Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Zoey berubah menjadi mimpi buruk.
Di depan ratusan tamu undangan, sahabat yang paling ia percaya mengaku tengah mengandung anak calon suaminya.
Tak ingin keluarganya dipermalukan, Zoey melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Ia menarik tangan seorang pria asing yang kebetulan hadir sebagai tamu.
“Aku akan menikah dengannya.”
Pria itu adalah Damian, konglomerat tampan berusia tiga puluh delapan tahun yang dikenal dingin, berwibawa dan sulit didekati. Demi alasan masing-masing, mereka sepakat menjalani pernikahan tanpa cinta.
Namun, sesaat setelah resmi menjadi suami istri, Zoey dibuat syok oleh kenyataan yang sengaja tidak diberitahukan Damian. Pria itu adalah seorang duda dengan anak kembar berusia enam belas tahun.
Mampukah Zoey menaklukkan sang duda yang menutup hatinya sekaligus memenangkan hati kedua kembar nakalnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 29
Prang!
“Jangan buang-buang waktumu untuk kami! Semua sia-sia saja!Sampai kapanpun aku tidak pernah menganggap mu sebagai pengganti ibuku!”
Setelah mengatakan itu, Victoria berbalik hendak pergi. Namun langkahnya berhenti saat mendengar suara Zoey.
“Baiklah,” ucap Zoey.
Victoria menoleh. Anehnya, Zoey tidak marah. Tidak ada bentakan. Tidak ada wajah kecewa. Wanita itu hanya mengambil kain lap dan mulai membersihkan susu yang tumpah.
“Kalau kau belum siap menerima perhatianku, aku mengerti. Tapi jangan berpikir aku akan menyerah begitu saja. Karena aku pernah menghadapi orang yang jauh lebih keras kepala daripada dirimu.”
Victoria mengangkat alis. “Siapa maksudmu?”
Zoey melirik ke arah lantai dua, tempat Victor berada.
“Kembaranmu.”
Victoria mendengus kecil.
“Jangan samakan aku dengan dia.”
Zoey tersenyum tipis. “Nah, itu masalahnya. Kalau Victor sulit ditaklukkan karena emosinya meledak-ledak, kau lebih sulit karena kau menyembunyikan semuanya di balik sikap dingin mu.”
Ucapan itu membuat Victoria terdiam. Setelah sekian lama, ada seseorang yang seolah bisa melihat dirinya lebih dalam.
“Kembalilah ke kamar sekarang. atau aku yang akan menyeretmu dengan tanganku sendiri!” ancam Zoey membuat Victoria buru-buru pergi dari sana tanpa berkata apapun lagi.
“Nggak bapak, nggak anak, sama-sama gengsian. Mungkin ini yang di namakan buah jatuh sepohon-pohonnya,” ucap Zoey sembari menggelengkan kepala.
****
Keesokan paginya, seperti biasa, Damian sudah berpakaian rapi dengan setelan jas hitam kebanggaannya. Ia hanya menyempatkan diri menyeruput kopi dan membaca beberapa berkas di meja makan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
“Aku berangkat.”
Hanya dua kata itu yang keluar dari mulutnya.
Tanpa menunggu balasan siapa pun, Damian bangkit dari kursinya lalu berjalan keluar. Di halaman depan, mobil sudah menunggu. Lukas membukakan pintu dan beberapa detik kemudian mobil itu melaju meninggalkan mansion.
“Benar-benar ayah yang kaku.” Zoey hanya bergumam pelan.
Ia lalu menoleh ke arah Victor dan Victoria yang duduk saling berhadapan dengan wajah masih mengantuk.
“Baiklah, sekarang giliran kalian.”
“Aku tidak lapar,” ucap Victor.
“Kalau tidak lapar, berarti tenaga kalian cukup untuk lari keliling taman sepuluh putaran sebelum berangkat sekolah,” balas Zoey santai.
Victor langsung mengambil roti isi di depannya. “Aku berubah pikiran.”
“Dasar mudah dipancing,” ejek Victoria.
“Kau juga makan, Victoria.” Zoey beralih pada remaja itu.
“Aku memang mau makan,” jawabnya ketus.
Meski mulut mereka terus mengeluh, sarapan buatan Zoey tetap habis tanpa sisa. Wanita itu hanya tersenyum puas melihat kedua remaja keras kepala itu diam-diam selalu menikmati masakannya.
“Bagus. Sekarang, ayo berangkat.”
"Apa kau benar-benar akan ikut?" tanya Victoria untuk kesekian kalinya.
Zoey mengangguk mantap.
“Tentu saja. Aku sudah berjanji pada Victor.”
Victor berdehem pelan.
“Jangan salah paham. Aku hanya tidak mau papa datang lalu membuat masalah semakin besar.”
Zoey tersenyum geli.
“Tenang saja. Aku sangat mengerti.”
Setengah jam perjalanan, mobil mereka memasuki halaman sekolah. Begitu turun dari mobil, beberapa siswa langsung menoleh ke arah mereka.
“Eh, itu Victor.”
“Itu kak Victoria.”
“Wah wanita cantik itu datang lagi?”
Bisik-bisik mulai terdengar di berbagai sudut.
Victor memasang wajah datar, sedangkan Victoria pura-pura tidak peduli meski jelas merasa risih.
Zoey justru berjalan santai di tengah mereka. “Jangan tegang. Anggap saja kita sedang piknik.”
“Kau sedang bercanda, hah?!” protes Victoria.
“Sedikit.”
Mereka akhirnya tiba di depan ruang kepala sekolah.
Seorang guru segera mempersilakan mereka masuk.
Di dalam ruangan itu sudah ada Kepala Sekolah, guru BK, wali kelas Victor, serta beberapa guru lainnya.
“Silakan duduk, Nyonya Zoey,” ucap Kepala Sekolah sopan.
Zoey mengangguk lalu duduk di samping Victor.
Namun belum sempat pembicaraan dimulai, pintu kembali diketuk.
“Silakan masuk,” ucap Kepala Sekolah.
Seorang pria paruh baya masuk lebih dulu, diikuti seorang wanita berpakaian mewah. Di belakang mereka, muncul seorang pria yang sangat dikenali Zoey.
Wajah tampan itu masih sama. Tatapan matanya juga tak banyak berubah.
Arga—mantan tunangan yang pernah menghancurkan hari paling membahagiakan dalam hidupnya.
Kedua mata Zoey membulat. Begitu pula Arga.
Pria itu berhenti melangkah, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Zoey?”
Suasana ruangan mendadak sunyi. Victor dan Victoria saling berpandangan bingung. Mereka belum pernah melihat ekspresi Zoey berubah sedrastis itu.
Arga menatap Zoey tanpa berkedip. “Zoey, kau di sini?”
Zoey menarik napas panjang, lalu perlahan berdiri dari kursinya. Raut terkejut di wajahnya hanya bertahan beberapa detik sebelum berubah menjadi senyum tipis yang sulit ditebak artinya.
“Aku juga tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini, Arga,” balas Zoey.
“Tuan Arga, perkenalkan. Ini Nyonya Zoey Alfred, wali sekaligus ibu dari Victor dan Victoria Alfred.”
Deg!
Jantung Arga seakan berhenti berdetak.
“I–ibu mereka?” gumamnya pelan.
Arga kembali menatap Zoey dengan penuh ketidakpercayaan.
Wanita yang dulu hampir menjadi istrinya, kini berdiri di hadapannya dengan status sebagai ibu sambung kedua anak remaja?
Sabar ya Zoey menghadapi suami dan anak laki2 nya😄
Anak & ibu sambung kompak sekali pagi ini.
Ayo Zoey buat Victoria menyerah juga dgn kamu😁
apa rasa berantem Ama duplikat nya sendiri?🫣🤣🤣
cemburu sama ank sendiri 🫣