di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...
Akankan dia menemukan cinta tulus itu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
"Haish!! kamu tuh nyebelin banget sih Ar, apa maksud kamu mengerjai Mbak seperti itu?" kesal Citra seraya bertanya.
"Pliss Mbak jangan marah dulu dong Ar hanya ingin membantu Mbak saja, soalnya tadi tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Mbak dengan Pria yang tadi dan terlihat sekali kalau Mbak tidak nyaman ngobrol dengannya kan." jawab Ardan.
"Memang kamu benar sih!! ya udah kali ini Mbak maafin kamu Ar tapi lain kali jangan seperti itu lagi yah, ya udah sana kamu kembali kerja." ucap Citra.
"Siap Mbak."
Sahut Ardan pun langsung pergi meninggalkan Citra untuk kembali bekerja sedangkan Citra melihat Ardan pergi hanya geleng-geleng kepala nya saja.
"Sebenernya kamu itu cukup menarik Ar seandainya lebih dewasa sedikit saja, haish mikir apa saya ini huft..." batin Citra.
Waktu pun dengan sangat cepat berlalu kini sudah waktunya Restoran di tutup dan semua Pegawai pun bersiap untuk pulang.
Karena hari ini Ardan tidak membawa kendaraan akhirnya ikut dengan motor Hendra untuk pulang ke Kontrakan.
Sesampainya di Kontrakan Ardan pun memutuskan untuk langsung mengistirahatkan tubuhnya yang merasa sangat kecapean hari ini, padahal teman satu Kontrakan mengajak ngobrol tapi Ardan tolak dengan sangat ramah.
.
.
Satu Minggu Kemudian
Ardan pun di minta oleh Citra untuk bersandiwara menjadi pasangannya dan menemaninya di acara Pernikahan salah satu temannya Citra dan sekarang keduanya sudah berada di acara Resepsi Pernikahan tersebut.
"Oh iya Mbak! apa di sini ada Pegawai Restoran yang di undang kemari?" tanya Ardan.
"Kenapa kamu tiba-tiba tanya tentang hal itu?" tanya Citra balik.
"Ya kalau ada kan! bisa-bisa ketahuan sandiwara ini, gimana sih Mbak ini." jawab Ardan.
"Oh kamu tenang saja kalau tentang itu, karena yang di undang ke sini semuanya kalangan orang kaya." ucap Citra.
"Syukurlah kalau begitu mah, tapi bisakan biasa saja saat Mbak bilang orang kayanya." sahut Ardan.
"Maaf Ar!! Mbak tidak bermaksud..."
Ucapan Citra merasa tak enak hati karena merasa sudah menyinggung Ardan, tapi kata-katanya terpotong oleh beberapa temannya yang menghampiri dan akhirnya mereka pun saling berkenalan satu sama lain ya terutama Citra memperkenalkan Ardan pada teman-temannya.
Setelah berbincang-bincang sebentar dengan temannya Citra, Ardan pun pergi ke Toilet bahkan dia pun menyadari sedari tadi ada seseorang yang terus menatapnya dengan ketidak sukaan, saat dia ngobrol dengan Citra dan para teman-temannya Citra, tetapi dia tidak menghiraukannya terus melangkah menuju ke Toilet.
Di Tempat Duduk Lain
"Ren!! kamu harus cari tau, orang yang datang bersama Citra Wanitaku itu." ucap Seseorang yang sedari tadi melihat ke meja Citra.
"Siap Pak..."
Sahut anak buah seseorang itu.yang bernama Reno terpotong.
"Tidak perlu repot-repot untuk mencarinya, saya berada di sini." potong Ardan.
"Berani sekali kamu mengatakan hal..."
Ucapan Reno terhenti ketika atasannya mengangkat satu tangan itu pertanda untuk diam.
"Maaf kalau anda menganggap kalau Citra itu Wanitamu, harusnya tidak perlu repot begitu untuk mencari tahu orang yang sedang bersamanya." ucap Ardan.
"Wah baru kali ini ada orang yang berani padaku, apa kamu tidak takut padaku?" tanya atasannya Reno.
"Ngapain saya harus takut dengan anda, sudahlah tidak perlu mengintimidasi saya seperti itu." jawab Ardan.
Prok
Prok
"Wah saya sangat kagum dengan keberanian yang kamu miliki, padahal selama ini orang yang berada di dekatku saja sudah ketakutan, tapi kamu tidak." ucap atasan Reno.
"Hmm kalau boleh tau kenapa Citra anda anggap sebagai Wanitamu?" tanya Ardan.
"Ya karena Citra adalah Wanitaku dan tidak ada yang boleh Pria lain yang memiliki nya selain saya oh iya termasuk kamu juga." jawab atasan Reno.
"Jadi anda sungguh sangat mencintainya begitu kan maksudnya Pak Rian Dirgantara yang terhormat." ucap Ardan.
Ya atasan Reno itu bernama Rian Dirgantara.
"Ya saya sangat..eh tunggu kenapa kamu tau nama saya dan lengkap lagi." sahut Rian.
"Siapa orang yang tidak mengenal dengan anda Pak! terus anda berada dimana saat Citra sedang bersedih, karena di khianati oleh Mantan pacar dan temannya kira-kira satu bulan yang lalu." ucap Ardan.
"Apaaaa!! siapa orang itu berani sekali membuat Citra bersedih, eh tunggu kenapa kamu menceritakan ini pada saya?" kaget Rian seraya bertanya.
"Ya karena saya merasa anda sudah salah orang untuk anda musuhi ya udah saya balik ke meja Mbak Citra dulu yah, oh iya saran dari saya jika anda serius maka kejarlah hatinya dan jangan pernah anda menyakiti hatinya." jawab Ardan sambil memberi nasihat.
Setelah mengatakan hal itu ke penggemar Citra, Ardan pun langsung melangkah pergi menuju ke meja nya Citra.
"Tadi saya dengar dia memanggil Citra dengan sebutan Mbak kan, apa dia itu Adiknya atau Sepupunya Citra?" tanya Rian.
"Setahu saya memang Nona Citra memiliki Adik Pria, tapi masih kecil bos." jawab Reno.
"Jadi dia ini sebenarnya siapa dari aura nya bukan orang sembarangan, kamu harus tetap menyelidikinya Ren." pinta Rian.
"Siap Bos." sahut Reno.
.
.
Di Tempat Duduk Citra
"Lama banget sih Ar hanya ke Toilet doang." ucap Citra.
"Hehe maaf yah Mbak! ke Toilet sih sebentar, tapi tadi di hadang oleh penggemarnya Mbak ya jadi lama deh." tawa Ardan.
"Hah!! maksud kamu siapa Ar?" tanya Citra.
"Wah!! rupanya banyak juga orang yang mengagumi Mbak sampai-sampai Mbak bingung orangnya siapa, memang sangat wajar sih Mbak kan sangat Cantik dan baik hati pula, pasti banyak banget Pria yang seperti itu." jawab Ardan.
"Ck.kamu itu menyindir atau gimana sih Ar ya udah yuk kita pulang saja." kesal Citra sambil mengajak.
"Baiklah Mbak." sahut Ardan.
Keduanya pun melangkah menuju ke Parkiran sebelum masuk mobil Ardan pun membuka Jas dan langsung memakaikan ke tubuh Citra sedangkan Citra tidak bisa menolak karena Jas tersebut sudah di pakaikan di tubuhnya.
Ketika di perjalanan pulang Ardan melihat ke arah spion dan menyadari kalau sedang di ikuti oleh seseorang.
"Mbak! mau langsung di antar pulang ke Rumah saja atau mau gimana nih?" tanya Ardan.
"Ya ke Restoran dulu lah Ar, kan motor kamu juga masih ada di sana." jawab Citra.
"Ya memang benar sih! tapi kalau Mbak...
Bersambung
~ *See You Next* ~