NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.

Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.

Seharusnya ia ikut kabur.

Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.

“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”

Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Malam itu, Elena tak bisa memejamkan mata. Ia berbalik ke kanan, ke kiri, lalu kembali telentang, pikirannya terus berputar pada kata-kata Sebastian. Satu tahun. Dia tidak akan menceraikanku. Dia menginginkanku selamanya.

Ia menepuk pelan pipinya sendiri. "Sadarlah, Elena." Ia beranjak ke jendela, memandang cahaya kota yang berkelap-kelip di kejauhan.

Dulu, semua ini hanyalah mimpi, tentang memiliki rumah mewah, mobil mewah, kehidupan tanpa beban. Sekarang semuanya nyata. Lantas kenapa ia justru merasa cemas? Ia menyentuh gelang berlian di pergelangannya. "Kalau satu tahun nanti dia benar-benar tidak melepaskanku... berarti aku menang besar."

Namun senyum itu perlahan memudar. Tapi bagaimana kalau dia mencintaiku?

Pertanyaan itu muncul begitu saja, membuatnya membeku. "Tidak. Aku tidak boleh berpikir begitu." Sebab jika Sebastian benar-benar mencintainya... maka Elena akan mulai menginginkan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada harta. Dan itu jauh lebih berbahaya, karena harta bisa dihitung, tapi perasaan tidak.

***

Keesokan paginya, Elena turun ke ruang makan dan mendapati Sebastian telah berangkat. Di atas meja terselip secarik kertas berisi tulisan tangannya yang rapi: Rapat pagi, sarapan dulu ya. Siang nanti aku jemput untuk makan siang bersama.

Elena membacanya dua kali, lalu tersenyum tanpa sadar. "Perhatian sekali..."

Baru saja ia akan duduk, ponselnya berdering. Nomor tak dikenal. "Halo?" Tak ada jawaban. "Halo?"

Beberapa detik kemudian, suara pria terdengar rendah dan berat. "Sekarang kau sudah tahu tentang batas waktu satu tahun itu."

Elena langsung menegang. "Siapa kau?"

"Seseorang yang ingin kau sadari bahwa kau belum mengetahui seluruh kebenaran. Perjanjian itu bukan sekadar soal pernikahan, Elena. Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada malam ayahmu menandatangani perjanjian itu."

"Maksudmu apa?"

"Karena alasan Sebastian menikahimu jauh lebih dalam dari yang kau kira."

Telepon terputus. Elena menatap layar ponsel yang gelap, wajahnya perlahan menjadi pucat. Alasan yang lebih dalam? Apa sebenarnya yang terjadi malam itu?

Di ruang kerja lantai tertinggi gedung Hale Group, Sebastian berdiri membelakangi jendela kaca raksasa. Asistennya berdiri beberapa langkah di belakang.

"Pak, kami menemukan sesuatu tentang foto yang dikirim kepada Nyonya Elena."

Sebastian langsung berbalik. "Siapa pelakunya?"

"Identitasnya belum terungkap. Tapi asal foto itu berhasil kami lacak."

"Dari mana asalnya?"

Asisten menyerahkan tablet. "Foto itu diambil saat acara keluarga Hale dua belas tahun yang lalu."

Sebastian menatap layar. Di sana terlihat Elena yang masih remaja berdiri di samping seseorang. Sosok pria yang berdiri di sampingnya membuat darah Sebastian mendidih. Ia mengenal pria itu. Pria itu seharusnya sudah lama hilang dari kehidupan mereka.

"Keluarkan semua dokumen perjanjian lama antara keluarga Arvienne dan Hale," perintahnya tegas. "Khususnya yang berkaitan dengan malam penandatanganan perjanjian itu."

"Baik, Pak." Asisten ragu sejenak. "Apakah Nyonya Elena perlu diberitahu?"

Sebastian kembali menatap foto itu. "Belum. Karena aku sendiri belum mengetahui seluruh kebenarannya."

Ada sesuatu yang tersembunyi bahkan darinya, sesuatu yang disembunyikan oleh generasi sebelumnya. Dan sekarang seseorang sedang berusaha membongkarnya, bukan untuk kebaikan, melainkan untuk menghancurkan.

Sore harinya, Sebastian pulang lebih awal seperti janjinya. Begitu melihatnya masuk, Elena langsung berdiri. "Sebastian, ada yang ingin aku..."

Sebastian mengulurkan kotak kecil ke arahnya. "Sebelum itu, ini untukmu."

Elena menatap kotak itu. "Lagi?"

"Buka saja."

Di dalamnya terdapat kalung sederhana yaitu liontin kecil berbentuk hati yang berkilau lembut, tak terlalu mencolok namun terasa begitu hangat. "Kenapa memberiku ini?"

"Karena saat melihatnya, aku langsung teringat padamu."

Kalimat sederhana itu membuat hati Elena berdebar kencang. "Sebastian... kalau suatu hari nanti aku mengetahui bahwa pernikahan ini bermula dari sebuah kesepakatan..."

"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Sebastian pelan.

"Aku tidak tahu."

Sebastian mengambil kalung itu dan memasangkannya sendiri di leher Elena. Ia berdiri tepat di belakangnya, sehingga bayangan mereka berdua menyatu di cermin. "Kalau hari itu tiba... tolong jangan langsung pergi."

Elena menatap pantulan wajahnya di cermin. "Kenapa?"

"Berikan aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya."

Elena terdiam, lalu mengangguk pelan. "Baik."

1
MomRea
lanjut Thor... makin penasaran 😊
mauza
next😘😘😘😘😘
mauza
up
mauza
ditunggu upnya thor 😘😘
mauza
next
mauza
nah kan..
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘
mauza
pinisirin ttp lanjut
mauza
up
mauza
😘😘😘😍😍😍/Rose//Rose//Rose//Rose/
mauza
lanjut trussss💪💪
mauza
lanjut kk
mauza
hati" dan ttp semangat
mauza
next
mauza
up
mauza
/Determined//Determined//Determined//Determined/
mauza
next😘😘
mauza
lanjutkan thorrr👍😘😘
mauza
up
mauza
lanjuttt👍💪
mauza
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!