NovelToon NovelToon
TAI CHU : KITAB TAKDIR

TAI CHU : KITAB TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Spectree Je

Saat semua pendekar berkumpul untuk berebut kekuasaan, seorang anak gembala datang membawa akhir dari dunia mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Spectree Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33, GADIS BUNGA PERSIK DAN PENGEMIS CILIK

50 Tahun berlalu setelah pertarungan di Puncak Huashan. Mu chen mengembara bersama Tao Yao Yao dan menikah di lembah bunga persik.

Musim semi di Lembah Bunga Persik selalu datang lebih awal.

Sementara di luar lembah dunia masih diselimuti sisa musim dingin, di dalam lembah yang dikelilingi formasi Batu Persik Delapan Penjuru ini, ribuan pohon persik mekar bersamaan. Kelopak merah muda beterbangan seperti hujan, menutupi tanah, sungai, dan atap-atap rumah bambu. Aroma manisnya bisa membuat pendekar paling berdarah dingin pun mabuk.

Di tengah hutan bunga itu, di sebuah paviliun bernama Paviliun Mendengar Hujan, seorang gadis berusia sembilan belas tahun sedang berlatih pedang.

Gerakannya indah. Terlalu indah untuk disebut ilmu membunuh. Pedangnya seperti ranting persik yang menari ditiup angin. Tapi setiap tebasannya meninggalkan bekas yang dalam di udara, kelopak bunga yang tersentuh ujung pedangnya terbelah menjadi dua dengan rapi, tanpa mengubah arah jatuhnya.

Inilah Formasi Pedang Bunga Jatuh - jurus pamungkas Lembah Bunga Persik.

Gadis itu adalah Mu Tao.

Anak perempuan satu-satunya dari Mu Chen dan Tao Yao Yao. Sejak ibunya, Tao Yao Yao, mengundurkan diri untuk merawat kebun obat, Tao Tao diangkat menjadi Pemimpin Lembah di usia tujuh belas tahun, pemimpin termuda sepanjang sejarah lembah. Jianghu menjulukinya Persik Kecil yang Mematikan. Cantik, cerdas, tapi mulutnya lebih tajam dari pedangnya.

"Ah, membosankan!"

Tao Tao menghentakkan kakinya. Pedang tipis di tangannya bergetar kesal. Ia menatap ke arah luar lembah, ke arah gunung-gunung yang kabur di kejauhan.

"Dua tahun! Dua tahun aku dikurung di lembah ini hanya disuruh menghafal 360 jenis racun dan cara meramu pil panjang umur untuk kakek-kakek Sekte Wudang yang bau! Ayah bilang dunia luar berbahaya, Ibu bilang laki-laki di luar itu buaya semua. Kalau berbahaya kenapa Ayah dulu malah jadi Ketua Pengemis dan keliling dunia?!"

Seorang pelayan tua yang sedang menyapu kelopak bunga hanya bisa menghela napas. "Nona Muda, Ketua Mu dan Nyonya Tao juga demi kebaikanmu. Sekarang di luar..."

"Aku tahu! Kitab Tai Chu! Kitab Tai Chu lagi! Setiap pengemis, setiap biksu, setiap pendekar bau arak di kedai di kota bawah membicarakan itu! Memangnya kitab itu bisa dimakan? Huh!"

Tao Tao sebenarnya tahu betapa berbahayanya Kitab Tai Chu. Ayahnya, Mu Chen, tidak pernah bercerita banyak tentang pertarungan di Huashan. Setiap kali ditanya, pria paruh baya yang kini lebih suka memancing dan menggendong karung goni berisi ubi itu hanya akan tertawa dan berkata, "Kitab itu bukan berkah, Tao Tao. Itu kutukan. Ia membuat orang lupa siapa dirinya."

Tapi justru karena itu, darah Mu Chen di dalam tubuh Tao Tao berdesir. Ia adalah putri Ketua Pengemis. Ia mewarisi Tapak Penakluk Naga walau baru sampai tapak ke-9, dan ia mewarisi kepintaran Lembah Bunga Persik. Ia tidak mau menjadi bunga yang hanya mekar di lembah.

Hari itu, kesempatan itu datang.

Seorang murid lembah berlari tergopoh-gopoh menerobos hujan kelopak, wajahnya pucat.

"Pemimpin! Pemimpin! Ada... ada pengemis kecil pingsan di Formasi Luar! Ia terluka parah!"

Tao Tao mengernyit. Formasi Batu Persik Delapan Penjuru yang dibuat ibunya bisa membuat pasukan seribu orang tersesat selama sebulan. Bagaimana bisa seorang pengemis kecil bisa masuk?

"Di mana? Bawa aku ke sana!"

Di tepi sungai luar lembah, tergeletak seorang pemuda. Usianya mungkin dua puluh tahun, tidak lebih tua dari Tao Tao. Pakaiannya adalah jubah pengemis yang penuh tambalan, tapi wajahnya bersih dan tampan, alisnya tebal seperti pedang. Di punggungnya ada sebuah tongkat bambu hitam yang patah ujungnya, dan di dadanya ada luka menganga tiga garis cakar, hitam kebiruan - jelas terkena Racun Cakar Hantu dari Sekte Hitam.

Yang aneh, meski terluka parah dan racun sudah menyebar sampai ke leher, napas pemuda itu tetap stabil. Di sekitar tubuhnya, ada hawa hangat yang samar-samar mengusir dingin. Seperti matahari kecil.

Tao Tao berjongkok, jarinya yang lentik menyentuh nadi pemuda itu. Seketika ia terkejut.

Denyut nadinya... ada dua!

Satu denyut liar, kacau, penuh nafsu membunuh dan serakah, seperti puluhan aliran tenaga dalam yang bertabrakan di dalam tubuhnya. Itulah ciri-ciri orang yang mencoba berlatih Kitab Tai Chu tanpa dasar! Kitab itu bisa meniru semua jurus, tapi jika tubuh tidak kuat, maka ia akan menjadi wadah yang pecah.

Dan satu denyut lagi... dalam, murni, panas dan perkasa, mengalir seperti sungai lava yang tenang di bawah gunung es. Tenaga dalam yang sangat Yang. Sangat murni.

Jantung Tao Tao berdegup kencang. Sebagai pewaris Lembah Bunga Persik yang hafal semua aliran tenaga dalam di dunia, ia hanya pernah membaca tentang satu tenaga dalam seperti ini di buku rahasia ibunya.

Sembilan Yang.

"Tutup mulut semua orang!" perintah Tao Tao tiba-tiba, suaranya dingin dan berwibawa, tidak lagi seperti gadis manja tadi. "Bawa dia ke Paviliun Rahasia. Jangan beri tahu Ayah dan Ibu dulu. Dan ambilkan Kotak Giok Dingin dan Rumput Salju 50 Tahun!"

Para murid saling pandang, tapi tidak ada yang berani membantah.

Di dalam Paviliun Rahasia, selama empat jam Tao Tao bertarung dengan maut untuk menyelamatkan pemuda itu. Keringat membasahi pelipisnya. Ia menggunakan jarum emas Sembilan Bunga untuk mengunci racun, lalu menggunakan tenaga dalam Bunga Persiknya yang lembut untuk menuntun hawa panas Sembilan Yang di tubuh pemuda itu agar melawan racun Cakar Hantu.

Ini pertama kalinya ia melihat Sembilan Yang secara langsung. Tenaga dalam itu begitu sombong dan dominan, ia menolak bantuan tenaga luar, hampir membalikkan jarum emas Tao Tao.

"Dasar keras kepala! Sama seperti keledai!" Tao Tao mendengus kesal sambil menekan dada pemuda itu. "Kalau kau mati, aku kubur kau di bawah pohon persik paling bau!"

Seolah mendengar umpatannya, hawa panas itu akhirnya menurut, perlahan-lahan membakar racun hitam itu menjadi asap.

Menjelang senja, racun itu akhirnya hilang. Wajah pemuda itu yang pucat mulai memerah. Ia mengerang pelan dan membuka matanya.

Sepasang mata yang hitam legam, jernih seperti langit malam setelah hujan.

Hal pertama yang ia lihat adalah seorang gadis berbaju merah muda persik, wajahnya sangat dekat, pipinya masih berkeringat, bibirnya cemberut, tapi matanya... matanya indah sekali, seperti mengandung ribuan kelopak bunga.

"Kau..."

Pemuda itu mencoba bangun, tapi Tao Tao langsung menekan bahunya dengan kasar.

"Jangan bergerak! Lukamu baru saja kututup! Kalau terbuka lagi aku tidak mau mengobatimu lagi! Aku capek!"

Pemuda itu menatap tangan Tao yang menekan dadanya, lalu menatap tongkat bambunya yang tergeletak di samping.

"Kau... kau dari Lembah Bunga Persik? Kau menyelamatkanku?"

"Tidak! Aku hanya tidak mau ada orang mati dan mengotori bunga persikku! Membuat tanah jadi bau!" Tao Tao berbohong dengan wajah memerah. Ia lalu berdehem, mencoba terlihat berwibawa. "Aku adalah Pemimpin Lembah Bunga Persik, Mu Tao Tao! Siapa namamu, pengemis kecil? Dari sekte mana? Kenapa kau bisa terkena Cakar Hantu Sekte Lima Racun dan kenapa di dalam tubuhmu ada..."

Ia sengaja menghentikan kalimatnya.

Pemuda itu terdiam lama. Tatapannya menjadi jauh dan penuh kebencian.

"Namaku... Lie. Yang Lie."

Tao Tao membeku.

Yang Lie.

Nama yang sama dengan penerus Sembilan Yang yang menghilang lima puluh tahun lalu di Huashan. Nama yang sama dengan musuh bebuyutan ayahnya.

Pemuda di depannya tersenyum pahit. Senyum yang sama sekali tidak cocok dengan wajahnya yang muda.

"Mereka memanggilku begitu karena aku anak pungut. Guru memungutku di dekat Luoyang dan memberiku nama itu. Katanya, agar aku bisa sepanas matahari."

Ia memejamkan mata, menahan sakit.

"Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya murid luar Partai Pengemis yang gagal. Aku... aku menemukan setengah halaman Tai Chu di tepi Sungai Kuning. Aku ingin membuktikan bahwa aku juga bisa jadi pendekar hebat, bukan hanya pengemis yang memungut sisa makanan. Tapi Sekte Hitam menciumnya. Mereka memburuku."

Hati Tao Tao mencelos. Rasa curiga, kasihan, dan sesuatu yang lain yang belum ia mengerti, bercampur menjadi satu.

Di luar lembah, bel peringatan Lembah Bunga Persik yang tidak pernah berbunyi selama dua puluh tahun, tiba-tiba berdentang keras.

BANG! BANG! BANG!

Seorang murid berteriak panik dari luar.

"PEMIMPIN! Gawat! Sekte Harimau Hitam dan Sekte Pedang Qingcheng mengepung lembah! Mereka... mereka bilang kita menyembunyikan Kitab Tai Chu dan penerus Sembilan Yang! Mereka meminta kita menyerahkan orangnya!"

Tao Tao dan pemuda bernama Yang Lie itu saling bertatap.

Angin musim semi yang membawa kelopak bunga persik tiba-tiba terasa dingin seperti angin puncak Huashan lima puluh tahun yang lalu.

Dunia persilatan yang tenang, akhirnya menemukan Lembah Bunga Persik.

1
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuutt...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuuttt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjjuuuttt....
Dhewa Iblis
Nice...
Dhewa Iblis
Laaaaannnjjuuttt..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Next....
Dhewa Iblis
Nice....
Dhewa Iblis
Maaaannnttaapp..
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Laaaannnjjuutt...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!