NovelToon NovelToon
Cincin Pengkhianatan

Cincin Pengkhianatan

Status: tamat
Genre:Mafia / Action / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Its Efa

Vincent Lawson rela meletakkan pistolnya demi menggenggam tangan wanita yang ia cintai. Ia percaya, cincin itu akan menjadi awal dari selamanya. Namun pada malam yang sama, wanita itu mengganti janjinya dengan sepasang borgol.

Di tengah raungan sirene dan hancurnya seluruh impian, Vincent tak lagi mempertanyakan mengapa ia ditangkap. Ia hanya ingin tahu...

“Di antara ribuan senyum yang kau berikan selama dua tahun... adakah satu saja yang lahir karena cinta, bukan karena tugas?” 💔

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Efa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

[ Hampir Terbongkar ]

Sudah hampir satu bulan Rhea Azlyn menjalani kehidupan barunya. Setiap hari ia membuka toko bunga, menyapa pelanggan, lalu menunggu Vincent datang. Perlahan, semuanya berjalan sesuai rencana. Terlalu sesuai.

Pagi itu, Vincent kembali datang tanpa memberi kabar.

"Ada kopi?" tanyanya sambil duduk di kursi dekat jendela.

Rhea tersenyum. "Sepertinya kau datang bukan untuk membeli bunga."

"Memangnya tidak boleh?"

"Boleh."

Rhea berjalan ke belakang toko untuk membuat kopi. Tanpa ia sadari, sebuah ponsel kecil khusus operasi yang disembunyikan di balik laci tiba-tiba bergetar.

Komandan: Ada anggota Black Raven yang sedang menyelidikimu. Hati-hati.

Bel pintu berbunyi.

Dua pria berbadan besar masuk ke dalam toko. Salah satunya memiliki bekas luka panjang di pipi kiri.

Tatapan mereka langsung menyapu setiap sudut ruangan.

"Bos," ucap pria itu kepada Vincent. "Maaf mengganggu."

Vincent mengangkat wajahnya.

"Ada apa?"

"Kami ingin memastikan sesuatu."

Pria itu menoleh ke arah Rhea.

"Bos terlalu sering datang ke sini. Kami belum percaya wanita ini bersih."

Rhea tetap tersenyum, meski telapak tangannya mulai berkeringat.

"Ada yang bisa saya bantu?"

Pria itu tidak menjawab. Ia justru berjalan mengelilingi toko sambil memperhatikan setiap sudut.

Rhea berusaha tetap tenang.

Namun detik berikutnya...

Pria itu berhenti tepat di depan meja kasir.

Di bawah meja...

Ponsel khusus operasi kembali bergetar.

Rhea langsung menahan napas.

Kalau pria itu menemukannya...

Semuanya akan berakhir.

Perlahan pria itu membungkuk.

Tangannya hampir meraih laci.

"Sedang mencari apa?"

Suara Vincent membuatnya berhenti.

Pria itu berdiri kembali.

"Hanya memastikan tidak ada yang mencurigakan."

Vincent menatap anak buahnya dengan dingin.

"Kalau aku sudah memilih untuk mempercayai seseorang..."

"...kalian juga harus menghormati pilihanku."

Ruangan langsung hening.

"Maaf, Bos."

Mereka pun keluar dari toko.

Rhea baru berani mengembuskan napas.

Jarak antara ponsel itu dan tangan anak buah Vincent tadi...

Mungkin tak sampai lima sentimeter.

Siang harinya, Vincent masih duduk menikmati kopinya.

"Apa mereka selalu seperti itu?" tanya Rhea.

"Mereka hanya menjalankan tugas."

"Dan kau?"

Vincent tersenyum tipis.

"Aku juga."

Jawaban itu membuat Rhea menundukkan kepala.

Ia sadar...

Mereka berdua sama-sama menjalankan tugas.

Bedanya, hanya satu dari mereka yang sedang berbohong.

Malamnya, Rhea menemui Komandan di sebuah rumah kosong yang dijadikan titik pertemuan rahasia.

"Kau hampir ketahuan."

"Aku tahu."

Komandan menatapnya tajam.

"Operasi ini mulai berbahaya."

Rhea menyerahkan sebuah flashdisk.

"Ini denah lantai utama gedung Black Raven."

Komandan tersenyum puas.

"Bagus."

"Sedikit lagi kita bisa menangkap Vincent Lawson."

Entah mengapa, mendengar nama itu disebut membuat hati Rhea terasa berat.

"Ada apa?" tanya Komandan.

"Tidak."

"Kau mulai ragu?"

Rhea menggeleng cepat.

"Tidak, Komandan."

Namun bahkan dirinya sendiri tahu...

Ia sedang berbohong.

Di saat yang sama, Vincent berdiri sendirian di balkon penthouse.

Anak buahnya, Damian, menghampiri.

"Bos."

"Hm?"

"Menurutku... Rhea memang gadis biasa."

Vincent tidak langsung menjawab.

Ia memandang lampu-lampu kota yang berkilauan di kejauhan.

"Semoga saja."

Damian mengernyit.

"Bos masih curiga?"

Vincent menghela napas pelan.

"Di duniaku..."

"...orang yang terlihat paling tulus sering kali menyimpan rahasia paling besar."

Damian terdiam.

Sementara di apartemennya, Rhea memandangi gantungan kunci mawar putih yang diberikan Vincent.

Ia menggenggamnya erat.

"Maaf..." bisiknya lirih.

"Semoga saat hari itu tiba... kau tidak terlalu membenciku."

1
Anne Soraya
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!