Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Bertepatan dengan bell istirahat berakhir,nayara juga baru saja menyelesaikan makannya, satu persatu teman-temannya mulai masuk kedalam kelas.
"Kotak makannya nanti aja deh gue balikin, sekalian pas pulang sekolah" Nayara menyimpan kembali kotak makan milik Bara di bawah meja belajar.
Pelajaran berlangsung dengan baik hingga setelah beberapa jam pelajaran pun berakhir, sebagian besar murid sudah keluar dari kelas. Hanya tersisa geng Nexus,Nayara,Viola dan Amara.
Viola mendekati meja nayara"Pulang bareng gue yuk, kebetulan hari ini gue bawa mobil jadi bisa sekalian nganterin lo pulang"
Naya menggeleng pelan "Um..nggak deh, gue masih ada urusan soalnya, kapan-kapan aja ya ra"
Amara mengerutkan dahinya "urusan apa sih nay, penasaran gue"
Viola mendorong dahi amara dengan telunjuknya "Kepo lo"
"Ihh viola, sakit tau"
"Lagian lo kepo banget sih sama urusan temen"
"Ya kan gue penasaran aja ra, kenapa sih"
Naya hanya tersenyum melihat tingkah kedua temannya.
"Nggak ada ya, ya udah kalau lo nggak mau, gue pulang duluan ya. ayo pulang nyet, naya kita duluan ya, bye" Viola menggandeng paksa tangan amara.
"Viola! Gue belum selesai ngomong sama kyna nya,lepasin..kyna tolongin gue..! " Suara amara menghilang di balik pintu kelas karena viola sudah membawanya pergi.
"Gue kasih sekarang aja kali ya"
Geng nexus masih berada didalam kelas.mereka selalu keluar kelas paling akhir, untuk menghindari para fans mereka.
Diantara mereka berempat tentu saja Bara memiliki penggemar paling banyak, Bara adalah anak dari pengusaha ternama Baskara Gautama yang memiliki perusahaan besar dan termasuk kedalam jajaran lima puluh orang terkaya di negeri ini.
"Nih kotak bekal lo, makasih ya untuk makanannya, masakan nyokap lo enak, gue sampai nggak bisa berkata kata sangking enaknya" Gadis itu menyodorkan kotak bekal ke hadapan Bara dengan wajah cerianya.
Bara mengangguk.
Ketiga temannya sampai terkejut dengan apa yang baru saja mereka lihat dan dengar. Tak terkecuali yasa yang bahkan sampai ternganga. Bagaimana mungkin, Bara bisa dengan mudahnya memberikan makanannya ke orang lain, mereka saja setiap mau meminta bekal yang dibawa Bara tersebut selalu ditolak.
"Wait.. Wait.. Seriusan bos lo ngasih makanan yang selalu lo jaga-jaga dari kita ke naya. Gila nggak adil banget ini namanya, kita yang sudah lama sama lo aja nggak lo boleh menyentuh tu bekal, masa iya naya yang nggak deket sama sekali lo kasih sih.. Tega sekali dirimu.. Sungguh terlalu kau roma " yasa berbicara dengan penuh dramatis.
Melihat temannya bertingkah aneh membuat Gio bergidik ngeri,lalu memukul kepala Yasa tanpa aba-aba "lebai banget sih lo nyet"
"Aish, sakit kepala gue nyet lo geplak begitu, bisa-bisa gegar otak nih gue. Aishhh" Yasa mengusap kepala bagian belakangnya dengan kesal.
Nayara tertawa kecil melihat tingkah mereka.
"Yasa mau gue tambahin lagi nggak, biar sekalian gegar otak beneran. Mana tau kan bisa bikin otak lo yang tumpul itu jadi pinter".
Yasa panik "Gila lo... Kalau lo yang mukul yang ada bukan gegar otak lagi gue,tapi mokad ditempat bangke."
Nayara tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi panik yasa, disusul tawa Gio.
Sedangkan kenzo tertawa kecil. Bara hanya mengulum senyum melihat gadis yang berada di depan matanya tertawa lepas. Ahh sungguh ini pemandangan yang sangat indah menurut Bara.
"Um..maaf ya nggak gue cuci ataupun ganti soalnya lo tau sendiri kan gimana keadaan gue, tapi nanti kalau gue sudah ada uang. Gue ganti deh. Janji" Jari telunjuk dan tengah Nayara langsung bergerak membentuk huruf V.
"Nggak perlu"
Nayara langsung cepat membalas perkataan Sean "no.. no.. no.. Gue udah janji dan gue bakal tetap ganti tapi nggak sekarang ya hehehe"
Bara mengangguk "terserah lo aja"