NovelToon NovelToon
Mechabest

Mechabest

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Penyelamat / Action
Popularitas:258
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

​Kota Mecha, pusat teknologi tercanggih di dunia, kini menjadi incaran kota-kota luar yang iri dan ingin menghancurkannya. Demi menjaga kedamaian, pemerintah dan perusahaan Mechabest mencari pahlawan generasi baru berhati mulia untuk menggantikan para pahlawan senior yang pensiun.

​Kehidupan empat sahabat—Yasing, Maul, Alfian, dan Sahla—berubah drastis ketika agen rahasia mendatangi rumah mereka dan mengundang mereka mengikuti trial khusus. Berbekal Jam Perubah berkekuatan berbasis keahlian hewan, mereka harus bekerja sama menghadapi musuh, menguasai mode robot masing-masing, dan bertahan dari petualangan yang penuh aksi sekaligus aksi kekonyolan khas persahabatan mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Negosiasi dan Kebenaran dari Kota Neo

Asap tipis dari sisa-sisa ledakan tiga Drone Seri-N perlahan menyatu dengan angin malam di Kawasan Industri Sektor 4. Yasing, Maul, Alifian, dan Sahla berdiri tegap di tengah puing-puing baja perak yang kini tak berdaya. Zirah Mecha Watch mereka perlahan memudar, mengembalikan wujud mereka ke seragam sekolah yang agak kusam dan ternoda jelaga.

"Kalkulasi daya kita menyusut sampai tiga puluh persen," ujar Alifian sambil menatap layar indikator di pergelangan tangannya. "Tapi respons improvisasi tadi membuktikan kalau pertahanan berbasis AI murni punya titik lemah pada variabel yang tak terprediksi."

"Intinya... kita berhasil bikin mesin-mesin canggih itu jadi rongsokan" potong Yasing sambil menyengir lebar, walau bahunya terasa pegal luar biasa.

"Gua cuma peduli satu hal," celetuk Maul dengan muka plenger khasnya sambil menunjuk baju seragamnya. "Bercak hitam di bahu gua ini bisa hilang pas dicuci gak ya?"

Sahla hanya tertawa pelan melihat kelakuan dua sahabatnya itu. Namun, tawa itu tak bertahan lama ketika sebuah suara tepuk tangan pelan bergema dari balik kegelapan tangki penyimpanan energi.

CLAP... CLAP... CLAP...

Sesosok tubuh bertubuh tinggi dengan jaket trench coat abu-abu terang melangkah keluar dari bayangan. Rian mematikan modul kamuflase optiknya secara penuh, memperlihatkan dirinya tanpa sedikit pun rasa gentar.

"Sangat mengesankan," kata Rian. Suaranya tenang, tanpa nada ancaman seperti sebelumnya. "Menghancurkan tiga unit tempur Seri-N dalam waktu kurang dari tujuh menit tanpa menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Ujian lapangan kalian lulus dengan nilai sempurna."

Yasing langsung mengambil langkah seribu ke depan, memasang kuda-kuda siaga. "Rian! Lu masih mau nambah masalah lagi?! Ayo maju sendiri kalau berani, gak usah ngumpet di balik drone!"

Rian mengangkat kedua tangannya terbuka setinggi dada—sebuah gestur menyerah tanpa senjata. "Tenang, Yasing. Pertunjukan sudah selesai. Aku tidak berniat melanjutkan pertarungan ini."

"Terus maksud lu ngirim drone-drone itu apaan?!" cercec Sahla curiga.

Rian menatap keempat remaja itu satu per satu, lalu menghela napas pelan. Garis wajahnya yang semula dingin kini melunak, memperlihatkan keletihan yang tersembunyi.

"Kota Neo tidak pernah bermaksud menginvasi Kota Mecha," ungkap Rian. Dia menekan sebuah tombol di gelang Neo-Tracker-nya, memproyeksikan sebuah peta hologram tiga dimensi yang menampilkan peta kawasan antarkota.

Di bagian luar peta tersebut, tampak sebuah titik merah raksasa yang terus berdenyut dan menyebar secara perlahan.

"Apa itu?" tanya Alifian dengan dahi berkerut, pandangannya terkunci pada data yang terpampang di hologram.

"Itu adalah Sinyal Karbon-X," jawab Rian serius. "Sebuah anomali energi liar yang muncul di perbatasan luar setelah kehancuran markas Sang Omega. Energi itu menyerap sisa-sisa data peretasan dan teknologi Dark Mecha yang terlantar, lalu tumbuh menjadi entitas mesin yang tidak terkendali."

Yasing dan kawan-kawan tertegun. Peta hologram itu memperlihatkan bahwa pergerakan Sinyal Karbon-X perlahan-lahan mengarah tepat ke garis batas Kota Neo dan Kota Mecha.

"Dewan Kota Neo mengutusku bukan untuk menghancurkan kalian," lanjut Rian, matanya menatap lurus ke arah Maul dan Yasing. "Aku dikirim untuk memastikan apakah pahlawan Mechabest cukup kuat dan bisa diajak bekerja sama untuk menghentikan ancaman Karbon-X sebelum energi itu menghancurkan kedua kota kita."

Maul melangkah maju, menatap Rian tanpa keraguan. "Kenapa lu gak ngomong dari awal daripada ngirim drone pemburu?"

"Karena di Kota Neo, kami hanya percaya pada data dan bukti nyata, bukan janji manis," balas Rian miring. "Dan malam ini, kalian sudah membuktikan kalau keberanian dan ikatan tim kalian bukan sekadar keberuntungan."

Yasing menatap teman-temannya. Alifian mengangguk pelan menandakan bahwa data hologram Rian memang valid, sementara Sahla mengacungkan jempolnya. Yasing lalu menurunkan kepalan tangannya dan mengulurkan tangan kanannya ke arah Rian.

"Kalau soal menjaga kedamaian... Mechabest gak pernah mundur," ujar Yasing mantap. "Selamat datang di tim persatuan, Agen Rian."

Rian memandang uluran tangan Yasing sejenak, lalu mengukir senyum tipis—kali ini senyum tulus tanpa keangkuhan. Dia menjabat tangan Yasing dengan erat.

"Kerja sama diterima, Yasing," balas Rian.

Di balik kegelapan malam, sebuah ancaman baru bernama Karbon-X mungkin sedang membayang. Namun dengan bergabungnya teknologi presisi dari Kota Neo dan kekuatan persahabatan Mechabest, perjuangan baru demi melindungi masa depan baru saja dimulai!

1
Ayyasying
GG BANGET BANG! GACORRR!!N/Drool//Drool//Smile/
Dwi Agustina
keren banget ceritanya 👍👍
Dwi Agustina
keren Abang, lnajutkan berkarya 💪💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!