papan itu memang sengaja dibiarkan tidak lengkap oleh presiden asosiasi. Itu adalah sisa-sisa peninggalan dari alkemis hebat zaman dulu.

Yang Zhen berjalan mendekati meja resepsionis yang berada tepat di samping papan tersebut. Ia mengambil sebuah kuas tinta yang tergeletak di sana tanpa meminta izin.

Syuut! Syuut!

Suara gesekan kuas terdengar saat Yang Zhen mulai mencoret-coret papan kayu sakral itu dengan santai. Ia menambahkan tiga bahan herbal baru dan mengubah suhu api yang tertulis di sana.

"Hei, bocah gembel! Apa yang kau lakukan di sana?!" bentakan keras tiba-tiba terdengar dari arah meja kasir.

Seorang pemuda berjubah putih dengan emblem kuali tembaga di dadanya berjalan menghampiri Yang Zhen. Wajahnya merah padam menahan amarah yang meledak-ledak.

Dia adalah Lu Feng, alkemis magang kebanggaan Asosiasi Alkemis cabang kota ini.

"Apakah kau buta huruf?!" maki Lu Feng sambil menunjuk wajah Yang Zhen. "Itu adalah papan peninggalan leluhur, bukan tempat corat-coret anak kecil!"

"Aku tidak mencoret-coretnya, aku sedang memperbaikinya." jawab Yang Zhen datar tanpa menghentikan ayunan kuasnya.

"Memperbaikinya? Hahaha! Lelucon macam apa ini!" tawa Lu Feng meledak penuh ejekan. "Bahkan Presiden Gu yang merupakan Alkemis Bintang Tiga saja butuh waktu sepuluh tahun dan masih belum bisa melengkapinya!"

"Itu karena Presidenmu terlalu bodoh." balas Yang Zhen santai. "Dan kau lebih bodoh lagi karena hanya bisa berteriak seperti anjing penjaga."

Wajah Lu Feng seketika berubah menjadi ungu karena marah. Para kultivator di lobi mulai berbisik-bisik melihat keberanian pemuda berpakaian lusuh itu.

"Kau benar-benar cari mati, bocah!" teriak Lu Feng sambil menggulung lengan bajunya. "Penjaga! Seret sampah ini keluar dan patahkan tangannya karena telah merusak papan leluhur!"

Empat orang penjaga berbadan kekar langsung berlari menghampiri Yang Zhen. Mereka semua memiliki kultivasi di Tahap Pengumpulan Qi Tingkat Lima.

"Tunggu dulu, ada apa ribut-ribut di depan sini?" sebuah suara tua namun berwibawa tiba-tiba bergema dari lantai dua.

Seorang pria tua berambut putih panjang menuruni tangga kayu dengan perlahan. Ia mengenakan jubah perak dengan lambang kuali emas berkilauan di dadanya.

Semua orang di lobi seketika menundukkan kepala mereka dengan hormat. Pria itu adalah Presiden Gu, pemimpin tertinggi Asosiasi Alkemis Kota Awan Merah.

"Presiden Gu, Anda datang tepat waktu!" lapor Lu Feng sambil menunjuk Yang Zhen dengan penuh kebencian. "Bocah gila ini baru saja merusak papan formula leluhur kita!"

"Dia mencoret-coret formula suci itu dengan asal-asalan!" tambah Lu Feng. "Saya memerintahkan penjaga untuk mematahkan tangannya sebagai hukuman!"

Presiden Gu mengerutkan keningnya dan menatap Yang Zhen dengan pandangan tidak senang. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah papan kayu besar di tengah lobi.

"Bocah, tahukah kau seberapa berharganya..." ucapan Presiden Gu terhenti secara tiba-tiba.

Mata tuanya membelalak lebar hingga nyaris keluar dari kelopaknya. Tubuhnya mulai gemetar hebat saat membaca tulisan tinta baru yang dibuat oleh Yang Zhen.

"Bunga Teratai Salju untuk meredam panas dari Rumput Naga Api?" gumam Presiden Gu dengan suara bergetar. "Dan penurunan suhu tungku di menit kelima belas untuk mencegah retakan pada pil?"

"Tentu saja, rumput naga api memiliki sifat agresif." ucap Yang Zhen menyela keheningan. "Jika Anda tidak menggunakan teratai salju, pil itu pasti akan selalu meledak menjadi abu hitam."

Presiden Gu menelan ludahnya dengan kasar. Ia telah mencoba ribuan kali dan selalu gagal di tahap akhir persis seperti yang dikatakan pemuda di depannya ini.

"Bagaimana... bagaimana kau bisa tahu hal sedetail ini?" tanya Presiden Gu dengan nada suara yang penuh rasa hormat.

"Presiden! Kenapa Anda malah bertanya padanya?" protes Lu Feng tidak terima. "Dia jelas-jelas hanya menulis omong kosong yang tidak jelas entah darimana!"

1
Sansalina
Mulai 👍👍👍
Sansalina
Gas Thorrr👍👍👍
Sansalina
Takutnya muridku mati konyol sebelum menguasai es dengan sempurna💪💪💪
alexander
bagus ceritanya
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Buktikan 👍👍👍
Sansalina
Bantai nih keluarganya👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Belum tahu dia👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt 👍👍👍
Sansalina
Gas Thprrr💪💪💪
Dianrp
💪💪💪💪💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!