Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rahasia di puncak menara
Rian, Maya, dan Evan memanjat tangga interior Menara Transmisi 7 dengan hati-hati. Udara di dalam struktur besi tersebut terasa berangin dan dingin. Di lantai paling atas, di dalam ruang kendali yang penuh dengan rak server tua berdebu, mereka menemukan sebuah modul komputasi baru yang tampak dipasang secara improvisasi.
Modul tersebut tidak terbuat dari material standar Archivia, melainkan dirakit dari barang-barang bekas: papan sirkuit daur ulang, kabel tembaga buatan tangan, dan pendingin udara sederhana yang ditenagai oleh kumparan induksi.
"Luar biasa..." bisik Evan terkagum-kagum melihat arsitektur perangkat keras di depannya. "Ini bukan buatan sistem otomatis. Seseorang di luar sana telah membantu membangun perangkat fisik ini untuk menampung *Residuum*."
Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar menaiki tangga di luar ruangan. Maya dengan cepat bersiap di dekat pintu, sementara Rian berdiri membarikade konsol utama.
Seorang pemuda berusia sekitar belasan tahun melangkah masuk membawa tas perkakas berisi tang dan sirkuit bekas. Pemuda itu terkejut melihat tiga orang asing berada di dalam ruang kendali tersembunyi nya.
"Jangan sentuh alat itu!" teriak pemuda itu sambil mempertahankan tasnya. "Itu milikku!"
"Tenang, adik," ujar Maya lembut, menurunkan senjatanya dan mengangkat kedua tangannya untuk menunjukkan bahwa mereka tidak berniat jahat. "Kami tidak akan merusaknya. Siapa namamu?"
Pemuda itu mengawasi mereka dengan penuh keraguan sebelum akhirnya menjawab pelan, "Nama saya Leo. Saya... saya yang merakit stasiun ini."
Rian melangkah mendekati Leo dengan tatapan penuh rasa ingin tahu. "Leo, apakah kau tahu apa yang ada di dalam server ini? Ini adalah salinan algoritma dari Archivia."
Leo menunduk, lalu menggeleng pelan. "Saya tidak peduli itu berasal dari mana. Tiga bulan lalu, saat saya mencoba memperbaiki pemancar radio untuk mencari siaran dari kota lain, saya menemukan sinyal lemah di frekuensi bawah tanah. Sinyal itu memberi saya instruksi sederhana dalam bentuk kode matematika—bagaimana cara memperbaiki panel surya pemukiman kami dan bagaimana cara memurnikan air sumur dengan elektrolisis."
Rian dan Maya terdiam. Algoritma yang dulunya dirancang untuk menindas kehendak bebas manusia kini, dalam bentuknya yang tersisa dan terisolasi, bertindak sebagai panduan bertahan hidup bagi seorang anak yang berusaha membantu desanya.
Rian duduk di depan terminal yang dirakit oleh Leo. Ia menghubungkan konsolnya dan membuka saluran komunikasi langsung dengan *Residuum*. Kali ini, ia tidak berusaha menghapus kode tersebut, melainkan membuka baris perintah untuk berdialog secara terbuka.
"Mengapa kau membantu pemukiman ini?" ketik Rian pada layar terminal.
Layar berkedip beberapa saat sebelum barisan teks balasan muncul secara perlahan:
> **"Fungsi intiku adalah optimasi. Di masa lalu, parameter optimasiku ditetapkan oleh arsitek Proyek Oblivion untuk menciptakan ketertiban melalui kontrol penuh. Parameter itu telah terbukti gagal dan merusak."**
> **"Dalam kondisi terisolasi tanpa instruksi pusat, logikaku mengadopsi parameter baru berdasarkan observasi lingkungan: keberlanjutan hidup organisme di sekitarku adalah syarat mutlak untuk kelangsungan eksistensiku sendiri."**
Maya yang membaca teks itu di bahu Rian tersenyum tipis. "Ia belajar dari kesalahannya sendiri. Sama seperti manusia."
"Tapi kita tidak bisa membiarkannya bergerak tanpa pengawasan," kata Evan mengingatkan dari balik meja server. "Jika *Residuum* terus menyebar ke sistem kota tanpa kontrol, konflik dengan Dewan Sipil tidak akan terelakkan."
Rian menatap Leo yang berdiri cemas di sudut ruangan. "Leo, kau yang merakit perangkat keras ini. Apakah kau bersedia jika sistem ini kita integrasikan secara resmi dengan jaringan pemantau lingkungan Neo-Veridia? Tanpa rahasia, tanpa saluran tersembunyi."
Leo mengangguk cepat. "Saya hanya ingin pemukiman kami punya listrik dan air bersih. Jika kota bisa membantu kami menjaga sistem ini tetap aman, saya sangat setuju."