NovelToon NovelToon
Bayangan Di Atas Atap

Bayangan Di Atas Atap

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam
Popularitas:152
Nilai: 5
Nama Author: Kamal Fajar001

Rendra, mantan polisi jujur yang dijebak dan dicap pengkhianat oleh atasannya sendiri, Inspektur Bagas, yang ternyata pemimpin sindikat kriminal. Rendra kehilangan adik perempuannya yang tewas dalam kebakaran pabrik yang disengaja untuk menutup kejahatan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kamal Fajar001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Angin laut bertiup kencang, membawa bau garam dan air asin saat mereka berjalan menyusuri jalan setapak menuju pantai utara. Asep berjalan paling belakang, sesekali menahan nyeri di luka lengannya, tapi tidak sekali pun mengeluh. Rendra berjalan di sampingnya, sesekali menoleh memastikan tidak ada yang mengikuti jejak mereka dari kejauhan.

“Desa nelayan ini bernama Tambakrejo,” bisik Pak Haris sambil menunjuk gugusan rumah kayu yang mulai terlihat di kejauhan. “Warga di sini setia pada janji dan tidak suka bertanya asal-usul orang yang sedang dalam bahaya. Tapi kita tetap harus berhati-hati—Ridwan pasti sudah mengirim pesan ke semua pelabuhan dan pesisir agar melaporkan siapa pun yang terlihat mencurigakan.”

Mereka menunggu sampai benar-benar gelap sebelum menyusup masuk ke desa. Lampu-lampu rumah mulai padam satu per satu, hanya tersisa cahaya remang dari kedai kecil di pinggir pantai dan cahaya bulan yang memantul di permukaan air. Pak Haris mengetuk pintu rumah paling ujung dengan irama khusus. Tak lama kemudian pintu terbuka perlahan, dan seorang pria tua berkulit keruh berdiri di sana.

“Kau lama sekali tidak berkunjung, Haris,” katanya pelan, lalu menatap rombongan di belakangnya. “Dan kau membawa banyak tamu. Masalah besar?”

“Masalah yang sudah puluhan tahun kami simpan dalam hati, Pak Salim,” jawab Pak Haris. “Kami butuh perahu, untuk menyeberang ke pulau seberang tanpa lewat pelabuhan resmi.”

Pak Salim mengangguk tanpa banyak tanya. “Perahu sudah siap. Tapi laut malam ini berombak cukup besar. Dan saya dengar ada kapal patroli yang berpatroli ketat di perairan sini sejak sore tadi. Sepertinya mereka mencari orang penting.”

Mereka masuk ke dalam rumah yang sederhana itu. Di sana, Pak Salim mengobati luka Asep, sementara Dika dan Surya memeriksa ulang semua bukti yang mereka bawa. Asep melihat daftar nama agen rahasia yang ia serahkan, lalu menunjuk satu nama di bagian tengah.

“Ini orang yang bekerja di kantor berita nasional,” katanya pelan. “Dia yang memastikan setiap berita yang berhubungan dengan kejahatan kelompok ini tidak pernah sampai ke halaman depan. Kalau kalian mengirim berita ke sana, pastikan tidak lewat jalur resmi.”

Rendra mencatatnya di ingatannya. “Lalu siapa yang bisa dipercaya di Jakarta?”

“Ada satu nama di bagian paling bawah,” jawab Asep. “Komisi Pengawas Independen, Ibu Ratna Dewi. Dia satu-satunya pejabat tinggi yang tidak pernah menerima bantuan dana dari Ridwan atau kelompoknya. Tapi dia juga dikelilingi mata-mata, jadi kalian harus bertemu dia secara langsung, tidak bisa lewat surat atau pesan.”

Pukul sebelas malam, mereka berjalan menuju pantai di belakang rumah Pak Salim. Sebuah perahu kayu kecil dengan layar sederhana sudah terikat di sana. Tidak ada mesin besar, hanya tenaga dayung dan angin—sehingga suaranya senyap dan tidak terdeteksi radar patroli.

“Perahu ini akan mengantar kalian sampai ke perbatasan perairan provinsi,” kata Pak Salim sambil menyerahkan peta laut tua. “Di sana kalian akan bertemu kapal nelayan lain yang akan membawa kalian lebih dekat ke pelabuhan kecil di utara Jakarta. Ingat: jangan nyalakan lampu lebih dari satu detik setiap kali, dan jika ada kapal patroli lewat, segera turunkan layar dan diam.”

Mereka berpisah dengan ucapan terima kasih. Perahu meluncur perlahan membelah air gelap. Rendra duduk di haluan, memandang pantai yang perlahan menghilang di kejauhan. Ia meninggalkan tanah kelahirannya dalam pelarian, tapi membawa serta harapan bagi banyak orang yang selama ini diam dalam ketakutan.

Sekitar pukul dua pagi, titik cahaya terlihat di kejauhan. Itu bukan bintang—cahayanya bergerak rendah di atas permukaan air.

“Kapal patroli!” seru Surya berbisik. “Turunkan layar!”

Mereka segera bekerja sama. Layar dilipat cepat, dan perahu hanya melayang diam di atas air yang berombak. Cahaya lampu sorot besar menyapu permukaan laut, mendekat perlahan. Jantung mereka berpacu kencang—jika cahaya itu jatuh tepat pada perahu kecil mereka, semuanya berakhir.

Cahaya itu berhenti tidak jauh dari mereka. Suara pengeras suara terdengar samar: “Perahu di area ini segera melapor! Kami sedang mencari tersangka berbahaya!”

Beberapa saat hening, lalu kapal itu berbelok perlahan dan menjauh. Mereka menghela napas lega serentak. Asep tersenyum tipis. “Mereka mencari perahu besar, perahu dengan mesin cepat. Tidak pernah terpikir mereka akan naik perahu nelayan tua seperti ini.”

Matahari mulai menyingsing saat mereka bertemu dengan kapal nelayan yang dituju. Kapal itu lebih besar, penuh dengan jaring ikan dan hasil tangkapan—sangat alami sehingga tidak akan dicurigai siapa pun. Mereka menyembunyikan diri di ruang kargo bawah, di antara tumpukan es dan ikan segar.

Perjalanan menuju Jakarta masih memakan waktu dua hari. Di ruang sempit itu, mereka menyusun rencana: bagaimana cara bertemu Ibu Ratna, bagaimana cara menyebarkan bukti tanpa terlebih dahulu dihapus, dan bagaimana menghadapi kemungkinan bahwa Ridwan sudah memiliki sekutu yang lebih kuat di ibu kota.

Rendra memejamkan mata sejenak, membayangkan wajah adiknya. Ia sudah berjanji tidak akan berhenti sampai kebenaran terlihat oleh semua orang. Dan kini ia sedang melangkah ke tempat di mana semua kekuasaan dan semua kebenaran negara diputuskan.

Tapi ia juga tahu: di kota besar yang penuh gedung tinggi dan aturan rumit itu, jaringan kelompok “Penjaga Keseimbangan” mungkin jauh lebih rapat dan lebih berbahaya daripada di kampung halamannya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!