Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.
One Piece System.
Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.
Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.
Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.
Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Konsolidasi dan Rencana Perekrutan
Sinar matahari pagi kembali memecah kabut tebal di atas Tebing Barat Pulau Ren. Gelombang air laut yang menghantam kaki karang membuaskan buih putih, membawa aroma asin yang menenangkan.
Di aula utama gua, Rian duduk di kursi kayu besar, menatap peti-peti pasokan dan tumpukan senjata hasil operasi semalam. Johnny sedang duduk di atas meja kayu di sebelahnya seraya mengasah bilah katananya menggunakan batu asah, sementara Dogo berdiri bersedekap dada di depan meja dengan raut wajah penuh kekaguman.
"Tuan Rian," panggil Dogo seraya membungkuk hormat. "Kapal patroli Kiri sudah lenyap tanpa jejak. Di pasar dermaga pagi ini, orang-orang hanya mengira kapal Kaji meneruskan pelayarannya ke pulau lain atau dihantam badai laut dalam. Tidak ada satu pun rumor yang mengarah ke faksi Gale."
Rian mengangguk tipis. "Itu yang kita harapkan. Kerahasiaan adalah perisai terbaik kita saat ini."
Rian merogoh saku mantelnya dan mengeluarkan uang tunai sebesar 10.000 Ryo dari total simpanan yang ada, lalu mendorongnya ke arah Dogo.
"Gunakan uang ini untuk memperluas jaringan informanmu," perintah Rian. "Rekrut dua atau tiga nelayan lokal yang jujur di dermaga timur dan selatan. Minta mereka memantau setiap kapal yang keluar masuk Pulau Ren, terutama jika ada pergerakan ninja pelarian (Nukenin) atau kapal pedagang besar."
"Siap, Tuan! Saya akan mengurusnya hari ini juga!" jawab Dogo mantap sebelum mengambil uang tersebut dan pamit keluar dari gua bersama dua anak buahnya.
[Uang Tunai Berkurang: 63.200 Ryo → 53.200 Ryo]
Setelah Dogo pergi, Rian memfokuskan pikirannya pada antarmuka sistem yang mengapung di pandangannya. Total System Point yang ia kumpulkan kini mencapai 450 SP.
Rian membuka menu Shop untuk memeriksa peningkatan atribut fisik yang tersedia.
[SYSTEM SHOP - CATEGORY: ATTRIBUTE UPGRADE]
Strength +2 - Cost: 100 SP
Speed +2 - Cost: 100 SP
Vitality +2 - Cost: 100 SP
Stamina +2 - Cost: 100 SP
Nilai Strength bernilai 8 dan Speed bernilai 7 membuat Rian terlalu bergantung pada skill Kami-e dan bantuan Johnny setiap kali menghadapi ancaman fisik secara langsung. Tanpa atribut dasar yang cukup, ia tidak akan mampu menggunakan teknik Rokushiki tingkat lebih tinggi seperti Geppo atau Tekkai.
"Sistem, tingkatkan Strength (+4) dan Speed (+2)," perintah Rian di dalam hatinya.
[Membeli Upgrade Atribut: Strength +4, Speed +2... Berhasil.] [System Point Berkurang: -300 SP] [Sisa System Point: 150 SP]
Wush!
Sensasi hangat seperti aliran listrik kencang mendadak mengalir dari tulang belakang Rian menyebar ke seluruh serat otot dan persendiannya. Otot-otot badannya yang tadinya cenderung kurus kini memadat dan berisi. Tulang kakinya terasa lebih kokoh, dan tumpuan bebannya menjadi jauh lebih ringan.
Rian berdiri dari kursi kayunya, mengepalkan tangan kanan. Ia bisa merasakan lonjakan kekuatan fisik yang nyata dalam setiap pergerakannya.
"Oho?" Johnny mendongak dari aktivitas mengasah pedangnya, mata bulat di balik kacamata hitamnya membelalak heran saat menatap Rian. "Aniki... postur tubuhmu mendadak terasa jauh lebih mantap! Postur berdiri Aniki sekarang mirip dengan petarung yang sudah terbiasa dengan latihan berat!"
Rian tersenyum tipis. "Hanya penyesuaian dasar, Johnny."
Ia memanggil panel statusnya untuk mengonfirmasi perubahan data tersebut secara rinci.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
SYSTEM STATUS
Nama: Rian Usia: 20 Level: 1
Strength: 12 (8 + 4) Speed: 9 (7 + 2) Vitality: 8 Stamina: 8 Intelligence: 14
System Point: 150 SP Reputation:
Public Reputation: 150 (Pulau Ren)
Underworld Reputation: 100
Skills:
Rokushiki: Kami-e (Basic)
Navigation (Basic)
Kenbunshoku Haki (Basic)
Characters:
Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Markas Tebing Barat
Inventory:
Basic Hunting Knife (1)
Kapak Besi Kecil (1)
Kompas Kuningan (1)
Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)
Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)
Jurnal Pelayaran Kuno (1)
Kantong Air Kulit (2 Liter)
Roti Gandum Kering (2)
Kunai Standar Kiri (10)
Senbon (20)
Ninjato Standar Kiri (5)
Peti Material Logam Tempa & Obat-obatan (2)
Uang Tunai: 53.200 Ryo
Perahu Layar Kayu Kecil (1 - Terikat di Dermaga Timur)
Plat Nomor Tambat Dermaga #14 (1)
Achievement:
First Survival
World Discovery
Tactical Advantage
Civilized Footprint
Founder
Naval Dominance
Organization: Gale (Level 1 - Organisasi Rahasia) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Dengan Strength yang kini menyentuh angka 12, Rian telah memenuhi syarat minimal untuk mempelajari kemampuan bergerak di udara dari One Piece: Rokushiki: Geppo. Namun, dengan sisa 150 SP saat ini, ia harus memilih secara bijak antara membeli skill baru atau menyimpannya untuk kebutuhan mendesak organisasi.
Rian berjalan menuju mulut gua, memandang ke arah laut lepas yang diselimuti kabut.
"Johnny," panggil Rian.
"Ya, Aniki?" Jawab Johnny seraya mendaratkan katananya di dalam sarung dengan bunyi Klik.
"Pulau Ren sudah aman dan stabil di bawah kendali terselubung kita," kata Rian dengan pandangan tajam melintasi garis cakrawala. "Tapi ini hanya sebuah pulau kecil di pinggiran Negara Air. Jika kita ingin faksi Gale diakui dan berkembang, kita butuh armada laut yang lebih besar dan informasi dari pulau-pulau utama."
"Hehe, aku setuju sekali, Aniki!" Johnny tertawa seraya menepuk bahunya sendiri. "Perahu kecil yang kita pakai semalam terlalu sempit! Kita butuh kapal layar bertiang yang sanggup menerjang ombak besar!"
Rian mengangguk pelan. Langkah berikutnya bagi organisasi Gale adalah memperluas wilayah operasional menuju kepulauan tetangga yang lebih besar di Negara Air, sambil mempersiapkan perekrutan karakter One Piece berikutnya begitu reputasi mereka meningkat lebih jauh.